Ibu Pintar Atur Uang, Menjaga Senyum Keluarga Terus Terkembang

Hallo, sahabat daring, jumpa lagi..

Ibu pintar atur uang, oke, baiklah, gampang, hmm..kemudian eh, eh, clingak-clinguk bingung, gimana, gimana ya caranya, terutama itu loh, pas punya uang minim padahal kebutuhan banyak, nah persoalan banget kan ya..

Urusan uang memang jadi persoalan abadi setiap manusia, dari belum di produksi (maksudnya nikah) sampai mati, kita akan berurusan dengan uang, dan bicara uang memang agak-agak ribet dan sulit di mengerti, maklum ya ilmu keuangannya baru bisa sedikit pertambahan dan banyak pengurangan, *krik.

Eh! ternyata tidak juga loh?! Jika kita memiliki literasi keuangan yang baik, persoalan uang tak sesulit yang di bayangkan, inilah yang di katakan mas Aakar Abhiyasa Fidzuno, seorang financial adviser dari Jouska Financial saat saya mengikuti acara Blogger gathering bareng emak-emak KEB (Kumpulan Emak Blogger) di JSC Hive Jakarta 29 September lalu, acaranya seru banget, tahu ndiri kan ibu-ibu kalau sudah kumpul, bertema "Smart Moms, Protect Your Family Smile" di acara ini ibu-ibu di ajak untuk mulai memahami literasi keuangan.

Berat nih bahasanya, literasi keuangan, apaan tuh!

Jadi, literasi keuangan erat kaitannya dengan pendidikan keuangan yang nantinya akan menunjukkan sejauh mana kita memiliki kemampuan, keyakinan dan pemahaman tentang uang, jasa keuangan, produk keuangan serta memiliki keterampilan mengelola semua aspek pemanfaatannya, waah saya langsung merasa gagap banget nih, tapi beruntungnya tidak sendiri, karena menurut data, dari total jumlah penduduk Indonesia,  hanya 30% saja yang memahami literasi keuangan.

Apa pentingnya literasi keuangan, emangnya mau jadi finansial planner atau adviser, hmm.

Nggak juga dong, menurut mas Aakar memahami literasi keuangan bukan berarti kita harus menjadi ahli keuangan, karena pemahaman soal literasi keuangan ini dampaknya luas banget, kalau untuk ibu-ibu, ya paling tidak ibu akan pintar mengatur uang dengan lebih baik, lebih bijaksana, bijaksini, dan tentu saja bisa mengajarkan kembali kepada anak-anaknya, sehingga nanti semakin banyak yang melek literasi keuangan, untuk memahami literasi keuangan kita bisa belajar dari mana saja, workshop, seminar, atau kejadian sehari-hari yang kita alami.

Pernah nggak mengalami, anak merengek minta uang buat jajan, waktu di bilang ibu nggak punya uang (padahal sebenarnya nggak mau ngasih) lalu ia menyarankan untuk pergi ke atm karena di atm banyak duit, saya pernah mengalami itu dan itu sumpah gemesin banget, muter-muter jelasin kalau atm itu bukan mesin penghasil uang, dia nggak percaya, ngambek dan ngotot atm adalah sumber uang, nah itu salah satu contoh simpel kenapa kita harus tahu literasi keuangan.

Sejatinya uang hanya sebuah konsep atau ide, mau bagaimana, di apakan, jadi apa, kitalah yang menentukan. Memberi nasihat keuangan untuk anak, tentu langkah pertama ibu harus memahami diri sendiri dong yaa, benar nggak sudah kenal dengan uang, atau jangan-jangan cuma ketemu tiap hari lalu ia pergi berlalu begitu saja, datang..cuss..datang..cuss..!?

Mengatur keuangan, bukan hanya mengatur uang dalam bentuk fisik semata, namun lebih dari itu harus di mulai dengan mengatur mindset tentang uang. Selama ini cenderung banyak yang gagal paham tentang uang, contoh paling nyata adalah ketika orangtua menutup diri saat anak bertanya soal uang, dengan alasan mereka masih kecil belum tahu apa-apa, pokoknya anak-anak nggak boleh tahu bolehnya tempe, uang urusan orangtua, padahal sejak dini anak-anak harus mulai di ajarkan dan di beri pemahaman yang benar tentang uang.

