Andra Alodita, familiar dengan namanya? Kalau mengaku blogger, pastinya tahu dengan blogger cantik ini. Karena blognya menjadi referensi banyak orang, khususnya perempuan, dan sekarang eksis menjadi selebgram dengan ratusan ribu followers di instagram.

Mengenal blognya setahun lalu, saat mulai aktif di komunitas blogger, namun saya baru benar-benar mengamati postingan instagramnya beberapa minggu lalu, saat akan mengikuti workshop "Creative Writing for Blogger  Tinker LustXAlodita" di Kinosaurus daerah Kemang Jakarta Selatan.

Tips Menulis Kreatif Dari Andra Alodita

Wow banget memang foto-foto Malo (panggilan akrabnya mba Alodita) memandang tampilan grid instagramnya saya langsung mikir, gimana yaa bikin foto-foto secakep itu, secara foto-foto dan grid IG saya berantakan banget, ihik..

Setiap datang ke sebuah pameran mobil, biasanya mobil yang paling saya incar, dan ingin saya lihat-lihat adalah mobil-mobil jenis MPV, seneng aja lihat mobil minibus, multi fungsi terutama untuk keluarga besar seperti keluarga saya, merasakan punya mobil SUV, sudah mulai berasa sempit yaa, dulu saat anak sedikit dan masih kecil-kecil, masih oke deh yaa, nggak terasa sumpeknya.

Sekarang, setelah punya tiga anak pra remaja dan satu batita, kalau pergi kemana-mana, sudah terbayang rempongnya suasana didalam mobil, ribet banget deh! Dari yang mulai anak-anak rebutan kursi atau yang satu ngeyel maksa selonjoran, belum lagi kalau saya harus ajak ibu, kakak, adik atau keponakan, ke acara keluarga besar, pasti harus ada yang mengalah, cari pinjam atau sewa mobil satu lagi, kalau nggak gitu, bisa batal ke tempat tujuan, nggak keangkut semua.

Dan punya batita, yang namanya bagasi mobil, pasti penuh sama perabotan, stroller, mainan dan semua printilan keperluan si kecil, supaya dia anteng dan tenang di jalan, udah layaknya tempur semua peralatan di bawa serta, selama masih ada space kosong, terus aja di masukkin barang-barang.

Saat melintas jalan tol Jagorawi, ketika menuju ke Cikarang, saya takjub dengan pemandangan progress pembangunan LRT (Light Rapid Transit) yang mulai membentang ketika memasuki kawasan Cibubur hingga ke wilayah Bekasi, Woow banget! Tiang-tiang pancang kokoh berdiri dan liukkan beton seakan melambai di terpa angin.

LRT City, Hunian Terintegrasi Dengan LRT, Kontribusi Adhi Karya Mengurangi Kemacetan Untuk Peningkatan Kualitas Kehidupan Di Jakarta
Pembangunan LRT, sumber gambar: merdeka.com
Lalu kemudian saya membayangkan, tidak lama lagi akan merasakan sebuah perubahan dalam bertransportasi, naik kendaraan massal yang modern, sama seperti yang ada di kota-kota besar dunia. Dari satu stasiun ke stasiun, di sambung dengan berjalan kaki ke tempat tujuan, bebas macet, hemat waktu, hemat biaya dan bikin sehat pula, hmmm...


Besok tanggal 17 Agustus, genap 72 tahun negara kita tercinta Indonesia merdeka, suka cita merayakan kemerdekaan sudah terasa, umbul-umbul dan aneka pernak-pernik perayaan kemerdekaan menghiasi tiap sudut jalan, kampung-kampung, kantor dan sekolah. 

Selama 72 tahun perjalanan kemerdekaan, sudah banyak sekali capaian yang di raih bangsa Indonesia, meski di sisi lain, masih punya banyak sekali ketertinggalan di bandingkan dengan negara lain, padahal di tahun 2045, saat peringatan 100 tahun atau satu abad kemerdekaan, mempunyai visi yang sangat luar biasa menjadi Indonesia Emas, itu artinya 28 tahun dari sekarang.

