Featured Slider

Bebaskan Si Kecil dari Ruam Popok dengan 6 Cara Ini

Melepaskan anak bermain di luar rumah saat pandemi sekarang bukanlah pilihan, tetapi kelamaan di dalam rumah, lama-lama membuat anak-anak jenuh
Ya, inilah era Covid 19, masa di mana bukan hanya sulit bagi orangtua, pun bagi anak-anak.

Belajar, menggambar dan mewarnai biasanya jadi salah satu kegiatan yang sering saya lakukan untuk mengisi waktu untuk anak, khususnya bagi si bungsu Mbul yang tahun kemarin seharusnya sudah masuk sekolah setingkat PAUD.

Sedih sih, akhirnya harus menunda sekolah Mbul, padahal dia sudah ngebet ingin sekolah. Aku mau belajar, biar pintar, itu katanya. Kalau diingat, rasanya baru kemarin, tidak terasa bayi itu akhirnya akan mulai bersekolah.

Memang yah, bagi seorang ibu, khususnya buat saya sih, seperti selalu ada perasaan yang tak terlukiskan ketika anak-anak mulai bersekolah, membayangkan hidup mereka yang sebenarnya baru saja di mulai

Perjalanan hari-hari merawat, bangun malam, menyusui, suapan pertama, langkah pertama, kata pertama, tingkah lucu, menggemaskan, hingga rutinitas mengganti popok seperti kembali. 

Cegah Kanker Sebelum Terlambat, Terapkan Pola Hidup Sehat, dan Persiapkan Perlindungannya dengan FWD Cancer Protection


“Tadinya kecil, Mbak!?”
“Kayak segede kacang merah gitu. Wallahua'lam! Sekarang saya kehilangan satu payudara saya.. Sedih banget, Saya terlambat tau kalau ini kanker payudara, ternyata pas diperiksa udah stadium 3, udah menjalar kankernya” 

Itulah sekelumit obrolan saya beberapa tahun silam dengan seorang penyintas kanker payudara yang saya temui di Rumah Sakit Fatmawati. Saat itu kami berada di kamar yang sama, kebetulan (almh) Kakak sedang dirawat pasca operasi tumor dan saya beberapa malam ikut menginap untuk menjaganya.

Ini kali pertama saya mengetahui dan melihat langsung seperti apa itu penyakit kanker. Awalnya memang hanya untuk berbasa-basi, namun pada akhirnya kami lumayan intens berbincang, termasuk juga cerita tentang perjuangannya menghadapi kanker. 

Dari kisahnya saya bisa merasakan beratnya perjuangan beliau, menjalani hari-hari dan malam tanpa sekali pun bisa tidur pulas. Bertahun-tahun brjuang menjalani berbagai macam pengobatan, terapi, dan tindakan yang menguras energi dan air mata. 

Belum lagi menghadapi kanker, beliau juga harus berjibaku dengan permasalahan lainnya, diantaranya karir, ekonomi bangkrut, dan relasi dengan keluarga. Intinya, kanker ini benar-benar menggerogoti semua sendi kehidupannya, melemahkan dirinya, tidak hanya fisik namun juga secara mental.

Bicara tentang penyakit kanker, ini memang topik yang membuat siapapun ketar-ketir mendengarnya. Penyakit yang dilabeli pembunuh nomor dua di dunia ini memang menjadi bayang-bayang yang menakutkan.

Sekitar 4,8 juta orang Indonesia pada tahun 2018 didiagnosis menderita kanker. (Dikutip dari “suara.com” pernyataan Staf Ahli Bidang Ekonomi Kesehatan Kemenkes, Mohamad Subuh) angka ini terus meningkat setiap tahun, dengan kasus terbanyak adalah payudara, serviks, dan paru.

Kanker dapat dicegah

Dengan variasi jenis, tingkatan, dan tipe penyakit kanker, maka penyebab kanker juga sangat beragam, beberapa bahkan belum diketahui apa penyebabnya. Namun demikian, berdasarkan American Cancer Society, kanker merupakan sekelompok penyakit yang dapat menyebabkan tanda atau gejala, dan 43 persen kasus kanker dapat dicegah. 
 
