Pengaruh Kualitas Dan Gizi SeimbangTerhadap Terwujudnya Generasi Emas 2045

Mewujudkan generasi emas di tahun 2045, sebuah peer besar bangsa Indonesia saat ini, tidak heran jika pemerintah terus menerus melakukan sosialisasi tentang ini, dengan berbagai usaha menggemakan mimpi besar, demi mewujudkan goals yang memang sangat patut di perjuangkan, karena peringatan 100 tahun kemerdekaan Indonesia adalah momen bersejarah yang sangat istimewa.

Saya pernah menulis betapa pentingnya "Mewujudkan Generasi Emas 2045 Dengan Membentuk Anak Sehat Dari Sekarang" dan atas undangan dari kementerian kesehatan dan kementerian pendidikan kebudayaan, saya kembali hadir tanggal 20 September 2017 lalu, di Gedung Balai Sarwono, Kemang Jakarta Selatan, kali ini saya mendapat wawasan penting, bagaimana sih cara membentuk anak-anak generasi emas itu, sebagai ibu calon generasi emas, tentu ini sangat bermanfaat buat saya.

Maklum kan, jadi ibu nggak ada sekolahnya jadi ketika mendapat ilmu bermanfaat, apalagi ini yang berhubungan dengan anak, kayak nemu emas juga rasanya. Acara kali ini bertema "Ibu Cerdas Anak Berkualitas, Menjadi Ibu melek Nutrisi Demi Mewujudkan Generasi Emas 2045"


Acara yang juga di prakarsai oleh YAICI Abhipraya, dan komunitas Kopi Buku dan Kebaya, berlangsung hangat, dengan pemberi materi ibu DR.IR Dwi Hastuti MSc, kepala divisi perkembangan anak IKK FEMA IPB (Institut Pertanian Bogor) Pengelola Labschool Pendidikan karakter IPB ISFA (Indonesia-Singapore Frienship Association)

Selain itu acara ini juga menghadirkan bapak Professor Dodik Briawan dari SEAFAST (Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology) Centre IPB

Ibu melek nutrisi?  Berbicara ibu melek nutrisi, ternyata masih banyak  ibu yang belum paham tentang ini, padahal nutrisi adalah salah satu unsur penting yang harus di perhatikan, terutama untuk anak-anak pada usia balita hingga menjelang remaja, sebuah periode yang rentan karena dari sinilah kondisi di kemudian hari di tentukan.

Pemenuhan makanan bergizi kaya nutrisi harus bersifat "sekarang" karena ini mempunyai dampak persisten hingga anak dewasa, efeknya sangat besar terhadap tumbuh kembang anak, karena akan mempengaruhi:
  • Pertumbuhan fisik, tumbuh kembang optimal, dengan postur yang ideal
  • Pembentukan daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit
  • Pertumbuhan sel-sel otak sebagai elemen dasar kecerdasan.
Karena itulah sebagai ibu, di tuntut melek nutrisi, mempunyai kecakapan pengetahuan gizi yang baik, apa saja yang harus di ketahui ibu melek nutrisi:

1. Sumber nutrisi
Apa saja produk pangan yang di konsumsi, dan nutrisi yang terkandung didalamnya apakah cukup energi, vitamin, mineral, lemak dan karbohidrat

2. Memberikan produk pangan beragam yang mengandung sumber gizi.

Anak-anak sejak kecil harus di biasakan mengkonsumsi jenis pangan yang beragam  seperti sayuran yang banyak mengandung energi, buah-buahan yang mengandung vitamin, kentang dan nasi sebagai sumber karbo, atau daging dan telur sebagai sumber protein.

3. Memberi makanan dengan porsi seimbang, inilah yang menjadi concern  saat ini, karena akan banyak anak hanya terpenuhi satu atau beberapa jenis sumber pangan saja, ada anak-anak yang cenderung hanya suka satu jenis makanan tertentu saja, sehingga pemenuhan gizinya menjadi tdak seimbang. 

Persoalan yang banyak di temui di masyarakat, kondisi yang tidak tepat di sebut kekurangan gizi , seperti kasus namun sangat berpengaruh, misalnya ketika konsumsi makanan berlemak terlalu dominan, sementara pemberian protein sangat minim, atau anak kelebihan konsumsi makan tinggi karbohidrat sementara konsumsi vitaminnya sedikit sekali, jika kondisi ini berlanjut akan memicu kemungkinan besar akan menimbulkan masalah kesehatan serius di masa depan

Lalu bagaimana caranya ibu mencari informasi yang benar untuk menutrisi anak-anaknya, banyak caranya, bisa dari kader-kader kesehatan, lembaga kesehatan, buku, majalah, atau zaman sekarang kan sudah canggih, semua serba digital, ada banyak informasi tentang nutrisi di internet. Menurut professor Dodik, informasi tentang nutrisi dan gizi yang valid bisa ibu dapatkan di website Departemen Kesehatan, Badan POM, Ikatan Dokter Indonesia, Ikatan Dokter anak Indonesia, atau website lembaga internasional seperti WHO, UNICEF atau CDC.

