Menanamkan Nilai-Nilai Kebaikan, Mendukung Anak Jadi "Juara Hebat Kebaikan"


Masih hangat di timeline media sosial, terutama di facebook, bersliweran cerita, foto-foto dan status orangtua yang sedang berbahagia, membanggakan keberhasilan anak-anaknya beberapa waktu lalu, dari lolos seleksi SBMPTN, nilai ujian akhir, sampai membagikan foto nilai raport secara utuh, kalimat-kalimat pujian penuh cinta, serta ungkapan rasa syukur penuh suka cita terangkai sedemikian rupa.

Lalu kemudian, munculah status tandingan yang menyayangkan tindakan orangtua seperti ini, eh, sebenarnya lebih tepat di sebut status mengingatkan, maklum faktor keamanan anak-anak yang tersebar datanya secara terbuka di medsos menjadi kekhawatiran, ini berpotensi di salah gunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, karena di dalamnya tertulis informasi identitas pribadi.

Ya, itulah dinamika media sosial, selalu menarik untuk di ikuti. Namun ada satu hal yang patut di cermati dari peristiwa ini, betapa nilai dan angka masih menjadi tolak ukur keberhasilan anak-anak, orangtua sangat bangga melihat angka cantik di lembar raport anak-anak, anak-anak seolah berlomba untuk meraih petingkat teratas, hal seperti ini bagi sebagian orang bahkan menjadi satu-satunya indikasi anak pintar dan hebat, dan meskipun saat ini guru tidak lagi mencantumkan peringkat, selalu saja ada orangtua yang bertanya berapa rangking anaknya.

Sebagai orangtua tentu tidak salah jika berbahagia dan berbangga dengan nilai akademis tinggi yang di capai oleh anak. Namun ternyata nilai akademis yang tinggi, bukan satu-satunya penentu anak hebat, karena anak hebat adalah anak-anak yang bukan hanya memiliki kecerdasan intelektual (cepat tanggap) tetapi juga harus memiliki kecerdasan emosi (kebaikan hati) 


Menanamkan Nilai-Nilai Kebaikan, Mendukung Anak Jadi "Juara Hebat Kebaikan"
Foto dulu di wall of fame Bebelac "Juara Hebat Kebaikan"

Menanamkan Nilai-Nilai Kebaikan, Mendukung Anak Jadi "Juara Hebat Kebaikan"
Para peserta yang hadir bersiap mengikuti acara

Menanamkan Nilai-Nilai Kebaikan, Mendukung Anak Jadi "Juara Hebat Kebaikan"
Main bersama kakak-kakak dari Rumah Yatim

Menanamkan Nilai-Nilai Kebaikan, Mendukung Anak Jadi "Juara Hebat Kebaikan"
Sementara ibu mendengarkan paparan para ahli, Kian asyik bermain

Menanamkan Nilai-Nilai Kebaikan, Mendukung Anak Jadi "Juara Hebat Kebaikan"
Roslina Verauli dan Binky Paramitha Psikolog dari Rumah Dandellion

Acara buka bareng Bebelac ini patut di apresiasi, karena juga di hadiri oleh ratusan anak yatim dari Rumah Yatim, dan sekaligus untuk berbagi dengan mereka, bulan ramadhan yang penuh rahmat ini, memang bulan yang sangat tepat untuk melakukan kebaikan.

Memasuki venue acara kami para orangtua di minta untuk menuliskan kebaikan apa saja yang di lakukan anak selama bulan ramadhan, yang kemudian di tempel di dinding wall of fame, berhubung Kian belum puasa, jadi saya tuliskan kebaikan kakak-kakak Kian selama bulan Ramadhan, alhamdulillah mereka selama bulan ramadhan, menjadi lebih mandiri dan disiplin beribadah.

Dalam acara ini hadir psikolog dari rumah Dandellion Roslina Verauli dan Binky Paramitha yang mengajak kami para orangtua berbincang bagaimana cara melatih anak dan menanamkan nilai kebaikan sejak dini, membuat anak mudah berbagi kebaikan dan kebahagiaan.

Menurut Psikolog Roslina Verauli, nilai-nilai kebaikan perlu di tanamkan sejak dini kepada anak, anak-anak yang mampu menunjukkan nilai-nilai kebaikan, merupakan tanda anak memiliki kecerdasan IQ dan EQ yang seimbang. Keseimbangan ini sangat penting bagi tumbuh kembangnya di kemudian hari, anak-anak yang memiliki kecerdasan seimbang akan tumbuh menjadi pribadi yang kuat, mampu berinteraksi dengan cara-cara yang positif, tidak agresif dan kooperatif, mereka akan mudah membangun pertemanan dan hubungan yang sukses dengan orang-orang sekitarnya di masa depan.