Penelitian menunjukkan bahwa banyak kanker terkait dengan perilaku dan gaya hidup termasuk pola makan yang tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik, oleh karena itulah salah satu upaya mengurangi risiko kanker tertentu adalah dengan megubah dan mengganti kebiasaan lama yang tidak sehat dengan mengikuti pola hidup sehat.

Cegah Kanker dengan Terapkan Pola Hidup Sehat.

Hidup sehat berarti membuat perubahan perilaku positif. Dan, jujur saja sampai saat ini sayapun masih struggle untuk menerapkan pola hidup sehat, karena ini adalah proses seumur hidup yang berkelanjutan. Jadi yaa gitu, kadang namanya manusia kaan, keinginan dan tindakan sering tidak sinkron.

Tetapi hal yang penting yang bisa di garis bawahi adalah, minimal sudah ada kesadaran akan manfaat mengubah pola hidup yang lebih sehat, salah satunya untuk meminimalkan faktor resiko penyakit kanker.

Lalu,  bagaimana cara yang efektif agar bisa konsisten menerapkan gaya hidup sehat pada kehidupan sehari-hari ini. 

Merangkum dari beberapa pengalaman pribadi dan catatan online, ada beberapa hal yang biasa saya terapkan untuk melakukan pola hidup sehat. 

1. Menemukan circle atau lingkaran yang sama-sama ingin sehat dan menerapkan pola hidup sehat. Memiliki jaringan orang-orang yang suportif sangat bermanfaat bagi kesehatan, terutama dukungan emosional. 

Nah, poin ini berpengaruh besar ketika ingin menerapkan pola hidup sehat. Fakta di lapangan, saya merasakan sendiri, memang mengubah gaya hidup sehat tidak sesederhana kelihatannya. Ada saja hal yang membuat kita berbelok ke kebiasaan lama.

Dengan adanya teman atau kelompok pada minat hidup sehat, biasanya kita akan lebih termotivasi, di media sosial juga banyak jejaring bagi yang sama-sama ingin hidup sehat. Ada grup berbagi resep makanan sehat, senam, olah raga, yoga dan lain-lain yang bisa di ikuti


2. Kelola stres Mengurangi tingkat stres dapat membantu menjaga kesehatan fisik dan mental. 
relaksasi, meditasi, dan yoga  waktu 20 menit atau lebih per hari  untuk praktik manajemen stres.

3. Cukup tidur Usahakan untuk tidur selama 7 sampai 8 jam setiap malam. Ini meningkatkan kesehatan, kemampuan mengatasi, suasana hati, pengendalian berat badan, memori dan perhatian.




4. Olah raga secara teratur dapat membantu mengurangi kelelahan, melancarkan peredaran darah, dan vitalitas. 

6. Pola makan sehat seimbang, selalu sertakan berbagai macam sayuran dalam setiap makan, konsumsi makanan tinggi serat, plus makanan probiotik dan prebiotik untuk mendukung usus yang sehat, makan dengan porsi yang lebih kecil, dengan menggunakan piring dan mangkuk yang lebih kecil saat makan. Belajar untuk mengidentifikasi kapan merasa lapar dan kapan kenyang. Karena terkadang, tubuh kita salah mengira haus sebagai kelaparan. 

                          

Deteksi Dini Kanker.

Salah satu kunci penting mencegah kanker adalah dengan melakukan deteksi dini. Memang ada beberapa kanker yang hanya didiagnosis setelah gejala berkembang. Dan ini mungkin setelah penyakit menyebar telah tumbuh cukup besar untuk dirasakan atau dilihat dalam tes pencitraan.

Tetapi banyak jenis kanker dapat didiagnosis lebih awal, sebelum gejala terbentuk. Masih ada peluang terbaik untuk bertahan hidup dan kualitas hidup yang sehat jika kanker didiagnosa dan diobati pada tahap awal.

Ada beberapa kanker lebih mudah dideteksi daripada yang lain. Contohnya jenis kanker kulit tertentu dapat didiagnosis pada tahap dengan inspeksi visual meskipun biopsi diperlukan untuk memastikan diagnosis tersebut. Atau kanker payudara yang bisa di deteksi dengan gerakan SaDaRi (Periksa Payudara Sendiri) 

Persiapkan Perlindungannya dengan FWD Cancer Protection

Banyak faktor yang menyebabkan seseorang didiagnosis terpapar kanker. Meskipun upaya pencegahan telah dilakukan, tidak menutup kemungkinan kanker masih bisa terjadi. 