Impian masa depan tentu tak akan terwujud jika hari ini tak berbuat sesuatu. Indonesia emas di tahun 2045, semoga kita masih di beri kesempatan menyaksikannya yah. Anak cucu kemungkinan besar akan merasakannya, kondisi Indonesia Emas akan tercapai jika mempersiapkan mereka dengan baik, dari sekarang.

Kondisi anak-anak saat ini, bisa menjadi gambaran akan seperti apa masa depan bangsa kita kelak, dan cukup mengkhawatirkan ketika Badan Pusat Statistik atau BPS menyatakan jumlah penduduk miskin Indonesia pada bulan maret 2017, sebanyak 27,7 juta jiwa, 11 juta jiwa di antaranya adalah anak-anak atau 40% dari keseluruhan penduduk miskin, selain itu banyak anak Indonesia mengalami Malnutrisi, bukan karena orangtuanya kekurangan materi, tetapi lebih kepada pola makan tidak seimbang, serta pola hidup yang tidak tepat dan tidak sehat.

Pada tanggal 9 Agustus lalu saya hadir menyaksikan pengumuman dan pemberian hadiah untuk para juara lomba resep masak dengan bahan dasar So Good, perlombaan yang di lakukan bulan ramadhan lalu, ini di langsungkan di Kopi Kalyan Cafe. Bertema "Saat Ramadhan, Saatnya So Good" tidak tanggung-tanggun kurang lebih 800 peserta mengikuti perlombaan ini.

Luar biasa sekali yah antusiasme ibu-ibu yang mengikuti lomba masak ini. By the way, awalnya saya pingin juga loh ikutan lomba masak ini, apalagi So Good bekerjasama juga dengan Blogger Perempuan Network mengadakan lomba masak So Good untuk Blogger, tapi setelah menimbang, dan memikirkan akhirnya saya batal ikut, nyesel juga sih yaa. Abis gimana dong, meskipun suka masak, saya tidak begitu telaten memfoto step by step saat memasak, maunya sreng, sreng, sreng tanpa di cut, sudah begitu saya sadar diri juga skill memfoto makanan saya kurang mumpuni, yaa intinya menyerah sebelum berusaha..krik 😖

Berani Wangi Dengan Downy Daring, Paduan Harmonis Aroma Parfum Premium, Lebih Harum Dan Lebih Tahan Lama Dari  Parfum Mewah

Setiap hadir di acara undangan blogger, ada satu pertanyaan, yang sebenarnya sih sekadar berbasa basi, tapi selalu saja muncul, ketika teman-teman blogger saling menyapa "Naik apa ke sini mba?"

Dan jawaban biasanya beragam, umumnya teman-teman blogger menjawab naik kendaraan umum, ada yang naik commuterline, busway atau angkutan berbasis online. Senang memang, berkat pertanyaan ice breaker simpel ini, suasana bisa langsung cair, meski itu teman yang baru kita kenal, dari sini kemudian obrolan bisa nyambung ke mana-mana.

Pasca melahirkan dua tahun lalu, pergi ke salon untuk melakukan perawatan khas perempuan seperti creambath, lulur, atau facial adalah previlege banget buat saya, dulu sebelum lahiran paling tidak sebulan sekali saya ke salon, niatnya sih refreshing, menyegarkan diri, di krimbath atau totok wajah, tapi sekarang frekuensi ke salon bisa di hitung jari, soalnya baru mulai mikir ingin kesalon aja, udah panjang deh alasan, malas kelamaan nunggu waiting list ingat si kecil dan memang susah banget cari waktu yang pas.

Pernah beberapa kali pulang dari sebuah acara blogger, pingin mampir ke salon yang biasa di lewati, tapi yaa, hmmm menambah waktu keluar rumah meninggalkan anak-anak, apalagi saya masih mempunyai balita, rasanya gimana, bawaannya nggak enak hati, nggak nyaman, so akhirnya batal niat masuk salon.

© Nunu Halimi ·