Restoran menawarkan menu khas Italia, seperti Pizza, Spaghetti, Lasagna, spaghetti atau fettucine, tentu bukan hal yang aneh di Jakarta, tetapi soal rasa? Beberapa sudah di sesuaikan dengan selera orang Indonesia, jadi tak semua restoran  dengan menu khas Italia bercita rasa asli Italia, pizza misalnya, ternyata pizza italia yang asli memiliki roti tipis, toppingnya yang tebal, tepiannya justru kosong tidak di penuhi topping atau isian apapun.

Pun dengan roti, menu Italia tidak memakai Garlic Bread, yang ada adalah Bruschetta semacam roti silinder yang di potong-potong, dan di panggang dengan topping bawang putih dan tomat yang di potong dadu, lalu di siram dengan minyak zaitun. Wawasan tentang cita rasa menu Italia yang sebenarnya ini saya dapat langsung dari pemilik sebuah restoran Italia Eataly Resto yang berada di Green Lake City, Cengkareng.

 Liburan Keluarga Ke Banyumas, Menjelajah Pesona Kota Di Lembah Serayu



Wisata ke Banyumas, sedikit asing terdengar di telinga saya. Jalan-jalan, berwisata, liburan mencari tempat menarik memang sebuah tantangan, tapi ke Banyumas hmmm... Sepertinya belum banyak menjadi pilihan, Bali, Lombok, Bandung, Jogja atau Malang masih berada di list paling atas.

Padahal, ternyata nih yaa, Banyumas menyimpan banyak sekali pesona dan potensi wisata yang layak menjadi tujuan wisata loh!? Tak kalah dengan kota-kota di atas.

Hal ini baru saya ketahui saat saya hadir di acara "Expose Pariwisata Promosi Pariwisata Nusantara Kota Banyumas Di Dalam Dan Luar Negeri" awal bulan Maret ini, bertempat di rumah makan Handayani, Matraman Jakarta Pusat. Acara sosialisasi ini di sampaikan langsung oleh Kepala Dinas Olahraga, Kebudayaan Dan Pariwisata kabupaten Banyumas, Bapak Saptono.

Acara yang informasinya lumayan mendadak, tak menyurutkan langkah, bergegas ke stasiun Depok menuju stasiun Cikini lalu meluncur lokasi acara. Di hadiri berbagai perwakilan media dan teman-teman blogger, acara ini berlangsung santai, hangat dan cukup menarik perhatian, mengingat pengetahuan saya yang minim sekali tentang Banyumas.

Saya memang awam dengan Banyumas, tahu yang namanya Banyumas karena seorang sahabat, teman sebangku di SMP berasal dari Wangon, sebuah kecamatan di Banyumas, tapi ya namanya masih anak sekolah, bicara tentang daerah asal, bukan sesuatu yang intens kami bicarakan. Yang saya ingat dia bangga sekali dengan daerah asalnya, karena saat itu, artis papan atas Indonesia yang asli Banyumas, Mayang Sari sedang hits banget, katanya sih tetanggaan.

Beberapa cerita tentang Banyumas yang saya tahu dari teman saya ini, ya seputar Mayang Sari dan keluarganya, ayahnya yang dalang dan ibu Mayang Sari yang sinden, dan satu lagi Baturraden, satu-satunya tempat wisata yang ada di Banyumas saat itu. Sudah terbayang dong yaa..., ini cerita tahun berapa?

Banyumas adalah sebuah kabupaten di daerah lembah aliran sungai Serayu, beribukota di Purwokerto, kota ini ternyata bukan sebuah kota biasa. Pada tahun 2015 sebuah tim ekspedisi, bernama Ekspedisi Serayu, berhasil menyingkap sejarah, dengan penemuan berbagai artefak, benda-benda, dan situs zaman prasejarah, mulai dari kapak batu dan perkakas zaman neolithikum yang membuat para peneliti merasa yakin bahwa di masa lalu Banyumas adalah salah satu satu pusat kota dan peradaban. Sungai Serayu adalah entitas kota Banyumas, sungai ini mengalir dari daerah Dieng, Wonosobo.