Atau ketika dalam satu rumah tangga, suami isteri berpegang pada prinsip uang suami uang isteri, uang isteri ya uang isteri. Memang bukan tanpa alasan hal seperti ini terjadi, secara kultural ini sudah menjadi semacam aturan tak resmi yang berlaku di masyarakat, warisan pemahaman keuangan dari masa lalu yang sudah harus di tinggalkan.

Ketika sebuah rumah tangga memakai prinsip seperti ini, kemungkinan besar akan ada saluran komunikasi yang terhambat, karena uang suami dan uang isteri seharusnya menjadi uang bersama, urusan siapa yang lebih dominan (bukan berkuasa) mengatur keuangan, harus di bicarakan sejak sebelum pernikahan.

Ibu Pintar Atur Uang, Menjaga Senyum Keluarga Terus Terkembang

Ingin mengatur uang bersama atau serahkan kesalah satu pihak. atau suami isteri bersepakat dengan opsi-opsi, misalnya ketika pasangan suami isteri bekerja, isteri bayar air, suami bayar listrik, suami bertanggung jawab urusan sekolah, isteri keperluan rumah, yaa pokoknya semua di diskusikan bersama, bagaimana jika isteri tidak bekerja? dirumah saja, sekali lagi mantranya ada di komunikasi.

Aturan wajib yang harus diterapkan supaya ibu pintar mengatur uang adalah hubungan komunikasi yang baik dengan suami, terbuka bukan hanya soal berapa banyaknya uang, gaji dan penghasilan lainnya, tapi pengelolaanya sampai urusan hutang, piutang dan lainnya.

Lalu apalagi sih yang harus menjadi perhatian ibu supaya pintar mengatur uang. Ibu harus bisa mengendalikan diri terhadap uang, mampu memilah, memilih antara kebutuhan dan keinginan. Terutama ketika geliat ekonomi keluarga sudah mulai menunjukkan grafik peningkatan, karena saat seperti ini masalah muncul.

Ketika suami berpenghasilan minimal, mungkin ibu masih bisa menahan diri, sadar penghasilan tidak mencukupi, tetapi begitu sudah ada tanda-tanda naik gaji, atau dapat orderan besar, yang ada di dalam kepala adalah berencana ingin beli ini beli itu, makan-makan, beli tas branded, beli mobil baru, traveling kesana-kesini,tanpa perencanaan, kemudian karena punya penghasilan lebih baik dari sebelumnya, timbul rasa mampu bayar, maka kemudian mulai deh berhutang, apply kartu kredit, ambil cicilan katanya tanpa bunga, dan fix lah  perlahan masuk dalam perangkap keuangan middle income trap.

Apa itu middle income trap, ini istilah untuk menggambarkan keluarga menengah yang “terjebak” di posisinya dan tidak bisa melakukan lompatan untuk menjadi orang kaya yang sebenarnya. Mengapa tidak bisa melakukan lompatan? Karena penghasilannya sudah habis untuk membayar gaya hidup, cicilan, kartu kredit, makan-makan, traveling dan lain-lain.


Ibu Pintar Atur Uang, Menjaga Senyum Keluarga Terus Terkembang


Ibu yang ingin pintar mengatur uang harus menguasai beberapa hal-hal penting dalam keuangan di antaranya:

👉Mengatur Cashflow (arus keluar masuknya uang) bagaimana caranya mengatur keseimbangan cashflow rumah tangga, tidak besar pasak dari pada tiang, mengelola uang untuk memenuhi kebutuhan rutin bulanan yang tak bisa di tawar-tawar lagi, membagi pos-pos pengeluaran serta mengalokasikannya sesuai dengan kebutuhan.

Ibu yang bisa mengatur uang, tahu betul berapa sesungguhnya total jumlah penghasilan, tahu betul apa, bagaimana dan tujuan pengeluarannya, maka ketika akan ada kenaikan penghasilan, secara cermat mampu memperkirakan apakah kenaikannya benar-benar akan berdampak, atau malah justru akan menambah beban keuangan baru.

