Salah Bawa Anak

Sepertinya jarang sekali yaa kita dengar di masa-masa hari raya lebaran orang diem aja di rumah, yang punya kampung yaa pulang kampung, yang ngga punya yaa minimal pasti keluar rumah walaupun hanya ke rumah tetangga sebelah, syukur-syukur bisa jalan kemana-mana.


Dan suasana lebaran itu memang selalu di tunggu apalagi untuk anak-anak, selain dapat salam tempel, juga bisa jalan ke rumah saudara atau ke tempat wisata.

Termasuk di lingkungan tempat saya dulu (sebelum rumah yang saya tempati sekarang) setiap pasca lebaran pasti di adakan acara jalan-jalan sesama warga ke tempat wisata yang tujuannya untuk saling mengakrabkan dan menambah rasa kekeluargaan sesama warga, biasanya di acara jalan-jalan itu di adakan banyak acara, mulai dari permainan, tukar kado, nyanyi, dll.


Senengnya lagi acara jalan-jalan ini kami ngga perlu keluarin biaya lagi, karena biaya nya di tanggung dari uang kas RT yang biasanya di bayarkan warga tiap bulan. Kami cukup membawa bekal saja, semua urusan di tanggung panitia.

Pada lebaran kapan pastinya saya lupa, yaa sudah lumayan lama juga, warga sepakat mau jalan-jalan ke Kebun Binatang Ragunan, sebenarnya waktu itu saya ngga begitu antusias untuk pergi kesana, di samping karena terlalu dekat dari Depok, disana juga bagi saya yaa rasanya agak membosankan, dan Ragunan kan penuh banget kalau lebaran.

Tapi kesepakatan sudah di buat, dan anak-anak saya ternyata senang banget waktu itu, ya sudah deh mengalah sama anak, secara mereka juga belum pernah ke Ragunan.

Dan hari yang di jadwalkan pun tiba, sesuai rundown acara kami bergembira di sana, sambil gelar tikar makan-makan, dan main aneka permainan.

Setelah rundown acara selesai, maka kini waktu bebas, yaa kami bebas berkeliling Ragunan sampai batas waktu yang di tentukan berkumpul lagi di titik tempat kami berkumpul.

Dan sebagai emak rempong dengan anak tiga waktu itu, tambah rempong lagi suami tidak bisa ikut, karena ada acara halal bihalal dengan teman sma nya.

Jalan-jalan di Ragunan..hmmm...pusing pala bebeb deh waktu itu, yang satu mau lihat gajah yang satu mau lihat monyet, ngga ada yang mau ngalah, maklum mereka masih kecil-kecil banget waktu itu. Belum lagi suasana ragunan yang crowded sekali penuh orang.

Dan entah bermula dari mana, saat berkeliling di area gajah, seorang ibu teriak-teriak  "...bu!" "...bu!" Awalnya saya pikir bukan di tujukan ke saya, ya sayanya santai aja dan jalan terus..eehhh si ibu makin kencang suaranya..."...bu! Itu anak saya..anak saya...!"

Seorang tetangga saya yang berada tidak jauh dari saya ikutan teriak, itu bukan anaknya bu (sambil menyebut nama anak saya) saat itu saya sadar sudah jadi pusat perhatian.

Saya spontan kaget terus memperhatikan ..lah ini anak siapa saya bawa, diam aja lagi! Terusss anak saya mana?

Haadduh ternyata satu anak saya terpisah, anak tengah saya entah di mana tertinggal, umurnya waktu itu sekitar lima tahun, malu campur panik juga takut jadi satu rasanya saat itu, untungnya si ibu ngga menganggap saya mencuri anaknya.

Dengan hati deg-degan saya putuskan untuk kembali, putar balik mengikuti rute jalan yang sebelumnya saya tempuh, tetangga dan pak RTpun membantu mencari.

Kurang lebih tiga ratus meter jaraknya saya melihat seorang anak celingak-celinguk kelihatan bingung, alhamdulillah ternyata anak saya, orang-orang di sekitarnya kelihatan memang tidak terlalu perhatian, karena mereka juga sibuk masing-masing dengan keluarganya.

Beruntung anak saya tidak histeris, meski bingung harus mencari saya kemana, tapi dia masih bisa tenang. Takut anak saya trauma, di samping saya juga sedikit shock, saya memilih ke titik kumpul dan menyudahi keliling Ragunan.

Kejadian ini di bilang memalukan bisa jadi...Ya habis siapa suruh tuh anak diam saja saya tuntun, kalau di ingat-ingat lagi yaa malu banget waktu itu, tetapi bersyukur anak saya tidak kenapa-napa waktu itu.

Kejadian memalukan ini bisa berakibat fatal, pelajaran nya jagalah anak-anak dengan hati-hati dan teliti saat berada di keramaian, dan sejak itu saya menolak lagi ikut jalan-jalan tanpa suami.





2 comments

  1. Hahahaha..untung nggak dilaporkan pak satpam.
    Harus hati2 dan jeli di tempat ramai ya
    Salam hangat dari Jombang

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung, apalagi sampai mau komen, duh saya happy banget, semoga tulisan saya bermanfaat... saya mungkin tidak selalu bisa menjawab komentar, tapi saya usahakan untuk berkunjung balik, jika ada pertanyaan sila hubungi saya by email, dan maaf yah....! Untuk yang memberi komen dengan link hidup akan saya delete. Terimakasih.