IQ (Intelegent Quotient) atau kecerdasan intelektual, merupakan kemampuan anak dalam memecahkan masalah secara logis dan akademis, semakin tinggi nilai IQ nya anak semakin cerdas secara intelektual, sementara EQ (Emotional Quotient) atau kecerdasan emosi adalah kemampuan untuk bersosial, menerima, menilai, mengelola, serta mengontrol emosi dirinya dan orang lain di sekitarnya, emosi yang ada di sini mengacu pada perasaan terhadap informasi akan suatu hubungan.

Anak-anak yang tidak seimbang kecerdasan IQ dan EQ, biasanya akan mengalami kesenjangan, misalnya anak-anak dengan IQ tinggi, ada yang tidak mudah bersosialisasi dan penyendiri, atau tidak mengerti sopan santun, dan sebaliknya ada anak-anak dengan EQ tinggi, sopan santunnya bagus, mempunyai banyak teman, mudah bergaul, tetapi kemampuan berpikir dan nilai akademisnya kurang.

Umumnya orangtua lebih mengutamakan kecerdasan IQ, dan pusing tujuh keliling ketika nilai anak-anak tidak sesuai harapan, kemudian anak di daftarkan masuk bimbel sana sini, les ini itu.

Sementara kecerdasan EQ di anggap biasa saja, anak tidak sopan dan perilakunya tidak baik, tak masalah yang penting nilainya sembilan atau sepuluh, anak berbuat tidak sesuai aturan di anggap wajar, yang penting nilainya bagus.

Padahal EQ sama penting dengan IQ, terutama pemahaman nilai kebaikan, sebagai bagian dari kecerdasan emosi, yang seringkali tidak intens pembelajarannya, hingga jangan heran jika kemudian kita pernah mendengar ungkapan seperti ini ".. Alhamdulillah yaa masih ada orang baik di sekitar kita.." atau "... Jarang sekali saya bertemu orang baik..." terdengar dan terkesan skeptis, tapi begitulah kenyataannya.

Nilai kebaikan umumnya tidak di ajarkan secara khusus di sekolah, karena nilai-nilai ini adalah nilai-nilai yang di ajarkan oleh orangtua, serta pengaruh dari lingkaran kehidupan dan lingkungan sekitar anak. Nilai-nilai kebaikan adalah nilai-nilai yang harus di pahami oleh anak-anak sejak dini, karena kelak mereka akan bertanggung jawab untuk dirinya sendiri.

Nilai-nilai kebaikan adalah sesuatu yang bersumber dari will, niat atau kehendak seseorang. Dengan fondasi nilai kebaikan yang kuat, anak akan tumbuh menjadi pribadi dewasa yang "kuat" dan sukses di masa depan, berikut ini beberapa nilai kebaikan yang perlu di pahami anak-anak di antaranya:

👉Kejujuran, anak memahami pentingnya melakukan sesuatu dengan jujur, tidak curang, adil, tidak  suka berbohong dan tulus ikhlas

👉Kasih sayang, dengan mengajarkan kasih sayang anak mempunyai empati yang lebih baik, mudah bekerjasama, mudah membantu, setia kawan, dan menghargai orang lain, peka dan mengerti perasaan orang lain.

👉Sopan santun, perlu di pahami anak, bagaiamana mereka bersikap kepada orang yang lebih tua, teman sebaya, dan orang yang lebih muda darinya, sopan santun juga perlu di pahami anak agar mereka bisa menempatkan diri sesuai situasi dan kondisi di manapun mereka berada.

👉Mandiri, anak yang mandiri mampu mengambil keputusan, tidak bergantung pada orang lain, serta bisa menempatkan sesuatu sesuai dengan porsinya

Anak-anak dengan keseimbangan IQ dan EQ, mampu menujukkan nilai-nilai kebaikan, mereka umumnya tampil lebih percaya diri, dan mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya, mereka juga mampu berkolaborasi dan bekerja sama dengan orang lain secara lebih baik, anak-anak ini juga biasanya memiliki performa akademis yang baik di sekolah, lebih populer dan di sukai teman-temannya.

Bagaimana cara menumbuhkan dan mengajarkan nilai kebaikan pada anak

Sejak usia dua tahun, anak sudah bisa di kenalkan pada nilai-nilai kebaikan, meskipun anak usia 2-7 tahun, masih melihat dirinya sendiri sebagai pusat, dan sisi egosentrisnya sangat dominan, serta melihat sesuatu hanya dari sudut pandangnya, namun seiring mereka tumbuh dan mulai bermain serta bersosialisasi dengan teman lingkungan sekitarnya, maka perlu di ajarkan bagaimana cara berinteraksi, tentunya berinteraksi dengan nilai kebaikan, beberapa cara yang bisa di lakukan saat mengajarkan anak nilai kebaikan antara lain:

Mengajarkan dan menumbuhkan nilai kebaikan, di mulai dari kegiatan sehari-hari di rumah, membereskan mainannya sendiri atau merapikan tempat tidurnya, dengan memberi arahan yang sesuai tahap perkembangan dan tahap penerimaan anak, menggunakan bahasa paling mudah yang pasti akan di pahaminya, serta ucapkan dengan kalimat langsung dan bahasa yang jelas.

