Inspirasi Idul Adha: Belajar Jadi Peternak Kambing

Inspirasi Idul Adha: Belajar Jadi Peternak Kambing

Hari raya Idul Adha sebentar lagi di jelang, hari raya umat islam yang lekat dengan peristiwa kurban serta ibadah haji di Arafah, di laksanakan untuk memperingati peristiwa keikhlasan pengorbanan Nabi Ismail untuk di sembelih oleh ayahnya yaitu Nabi Ibrahim  sebagai bukti kepatuhannya terhadap perintah Allah.
Ibadah qurban adalah bagian dari kisah sejarah Nabi Ibrahim bersama keluarganya yang kisahnya tercantum dalam Qs. Asshaafaat 102-107 
Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata " Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah apa pendapatmu?" Ia menjawab "Hai, bapakku, kerjakanlah apa yang di perintahkan kepadamu insha Allah kamu mendapatiku sebagai termasuk orang yang sabar" Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim, membaringkan anaknya atas pelipis (nya) (nyatalah kebesaran keduanya) dan kami panggilah ia "Hai Ibrahim , sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikian Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata, dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar" 


Hari Raya Idul Adha seperti halnya hari raya besar umat islam lainnya, memberikan banyak hikmah dan pelajaran yang bisa di petik, selain itu juga memberikan berkah tersendiri bagi banyak orang. Salah satunya berkah ekonomi, untuk para pedagang hewan kurban.

Menjadi pedagang hewan kurban adalah peluang bisnis yang sangat menguntungkan di saat menjelang hari raya idul adha. Tergiur dengan peluang seperti ini beberapa tahun lalu saya sempat merasakan jadi peternak kambing. Kambing kan salah satu jenis hewan yang di korbankan saat hari raya Idul Adha selain domba, sapi atau unta.

Kebetulan kami ada sebidang tanah kosong yang sayang kalau tidak di manfaatkan. Jadi selain bisa jual beli kambing kami sekaligus juga beternak kambing. Selain untuk persiapan hari raya, kambing yang kami ternakkan ini juga untuk memenuhi kebutuhan tukang sate kambing. 

Sayangnya pengetahuan usaha dan feel bisnis kami sepertinya tidak berjodoh dengan kambing, hingga akhirnya kami menyerah ketika kambing-kambing ini terkena wabah muntaber. Satu persatu mati, tak mau rugi terlalu banyak, akhirnya kami menjual kambing yang tersisa kepada peternak kambing yang lebih berpengalaman dengan harga yang sangat murah. 

Pokoknya nyess banget deh! Yah namanya juga usaha yaah! Kalau tidak untung yaa rugi belajar, beruntung kami di berikan urat tahan banting untuk urusan usaha, lalu menyadari kelemahan kami. Kalau kata Ki Joko Bodo, mungkin kami tidak cocok ternak kambing, cocoknya jual sate *krik..

Memilih kambing sebagai hewan untuk kurban tidak sama seperti ketika membeli hewan pada umumnya, ada syarat-syarat yang harus di penuhi, agar sesuai dengan syariah dan ketentuan yang berlaku, syarat tersebut antara lain:

  1. Kambing harus berasal dari sumber yang khair, maksudnya kalau kambingnya di beliu dengan uang, uangnya berasal dari sumber yang halal dan tidak dengan cara berhutang.
  2. Kambing tidak boleh cacat, tidak pincang, tidak buta, tidak sakit telinga, intinya kambing nya harus sempurna dan sehat secara fisik
  3. Kambing jantan berumur minimal satu tahun
Bisnis jual beli kambing menjelang Idul Adha, itu menggiurkan banget loh!? nggak heran kan kalau biasanya di saat seperti ini lapak penjual kambing bertebaran di mana-mana, terutama di pinggir jalan. Yang tertarik ingin berternak kambing yang bisa di jual saat menjelang hari raya Idul Adha, ada beberapa hal nih yang harus di perhatikan. Yeahh sok-sok an ngasih tips padahal gagal, hehe. Ya kalau gagal masih ada manfaatnya boleh dong ya di share.

