Serunya Satu Hari Berwisata Ke Cirebon; Cerita Jalan-Jalan Bareng Big Bird




Berwisata ke Cirebon dalam satu hari, hmm apa iya bisa? Itulah pertanyaan yang terbersit dalam benak saya, bayangan saya Cirebon kan jauh yah, jadi pasti harus menginap kalau ke kota ini. Pernah beberapa kali lewat namun tidak pernah singgah, dan setiap melintas kota ini, hati kecil saya penasaran, seperti apa sih suasana kota berjuluk kota Udang ini.

Ternyata bisa banget loh!? Berkunjung ke Cirebon dalam sehari, memang mungkin kurang maksimal jika kita ingin mengeksplornya, tapi setidaknya kota ini bisa di jadikan tempat kunjungan singkat, yang bisa di jalani pulang pergi dan melakukan one day tour Cirebon.

Waktu tempuh Jakarta ke Cirebon kurang lebih sama seperti jika kita ke Bandung atau Bogor, berkat adanya jalan tol Cikapali (Cikampek- Palimanan) jika jalanan lancar dalam waktu kurang lebih tiga jam, kita sudah bisa tiba di kota ini. Jadi  Cirebon bisa banget nih jadi alternatif jalan-jalan saat weekend atau cuti bersama, tidak melulu ke Bandung atau kawasan Puncak Bogor saja.


Berkumpul di kantor Blue Bird Mampang Prapatan, dua buah bus Big Bird dengan warna biru khas Blue Bird terparkir mantap, pak sopir yang ramah juga sudah bersiap membawa kami ke Cirebon, pukul 06.30 perjalanan kami pun di mulai, jalanan cukup ramai lancar hari itu, meski di beberapa titik terdapat kemacetan, karena memang keesokkan harinya ada cuti bersama, tanggal merah memperingati Isra Mi'raj, suasana jalan raya menuju Cirebon lumayan padat, sepertinya banyak yang memilih jalan-jalan atau pulang kampung, meski begitu perjalanan seakan tak terasa, menaiki bus yang nyaman dengan iringan lagu yang sedang hits, dan bisa sambil karaoke pula, jalanan macet di nikmati dengan santai.

   




                Serunya Satu Hari Berwisata Ke Cirebon; Cerita Jalan-Jalan Bareng Big Bird

Serunya Satu Hari Berwisata Ke Cirebon; Cerita Jalan-Jalan Bareng Big Bird
Dalam Bus Big Bird
             

Karena tertahan di beberapa titik, baru kurang lebih pukul sebelas siang, bus yang kami tumpangi sampai di Cirebon. Bersyukur sekali saya mendapat kesempatan ini, alhamdulillah, finally, akhirnya yah, saya bisa menjejakan kaki ke tanah penuh sejarah yang menjadi salah satu cikal bakal terbentuknya nusantara.

Perjalanan kami adalah bagian dari program Big Bird Jalan-Jalan, sebuah program dari Blue Bird. Jadi saat ini tuh yaa, setiap hari Sabtu dan Minggu, Big Bird mempunyai jadwal jalan-jalan ke berbagai kota yang bisa di pilih seperti Bandung, Yogyakarta, Bogor (Jugleland) dan Cirebon, kalau mau tahu lebih lanjut tentang program ini bisa di cek deh di website Blue Bird pada bagian news dan promo.


Satu hari berwisata di Cirebon, sebenarnya tempat apa saja yang bisa kita sambangi? Ada cukup banyak tempat yang bisa di kunjungi, Big Bird jalan-jalan mempunyai beberapa pilihan dan semua tempat ini adalah tempat rekomendasi yang harus di kunjungi jika kita ingin berwisata satu hari di Cirebon, di antaranya Kasepuhan Cirebon, Goa Sunyaragi, Masjid Agung Sang Cipta Rasa dan makam Sunan Gunung Jati.

Lalu apa saja tempat yang oleh kami para blogger kunjungi di Cirebon?

Tiba di jam menjelang makan siang, tentu saja yang kami tuju adalah rumah makan, dan rumah makan yang di tuju adalah Rumah makan Nasi Jamblang Ibu Nur

 Rumah Makan Nasi Jamblang Ibu Nur

Berada di dalam perkampungan sempit yang hanya bisa di lalui oleh satu mobil, saya sudah membatin, jika tempat yang akan kami datangi pasti bukan rumah makan biasa, dan benar saja rumah makan yang terletak Jl. Cangkring II No: 45 sangat ramai, penuh sepenuhnya, baru kali ini saya melihat antusiasme orang untuk makan begitu luar biasa, rela mengantri, meski antrian mengular sangat panjang, bahkan termasuk untuk duduk pun harus sabar menunggu orang lain selesai makan, kalau ke tempat ini jangan berharap deh ya  bisa kongkow makan berlama-lama, ngobrol, ngalor ngidul, semua yang datang hanya punya satu tujuan, ingin makan! Tok, titik!