Hari Pendengaran Sedunia, mendengarnya saya langsung berasa kudet, ternyata wawasan saya tentang peringatan hari-hari penting memang kurang, Bulan Maret ini tepatnya di tanggal 3 Maret di peringati sebagai Hari Pendengaran Sedunia, sebuah hari istimewa yang di peringati dengan tujuan meningkatkan pengetahuan, pemahaman, kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap masalah, gangguan pendengaran dan penderitanya. Hari Pendengaran Sedunia mulai di canangkan sejak tahun 2007 pada sebuah konferensi tentang gangguan pendengaran yang di laksanakan di Beijing, Tiongkok.

Indonesia sendiri mulai mencanangkan Hari Pendengaran sejak tahun 2010, di tetapkan menjadi hari Kesehatan Telinga Dan Pendengaran. Tanggal 3 di pilih karena sekilas bentuknya mirip dengan gambar daun telinga, dan tanggal 20 Maret lalu saya berkesempatan hadir di sebuah acara yang di helat oleh Departemen Kesehatan yaitu Press Briefing dalam rangka hari Pendengaran Sedunia tahun 2017, yang di hadiri oleh pembicara dari Kementerian Kesehatan Bapak dr. H Mohammad Subuh MPMM, Dirjen Pengendalian dan Pencegahan Penyakit,  Dr. Soekirman Soekin SpTHTKL, ketua PERHATI KL ( Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung dan Tenggorok Bedah Kepala Leher Indonesia) dan Angkie Yudistia seorang  tuna rungu, perempuan sukses yang inspiratif.

"...Ibu nggak boleh mengeluh nanti dosa loh, katanya bisa mengurangi pahala, dan  nggak baik untuk kesehatan jiwa.." Ehhh...kata siapa? Ibu boleh mengeluh koq..bebaskan saja bu perasaanya, wajar koq, daripada kesal, cape, lelah di tahan-tahan, nanti jerawatan..." Nahhh..pembicaraan ini sepertinya nggak akan habis-habis deh kalau di bahas, dan ujung-ujungnya malah jadi perdebatan, sama halnya seperti ibu bekerja VS ibu di rumah atau ASI VS Sufor.

Daripada membahas sesuatu yang berkepanjangan nggak ada ujungnya, ada satu solusi yang bisa di pilih ibu-ibu nih. Yaitu  kenapa nggak, apapun yang terjadi ibu memilih menjadi ceria dan kreatif.

Hidup adalah pilihan, nah inilah pilihan yang di sarankan saat saya mengikuti acara diskusi media dan workshop kreatif dengan tema Cheerful Creative mum's bersama So Klin Detergent di Nanny's Pavillion Central Park Jakarta 22 Maret, Acara yang di hadiri oleh brand ambassador So Klin Indy Barends, ibu Joana Elizabeth senior product manager fabric care So Klin, Miranti dari Living Loving.net dan artha Puri dari Ideku Handmade berlangsung asyik dan seru.

Kiat Menjadi Travel Blogger Dari Marischka Prudence: Cerita Arisan Ilmu KEB


Punya karir bagus, keluarga bahagia, rumah mewah, mobil mewah, tas branded, jadi orang ultra kaya, sukses dunia akhirat, ... hmmm...whatever, deh ya!? Yang pasti semua pernyataan di atas, bisa jadi salah satu mimpi beberapa orang. Eh, ada satu lagi nih yang ketinggalan, pingin keliling dunia, traveling kemana-mana, around the globe mengunjungi tempat-tempat keren, bersejarah dan megah. Ke laut, pantai, sungai, danau, gunung, hutan, salju, gurun, mengunjungi kota, desa, kampung apapun deh yang menarik, baik itu di  Indonesia ataupun negara-negara di belahan dunia lainnya. Hmm...itu sih impian saya juga, hehe

Awal menulis blog, saya terpikir ingin membuat blog tentang traveling, tapi ternyata. Tidak mudah yah, membuat blog dengan niche traveling, terutama karena frekuensi travelingnya satu tahun saja bisa di hitung jari, sudah gitu tempat yang di kunjungi mainstream banget, koq kesannya kurang menarik ya!?
Menjadi Penjahit Profesional Dengan Mesin Jahit Brother GS 2500 dan Textilezy

