Pahami Tanda, Gejala, Resiko Diabetes Dan Cara Penanganannya, Ayo Cegah Lawan Dan Obati

Diabetes, mendengarnya pasti bukan sesuatu yang asing, yah...!? Tetapi sejauh manakah pemahaman tentang penyakit ini?

Tahun 2006 setelah melahirkan anak ketiga, dokter mengatakan saya potensial beresiko terkena diabetes, karena berat lahir bayi saya menyentuh angka 4,5 kg, besar banget yaa...!? Anak saya yang satu ini memang jumbo, padahal saat hamil semua terasa normal seperti biasa, berat badan dan lingkaran perut saya masih dalam batas normal.

Menuruti saran dokter, sayapun cek-up dan periksa gula darah, alhamdulillah, semua masih normal, menurut dokter ini mungkin efek postur badan saya yang tinggi besar, maka menurun ke bayi saya.


Saat itu pengetahuan dan informasi yang saya terima tentang diabetes masih sangat minim, jadi reaksi saya ya datar saja, toh juga hasil tes yang saya lakukan baik-baik saja.

Namun mata saya terbuka lebar dan saya merasa sangat bersyukur karena meski beresiko, saya aman dari diabetes, ketika suatu hari mendengar berita seorang tetangga yang meninggal akibat diabetes, kondisinya sungguh mengenaskan, diabetesnya sudah berkomplikasi menjadi gagal ginjal, lalu beberapa bulan kemudian ketika kakak saya masuk rumah sakit saya berkenalan dengan penyandang diabetes, beliau adalah teman satu kamar kakak, seorang ibu yang terpaksa harus merelakan kaki kirinya di amputasi.


Menurut penelitian 60% penyandang diabetes, datang untuk memeriksakan diri sudah dalam berbagai kondisi komplikasi, karena faktor inilah tidak mengherankan jika dari tahun ketahun penderita penyakit ini terus mengalami peningkatan.

Diabetes pada mulanya lebih banyak di kenal dan terjadi pada orang-orang di Amerika, namun saat ini diabetes sudah menjadi masalah global, termasuk di Indonesia. Peningkatan jumlah penderita diabetes semakin mengkhawatirkan.

Beruntung sekali beberapa waktu lalu saya hadir di acara Jumpa Blogger Sun Life: Cegah, Obati Dan Lawan Diabetes, dengan pembicara Prof Dr Sidartawan Soegondo Sp.PD, KEMD, DTM&H, FINASIM, FACE .


Prof Dr Sidartawan Soegondo

Di sini saya mendapatkan pencerahan tentang diabetes langsung dari ahlinya. Beliau adalah dokter terbaik di Indonesia yang khusus menangani penyandang diabetes. Dokter yang menggagas kegiatan "Pandu Diabetes" dan mengadakan kamp diabetes, juga terpilih sebagai wakil Indonesia untuk memperesentasikan pengalamannya pada pertemuan WHO di Geneva, Swiss tahun 2007.

Prof Sidarta sendiri adalah seorang dengan diabetes yang di dapat dari orangtuanya, faktor genetik memang menjadi salah satu faktor utama penyebab diabetes. Hal ini juga yang menyebabkan Prof Sidarta, tekun mempelajari Diabetes, hingga berhasil melawan diabetes.

Kenali dulu apa itu diabetes?

Diabetes termasuk dalam kategori penyakit tidak menular namun termasuk dalam sepuluh penyakit penyebab kematian utama.

Diabetes di tengah masyarakat Indonesia umumnya di kenal sebagai penyakit kencing manis, atau sakit gula, yaitu suatu kondisi di mana tubuh tidak dapat menghasilkan insulin yaitu hormon pengatur gula darah, atau produksi insulin yang kurang, sehingga menyebabkan gula darah meningkat

Diabetes di sebut juga Diabetes Mellitus terdiri dari dua jenis yaitu:

Diabetes tipe 1, Yaitu kondisi di mana tubuh sama sekali tidak dapat memproduksi hormon insulin, sehingga penderita harus mendapatkan insulin dari luar tubuhnya dan mengatur gula darahnya sendiri dengan menyuntikkan insulin. Pada umumnya penyandang diabetes tipe 1 berusia di bawah tigapuluh tahun.

Diabetes tipe 2, kondisi di mana tubuh tidak memproduksi hormon insulin secara cukup, biasanya terjadi pada mereka setelah memasuki usia di atas 40 tahun, kegemukkan atau mereka yang mempunyai riwayat diabetes dalam keluarga

WHO menetapkan penyakit diabetes sebagai tema peringatan hari kesehatan dunia tahun 2016 ini. Menurut data WHO tahun 2015 satu di antara dua orang dewasa terdiagnosa diabetes. Setiap enam detik satu orang meninggal akibat diabetes. Diabetes adalah penyebab 1,5 juta orang meninggal di tahun 2012, 43% kematian ini terjadi pada mereka dengan usia di bawah tujuh puluh tahun.

