Google Untuk UKM, Cara Sukses UKM Online Dengan Mengoptimalkan Fitur Gratis Dari Google

Google untuk UKM? Appaan tuh? 

Saya yakin pasti ada yang seperti saya, punya pertanyaan sama tentang ini.

Sebagai sebuah perusaahaan raksasa teknologi, ketika Google menggaungkan hastag #GoogleuntukUKM tentu saya penasaran, pasalnya saya dan suami punya usaha kecil-kecilan sebagai supplier peralatan laboratorium, kira-kira apa yaa yang Google lakukan untuk UKM?

Google Bisnisku

Jawabannya ternyata ada di Google Bisnisku, yang ini mungkin sudah banyak yang tahu yaa, atau paling tidak  pernah mendengar tentang Google Bisnisku, tapi bagaimana cara menggunakannya dan mengoptimalkannya, mungkin belum banyak yang paham.

Dengan lebih dari 250 juta jiwa penduduk, pernah kebayang nggak bagaimana caranya pemerintah memastikan ketersediaan pangan untuk kita nih rakyat Indonesia, kalau saya sih iya. Beneran saya nggak bisa bayangin, soalnya saya yang baru "ngasih makan" empat anak aja pusingnya bukan main loh?! 

Pemenuhan kebutuhan pangan yang di lakukan pemerintah, sudah pasti dengan sistem dong ya, makanya alhamdulillah sampai hari ini, kita masih bisa memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari dengan mudah. Kalau nggak pakai sistem kacau lah semuanya, bisa terjadi krisis atau terjadi kelangkaan bahan pangan, kalau sudah begitu tahu sendiri kan hebohnya, ketika satu jenis pangan langka seperti beras atau cabai misalnya,efeknya bisa kemana-mana sampai merambat jadi urusan politik, pusing deh pala bebeb lihat berita.

Penyalahgunaan obat, hmm..hal yang nggak habis pikir banget deh buat saya. Beneran super heran dengan mereka ( terutama) yang dengan sengaja suka menyalahgunakan obat, sebenarnya apa yang ada di kepalanya yah, karena secara fisik orang-orang yang menyalahgunakan obat biasanya  kan orang sehat, koq ya mau-maunya minum obat, obat yang notabene di minum orang sakit.

Kebetulan saya punya kakak yang mengidap penyakit tumor otak, telah dua kali di operasi dan hingga hari ini masih terus dalam tahap pengobatan. Tumor otak yang derita kakak sudah merusak jaringan otak, juga membuatnya kehilangan penglihatan, memikirkan beliau adalah salah satu hal yang sangat membawa kesedihan dan kepedihan buat saya.

   Bing beng bang, yuuk! Kita ke bank                                                               
  🎜Bang bing bung, yuuk! Kita nabung 🎜 
   ♫ Tang ting tung, hey! Jangan di hitung🎜                                                         
 Tau Tau kita nanti dapat untung...

Siapa yang familiar dengan penggalan lirik lagu di atas? Toss dulu deh yaa, karena bisa jadi kita seangkatan bbrrb...langsung umpetin KTP 😃

"Menabung" ini lagu anak hits di era 90an, di populerkan  oleh trio kwek-kwek featuring Titik Puspa, yang saat mendengarnya, jujur saya merasa tergugah dan jadi pingin menabung, pesan lagu ini tuh dapat banget, apalagi ketika mendengar tambahan syairnya seperti ini nih...

                                     ♫Dari kecil kita mulai menabung                                                 
   ♬Supaya hidup kita beruntung                                                 
  🎜Mau keliling dunia ada uangnya 🎜                                             
 Juga untuk membuat istanaaa...

Lalu, mulai deh saya berkhayal khas anak-anak cewek ye kaan, hidup di istana keliling dunia, bersama pangeran berkuda putih. Yaa..ampunn mainstream banget ya anaknya.

Yup, begitulah dari kecil kita sudah di tanamkan untuk menabung, guru biasanya mengadakan tabungan mandiri untuk anak-anak di kelas, orangtua memfasilitasi anak-anak dengan celengan, karena anak-anak kan agak susah ya berurusan dengan bank, pokoknya sejak kecil kita sudah paham  kalau rajin menabung itu banyak untungnya.

Anak zaman sekarang galaunya karena putus cinta, susah move on katanya. Sementara anak zaman dulu galaunya kalau pas ngibarin bendera, eh lagu belum selesai, bendera sudah di ujung tiang. Ya, begitulah sekilas cerita lucu-lucuan perbandingan  generasi zaman dulu dan zaman sekarang.