Akhir Februari lalu saya mendapatkan kabar duka, seorang teman sekelas saya saat duduk di bangku SMK meninggal dunia, ia menderita gagal ginjal stadium lanjut. Bukan satu kebetulan sepertinya jika beberapa bulan sebelumnya, kami (saya dan beberapa teman lainnya) yang setelah hampir delapan belas tahun sejak lulus, akhirnya bisa berjumpa lagi, kiranya atas izin Allah semua bisa terjadi, meski kegembiraan pertemuan reuni kami hanya berlangsung sesaat, tapi saya sungguh bersyukur, sebuah pencarian yang tidak di sengaja di jejaring sosial berhasil mempertemukan kami.

Saat berhasil bertemu lagi untuk pertama kalinya, hal kedua yang masing-masing kami tanyakan selain bertukar kabar adalah "...Eh....Gimana? Masih suka jahit nggak?" ya, begitulah, kami adalah alumni sebuah sekolah menengah keterampilan jurusan Tata Busana, menjahit adalah pelajaran kami sehari-hari waktu itu. Dan jawaban kamipun beragam, teman saya yang masih berjuang melawan penyakitnya tentu saja menjawab sudah lama sekali ia meninggalkan mesin jahit, seorang teman lain sama sekali sudah tidak menjahit lagi, beberapa teman saya menggeluti usaha tata busana, namun ada juga yang profesinya hari ini sangat jauh berbeda, dan ada yang masih kadang-kadang menjahit, namun hanya untuk diri sendiri, dan itu adalah saya.


Menjahit bukan pekerjaan asing bagi saya, meski tidak sering, paling tidak saya tak pernah risau jika ristleting celana anak saya copot atau saat memasang badge sekolah anak-anak, saya tidak perlu menunggu tukang jahit keliling, karena saya bisa melakukannya sendiri.


Saya bercita-cita menjadi desainer, dan pernah membuka studio desain dan jahit menjahit kecil-kecilan di rumah, dulu sekali saat anak-anak saya masih balita, sayangnya tidak konsisten saya tekuni, dan akhirnya mandek di tengah jalan, meski hingga kini kalau sedang mood, saya masih suka membuat pola, memotong bahan, membuat baju sendiri dan baju anak-anak, yaah minimal membuat ikat rambut dan taplak-taplak meja. 

Namun begitu saya masih punya impian menjadi desainer dan menjadi penjahit profesional, yah namanya juga harapan toh yaa?! Kita tak pernah tahu kemana nasib akan membawa kita. Makanya hari sabtu tanggal 4 Maret, saya bersemangat sekali, saat kembali berkunjung ke Museum Tekstil mengikuti sebuah workshop menjahit Quilting, satu pelajaran yang selalu jeblok nilainya di masa sekolah dulu ihiy!.. 


Menjadi Penjahit Profesional Dengan Mesin Jahit Brother GS 2500 dan Textlezy

Quilting adalah sebuah artwork, dengan cara menggabungkan potongan kain atau bisa juga perca, sisa-sisa atau limbah kain yang tidak terpakai, dengan ukuran tertentu, kemudian di rangkai menjadi gabungan yang membentuk pattern atau motif unik, dengan jahitan model jelujur yang hasilnya pas dan rapi.
Menjadi Penjahit Profesional Dengan Mesin Jahit Brother GS 2500 dan Textlezy

Menjadi Penjahit Profesional Dengan Mesin Jahit Brother GS 2500 dan Textlezy
Salah dua contoh quilting, gaabar dari Huffington Post


Acara Bertajuk "Quilt Workshop, Let's learn How To Make Pillow Cover" yang di pandu oleh mba Astri Damayanti dari Kriya Indonesia yang ahli sekali urusan jahit menjahit, berlangsung santai dan menyenangkan, karena beberapa peserta yang  masih awam, dengan dunia jahit menjahit, bahkan ada yang baru pertama kali menjahit pun terlihat sangat happy dan menikmati sesi workshop ini, kami sudah di siapkan berbagi keperluan untuk praktek. gunting, jarum pentul, dan potongan beberapa kain untuk membuat sarung bantal kursi. Selain untuk sarung bantal kursi, quilting bisa di aplikasikan untuk berbagai kreasi peralatan rumah tangga, seperti selimut, sprei, taplak meja, tutup galon, atau untuk hiasan dinding, tergantung kreativitas pembuatnya. 

