Featured Slider

Yuk, Sikat Gigi Sekarang! "Be Proud of Your Mouth" Indonesia Bebas Karies 2030

Tidak diragukan lagi jika kesehatan mulut dan gigi berkontribusi besar terhadap kesehatan kita secara umum, karena mulut dan gigi adalah tempat awal mula masuknya makanan, minuman, dan berbagai zat lainnya ke dalam tubuh. 

Selain itu, mulut dan gigi juga memiliki pengaruh yang besar dalam kehidupan sosial, karena saat berinteraksi, berbicara, dan tersenyum, semua dilakukan dengan mulut dan gigi.
 
Namun, bagaimana jika mulut dan gigi mengalami masalah?
 
Wah! Jangan sampai deh yaa! Apalagi di tengah suasana pandemi sekarang. Pergi ke dokter umum saja rasanya takut ya, apalagi ke dokter gigi, tempat yang memiliki resiko tinggi persebaran virus karena kasus penularan covid 19 terjadi melalui droplet atau air liur. 
Jika masih bisa ditahan rasa sakitnya, saya yakin banyak yang akan memilih menunda pergi ke dokter gigi. Tetapi menunda terlalu lama tentu tidak akan menyelesaikan masalah, yang ada malah makin parah. 

Bebaskan Si Kecil dari Ruam Popok dengan 6 Cara Ini

Melepaskan anak bermain di luar rumah saat pandemi sekarang bukanlah pilihan, tetapi kelamaan di dalam rumah, lama-lama membuat anak-anak jenuh
Ya, inilah era Covid 19, masa di mana bukan hanya sulit bagi orangtua, pun bagi anak-anak.

Belajar, menggambar dan mewarnai biasanya jadi salah satu kegiatan yang sering saya lakukan untuk mengisi waktu untuk anak, khususnya bagi si bungsu Mbul yang tahun kemarin seharusnya sudah masuk sekolah setingkat PAUD.

Sedih sih, akhirnya harus menunda sekolah Mbul, padahal dia sudah ngebet ingin sekolah. Aku mau belajar, biar pintar, itu katanya. Kalau diingat, rasanya baru kemarin, tidak terasa bayi itu akhirnya akan mulai bersekolah.

Memang yah, bagi seorang ibu, khususnya buat saya sih, seperti selalu ada perasaan yang tak terlukiskan ketika anak-anak mulai bersekolah, membayangkan hidup mereka yang sebenarnya baru saja di mulai

Perjalanan hari-hari merawat, bangun malam, menyusui, suapan pertama, langkah pertama, kata pertama, tingkah lucu, menggemaskan, hingga rutinitas mengganti popok seperti kembali. 

Cegah Kanker Sebelum Terlambat, Terapkan Pola Hidup Sehat, dan Persiapkan Perlindungannya dengan FWD Cancer Protection


“Tadinya kecil, Mbak!?”
“Kayak segede kacang merah gitu. Wallahua'lam! Sekarang saya kehilangan satu payudara saya.. Sedih banget, Saya terlambat tau kalau ini kanker payudara, ternyata pas diperiksa udah stadium 3, udah menjalar kankernya” 

Itulah sekelumit obrolan saya beberapa tahun silam dengan seorang penyintas kanker payudara yang saya temui di Rumah Sakit Fatmawati. Saat itu kami berada di kamar yang sama, kebetulan (almh) Kakak sedang dirawat pasca operasi tumor dan saya beberapa malam ikut menginap untuk menjaganya.

Ini kali pertama saya mengetahui dan melihat langsung seperti apa itu penyakit kanker. Awalnya memang hanya untuk berbasa-basi, namun pada akhirnya kami lumayan intens berbincang, termasuk juga cerita tentang perjuangannya menghadapi kanker. 

Dari kisahnya saya bisa merasakan beratnya perjuangan beliau, menjalani hari-hari dan malam tanpa sekali pun bisa tidur pulas. Bertahun-tahun brjuang menjalani berbagai macam pengobatan, terapi, dan tindakan yang menguras energi dan air mata. 

"more"> Belum lagi menghadapi kanker, beliau juga harus berjibaku dengan permasalahan lainnya, diantaranya karir, ekonomi bangkrut, dan relasi dengan keluarga. Intinya, kanker ini benar-benar menggerogoti semua sendi kehidupannya, melemahkan dirinya, tidak hanya fisik namun juga secara mental.