Yang kalau boleh saya bilang, sebenarnya dua generasi ini sama sekali tidak layak di bandingkan, soalnya nggak apple to apple, secara kan yaa anak-anak zaman sekarang mainannya udah gawai dengan resolusi mutakhir, tontonan dan tuntunannya langsung dari youtube,  sementara anak-anak zaman dulu especially anak-anak 80-90an macam saya, bisa nonton TV bebas gonta-ganti channel  pakai remote aja, sudah previlege luar biasa.

Hal inilah yang menjadi salah satu kata kunci sebuah film yang akan di rilis tanggal 9 Nopember nanti, yang saat saya lihat trailernya, ada adegan percakapan beberapa remaja, yang tidak terima dengan pendapat orangtua, karena selalu membandingkan cara hidup mereka saat remaja untuk menasihati. Tetapi bukannya menurut dan mengamini apakata orangtua, yang terjadi justru sebaliknya anak-anak ini menjadi pemberontak, nakal, liar dan mengecewakan orangtua.

Apakah benar anak-anak ini demikian, tidak mau mendengar kata-kata orangtua? Atau sebenarnya orangtua yang tidak bisa berkomunikasi dengan baik, tidak mau mendengar apa kata anak? Hmm. Itulah sekilas gambaran cerita film "My Generation" film yang mengangkat berbagai isu yang lekat dengan generasi Z, lika-liku remaja dengan segala relasi dan perilakunya. Sebuah film yang mengungkap realita kehidupan remaja masa kini, generasi Z. Generasi yang lahir antara tahun 1995-2015.

Melihat teaser film ini membuat saya terkesiap, karena anak-anak saya juga masuk dalam generasi Z, ini juga membuat saya juga berkrenyit, perlu nggak yah sebagai ibu generasi Z menyaksikan film ini,  siapkah saya melihat realita anak zaman sekarang?

Ternyata, film ini justru bukan hanya tontonan untuk remaja, orangtua juga sebaiknya menonton film ini, begitu menurut cerita beberapa teman blogger yang melihat langsung press conference film ini beberapa waktu lalu, film ini memperlihatkan realita anak-anak zaman sekarang, yang sebaiknya di ketahui orangtua.

Film "My Generation" Siapkan Diri Melihat Realita Generasi Z

"Brakk..! Seketika saya merebahkan badan di sofa ruang tamu, tanpa membuka alas kaki dan jaket, setelah melepas kunci dari sepeda motor rasanya nggak sabar ingin segera selonjoran. Ya, ampun hari yang melelahkan, selonjoran di sofa itu rasanya indah banget.

Iya, hari itu setelah menempuh rute  sebuah acara yang lumayan jauh di daerah Blok M kebayoran, di tambah harus mengurus masalah listrik ke kantor PLN Depok, badan saya berasa remuk. Yaah, mungkin ini akumulasi juga yah, minggu-minggu ini aktivitas saya lumayan padat, rasanya capek, lelah dan ada indikasi  butuh piknik *Eh


Peluncuran Garda Oto Digital,  Urusan Asuransi Kendaraan Kini Jadi Makin Gampang

Garda Oto, pasti sudah tidak asing dong ya mendengar Garda Oto, salah satu brand asuransi kendaraan terbaik di Indonesia, perusahaan asuransi yang selalu siap menangani berbagai masalah kendaraan, terutama mobil. Barang berharga yang biasanya sangat di sayang, di rawat baik-baik dan hati-hati sekali jangan sampai lecet.

Pokoknya jangan sampai terjadi apa-apa dengan mobil, karena urusan bakal ribet, rempong, panjang dan laaama pake banget. Tapi, ketika mobil sudah turun ke jalan raya, tentu saja yang namanya resiko seringkali tidak bisa di hindari, kejadian tak terduga bisa saja menghampiri, kemungkinan kecelakaan, terdampak bencana alam, pencurian atau sekadar "mencium" trotoar bisa saja terjadi.

Kondisi mobil jadi nggak karuan, rusak sana-sini dan pasti butuh banyak biaya ekstra untuk memperbaiki. Kalau dana lagi ada mungkin bisa langsung di perbaiki, tapi kalau dompet lagi tiris mau nggak mau ya bawa mobil bobrok, penyok-penyok, kemana-mana, atau bisa jadi mobil malah terpaksa di "kandangin" karena nggak bisa jalan lagi dan harus nunggu dana tersedia baru bisa di bawa ke bengkel.