Grand Taman Melati 2 Margonda, Apartemen Mahasiswa, Investasi Properti Dan Pendidikan Di Satu Tempat

Sudah lebih dari lima belas tahun saya tinggal di kota Depok, sejak menikah sudah berpindah rumah dari satu tempat, ketempat lain, dan semua nya masih di sekitar Depok, mulai dari Pancoran Mas, Sukmajaya, Kembang Beji, hingga akhirnya menetap di tempat sekarang.

Depok hari ini sudah banyak berubah, menyaksikan metamorfosis perubahan kota Depok yang pesat, cukup membuat terkesima, padahal dahulu menurut cerita ibu mertua yang sejak tahun tujuh puluhan pindah ke Depok, beliau merasa galau saat akan tinggal di Depok, banyak yang mencibir saat memutuskan pindah ke Depok, yaa memang saat itu nggak banyak orang yang mau tinggal di Depok kondisinya masih kampung-kampung sepi, di dominasi hutan dan kebun-kebun, daerah yang saking sepinya sampai-sampai terkesan seram karena di sebut tempat jin buang anak.

Namun setelah pembangunan perumnas (Perumahan Nasional) kondisi Depok berubah dan mulai ramai, dan semakin bertambah ramai setelah pemerintah memutuskan untuk memindahkan sebagian kampus Universitas Indonesia ke kota ini di tahun 80'an

Geliat ekonomi kota Depok, sedikit banyak memang di mulai sejak kehadiran Universitas Indonesia, yang kemudian di susul oleh adanya kampus lain seperti Gunadarma, BSI dan universitas lainnya. kehadiran kamus-kampus ini memberikan peluang ekonomi, dengan maraknya kehadiran rumah-rumah kost, warung-warung makan, laundry atau rental komputer untuk memenuhi kebutuhan para mahasiswa.

Tulisan terkait: Refreshing Di Hutan Kota UI
                           Cari Tempat Makan Enak Dan Asyik Di Kota Depok, Ke Kongkow Resto Aja, Yuk!


Save The Date! 8-9 April 2017 Have Fun Bersama Keluarga Di  Blibli Fun Festival (BFF)  Art, Market Dan Music Festival


Bulan April mendatang bakal ada acara seru loh di Jakarta, tepatnya tanggal 8-9 April 2017 akan ada sebuah festival yang berlangsung di Ecopark, Ancol. Eh, Koq mba Nunu sok tahu sihh?!...tahu-tahuan, bakalan seru, kata siapa..? Hehe..iyya donng, soalnya saya dapat bocoran keseruannya saat saya hadir di acara konferensi persnya, langsung dari panitia penyelenggara acara ini tanggal 8 Maret lalu, di kantor pusat Blibli.com,  acara yang juga di hadiri para petinggi, CEO Blibli.com sebagai penggagas acara ini.

Tentu sudah tidak asing dong ya dengan Blibli.com, untuk apa yaa Blibli.com mengadakan festival ini?