Bicara tentang penyakit kanker, ini memang topik yang membuat siapapun ketar-ketir mendengarnya. Penyakit yang dilabeli pembunuh nomor dua di dunia ini memang menjadi bayang-bayang yang menakutkan.

Sekitar 4,8 juta orang Indonesia pada tahun 2018 didiagnosis menderita kanker. (Dikutip dari “suara.com” pernyataan Staf Ahli Bidang Ekonomi Kesehatan Kemenkes, Mohamad Subuh) angka ini terus meningkat setiap tahun, dengan kasus terbanyak adalah payudara, serviks, dan paru.

FWD Life Meluncurkan Fitur “eServices”, Inovasi untuk Kemudahan Akses Nasabah



Pada kondisi pandemi saat ini, kita seakan diingatkan kembali tentang kesadaran akan hidup sehat, semua orang melakukan berbagai upaya agar tetap sehat, namun lebih dari itu, kondisi ini sebenarnya juga semakin menyadarkan kita, tentang bagaimana meningkatkan keamanan finansial di tengah kondisi yang tidak pasti, untuk sekarang dan di masa depan.

Ya, Covid-19 membuka mata kita, betapa pentingnya perencanaan pada hal yang tidak terduga. Banyak yang merasakan hidup seolah berubah dalam semalam, semua kenyamanan menghilang dalam sekejap. Dapat melewati masa-masa sulit dan kembali menjalani hidup seperti sebelum pandemi adalah harapan semua orang.

Tips Aman Bersepeda Saat Pandemi

Bersepeda menjadi salah satu aktivitas yang naik daun saat pandemi ini. Lelah terkurung berlama-lama di dalam rumah, bersepeda adalah cara untuk keluar rumah dengan alasan yang bagus, supaya tetap sehat dengan beraktivitas fisik.

Teman-teman bagaimana?

Siapa yang saat pandemi ini ikut mengeluarkan sepedanya, keliling di sekitar kampung dan komplek rumah, atau mungkin sudah menempuh jarak jauh dengan sepedanya.

                          

Launching Nivea Lip Crayon #TwoStayConnected

                     

Keadaan saat ini sungguh menantang bagi hampir semua orang, sudah lebih dari delapan bulan, pembatasan sosial karena pandemi virus corona kita jalani.

Makin kesini terasa banget sih ya, hari-hari kadang terasa menjenuhkan, kangen banget bisa beraktivitas seperti dulu lagi, janjian, punya rencana ini itu, pergi ke sana ke sini.

Kumpul-kumpul, hangout, berbincang sama temen-temen juga jadi hal yang dirindukan. Lebih dari itu sebenarnya kangen juga ya touch up, sekadar pulas bedak dan lipstik. karena praktis selama dirumah aja, Saya jarang banget menyentuh peralatan make up. 

Dan, beberapa waktu lalu, saya seperti dapat reminder soal ini. 

Semangat Bangun Disiplin Kebiasaan Baru Agar Covid-19 Ambyar

                          

Membangun disiplin sudah sejak lama menjadi issue penting di negara kita. Menjadi hal biasa jika kita sering membandingkan kedisiplinan dengan negara-negara seperti Jepang atau Korea Selatan. Dan, sad but true, harus di akui dalam hal disiplin, kita masih jauh tertinggal.

Lalu, bagaimana disiplin ditengah kondisi saat ini, dimana kita wajib menerapkan protokol kesehatan, membiasakan diri dengan kebiasaan baru atau new normal?

Pelatihan Literasi Digital dari UMi PIP (Pusat Investasi Pemerintah) Mendampingi Pelaku Usaha Ultra Mikro saat Pandemi


Tidak diragukan lagi jika pelaku usaha kecil, mikro dan ultra mikro menjadi salah satu yang paling terpukul oleh pandemi COVID-19 saat ini. Tidak seperti bisnis besar yang memiliki peluang lebih baik untuk bertahan. Pelaku usaha kecil cenderung hidup hanya dengan arus kas untuk paling banyak tiga bulan saja bahkan mungkin tidak ada sama sekali. 

Mengenal beberapa orang di circle saya yang memiliki usaha kecil, ada pedagang kelontong, tukang bubur, dan ketoprak dekat rumah. Saya mendengarkan langsung cerita mereka bagaimana pahitnya usaha di tahun 2020 ini, kondisi saat ini benar-benar suram, semua serba tidak pasti.