Serunya Satu Hari Berwisata Ke Cirebon; Cerita Jalan-Jalan Bareng Big Bird


Serunya Satu Hari Berwisata Ke Cirebon; Cerita Jalan-Jalan Bareng Big Bird


Apa sih istimewanya makan di tempat ini? Secara umum sih terlihat sama saja dengan rumah makan pada umumnya, ciri khas nasi jamblang adalah piring yang di pakai, di lapisi daun jati. Dengan cara makan ala buffet, kita bisa memilih menu makanan yang ingin di makan, pilihan makanan yang di sajikan juga cukup familiar, biasa kita temui di warteg, tapi terlihat memang bumbunya lebih berani, sehingga rasanya rasanya lebih mantap dan rasanya enak pakai banget, dari mulai tempe tahu goreng, ayam goreng, perkedel, udang, aneka ikan bakar dan goreng, aneka pepes, sate telur puyuh, ati ampela, empal dan tak ketinggalan sambal tersedia di sini.

Keistimewaan menu makanan di Nasi Jamblang Bu Nur adalah Cumi Saus Hitam, unik sekali memang menu yang satu ini, ukurannya besar banget, dagingnya tebal, empuknya pas, dan sama sekali tidak tercium aroma amis cumi, padahal sausnya yang berasal dari tinta cumi pekat banget warna hitamnya, tahu sendiri kan ya dari mana aroma amis cumi datang, ya dari tintanya kan.  Sambal di tempat ini juga unik karena cabainya tidak terlihat seperti di ulek tapi di cacah-cacah, makan di sini memang worthed yah, meskipun pernuh perjuangan, tidak terlihat wajah-wajah kesal atau bete gimana gitu, semua orang benar-benar menikmati makanannya.
   
Serunya Satu Hari Berwisata Ke Cirebon; Cerita Jalan-Jalan Bareng Big Bird


Serunya Satu Hari Berwisata Ke Cirebon; Cerita Jalan-Jalan Bareng Big Bird
Suasana rumah makan Nasi Jamblang bu Nur, bisa lihat di mana posisi Cumi Saus hitam?  
             

Harga makanan di tempat ini juga cukup terjangkau, ada sebuah papan yang mencantumkan daftar harga makanan, kisaran harganya dari dua ribu rupiah sampai tigapuluh ribu rupiah saja, terjangkau baget kan yaa, ke tempat ini wajib makan Cumi Saus hitamnya yaa, harganya kurang lebih delapan belas ribu sampai dua puluh lima ribuan.

Tidak perlu menunggu lama setelah makan siang perjalanan kami berlanjut menuju Keraton Kasepuhan Cirebon, kurang lebih dua puluh menit dari rumah makan nasi Jamblang Ibu Nur, kami tiba di Keraton Kasepuhan Cirebon, dan sholat di masjid Agung Sang Cipta Rasa. Berada di lingkungan keraton, saya jadi membayangkan suasana tempat ini pada masa jayanya, sebuah pusat pemerintahan yang wilayahnya terbentang dari sebagian Banten, Batavia hingga ke beberapa wilayah di Jawa Barat dan Jawa Timur.

Serunya Satu Hari Berwisata Ke Cirebon; Cerita Jalan-Jalan Bareng Big Bird
Masjid Sang Agung Cipta Rasa

Keraton Kasepuhan Cirebon

Saat ini keluarga Kesultanan Kasepuhan Cirebon memang tidak mempunyai peran di dalam pemerintahan, tapi posisi sosialnya di tengah masyarakat Cirebon masih sangat penting, begitu penuturan salah seorang guide yang memandu kami. Sejak awal di dirikan tahun 1529, keraton Kasepuhan Cirebon mempunyai babak dan cerita yang sangat panjang dalam perjalanannya, di dirikan oleh pangeran Cakrabuana, cicit dari sunan Gunung Jati, keraton kasepuhan adalah pecahan dari kesultanan Cirebon, yang terpecah menjadi tiga, hasil dari politik pecah belah atau devide et empera Belanda, selain Keraton Kasepuhan ada dua lagi dua keraton lain, yaitu Keraton Kanoman dan Keraton Panembahan

