Jalan-Jalan dengan Bus Nyaman saat Pandemi

Program vaksinasi Covid 19 yang sudah mulai berjalan saat ini menjanjikan angin segar untuk kita bisa secepatnya mengakhiri pandemi. 
Dan, cukup membuat optimis ketika beberapa hari lalu saya membaca berita bahwa di beberapa negara, seperti Amerika, Perancis, New Zealand, bahkan China tempat awal penyakit ini muncul sudah mulai mencabut aturan untuk memakai masker.

Negara-negara tersebut telah dapat beraktivitas seperti biasa di luar rumah karena sudah lebih dari 50% populasinya divaksin.

Tentu itu tidak akan terjadi dalam semalam di Indonesia, mengingat program vaksinasi yang berjalan masih jauh angkanya, tetapi kita harus yakin jumlahnya akan terus meningkat, dan situasi akan kembali membaik.

Apa yang ingin teman-teman lakukan kalau situasi pandemi sudah mereda?

Kalau saya, hmmm.. tentu saja yang pertama ingin bisa jalan-jalan lagi dengan bebas, tanpa masker dan printilannya. Kulineran menikmati keindahan alam, refreshing.
 
Gambar; saat naik bus pariwisata ekslusif di pameran mobil 

Tetapi, kita kan nggak tau yah sampai kapan situasi ini berlangsung, sebenarnya mungkin nggak sih kita tetap bepergian saat ini? 

Program Jam Makan Serat, Maksimalkan Asupan Serat untuk Kesehatan Pencernaan Anak

Berbagai cara dilakukan, namun tetap nggak bikin anak-anak suka makan sayur.

Siapa ibu-ibu yang mengalami hal ini?

Yuk ah, kita berpelukan dulu, karena masalah kita sama.

Yup! dua dari empat anak saya di rumah, lumayan picky untuk makan sayur. 
Bersyukurnya salah satunya sekarang (karena sudah masuk usia remaja) lumayan sudah mau makan beberapa jenis sayur, seperti wortel, tauge, kangkung dan sawi putih. 

Nah, tinggal satu lagi nih, si Kecil yang masih sering memberi penolakan setiap kali melihat sayuran dalam menu makanannya.

Membuat anak-anak makan sayuran memang tidak mudah, sekaligus juga tidak sulit untuk mengetahui alasannya. 

Rasa sayuran yang cenderung tidak manis, tawar, atau aromanya yang “aneh” dan beberapa terasa pahit, biasanya jadi alasan anak tidak suka makan sayur.

Beda anak beda selera makan. Walaupun tinggal dalam satu rumah, masak di dapur yang sama, kesukaan makanan anak-anak tidaklah sama.

Serunya Ikut Seaventure, Petualangan Virtual Bawah Laut Paddle Pop di Jakarta Aquarium Safari

"Ibu, kenapa tangan gurita ada banyak?"
"Ikan pari punya "sting" untuk apa?"
" Widi sea dragon seperti pohon, tapi kok bisa berenang?"

Hhmm,.. ini baru tiga pertanyaan, yang masih terus bersambung dengan pertanyaan lain dari Si Mbul Kian beberapa waktu lalu, saat sedang asyik mengikuti keseruan wisata virtual bawah laut Seaventure, Jakarta Aquarium Safari 

Begitulah menjadi orangtua, ketika anak-anak melihat atau mendengar sesuatu yang baru, kita harus siap dengan ragam pertanyaan, dan mungkin memang sudah naluri mereka, sukanya mengajukan banyak pertanyaan.


Tetapi, tidak untuk kali ini, karena kami sedang menyaksikan pertunjukkan bawah laut dari Jakarta Aquarium Safari di www.paddlepopmainyuk.com. Alhamdulillah jawaban untuk pertanyaan Si Mbul Kian kali ini, ada semua di sana.

Yuk, Sikat Gigi Sekarang! "Be Proud of Your Mouth" Indonesia Bebas Karies 2030

Tidak diragukan lagi jika kesehatan mulut dan gigi berkontribusi besar terhadap kesehatan kita secara umum, karena mulut dan gigi adalah tempat awal mula masuknya makanan, minuman, dan berbagai zat lainnya ke dalam tubuh. 

Selain itu, mulut dan gigi juga memiliki pengaruh yang besar dalam kehidupan sosial, karena saat berinteraksi, berbicara, dan tersenyum, semua dilakukan dengan mulut dan gigi.
 
Namun, bagaimana jika mulut dan gigi mengalami masalah?
 
Wah! Jangan sampai deh yaa! Apalagi di tengah suasana pandemi sekarang. Pergi ke dokter umum saja rasanya takut ya, apalagi ke dokter gigi, tempat yang memiliki resiko tinggi persebaran virus karena kasus penularan covid 19 terjadi melalui droplet atau air liur. 
Jika masih bisa ditahan rasa sakitnya, saya yakin banyak yang akan memilih menunda pergi ke dokter gigi. Tetapi menunda terlalu lama tentu tidak akan menyelesaikan masalah, yang ada malah makin parah.