👉Alih-alih menambah beban keuangan baru, yang di lakukan ketika mengalami kenaikan penghasilan seharusnya adalah mulai membeli proteksi (perlindungan asuransi) ini adalah prinsip dasar financial planner, proteksi. Proteksi, proteksi, proteksi yang semuanya harus di lakukan sejak sedini mungkin, proteksi yang utama tentu saja asuransi jiwa untuk kepala keluarga, baru kemudian asuransi untuk anak, terutama asuransi pendidikan, yang sangat bermanfaat ketika mereka akan mulai memasuki usia sekolah. Semakin dini proteksi di berikan maka manfaat perlindungannya akan semakin maksimal.
Ibu Pintar Atur Uang, Menjaga Senyum Keluarga Terus Terkembang

👉 Mendahulukan kebutuhan daripada keinginan, mampu menetukan skala prioritas, ibu yang hemat tetapi tidak pelit, karena ibu yang pintar mengatur uang, akan sangat selektif membeli barang-barang keinginan, tahu kapan saatnya membeli barang keinginan. Barang-barang keinginan biasanya berkaitan dengan emosi, dan hasrat yang sebenarnya bisa di netralisir, caranya dengan bersyukur pada apa yang sudah di miliki dan tidak terlalu memikirkan apa yang belum di miliki.

👉Menabung, harus di lakukan di awal, bukan di belakang, setiap kali menerima penghasilan sisihkan minimal 10% untuk di tabung, atau gunakan layanan autodebet yang membuat kita "terpaksa" menabung di awal.

Ibu Pintar Atur Uang, Menjaga Senyum Keluarga Terus Terkembang

👉Investasi, ibu yang pintar mengatur uang bisa menyisihkan casflow untuk berinvestasi. Investasi banyak ragam bentuknya, berinvestasi bukan berarti harus di mulai dengan uang banyak, banyak pilihan investasi yang bisa di lakukan oleh ibu dengan uang tidak terlalu besar, misalnya membeli logam mulia atau emas, yang bisa di mulai dari ukuran 5gr, atau bila ada waktu luang dan mau belajar, investasi saham juga bisa di lakukan oleh ibu.

👉Hutang, salah satu indikasi middle income trap adalah terjerat hutang, tapi bukan berarti hutang di larang dalam mengatur keuangan, hutang yang benar di lakukan hanya untuk membeli barang-barang produktif, bukan barang konsumtif, apalagi hanya untuk sekadar makan di restaurant, kemudian gesek kartu kredit, duh maluu deh! Hutang produktif adalah berhutang untuk membeli barang yang nilainya tidak menyusut, malah bisa bertambah setiap tahun, misalnya membeli tanah, rumah, ruko, atau emas. Nilai cicilan total hutang yang kita miliki idealnya hanya 30% dari penghasilan kita, jika sudah melebihi, stop berhutang.

👉 Menentukan tujuan atau goals keuangan sejak sekarang, tujuan keuangan terbagi menjadi dua macam tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang, setiap orang mempunyai tujuan keuangan beragam, pikirkan dengan seksama ingin seperti apa keadaan keuangan kita di masa depan. 1-5 tahun kedepan pada jangka pendek dan 20 tahun kedepan pada tujuan jangka panjang.

Misalnya ingin punya masa pensiun yang tenang, tinggal di pedesaan sambil bercocok tanam atau punya usaha, dengan banyak kontrakkan dan berbagai macam property yang di sewakan, ingin  anak-anak bisa sekolah di luar negeri, atau mungkin ingin keliling dunia.

Ibu yang pintar mengatur uang akan berdampak besar dalam kehidupan berumah tangga dan keluarga, ini tercermin dalam relasi antar anggota keluarga, ibu yang pintar atur uang, menjadikan seluruh anggota keluarga sebagai tim, yang harus turut berperan dalam tercapainya tujuan keuangan, dengan begitu senyum keluarga tetap terkembang memastikan keberlangsungan kehidupan keluarga berjalan sesuai harapan.

Sinarmas MSIG Life


Untuk bisa pintar atur uang dan mencapai tujuan keuangan, tentu saja ibu tidak bisa sendiri, setelah suami dan anak-anak mendukung, ada beberapa dukungan lain yang berperan penting dalam pemenuhan tujuan keuangan, salah satunya adalah perusahaan asuransi yang mumpuni, adalah Sinarmas MSIG Life yang mengumpulkan kami para emak blogger, untuk lebih mengenal Sinarmas MSIG Life.