Menjadi contoh, dalam mengajarkan nilai-nilai kebaikan, orangtua harus menjadi panutan utama bagi anak dalam berbuat baik, akan menjadi ironis jika orangtua berharap anaknya berbuat kebaikan sementara orangtua berlaku sebaliknya.

Melibatkan seluruh anggota keluarga, semua anggota dalam keluarga, harus berperan serta mewujudkan suasana rumah yang penuh nilai kebaikan, ayah ibu, adik, kakak atau jika ada kakek, nenek, om dan tante yang mungkin tinggal dalam satu rumah, masing-masing harus berkomunikasi dengan baik, karena ini adalah kunci utama dalam mewujudkan nilai-nilai kebaikan dalam rumah.

Memberikan dukungan dan apresiasi atas setiap aksi kebaikan yang di lakukan anak, misalnya dengan memberikan pujian saat anak bisa berbagi dengan temannya, atau ketika ia mau sabar mengantri.

⇨ Tidak membebani anak dengan ekspektasi yang terlalu tinggi, jadikan berbuat baik, berlangsung secara natural, dan satu lagi jangan membandingkan anak-anak dengan teman atau saudaranya, 

Konsisten, disiplin, dan konsekuen dalam mengajarkan nilai kebaikan, anak-anak tidak mungkin selamanya berada dekat orangtua, akan ada masanya anak "berjalan" sendiri, di sekolah, atau di lingkungan bersama teman-temannya.

Jadi meskipun nanti tanpa kehadiran orangtua di sekitarnya, nilai kebaikan yang secara konsisten di terapkan, akan tertanam dalam memori anak, anak-anak mempunyai rambu, mana yang benar dan salah, serta yang boleh dan tidak boleh di lakukan, serta memiliki inisiatif untuk melakukan keputusan.

Memberikan nutrisi yang tepat sesuai dengan masa tumbuh kembangnya, nutrisi yang baik adalah yang mengandung minyak ikan, asam linoleat, serta vitamin dan mineral, yang bisa di dapat dari menu makanan seimbang serta susu, dengan pemenuhan gizi yang optimal anak akan mudah menyerap pembelajaran.

Menanamkan Nilai-Nilai Kebaikan, Mendukung Anak Jadi "Juara Hebat Kebaikan"
Penempilan anak-anak sanggar Kak Yuli yang menghibur, sebelum menunggu waktu berbuka

"Juara Hebat Kebaikan"  

Building strong children is easier than repair a broken men ~Frederick Douglas~
Membangun anak-anak yang hebat lebih mudah, daripada memperbaiki orang dewasa yang "rusak" Sebuah pepatah juga mengatakan belajar di waktu kecil laksana menulis diatas batu, akan terpatri kuat sampai dewasa. Pun demikian dengan menanamkan nilai kebaikan, harus di tanamkan sedari kecil, agar anak tumbuh menjadi "Juara Hebat Kebaikan" di masa depan.

Setiap anak, unik dan istimewa, menjadikan nilai kebaikan tumbuh secara alami, adalah tujuan jangka panjang. "Juara Hebat Kebaikan" adalah kampanye yang di adakan Bebelac untuk memberi dukungan dan informasi, tips dan trik bagi orangtua, khususnya ibu untuk menumbuhkan keseimbangan kecerdasan intelektual dan emosi anak, sekaligus mengajarkan nilai-nilai kebaikan untuk membentuk karakter anak yang hebat sejak kecil, tertanam dalam ingatan dan menjadi kebiasaan

Salah satu bentuk kampanye ini adalah dengan memberikan donasi kepada rumah yatim, dari setiap anak yang mampu menunjukkan nilai kebaikan di website www.bebeclub.id/juarahebatkebaikan.

Bebelac adalah susu yang di olah dengan kandungan minyak ikan dan asam linoleat, mengandung FOS:GOS 1:9 di produksi oleh PT. Nutricia Indonesia, pasti sudah tak asing dong yaa?! PT. Nutricia adalah salah satu perusahaan yang berkomitmen untuk memastikan tingkat kehidupan yang lebih baik, bagi generasi sekarang dan generasi mendatang, melalui pemenuhan gizi, pada awal tahap kehidupan, Nutricia juga memberikan dukungan konseling serta program pengembangan anak yang berfokus pada stimulasi stimulasi pengembangan fisik dan karater untuk memastikan kesehatan dan kesejahteraan generasi penerus Indonesia.