Berapakah idealnya asupan gizi yang harus di penuhi oleh anak, sejak di lahirkan dari usia 0-6 bulan, hanya ASI (Air Susu Ibu) makanan terbaik untuk bayi, menginjak usia 6 bulan anak mulai di perkenalkan makanan pendamping ASI dari tahapan cair, halus, lunak, kasar, hingga saat berusia satu tahun, anak sudah bisa memakan sama seperti yang di makan oleh orang dewasa.

Bagaimana dengan pemberian susu formula? Menurut professor Dodik, pemberian susu formula pada balita, di beberapa kasus tertentu tidak bisa di hindari, misalnya ketika bayi yang baru di lahirkan terpisah oleh sang ibu yang meninggal dunia, atau ketika ASI ibu sama sekali tidak keluar, mau tak mau bayi harus minum susu selain ASI.

Sebagai pengganti ASI, bayi boleh di berikan susu formula dengan rekomendasi, tetapi jangan sekali-kali memberikan susu SKM (Susu Kental Manis) untuk bayi dan balita, karena susu SKM di lihat dari komposisinya dominan gula ketimbang susu dan di produksi bukan untuk bayi.

SKM, masuk ke Indonesia pada awalnya di ciptakan untuk tentara Belanda yang tengah bertempur di medan perang, agar mereka tetap bisa minum susu, maka diawetkanlah susu supaya tidak cepat basi dengan di tambahkan gula, lalu di kemas dalam kaleng kedap udara, sehingga susu bisa bertahan lama. Sayangnya masih banyak ibu-ibu di Indonesia terutama di daerah-daerah memberikan SKM, untuk bayi, memang bukan tanpa alasan, selain karena harganaya murah, belum banyak yang mengetahui jika SKM tidak boleh di konsumsi bayi dan anak. SKM, lebih pas di konsumsi sebagai bahan campuran makanan, seperti puding, kue, es campur dan lain-lain.

Selain faktor makanan, kebiasaan makan juga mempengaruhi tingkat penyerapan nutrisi anak, kebiasaan berkaitan erat dengan perilaku. Anak-anak adalah peniru yang sangat detail, perilaku mereka termasuk urusan makan, seringkali berhulu dari kebiasaan orangtua, anak tidak suka makan sayur? Coba di cek apakah ayah dan ibunya suka makan sayur?

Mengajarkan adab makan yang benar juga penting buat anak, anak saya sehat tapi makan suka sambil jalan, atau makan selalu seperti orang terburu-buru, sibuk sambil bicara. Nah, generasi emas juga erat kaitannya dengan karakter maka ini erat kaitannya dengan Pola asuh itu ibarat pagar bagi anak. Pola asuh terbaik adalah yang sesuai dengan situsai dan kondisi anak.

Orangtua adalah contoh dan role model pertama bagi anak, untuk membentuk generasi emas. orangtua dan anak harus tahu apa sebenarnya makanan, mengapa harus makan, betapa pentingnya makanan, dan seperti apa makan yang baik, ini penting di ketahui agar kita semua mereka bisa menghargai makanan.


Pengaruh Kualitas Dan Gizi SeimbangTerhadap Terwujudnya Generasi Emas 2045

Pengaruh Kualitas Dan Gizi SeimbangTerhadap Terwujudnya Generasi Emas 2045

Pengaruh Kualitas Dan Gizi SeimbangTerhadap Terwujudnya Generasi Emas 2045


Duh, bertambah lagi nih tugas saya sebagai orangtua, karena banyak yang selama ini saya lalaikan, karena ketidak tahuan jadi bersyukur sekarang jadi tahu deh, yuk sama-sama kita penuhi gizi dan kualitas makanan anak-anak kita demi terwujudnya generasi emas di tahun 2045.



No comments

Terimakasih sudah berkunjung, apalagi sampai mau komen, duh saya happy banget, semoga tulisan saya bermanfaat... saya mungkin tidak selalu bisa menjawab komentar, tapi saya usahakan untuk berkunjung balik, jika ada pertanyaan sila hubungi saya by email, dan maaf yah....! Untuk yang memberi komen dengan link hidup akan saya delete. Terimakasih.