Sinarmas MSIG Life adalah anak perusahaan PT Sinar Mas Multiartha Tbk salah satu dari enam pilar bisnis Sinar Mas yang menyediakan layanan finansial terpadu dan menyeluruh, meliputi perbankan, asuransi, pembiayaan, pasar modal, manajemen aset, jasa administrasi saham, keamanan, perdagangan serta industri dan teknologi informasi. PT Sinar Mas Multiartha Tbk juga merupakan perusahaan induk bagi Bank Sinarmas, Asuransi Sinar Mas, Sinarmas Sekuritas and Sinar Mas Multifinance.

Eksis sejak tanggal 14 April 1985, PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG telah mengalami berbagai perkembangan dan perubahan, bermula dari PT Asuransi Jiwa Purnamala Internasional Indonesia (PII) lalu berubah nama menjadi PT Asuransi Jiwa Eka Life.

Kemudian berkembang menjadi PT Asuransi Jiwa Sinarmas pada 2007 hingga akhirnya membentuk joint venture dengan Mitsui Sumitomo Insurance Co. Ltd di tahun 2011. 
Sinarmas MSIG Life hingga saat ini terus mengepakkan sayap dan telah menjadi salah satu perusahaan asuransi jiwa terbesar, tahun 2015 asuransi Sinarmas MSIG Life tercatat sebagai 10 besar perusahaan dengan aset terbesar di industri asuransi jiwa, yaitu senilai Rp 15,65 triliun.

Total pendapatan premi tercatat senilai Rp 6,59 triliun dengan Angka Risk Based Capital (RBC) yang tetap tinggi, yaitu 466,46% untuk konvensional dan 53,87% untuk syariah.dengan kondisi keuangan yang sangat baik  Sinarmas MSIG Life syariah, melayani lebih dari 790.000 nasabah individu dan kelompok di 69 kota. Sinarmas MSIG Life saat ini telah memiliki 113 kantor pemasaran dan 10.500 aparat marketing yang tersebar di seluruh Indonesia dan telah melayani lebih dari 1,2 juta nasabah individu dan kelompok.

Sederet penghargaan bergengsi telah di raih oleh Sinarmas MSIG Life di antaranya Digital Brand of the Year 2015 Terbaik Ke-3 untuk kategori Asuransi Jiwa pada bulan Maret 2015 dan Asuransi Jiwa Syariah Terbaik untuk Unit Bisnis Syariah Sinarmas MSIG Life dari Majalah Investor. (Data dari https://www.sinarmasmsiglife.co.id

Sinarmas MSIG Life, mencermati kiprahnya tentu bisa jadi pilihan utama ketika memutuskan untuk membeli proteksi asuransi. Tolak ukur memahami uang, bukan hanya sebatas keinginan hasrat memilik yang sebanyak-banyaknya, mau sedikit atau banyak, tergantung bagaimanan cara mengaturnya. Bersama Sinarmas MSIG Life, menjadi ibu pintar dan cermat mengatur uang dengan baik kini semakin mudah dengan kemungkinan besar tujuan keuangan akan terwujud sesuai harapan, Smart Moms Protect Your Family Smile.




3 comments

  1. Jadi ibu harus melek mengelola keuangan ya, pusing kepala barbie

    ReplyDelete
  2. ikut asuransi waktu mada masih di perut, jadi sekarang udah punya asuransi kesehatan + pendidikan buat mada, nah gara2 dateng ke acara talkshow keb, jadi pengin nambah asuransi, tapi blm tau mau asuransi yg mana nih

    ReplyDelete
  3. Jadi ibu harus pintar atur keuangan ya, yang utama jangan sampai besar pasak daripada tiang. Kalau bisa menabung & berasuransi keren banget deh jadi ibu.

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung, apalagi sampai mau komen, duh saya happy banget, semoga tulisan saya bermanfaat... saya mungkin tidak selalu bisa menjawab komentar, tapi saya usahakan untuk berkunjung balik, jika ada pertanyaan sila hubungi saya by email, dan maaf yah....! Untuk yang memberi komen dengan link hidup akan saya delete. Terimakasih.