Di saat seperti itulah biasanya kita baru menyadari pentingnya asuransi kendaraan, dan kemudian merasa rugi karena tidak mempersiapkan perlindungan kendaraan dengan baik, di kondisi seperti ini  pulalah logika "uang kecil, membeli uang besar" berlaku, pas dan relevan sekali. Karena premi asuransi yang di bayarkan tidak seberapa di banding manfaat yang di dapatkan ketika mobil kenapa-kenapa di jalan.

Menyebut resiko kendaraan memang tidak bisa dilepaskan dari nama Garda Oto, asuransi kendaraan yang sudah terbukti, terpercaya, dan terbaik dalam memberi layanan perlindungan menyeluruh, juga mengatasi berbagai masalah darurat, dari mobil mogok, ban kempes, bahkan kehabisan bensin di jalan.

Asuransi yang menawarkan berbagai macam layanan ini memang menjadi pilihan utama para pemilik kendaraan, dan demi terus mempertahankan prestasi, Garda Oto juga selalu berusaha meningkatkan kualitas pelayanan, salah satunya baru saja di luncurkan beberapa waktu lalu yaitu Garda Oto Digital.

Yup, tanggal 10 Oktober lalu saya menjadi salah satu saksi gebrakan yang di luncurkan oleh Garda Oto, bertempat di Ciputra Artpreneur, Kuningan Jakarta, saya merasa sangat beruntung menjadi bagian dari peluncuran ini.
Ini Alasan Mengapa Harus Memiliki Travel Insurance Sebelum Traveling

"Please stay away from this building, this alarm will respond for every human existence" treeengg..! treenggg!

Kira-kira begitu suara yang terdengar dari speaker, rekaman otomatis yang berisi peringatan dari suara seorang perempuan, yang lalu di lanjutkan dengan bunyi alarm memekakkan telinga, kemudian semua lampu kedap-kedip setiap kali alarm berbunyi.

Bangku-bangku kosong menyisakan aroma yang menyesakkan isi perut saya, ibu hamil enam bulan yang baru saja ketinggalan pesawat, terdampar di pelabuhan Harbor Front Singapore, menyelinap di kolong kursi-kursi ruang tunggu penumpang.

Duuh! Nggak lagi-lagi deh! Itu pengalaman paling buruk dalam hidup yang pernah saya alami. Tahun 2015 setelah menghadiri sebuah seminar di Singapore Expo, saya dan paksuami mengalami hal yang nggak akan pernah kami lupakan seumur hidup, kami ketinggalan pesawat saat hendak pulang dari Singapur menuju Jakarta. Rasanya, jangan di tanya, nyesek pakai banget!

Panjang kalau di ceritakan mengapa kami bisa terlambat dan akhirnya ketinggalan pesawat, intinya jangan sampai deh siapapun mengalami kejadian ini, karena dampak ketinggalan pesawat itu panjang dan campur aduk rasanya, mau marah, mau nangis, mau teriak, senewen tapi kalau di ingat ada lucunya dan bikin tertawa, yaa begitulah..
Sebagai ibu yang pekejaannya juga di habiskan di depan layar laptop untuk menulis, saya merasakan banget, melakukan stretching sangat melegakan, terutama ketika di hadapkan dengan deadline, kadang sampai lupa, nggak bangun-bangun beranjak dari kursi. Begitu bangun tahu-tahu badan sakit semua, berasa rentek.


Yup, jangan salah, bukan hanya badan yang aktif bergerak, yang membuat otot-otot kita lelah dan sakit, ketika badan lebih banyak diam, hal yang sama juga terjadi, pegel-pegel, dan sendi-sendi dan tulang terasa sakit, karena itu di tengah aktifitas, penting sekali melakukan stretching, agar badan sedikit relax.


Memahami rancangan pemasaran bisnis jaringan dengan sistem berjenjang atau MLM, hmmm,.. kalau sudah menyangkut urusan pemasaran, apalagi bisnis MLM, biasanya langsung berasa gimana gitu yah?! Bagi saya yang tidak berlatar belakang bisnis, ini agak-agak susah di cerna, menghitung-hitung poin, harus belanja berapa banyak, rekrut berapa orang, terus membayangkan kapan saatnya jadi manager, A, B, C, terus menjadi super manager dan seterusnya, dapat bonus sekian, rumah baru, mobil baru dan lain-lain.

Inilah salah satu tantangan bisnis MLM (Multi Level marketing) banyak yang tidak memahami konsep pemasaran bisnis MLM dengan jelas, akhirnya tergiur penawaran produk jor-joran dengan iming-iming keuntungan besar, yang kemudian berpotensi menjadi money game, pengumpulan dana sepihak dan berkembang menjadi penipuan berantai, dan ujung-ujungnya menjadi kasus hukum. Duuh ribet nggak sih?! Tidak heran jika kemudian banyak orang yang malas, bahkan alergi menjalankan bisnis MLM.