1. Yakinkan dan bulatkan hati untuk menjadi peternak. Yaa kami mah apalah baru lihat tanah kosong langsung bikin kandang, di tambah masih mengurus pekerjaan lain. Menjadi peternak itu ada seninya, oke mungkin kambing-kambing itu bisa di serahkan ke orang lain perawatannya. Tapi kan tetap saja jika jiwa kita tidak ada di sana, ngerti kan maksudnya. 

2. Cari partner yang mengerti dan berpengalaman beternak kambing. kalau benar-benar ingin serius menggeluti usaha kambing, sebaiknya gandeng orang lain yang lebih berpengalaman, yaa sistemnya bisa bagi hasil, atau apapun dengan kesepakatan tentunya.

3. Siapkan modal yang cukup, ya untuk operasional awal membeli bibit kambing, kandang, dan biaya perawatannya.Oiya usaha kambing ini bisa di mulai dengan modal yang relatif kecil loh! Yang penting telaten. Misalnya dengan mulai dari dua kambing betina dan satu jantan saja sudah bisa jalan. Pilih bibit kambing terbaik, yang sehat dan dalam kondisi prima.

4. Siapkan kandang yang nyaman buat kambing, iya dong, emangnya manusia saja yang ingin tinggal di rumah yang nyaman, dan bersih. Kambing juga, toss! kambing rentan terhadap serangan penyakit, jadi kebersihan kandang harus di perhatikan.

5.Makan yang cukup, dengan pakan yang benar dan berkualitas. Nah kami punya banyak kesalahan di sini, teknisnya panjang lebar sekali kalau di bahas, intinya dalam hal memberi pakan kambing. Salahnya sejak mulai di pelihara kambing-kambing ini terlalu sering di beri makan, setiap kali mengembik rumput datang. Efeknya kambing jadi manja dan ringkih, cepat lapar dan berisik sekali.

6. Bergaul dan berjejaring dengan sesama tukang kambing, well, ini sama sekali nggak kami lakukan, karena kami juga ngga tahu harus cari jejaring kemana, mencari komunitas penjual kambing nggak semudah cari komunitas blogger *ups. 

7. Cari penggembala kambing yang telaten, nahh ini susah banget, di zaman seperti ini di daerah perkotaan pula, nggak banyak orang yang mau di bayar untuk merawat kambing, cari-cari di kampung juga mereka nggak mau, maunya kerja jadi tukang bangunan. Oke, baiklah! Padahal andai mereka tahu betapa penggembala itu pekerjaan yang sangat mulia, buktinya beberapa nabi dan rasul berprofesi sebagai penggembala.

8. Cari rekanan dokter hewan tetap yang bagus, untuk konsultasi dan melakukan tindakan jika ada hal-hal yang berhubungan dengan kesehatan kambing, seperti vaksnasi, atau saat kambing sakit.


Inspirasi Idul Adha: Belajar Jadi Peternak Kambing

Inspirasi Idul Adha: Belajar Jadi Peternak Kambing
semua tinggal kenangan

Ya itu saja sebatas pengalaman saya yang sedikit semoga bisa menjadi bahan pertimbangan yang mau jadi pengusaha kambing. Keren-keren loh pengusaha kambing yang sukses. Usaha mereka bahkan banyak yang di jalankan dari generasi ke generasi, yang saking suksesnya bisa pergi haji berkali-kali.

Semoga Hari raya Idul Adha kali ini semua berjalan lancar dan semakin memberi makna yang baru bagi kehidupan kita semua, meneladani keteguhan hati Nabi Ibrahim dan nabi Ismail dalam menjalani perintah Allah. Memotivasi kita untuk selalu berusaha dan bekerja keras, agar di mampukan untuk berkuban. Menebarkan semangat berbagi dan memberi dengan penuh keikhlasan, dan yang pasti bisa puas makan sate kambing atau sop kambing DIY. Yang nggak harus ngantri di tempat warung sate langganan. Selamat Hari Raya Idul Adha yaah.






1 comment

  1. Wah mba nunu pernah usaha ini yaa, aku susah kynya mba klo ternak sesuatu. .

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung, apalagi sampai mau komen, duh saya happy banget, semoga tulisan saya bermanfaat... saya mungkin tidak selalu bisa menjawab komentar, tapi saya usahakan untuk berkunjung balik, jika ada pertanyaan sila hubungi saya by email, dan maaf yah....! Untuk yang memberi komen dengan link hidup akan saya delete. Terimakasih.