Serunya Satu Hari Berwisata Ke Cirebon; Cerita Jalan-Jalan Bareng Big Bird

             

          Serunya Satu Hari Berwisata Ke Cirebon; Cerita Jalan-Jalan Bareng Big Bird

Serunya Satu Hari Berwisata Ke Cirebon; Cerita Jalan-Jalan Bareng Big Bird
Keraton Kasepuhan Cirebon 


Keraton Kasepuhan Cirebon dahulu bernama keraton Pakungwati, yang di ambil dari nama isteri Sunan Gunung Jati. Memasuki keraton kasepuhan Cirebon pasti akan takjub dengan kokohnya bangunan pagar bata merah yang mengelilingi, konon di buat tanpa semen melainkan batu bata yang di tempelkan dengan campuran putih telur dan kapur sirih, pun demikian dengan rangka bangunan, dan atap-atap yang terbuat dari kayu, di satukan tanpa menggunakan paku, tetapi menggunakan bilah-bilah kayu yang di buat sedemikian rupa, bangunan yang ada di keraton juga bisa di bongkar pasang, dan di pindah jika di perlukan, beberapa bagian dari tempat ini masih asli dan bertahan hingga hari ini, sudah hampir empat ratus tahun lebih, sungguh sebuah teknologi yang luar biasa.

Ada beberapa bagian bangunan yang berada di dalam Keraton Kasepuhan, di luar keraton terdapat alun-alun yang dulunya berfungsi sebagai tempat latihan para prajurit dan berlangsungnya acara seremonial kerajaan, pintu masuk keraton di sebut kompleks Siti Inggil, didalam lingkungan keraton ada beberapa bangunan lain, seperti Taman Bunderan Dewan Daru, Museum Benda kuno, Museum Kereta,  Tugu Manunggal, Bangsal Agung Panembahan, dan rumah pribadi raja dan pangeran beserta keluarganya.

  Serunya Satu Hari Berwisata Ke Cirebon; Cerita Jalan-Jalan Bareng Big Bird

Serunya Satu Hari Berwisata Ke Cirebon; Cerita Jalan-Jalan Bareng Big Bird
Kereta Kencana Keraton

Perlu waktu khusus memang jika kita ingin mengelilingi dan menggali lebih dalam keraton ini, pada intinya, silsilah raja dan ratu yang panjang, adat budayanya yang tertanam ratusan tahun, membuat Kasepuhan Cirebon tak terpisahkan sebagai akar Cirebon. Cirebon sendiri berasal dari kata Caruban yang artinya campuran atau yang bersatu padu, terletak di daerah pesisir pantai, sejak dahulu Cirebon merupakan daerah pusat perdagangan, dengan beberapa pelabuhan penting, wajar saja kota ini menjadi tempat pertemuan dan bercampurnya para pendatang dari berbagai suku bangsa, mulai dari Jawa, Melayu, Cina, India, hingga Arab.

Puas berkeliling keraton, selama kurang lebih dua jam, kami melanjutkan perjalanan untuk ke tempat selanjutnya, untuk makan soree yeayy.., ntuk urusan makan, memang tidak perlu khawatir, kota Cirebon mempunyai citarasa sendiri dalam hal ini, selain  Nasi Jamblang ada banyak sekali tempat makan istimewa khas Cirebon, yang juga rekomended bisa kita nikmati, seperti Kerang, dan Empal Gentong.  Rumah makan berikutnya adalah

Empal Gentong H. Apud

Empal Gentong adalah makanan khas Cirebon yang tampilan dan rasanya nggak jauh beda dan mirip seperti gulai daging atau soto Betawi, yang membuatnya menjadi khas adalah cara memasaknya yang menggunakan kayu bakar dan di masak dalam kuali gentong yang terbuat dari tanah liat, inilah yang membuat Empal Gentong berbeda, konon gentong atau kuali dari tanah liat, bisa membuat rasa masakan menjadi lebih lezat. Di sepanjang jalan Cirebon akan banyak sekali kita jumpai rumah makan empal gentong, namun tempat makan empal Gentong yang paling enak ada di sini, di tempat Haji Apud. 
             Serunya Satu Hari Berwisata Ke Cirebon; Cerita Jalan-Jalan Bareng Big Bird
Rumah makan yang eksis sejak tahun 1993 ini, tempat yang paling ramai dan tidak pernah sepi pengunjung, tempatnya yang luas, membuat makan di sini terasa lebih nyaman, pengunjung bisa berlama-lama dan menikmati makanan dengan santai, selain empal genting, rumah makan ini juga menyediakan menu lain seperti sate kambing muda dan empal asem yang berbeda dengan empal gentong empal asem karena tidak menggunakan santan.