Untuk itu selain upaya pencegahan, ada baiknya juga mempertimbangkan persiapan perlindungan diri dari kanker, salah satunya dengan menyiapkan perlindungan dengan FWD Cancer Protection

Pencegahan sejati tidak menunggu hal buruk terjadi, itu mencegah hal-hal terjadi sejak awal." ~ Don McPherson

FWD Cancer Protection, Pencegahan Kanker, Hidup Sehat dan Sehat secara finansial

Jika seseorang di diagnosis kanker maka harus bersiap untuk rangkaian treatment dan pengobatan yang panjang, lama dan tidak murah. Tentu ini perjuangan lain yang tidak bisa dihindarkan, seolah sudah sepaket, jika kanker menggerogoti secara fisik, maka perawatannya menggerogoti secara finansial.

Bukan hanya sakit fisik, kesehatan finansial terdampak besar untuk menutupi biaya medis. Karena itulah sebuah perlindungan akan sangat membantu agar perawatan berjalan maksimal tanpa membebani finansial yang ada. 

Memiliki asuransi adalah salah satu solusi yang dapat dipilih agar hidup tetap bisa berjalan seperti biasa. 

Secara garis besar, saya yakin banyak dari kita menyadari bahwa memiliki asuransi adalah hal yang sangat penting. Namun demikian, ketika dihadapkan untuk mengambil keputusan berasuransi, seringkali kita jadi berpikir lagi sebelum membeli produk asuransi.

Menemukan perusahaan dan memilih produk asuransi yang tepat serta sesuai kebutuhan, masih menjadi hal yang rumit dan membingungkan. Membuat simpel dan memudahkan calon nasabah atau nasabahnya dalam menentukan produk asuransi  sesuai kebutuhan, dengan proses cepat, praktis, tidak rumit dan membingungkan. FWD Life Indonesia bisa jadi salah satu pilihannya.


FWD Life pelopor asuransi berbasis digital di Indonesia yang membuat asuransi mudah beneran memiliki layanan khusus untuk perlindungan terhadap kanker. 


Lewat aplikasi FWD MAX yang dapat di unduh di Google Play Store calon nasabah FWD Insurance bisa mendapatkan layanan langsung pembelian Kanker Online FWD Cancer Protection langsung dari smartphone di genggaman, selain itu pembelian FWD Insurance  Cancer Protection ini memiliki keunggulan diantaranya: 

  1. Manfaat kanker, yaitu bisa mendapatkan 100% Uang Pertanggungan jika terdiagnosis penyakit kanker, bahkan sejak kanker tahap awal
  2. Premi terjangkau Kini, bisa mendapatkan perlindungan kanker mulai dari Rp10.000 per bulan. 
  3. Cakupan Manfaat yang luas, bisa mendapatkan Uang Pertanggungan hingga Rp500 juta. 
  4. Masa pertanggungan Masa asuransi yang dapat diperpanjang sampai usia 70 tahun. 
  5. Proses pendaftaran yang mudah Dapatkan perlindungan melalui proses pengajuan online yang mudah. 
  6. Fleksibel, dengan akan membayarkan manfaat pertanggungan 100%, walau telah memiliki paket asuransi lain.
Melihat nilai dan manfaat yang ditawarkan, FWD Cancer Protection dapat meminimalisir kekhawatiran seandainya terjadi kemungkinan terburuk. Tiada yang lebih berharga dari nikmat sehat, anugerah yang tak terhingga nominalnya.

Mengingat kembali cerita awal saya di atas, semoga beliau saat ini sehat dan baik-baik saja.
Saya berharap teman-teman semua juga selalu sehat ya!? 

FWD Life Meluncurkan Fitur “eServices”, Inovasi untuk Kemudahan Akses Nasabah



Pada kondisi pandemi saat ini, kita seakan diingatkan kembali tentang kesadaran akan hidup sehat, semua orang melakukan berbagai upaya agar tetap sehat, namun lebih dari itu, kondisi ini sebenarnya juga semakin menyadarkan kita, tentang bagaimana meningkatkan keamanan finansial di tengah kondisi yang tidak pasti, untuk sekarang dan di masa depan.

