Tips Puasa Untuk Ibu Menyusui

  
Tips Puasa Untuk Ibu Menyusui


   Bulan ramadan tak terasa sudah di pertengahan, cepat banget waktu berlalu yah!? Bagaimana puasanya? Semoga masih lancar jaya. Terutama untuk para ibu dan perempuan. Semoga puasanya masih lancar ya buu?!


   Tahun ini saya kembali  harus menjalani ramadan dalam suasana mengurus balita, setelah tahun lalu saya menjalani ramadan dalam keadaan hamil besar. Saya melahirkan tepat tiga hari setelah hari raya. Karena sudah menjelang melahirkan, dokter menganjurkan saya untuk tidak berpuasa demi kesehatan bayi dalam kandungan

    Dengan tiga anak sebelumnya, sudah beberapa kali ramadan saya lalui tanpa puasa karena dua hal ini. Namun tahun ini saya berkomitmen untuk tetap puasa meskipun sambil menyusui. Karena hutang puasa sudah terlalu banyak belum semua terbayarkan, baik dengan penggantian puasa ataupun dengan membayar fidyah.


    Bagi ibu hamil dan menyusui menjalankan puasa adalah  pilihan. Perlu komitmen dan niat yang kuat. Namun jika di rasa niatnya sudah kuat tapi kekhawatiran akan kondisi kesehatan ibu dan anak lebih dominan. Maka urungkan saja niatnya. Insha Allah baru niat saja sudah di catat sama malaikat. 

   Alhamdulillah, anak saya sudah mulai di berikan MPASI. Saya merasa kondisinya siap untuk di bawa berpuasa. Jika dia masih di masa pemberian ASI ekslusif. Saya akan memilih tidak puasa.

    Dengan MPASI anak tidak sepenuhnya tergantung kepada ASI. Mengapa saya yakin anak saya bisa di bawa puasa? Usianya saat ini 10 bulan. Saya ibu bekerja tetapi pekerjaan saya fleksibel, karena menjalankan usaha sendiri. Saya kadang datang ke kantor lewat jam sembilan pagi dan sudah pulang sebelum jam lima sore, walau terkadang kalau banyak kerjaan tetap saya harus pulang malam.

  Anak saya sama sekali ngga mau minum ASI selain dari "pabriknya" juga menolak sufor intinya sih kayaknya dia ngga suka minum dari botol. Jadi praktis selama saya bekerja, dia sudah puasa ASI. Tambahan cemilan biskuit bayi dan buah-buahan sudah cukup membuatnya tenang. Alhamdulillah sejauh ini kondisinya baik-baik saja. Karena latar belakang inilah saya merasa bisa tenang membawanya puasa. Walaupun kondisinya pasti akan sedikit berbeda.

  Untuk tetap nyaman saya punya beberapa tips yang mungkin bermanfaat buat ibu-ibu menyusui yang ingin tetap berpuasa di bulan ramadan:

  • Tanamkan niat yang kuat untuk puasa penuh, hilangkan keraguan kalau kondisi ibu atau bayi akan lemas, lesu atau cepat lapar. Yakinkan diri semua akan baik-baik saja.
  • Beberapa hari sebelum memulai puasa, komunikasikan dengan bayi. Katakan kalau nanti kita akan puasa ramadan. Percaya ngga percaya! Bayi sudah bisa di ajak berkomunikasi. Tatap matanya dengan penuh kasih sayang terus di ajak ngobrol. Sambil main, saya ceritakan tentang puasa dan mengajak dia puasa. Minta ke dia untuk kuat, sehat, pintar...ya gitu deh!? Waktu saya melakukan ini, di tertawakan sama kakak-kakaknya. Tapi it's work! Sampai hari ini puasa berjalan dengan lancar.
  • Konsumsi buah dan sayur lebih banyak, kurangi makanan yang mengandung minyak seperti gorengan. Pokoknya atur porsi makan yang seimbang.
  • Minum air bening yang banyak, agar tidak kekurangan cairan.
  • Tambahkan multivitamin untuk menambah stamina puasa.
  • Lakukan aktivitas seperti biasa layaknya sebelum puasa. Susui bayi seperti biasanya.
  • Istirahat yang cukup.

  Itulah beberapa tips yang saya terapkan agar bisa berpuasa lancar sambil menyusui. Ini juga bisa jadi cara mengenalkan puasa sejak dini kepada anak mulai dari bayi. Semoga puasa tahun ini berjalan lancar untuk kita semua.

   




3 comments

  1. Save dulu tipsnya
    #moga moga kelak berguna pas dah nyanding beby

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin mba Nita, semoga segera terwujud yaa..

      Delete
    2. Amiin mba Nita, semoga segera terwujud yaa..

      Delete

Terimakasih sudah berkunjung, apalagi sampai mau komen, duh saya happy banget, semoga tulisan saya bermanfaat... saya mungkin tidak selalu bisa menjawab komentar, tapi saya usahakan untuk berkunjung balik, jika ada pertanyaan sila hubungi saya by email, dan maaf yah....! Untuk yang memberi komen dengan link hidup akan saya delete. Terimakasih.