Serunya Satu Hari Berwisata Ke Cirebon; Cerita Jalan-Jalan Bareng Big Bird
Empal Gentong H. Apud

Menikmati makanan di tempat ini, membuat saya teringat keluarga di rumah, sebuah momen makan yang pastinya akan seru sekali di lakukan bareng keluarga, suatu saat saya harus mengajak keluarga ke Cirebon dan menikmati sensasi makan Empal Gentong di tempat asalnya, ya memang daerah di sekitar  Battembat di kenal sebagai tempat asal muasal Empal Gentong. Rumah makan H. Apud terletak di Jalan Raya Ir. H Djuanda No 24 Battembat, jadi kalau berkunjung ke Cirebon pastikan untuk mampir ke sini ya, biar nggak nyesel.

Hari sudah menjelang maghrib, malam mulai menjelang, sebelum pulang ada satu tempat lagi yang kami tuju, yaitu Batik Trusmi, tempat ini adalah area wisata belanja dengan konsep one stop shopping yang menyediakan berbagai macam produk, souvenir oleh-oleh khas Cirebon seperti batik motif khas Cirebonan, makanan khas Cirebon, aneka kerajinan tangan dan lain-lain, berlokasi di Jalan Trusmi Kulon, Plered, komplek Batik Trusmi sangat luas.

Batik Trusmi 

Batik Trusmi memang patut di kunjungi jika kita ke Cirebon, pilihan barangny beragam dan lengkap tersedia, tempatnya nyaman bergaya modern layaknya mall, dengan display yang memanjakan mata, namun  meski begitu kita tak perlu khawatir akan mendapat harga seperti di mall, yang umumnya dua kali lipat dari harga di luar, produk yang tersedia di Batik Trusmi harganya terbilang rasional, bahkan lebih murah dari tempat belanja lain yang ada di Cirebon, soalnya sudah saya cek tuh, ketika melihat-lihat harga di tempat belanja lain.

Serunya Satu Hari Berwisata Ke Cirebon; Cerita Jalan-Jalan Bareng Big Bird

Serunya Satu Hari Berwisata Ke Cirebon; Cerita Jalan-Jalan Bareng Big Bird

               Serunya Satu Hari Berwisata Ke Cirebon; Cerita Jalan-Jalan Bareng Big Bird


               Serunya Satu Hari Berwisata Ke Cirebon; Cerita Jalan-Jalan Bareng Big Bird
Serunya Satu Hari Berwisata Ke Cirebon; Cerita Jalan-Jalan Bareng Big Bird
Batik Trusmi
             
Tidak banyak sih oleh-oleh yang saya bawa dari Cirebon, tapi pak suami sudah pesan dari rumah untuk tidak lupa membeli terasi Cirebon, supaya rasa sambal olahan saya makin mantap *eh. Selain terasi krupuk Mlarat juga jadi salah satu oleh-oleh khas Cirebon yang harus di bawa, krupuk berasa gurih sedikit manis, ini di goreng tanpa minyak, tapi menggunakan pasir. Ada juga Kucir, yaitu Kue Cirebon, semacam bakpia Cirebon, tapi teksturnya lebih mirip kue nastar kue Cirebon terdiri dari berbagai macam rasa, coklat, kacang, durian, green tea dan rasa ubi ungu juga loh.

Serunya Satu Hari Berwisata Ke Cirebon; Cerita Jalan-Jalan Bareng Big Bird

Serunya Satu Hari Berwisata Ke Cirebon; Cerita Jalan-Jalan Bareng Big Bird


                Serunya Satu Hari Berwisata Ke Cirebon; Cerita Jalan-Jalan Bareng Big Bird
Serunya Satu Hari Berwisata Ke Cirebon; Cerita Jalan-Jalan Bareng Big Bird
Oleh-oleh Cirebon

             
Pukul sembilan malam, akhirnya perjalanan kami harus selesai dan kembali ke Jakarta, meski puas, rasanya masih kurang, suatu saat harus kembali lagi deh ke Cirebon, apalagi masih ada beberapa tempat lain yang belum di kunjungi, maunya sih bersama Big Bird lagi dong yaa, apalagi kan Big Bird mempunyai dua rute yang bisa di pilih.