Ya, Covid-19 membuka mata kita, betapa pentingnya perencanaan pada hal yang tidak terduga. Banyak yang merasakan hidup seolah berubah dalam semalam, semua kenyamanan menghilang dalam sekejap. Dapat melewati masa-masa sulit dan kembali menjalani hidup seperti sebelum pandemi adalah harapan semua orang.

Tips Aman Bersepeda Saat Pandemi

Bersepeda menjadi salah satu aktivitas yang naik daun saat pandemi ini. Lelah terkurung berlama-lama di dalam rumah, bersepeda adalah cara untuk keluar rumah dengan alasan yang bagus, supaya tetap sehat dengan beraktivitas fisik.

Teman-teman bagaimana?

Siapa yang saat pandemi ini ikut mengeluarkan sepedanya, keliling di sekitar kampung dan komplek rumah, atau mungkin sudah menempuh jarak jauh dengan sepedanya.

                          

Launching Nivea Lip Crayon #TwoStayConnected

                     

Keadaan saat ini sungguh menantang bagi hampir semua orang, sudah lebih dari delapan bulan, pembatasan sosial karena pandemi virus corona kita jalani.

Makin kesini terasa banget sih ya, hari-hari kadang terasa menjenuhkan, kangen banget bisa beraktivitas seperti dulu lagi, janjian, punya rencana ini itu, pergi ke sana ke sini.

Kumpul-kumpul, hangout, berbincang sama temen-temen juga jadi hal yang dirindukan. Lebih dari itu sebenarnya kangen juga ya touch up, sekadar pulas bedak dan lipstik. karena praktis selama dirumah aja, Saya jarang banget menyentuh peralatan make up. 

Dan, beberapa waktu lalu, saya seperti dapat reminder soal ini. 

Semangat Bangun Disiplin Kebiasaan Baru Agar Covid-19 Ambyar

                          

Membangun disiplin sudah sejak lama menjadi issue penting di negara kita. Menjadi hal biasa jika kita sering membandingkan kedisiplinan dengan negara-negara seperti Jepang atau Korea Selatan. Dan, sad but true, harus di akui dalam hal disiplin, kita masih jauh tertinggal.

Lalu, bagaimana disiplin ditengah kondisi saat ini, dimana kita wajib menerapkan protokol kesehatan, membiasakan diri dengan kebiasaan baru atau new normal?

Pelatihan Literasi Digital dari UMi PIP (Pusat Investasi Pemerintah) Mendampingi Pelaku Usaha Ultra Mikro saat Pandemi


Tidak diragukan lagi jika pelaku usaha kecil, mikro dan ultra mikro menjadi salah satu yang paling terpukul oleh pandemi COVID-19 saat ini. Tidak seperti bisnis besar yang memiliki peluang lebih baik untuk bertahan. Pelaku usaha kecil cenderung hidup hanya dengan arus kas untuk paling banyak tiga bulan saja bahkan mungkin tidak ada sama sekali. 

Mengenal beberapa orang di circle saya yang memiliki usaha kecil, ada pedagang kelontong, tukang bubur, dan ketoprak dekat rumah. Saya mendengarkan langsung cerita mereka bagaimana pahitnya usaha di tahun 2020 ini, kondisi saat ini benar-benar suram, semua serba tidak pasti. 

Jadi Pahlawan Senyum dengan Pepsodent Edisi Khusus Merah Putih


Setiap hari saya selalu merasa bersyukur dan bersyukur. Di tengah kondisi dunia yang di cekam pandemi Covid 19, sampai sejauh ini saya dan keluarga masih sehat, masih bisa beraktivitas, beradaptasi dengan kondisi new normal, tidak menghadapi krisis yang mempengaruhi hidup secara signifikan. Yaa, memang tetap sih ada hal yang berubah, tapi Alhamdulillah semua masih bisa di atasi. 
 
Tetapi diluar sana, saya mengetahui sendiri banyak kenalan, teman, saudara, yang hidupnya total tidak sama lagi setelah kehadiran Covid 19.