Mereka yang beresiko tinggi diabetes adalah orang-orang yang mengalami kelebihan berat badan, atau obesitas dan mempunyai riwayat diabetes dalam keluarga.

Indonesia sendiri saat ini menduduki peringkat ke enam dengan jumlah penderita diabetes terbanyak setelah Brazil, Setiap tahun kenaikan penyandang baru penyakit ini mengalami peningkatan sekitar 12-15%


Pahami Tanda, Gejala, Resiko Diabetes Dan Cara Penanganannya,  Ayo Cegah Lawan Dan Obati
Pahami Tanda, Gejala, Resiko Diabetes Dan Cara Penanganannya,  Ayo Cegah Lawan Dan Obati

Menurut Prof Sidarta Diabetes terjadi karena Delapan Sekawan yaitu:

1. Produksi Glukosa
2. Sekresi Glukogen
3.Lypolisis
4. Reabsorbal Glukosa
5.Sekresi Insulin
6. Ambilan Glukosa
7. Efek Inkretin
8. Fungsi neotransmitter

Delapan hal ini di sebut juga Hipoglikemia kondisi di mana gula dalam darah berada di dalam keadaan di bawah normal.


Tanda-tanda atau gejala diabetes

Tanda penyakit diabetes biasanya di awali dari oleh 3P yaitu
  • Poliuri yaitu sering buang air kecil
  • Polifagi yaitu mudah lapar
  • Polidipisi yaitu mudah haus
Selain itu tanda diabetes yang lainnya antara lain, kegemukkan atau bertambahnya berat badan yang kemudian menurun drastis, mudah mengantuk, pandangan mata kabur dan berkurang, apabila memiliki luka lama sembuh, mudah terkena infeksi pada kulit, seperti gatal-gatal, mudah mengantuk, badan lemas dan lemah, sering nyeri atau kebas pada tangan dan kaki.



Sebagian orang mungkin tanpa sadar tidak mengindahkan gejala-gejala ini, dan menganggap nya sebagai sesuatu yang wajar. Diabetes akan terungkap dengan jelas setelah melakukan pemeriksaan darah di laboratorium dan proses screening lebih lanjut.

Pemicu diabetes adalah konsumsi berlebihan  makanan yang mengandung lemak tinggi, atau makanan manis yang banyak mengandung gula tinggi, ini mengakibatkan gula menumpuk, tidak bisa di olah tubuh menjadi energi.

Pola makan, gaya hidup, pola kerja yang tidak teratur dan tidak sehat, merokok dan kurang aktifitas fisik, juga menjadi pemicu munculnya diabetes, selain itu faktor gen, dan ibu hamil dengan berat bayi lebih dari 4 kg juga beresiko terkena diabetes.

Pencegahan dan deteksi dini diabetes

Seseorang yang sudah terlanjur di vonis diabetes, kemungkinan tidak bisa berharap banyak, karena penyakit ini secara umum memang tidak bisa di sembuhkan, yang bisa dilakukan adalah mengurangi persebaran dan tingkat komplikasinya. Para penyandang diabetes dapat tetap hidup sehat dengan penanganan yang benar, menjaga keseimbangan berat badan agar tetap ideal, semangat dan optimis menjalani hari-hari dengan diabetes adalah kunci survive untuk para penyandang diabetes.
Life is not over because you have diabetes. Make the most of what you have and be grateful

Diabetes sendiri sebenarnya dapat di cegah, deteksi dini penyakit ini di mulai dari kesadaran akan pentingnya menjalani hidup sehat. Meyakini bahwa kesehatan adalah kebutuhan bukan sebuah pilihan.

Salah satu caranya adalah dengan melakukan CERDIK apa itu CERDIK? Ini adalah istilah yang di gaungkan oleh departemen kesehatan untuk menumbuh kembangkan kesadaran masyarakat demi mengurangi bertambahnya penyandang penyakit tidak menular seperti diabetes ini. 

Pahami Tanda, Gejala, Resiko Diabetes Dan Cara Penanganannya,  Ayo Cegah Lawan Dan Obati

Diabetes dapat di cegah di lawan, dan di obati sebelum berkembang menjadi komplikasi. Diantaranya dengan mengubah kebiasaan buruk, diabetes adalah akumulasi dari pola makan dan pola hidup yang tidak seimbang, berikut panduan ringan yang bisa di jadikan kebiasaan sehari-hari, untuk mencegah diabetes.

  • Konsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang.
  • Konsumsi buah dan sayuran minimal lima porsi sehari sebanyak 50 gram
  • Konsumsi gula maksimal hanya empat sendok perhari, 
  • Lakukan aktifitas fisik seperti berolahraga, berenang, melakukan pekerjaan rumah
  • Jalan kaki minimal 30 menit lima hari dalam seminggu. 
  • Hindari minuman berkarbonasi. 
  • Lakukan perencanaan makan, dengan plate model  dan Zimbabwe Hand Jive yaitu dengan cara mengatur dan menakar ukuran makanan yang di makan perhari dengan ukuran tangan sendiri. 
Pahami Tanda, Gejala, Resiko Diabetes Dan Cara Penanganannya,  Ayo Cegah Lawan Dan Obati
Pahami Tanda, Gejala, Resiko Diabetes Dan Cara Penanganannya,  Ayo Cegah Lawan Dan Obati

Untuk para penyandang diabetes lawan diabetes dengan melakukan cek kesehatan secara rutin agar bisa terus memantau perkembangan diabetesnya, sehingga bisa di lakukan tindakan secepatnya jika memang di butuhkan.

Satu hal penting lainnya penanganan penyakit diabetes membutuhkan dana yang tidak sedikit, karena itu sebagai bentuk pencegahan penting sekali memiliki proteksi perlindungan dari penyakit ini. Salah satunya adalah perlindungan dengan Sun LifeSun Life.

Tentang Sun Life 

Sunlife adalah adalah lembaga jasa keuangann internasional yang menyediakan aneka jasa produk asuransi dan wealth management untuk perorangan atau korporat. Sun Life sudah eksis sejak tahun1865 wooww! sudah berpengalaman sekali ya..!? Sun Life di dirikan di Kanada dan saat ini sudah tersebar di berbagai negara seperti Inggris, Amerika Serikat, Hongkong, Filipina, Malaysia dan lain-lain.

Sun Life sendiri hadir di Indonesia sejak tahun 1995, sudah lebih dari duapuluh tahun. Sun Life adalah salah satu dari sepuluh perusahaan asuransi jiwa terbesar di dunia, yang mengedepan nilai integritas, keikut sertaan, fokus  pada nasabah, unggul, bernilai dan berinovasi.

Sun Life adalah perusahaan asuransi yang dari tahun ke tahun terus berkembang dengan distribusi keagenan lebih dari 9000yang tersebar di 66 kota di Indonesia, di dukung oleh distribusi kemitraan dengan lebih dari 200 telemarketer, dan sudah mengantongi banyak sekali award dan penghargaan baik nasional dan internasional.

Sun Life adalah salah satu perusahaan yang sangat peduli dengan peningkatan taraf kualitas kehidupan masyarakat di Indonesia salah satu kiprah Sun Life dalam melakukan hal ini adalah dengan mendukung berdirinya Poliklinik Edukasi Diabetes Melitu Terpadu di Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo, yang memberikan informasi menyeluruh, dan komperehensif tentang diabetes dan cara penanganannya.

Di peringatan hari kesehatan dunia tahun ini semoga pemahaman dan wawasan masyarakat Indonesia, semakin aware dan peduli akan pentingnya menjaga kesehatan sehingga terhindar dari diabetes, masyarakat Indonesia semakin sehat dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik serta mendapatkan akses yang lebih baik menjangkau taraf kesehatan yang di harapkan.





8 comments

  1. Mbak Nunu, beberapa waktu lalu dalam perjalanan ke Bandung saya juga perjuangan seorang ibu penyandang diabetes. Iba sekali Saya melihat kondisinya. Sedihnya lagi yang menderita penyakit gula hampir seluruh keluarganya. Diam-diam berdoa dalam hati jangan sampai terkena penyakit ini. Yang penting banget memilih makanan yang sehat disertai membangun kebiasaan hidup yang sehat pula ya Mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. makanan salah satu kunci hidup sehaat ya mba

      Delete
  2. ibuku penderita diabet, Mba. Bertahan sekitar 12 tahun. Setelah aku nikah, ibuku berpulang.hikss

    ReplyDelete
    Replies
    1. turut bersedih mba, terimaksih sudah berkunjung

      Delete
  3. papaku dulu meninggal karena diabetes, jadi membuatku lebih mawas diri. Terutama gak boleh mengkonsumsi gula yang berlebihan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba, makanya lebih di kenal sebagai penyakit gula yaa..

      Delete
  4. Penyakit diabetes memang salah satu penyakit yang menakutkan ya mbak, untuk itu langkah pencegahan sejak dini sangat penting sekali untuk dilakukan.

    ReplyDelete
  5. Mba Nuuu, thanks sharingnya yaa.. Mestinya aku lbh waspada lagi, nih.. Papaku diabet, Eyangku juga diabet.. Semogaaa aku bisa jaga makan soalnya kadang suka lupa diri klo udah menyangkut makanan..

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung, apalagi sampai mau komen, duh saya happy banget, semoga tulisan saya bermanfaat... saya mungkin tidak selalu bisa menjawab komentar, tapi saya usahakan untuk berkunjung balik, jika ada pertanyaan sila hubungi saya by email, dan maaf yah....! Untuk yang memberi komen dengan link hidup akan saya delete. Terimakasih.