Hari Sabtu

Rute 1: Goa Sunyaragi→ Rumah Kerang→ Nasi Jamblang →Empal Gentong →Batik Trusmi
Rute 2: Masjid Agung Sang Cipta Rasa→ makam Sunan Gunung Jati→Nasi Jamblang→ Empal Gentong

Hari Minggu 
Rute 1: Kasepuhan Cirebon→ Rumah Kerang→ Nasi Jamblang→ Empal Gentong→ Batik Trusmi
Rute 2: Masjid At Taqwa→ makam Sunan Gunung Jati→ Nasi Jamblang→ Empal Gentong→ Batik Trusmi.

Cerita jalan-jalan Cirebon masih sepertinya kan bersambung nih, apalagi saya punya keinginan untuk berziarah ke makam wali songo, Sunan Gunung Jati, semoga saja terealisasi yah, mengajak anak-anak dan suami, selain berwisata juga mengedukasi anak-anak untuk belajar sejarah, apalagi jalan-jalan ke sini bisa pulang hari, tidak terlalu harus prepare ina inu yang berlebihan, yang penting sehat dan oke tinggal cusss.

Saya juga ingin berterimakasih kepada Blue Bird dengan Big Bird nya, untuk semua yang di berikan selama dalam perjalanan, soal servis siapa dong ya yang meragukan Blue Bird, sebuah hal yang menjadikan perusahaan transportasi ini pionir dan terdepan di bidangnya, 45 tahun berpengalaman mewarnai ranah transportasi Indonesia mengedepankan kenyamanan, kebersamaan dan kekeluargaan, jadi yang ingin tahu juga seperti apa sih sensasi jalan-jalan bareng Big Bird, bisa di lihat lagi di website Blue Bird Group yaa.

Last but not least terimakasih juga buat mba Wulan Muhariani dan mba Nuniek Tirtasari serta semua teman-teman di komunitas ILDI Indonesian Lifestyle Digital Influencer, terimakasih untuk keseruan dan kegembiraan perjalanan ke Cirebon kemarin, semoga ada kesempatan lain lagi kita bisa jalan bareng-bareng lagi.

Serunya Satu Hari Berwisata Ke Cirebon; Cerita Jalan-Jalan Bareng Big Bird


Serunya Satu Hari Berwisata Ke Cirebon; Cerita Jalan-Jalan Bareng Big Bird

Serunya Satu Hari Berwisata Ke Cirebon; Cerita Jalan-Jalan Bareng Big Bird
Indonesian Lifestyle Digital Influencer







5 comments

  1. uda lama ga Ke Cirebon kangen bgt sama Empal gentong mba aku meski dlu lg kecil bilak balik cirebon tp jarang main ke kraton kek gitu mba aku cmn ngincer Gerage moll-nya buat cari perlengkapan sekolah dlu suka beli tas ya kesana sampe sepatu xixxi.

    ReplyDelete
  2. Aku belum nulis juga~~~
    Anyway, Cirebon ngangenin, khususnya nasi jamblang. XD

    ReplyDelete
  3. Huaahh aku jadi kangen Cirebon. Pingin makan cumi hitam Bu Nur sama empal asem mba.. Hihi.. :D Ke Cirebon sempet ya mba kalo cuma seharian.. Baru tau juga nih Blue Bird punya service ke kota-kota gitu.. Seruuu bangeeet.. Jadi pingin ngajak Boo sama Mika jalan2 lagi.. :D

    ReplyDelete
  4. udah kebayang deh gimana capenya keliling keliling cirebon. Tapi meski cape kalo bisnya adem, kursinya empuk dan nyaman begini mah dijamin juga ilang deh capenya ya hahaha

    ReplyDelete
  5. tanggal segitu aku lg pulkam di Cirebon juga tuh mba Nunu..smpt wa-an sm mba Oline juga hahaha. tp sayang gak bs ketemuan jg

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung, apalagi sampai mau komen, duh saya happy banget, semoga tulisan saya bermanfaat... saya mungkin tidak selalu bisa menjawab komentar, tapi saya usahakan untuk berkunjung balik, jika ada pertanyaan sila hubungi saya by email, dan maaf yah....! Untuk yang memberi komen dengan link hidup akan saya delete. Terimakasih.