Masih hangat di timeline media sosial, terutama di facebook, bersliweran cerita, foto-foto dan status orangtua yang sedang berbahagia, membanggakan keberhasilan anak-anaknya beberapa waktu lalu, dari lolos seleksi SBMPTN, nilai ujian akhir, sampai membagikan foto nilai raport secara utuh, kalimat-kalimat pujian penuh cinta, serta ungkapan rasa syukur penuh suka cita terangkai sedemikian rupa.

Lalu kemudian, munculah status tandingan yang menyayangkan tindakan orangtua seperti ini, eh, sebenarnya lebih tepat di sebut status mengingatkan, maklum faktor keamanan anak-anak yang tersebar datanya secara terbuka di medsos menjadi kekhawatiran, ini berpotensi di salah gunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, karena di dalamnya tertulis informasi identitas pribadi.

Ya, itulah dinamika media sosial, selalu menarik untuk di ikuti. Namun ada satu hal yang patut di cermati dari peristiwa ini, betapa nilai dan angka masih menjadi tolak ukur keberhasilan anak-anak, orangtua sangat bangga melihat angka cantik di lembar raport anak-anak, anak-anak seolah berlomba untuk meraih petingkat teratas, hal seperti ini bagi sebagian orang bahkan menjadi satu-satunya indikasi anak pintar dan hebat, dan meskipun saat ini guru tidak lagi mencantumkan peringkat, selalu saja ada orangtua yang bertanya berapa rangking anaknya.
Mom N Jo Pakubuwono, mungkin banyak yang baru dengar ya, toss berarti kita sama, saya juga baru tahu nih, ternyata ada cabang Mom N Jo di sekitar Jalan Pakubuwono. Maklum selama ini lebih familiar, mengenal Mom N Jo yang ada di jalan Dharmawangsa.

Terletak di Jalan Bumi nomor 8, ternyata Mom N Jo Pakubuwono ini sudah eksis tepat setahun tanggal 9 Juni lalu, hari itu, saya bersama beberapa teman blogger mendapat kesempatan untuk menghadiri peringatan satu tahun beroperasinya Mom N Jo cabang Pakubuwono.

Mau sukses? Mau kaya? Mau punya pasif income? Mau hidup enak tanpa capek kerja?
Pertanyaan di atas biasanya familiar di tanyakan oleh mereka yang sedang menawarkan bisnis MLM (Multi Level Marketing) Secara spontan, jika di tanya seperti itu, biasanya kita akan menjawab, ya! iyaa dong!? Semua orang pasti mau sukses, mewujudkan mimpi, dan pasti mau banget hidup enak tanpa capek-capek kerja, Nah! Jika sudah seperti ini, maka tahap selanjut nya sudah bisa di tebak. Mulai lah kita akan masuk dalam target, prospek untuk gabung sebuah bisnis MLM.

Siapa yang nggak mau hidup sukses, bahagia, bergelimang kemudahan, kenyamanan, dan kemakmuran, terlebih jika sedang dalam keadaan terpuruk, keluarga berantakkan, terlilit hutang, serta terdampak segudang masalah, semangat sedang down, putus asa, mencari solusi hidup, dan mendamba jalan keluar dari masalah. Mereka orang-orang yang ingin mengubah nasib seperti ini, biasanya juga menjadi target "closing" para pelaku bisnis MLM, dengan iming-iming bonus besar, kekayaan, kebebasan finansial siapapun pasti tergiur mendengarnya.

Sebagian dari kita mungkin tidak asing dengan bisnis MLM, banyak orang yang sukses menjalankan bisnis ini, namun yang gagal juga tak kalah banyak. MLM sebenarnya sebenarnya punya prospek yang menjanjikan, sayangnya akibat ulah segelintir orang dan perusahaan yang tidak bertanggung jawab, berdampak pada image MLM secara umum.
Setelah sekian banyak jatuh bangun
Setelah sekian banyak terbentur dan terbentuk
Setelah sekian banyak tertimpa dan tertempa
Masihkah kita melabuhkan harapan di atas kekecewaan?
Persatuan di atas perselisihan?
Kejujuran di atas kepentingan?
Dan musyawarah di atas amanah?

Ataukah ke-Indonesiaan kita telah pudar?
Dan hanya tinggal slogan dan rekaman

TIDAK!!!

Karena mulai hari ini, nilai-nilai itu kita lahirkan kembali, kita bumikan dan kita bunyikan kembali di setiap jiwa dan raga manusia Indonesia..

Sepenggal puisi yang di bacakan bapak Ma'ruf Cahyono Sekjen MPR RI menutup keseruan acara Ngobrol Bareng MPR RI bersama Netizen di gedung MPR/DPR tanggal 5 Juni lalu, agak sedikit merinding ketika pak Makruf memekikkan kata TIDAK!! 
© Nunu Halimi ·