Menurut penjelasan CEO Blibli.com Pak Kusumo, acara ini di adakan sebagai bentuk komitmen Blibli.com dalam mengapresiasi dan mengembangkan kreativitas produk lokal, karena Blibli adalah satu-satunya E-Commerce yang memberikan tempat khusus bagi para produsen produk lokal yang kreatif dan berkualitas di dalam fitur khususnya GALERI INDONESIA, karena sejak awal berdiri Blibli.com juga bertujuan ingin meningkatkan potensi brand dalam negeri.
International Women Day 2017 Bersama Tupperware, Wujudkan Mimpi Besar Perempuan indonesia


Setiap Tanggal 8 Maret perempuan di seluruh dunia memperingati sebuah hari istimewa, yaitu peringatan hari perempuan Internasional, hari yang di peringati pertama kali tahun 1909 di Amerika Serikat, dan mulai di canangkan secara internasional sejak tahun 1975 oleh badan dunia PBB, sebuah peringatan, yang tentu saja mempunyai arti tersendiri untuk perempuan. Tema peringatan hari perempuan internasional tahun 2017 ini adalah  #BeboldForChange, berani untuk berubah, sebuah tema yang sangat menggugah nggak terkecuali buat saya.

Ini Dia Yang Harus Di Jalani Untuk Sukses


Semua orang pasti ingin sukses, namun faktanya nggak semua berhasil meraih kesuksesan, contohnya saya nih..ihiy, yang harus menutup tirai usaha setelah hampir lima tahun berjalan. Sekarang sih saya sudah bisa senyum-senyum, ya bisa di bilang udah move on...
Padahal dulu mah dudududuhh nangis nya, kaya lagi ngupas bawang bombay sekarung, rasanya nyesek banget! Apalagi saya juga kan di hinggapi rasa bersalah dan nggak enak hati sama pak suami selaku investor, karena modalnya nggak kembali, iya sesungguhnya selama lima hampir tahun itu, kami lebih banyak  keluar modal daripada dapat untung, Alhamdullillah beliau adalah anugerah terindah yang pernah saya miliki ( Sheila gangs mana suaranya..) Support dan bimbingannya selama waktu itu memang luar biasa, meskipun saya mengecewakan, alhamdulillah dia tidak terlalu ambil pusing dan tetap mau menghibur saya "...Masih banyak peluang dan kesempatan lain, yang penting kamu masih mau berusaha, nggak ada yang namanya gagal, kalau kita jadi belajar.." begitu kata-katanya yang bikin nyess kayak air es.

Ke Museum Tekstil Sambil Belajar Masak Sekaligus Dapat Solusi Berbelanja Dengan Cara Yang Mudah


Pergi ke museum, hmmm.... rasanya sudah lama sekali saya tidak berkunjung ke museum. Terakhir kali pergi ke museum, itu kapan ya?! Sudah lupa, kalau nggak salah sih ke Museum Bank Indonesia di daerah kota sana bareng keluarga. Namun meski sudah lama ngga ke museum, pergi ke museum sesuatu yang nggak asing bagi saya, karena sejak anak-anak mulai masuk usia sekolah, hampir tiap tahun dari sekolah mereka selalu ada saja field trip ke museum, seperti Museum Proklamasi, Museum Gajah, Museum Layangan, dan museum lain yang ada di jakarta, museum memang jadi tempat tujuan favorit edukasi yang menjadi andalan sekolah.

Minggu lalu setelah sekian lama, akhirnya saya bisa menjejakkan kaki ke salah satu museum di Jakarta, namanya Museum Tekstil, menghadiri sebuah acara bareng blogger, kerjasama Museum Tekstil dengan Kriya Indonesia.

Cari Tempat Makan Enak Dan Asyik Di Kota Depok? Ke Kongkow Resto Aja Yuk!



Kalau mau yang lebih enak kita bisa juga tuh kita melipir ke mall yang ada di kota Depok, seperti Mall Depok, Detos atau Margo City, tapi makan di mall... hmm kalau saya kurang bisa menikmati, di samping suasananya yang cenderung selalu crowded, harganya juga double kan yaa... Belum lagi kadang harus waiting list atau suasana makan menjadi nggak nyaman karena melihat antrian yang menunggui kita selesai makan, nyah..nyah..ihiy. 

Ada juga sih beberapa restoran tempat makan yang enak pernah saya coba, tapi lokasinya cenderung agak jauh dari pusat kota Depok. Melipir ke arah Cibubur, Cileungsi sana atau ke daerah Sawangan, yaah lumayan jauh sih dari rumah saya, bener-bener harus niat kalau mau kesana.
© Nunu Halimi ·