Untuk itu juga lah Nutricia mengadakan kampanye "Juara Hebat Kebaikan"

Menanamkan nilai kebaikan, berarti mendukung anak menjadi "Juara Hebat Kebaikan" kampanye ini menurut saya sangat bermanfaat dan harus di ikuti setiap orangtua, kapan lagi kita bisa mengajarkan nilai kebaikan pada anak sekaligus berdonasi kepada mereka, anak-anak yang membutuhkan, sekaligus juga bisa mendapatkan hadiah liburan ke Jepang uwwow!

Menanamkan Nilai-Nilai Kebaikan, Mendukung Anak Jadi "Juara Hebat Kebaikan"
Share cerita kebaikan yang di lakukan anak di sini

Kian yang bulan depan genap berusia dua tahun, sudah mulai saya kenalkan nilai-nilai kebaikan sesuai versinya, maklum yaa umur segitu masih banyak banyak yang belum di pahaminya, saat bermain dengan teman sering  berebutan mainan, belum bisa mengalah, atau tidak mau berbagi. Mengajarkannya mudah berbagi, sharing saat bermain, serta menghormati orang yang lebih tua, menyayangi teman seusianya dan yang lebih muda darinya, adalah beberapa hal yang sedang saya ajarkan kepada Kian, merapikan mainan atau membantu saya tentu belum bisa dilakukannya, namun demikian hal-hal seperti ini juga sudah mulai saya biasakan.

Menanamkan Nilai-Nilai Kebaikan, Mendukung Anak Jadi "Juara Hebat Kebaikan"
Mendampingi om Noval MC Keren, pembawa acara ini, sama kerennya kan Kian
           
Menanamkan Nilai-Nilai Kebaikan, Mendukung Anak Jadi "Juara Hebat Kebaikan"
Masih mikir dulu yah baginya hehe...

Menanamkan Nilai-Nilai Kebaikan, Mendukung Anak Jadi "Juara Hebat Kebaikan"
Kian mau berbagi

Menanamkan Nilai-Nilai Kebaikan, Mendukung Anak Jadi "Juara Hebat Kebaikan"

Menanamkan Nilai-Nilai Kebaikan, Mendukung Anak Jadi "Juara Hebat Kebaikan"
Kian sayang kakak

Menanamkan Nilai-Nilai Kebaikan, Mendukung Anak Jadi "Juara Hebat Kebaikan"
Kian juga mandiri loh, kadang-kadang bisa makan sendiri

Program "Juara Hebat Kebaikan" berlangsung sampai dengan 30 Juni, caranya ceritakan dengan rekaman video atau foto anak saat sedang berbuat kebaikan, lalu upload cerita di website Bebeclub, share di akun media sosial Bebeclub denganhastag #JuaraHebatKebaikan dan #GrowThemGreat.

Menanamkan Nilai-Nilai Kebaikan, Mendukung Anak Jadi "Juara Hebat Kebaikan"
Galeri anak-anak yang melakukan nilai kebaikan

Menanamkan nilai-nilai kebaikan adalah proses, yang hasilnya akan kita lihat seiring pertumbuhan dan perkembangan anak-anak, semoga sebagai orangtua saya dan kita semua mampu terus menanamkan nilai-nilai kebaikan secara kontinyu, dan anak-anak berkembang dengan kecerdasan IQ dan EQ yang seimbang, dan jangan lupa share yaa cerita kebaikan anak-anak di Bebeclub.co.id


















4 comments

  1. Gemess udah pintar nya masih kecil duhh kece

    ReplyDelete
  2. Imutnya bocah bocah :) senang ngelihatnya

    ReplyDelete
  3. Aduh.. Suka Banget sama Tips-tips mba, Sehat dan ceria terus untuk Kian sakam manis

    ReplyDelete
  4. Banyak banget tuh mba mahmud2 di sosmed aku yang mamerin rapport anaknya secara utuh tanpa di blur nama sekolah atau informasi pribadi lainnya. Aku sih agak worry klo sampe informasi-informasi pribadi kaya gitu fi umbar di sosmed. Seenggaknya aku blur dulu sebelum dilempar.

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung, apalagi sampai mau komen, duh saya happy banget, semoga tulisan saya bermanfaat... saya mungkin tidak selalu bisa menjawab komentar, tapi saya usahakan untuk berkunjung balik, jika ada pertanyaan sila hubungi saya by email, dan maaf yah....! Untuk yang memberi komen dengan link hidup akan saya delete. Terimakasih.