Saya berlangganan sebuah newsletter by email, yang isinya memberikan motivasi dan semangat yang menggugah setiap hari, beberapa hari lalu saya mendapat surat tentang "5 Cara Simpel Mencintai Diri Sendiri" hmm..

Mencintai diri sendiri adalah sebuah fondasi penting bagi setiap individu, kita bisa saja jatuh cinta kepada seseorang saat menjelang remaja, sebuah cinta monyet di usia 10, 11 15 atau 17 mungkin juga  di usia 20, 25, tau 30 tahun, merasakan sebuah perasaan yang sulit di jelaskan dengan kata-kata. Tetapi mencintai diri sendiri? Pernahkah kita mengetahui dengan jelas kapan itu terjadi, atau jangan-jangan mungkin belum sekalipun kita jatuh cinta kepada diri sendiri.

Kehilangan. Apapun bentuknya pasti tidak menyenangkan, termasuk di antaranya kehilangan surat-surat penting berkendara, salah satunya STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) surat penting yang wajib di bawa sebagai syarat kendaraan layak melaju di jalan raya.

Dua bulan lalu saya kehilangan STNK sepeda motor, entah kapan dan dimana hilangnya. STNK yang biasa jadi satu dengan gantungan kunci motor memang sebelumnya terlepas, karena belum sempat beli gantungan kunci STNK yang baru, jadi saya bawa dan simpan di dalam tas atau dompet saja.

Baru sadar STNK hilang itu karena saya ingat harus bayar pajak bulan ini, alhasil kelimpungan deh cari sana-sini dan mengingat-ingat di mana STNK itu berada, hasilnya hihil. Dan karena mengurus STNK perlu waktu, agak-agak ribet juga atur waktu yang pas waktu untuk mengurus, maka tertunda-tunda lah urusan STNK ini.
Kalau di tanya apa pelajaran favorit yang paling saya suka saat di sekolah, jawabannya ada beberapa, dan pelajaran sejarah ada di paling atas.

Sejak SD saya mulai terkesima menyimak pelajaran sejarah, mendengarkan penjelasan aneka peristiwa dan perjanjian penting, yang mengubah jalannya sejarah membuat saya takjub.

Tes Ph Dan Oksigen Reaktif Pada Pristine, Air Minum Beralkali Untuk Detox Setiap Hari

Air minum beralkali, mendengar kata ini pikiran saya langsung tertuju ke air minum yang biasanya di tawarkan dengan sistem jaringan multilevel marketing, penjualan berbasis poin dengan merekrut anggota gitu.

Makanya agak heran saat tahu air minum Pristine adalah air minum beralkali dan melihatnya di rak mini market langganan. Tidak begitu memperhatikan labelnya, sebelumnya, saya kira Pristine sama saja seperti air mineral yang biasa saya minum.

Tes Ph Dan Oksigen Reaktif Pada Pristine, Air Minum Beralkali Untuk Detox Setiap Hari

Sahabat daring familiar dengan minuman kemasan Pristine? Perhatikan ya, jika sedang ke toko mini market mencari air minum, ada tampilan air minum dengan kemasan botol tinggi ramping berwarna hijau kebiruan, nah itu dia Pristine. Saya ingat pernah minum Pristine itu bulan lalu saat berkunjung ke JakJapan Matsuri di daerah Pancoran, melihat pemandangan para pengunjung menenteng air minum Pristine dimana-mana, sempat membatin sih, Pristine ini minuman orang Jepang kah? Ooh, ternyata, air minum Pristine ini memang menguasai 65% pangsa pasar air minum kemasan di Jepang,  dan untuk merambah pangsa pasar yang lebih luas, makanya Pristine hadir di Indonesia.

Tes Ph dan oksigen reaktif, kesannya ilmiah banget ya. Eh ternyata nggak koq! Tes Ph dan oksigen reaktif ini adalah tes sederhana yang biasa di lakukan untuk menguji air minum. Wah, ini penting banget ya, saya belum pernah kepikiran mengetes air yang selama ini saya minum, pokoknya selama air minum terlihat bersih, bening, tidak berbau, tidak berasa aneh-aneh, dan bikin haus hilang, ya sudah berarti bagus. Eitsss! belum tentu

Di dalam air yang kita lihat bening, ada banyak sekali partikel, zat dan senyawa tak kasat mata, air minum yang bagus itu selain harus bebas dari zat dan partikel berbahaya, sebaiknya juga harus memiliki sifat basa atau alkali serta bisa melarutkan oksigen reaktif.
© Nunu Halimi ·