Jogja. Kota yang membuat siapapun yang pernah singgah ingin kembali lagi, lagi dan lagi. Hmmm, awalnya saya nggak yakin dengan pernyataan yang sering di ungkap banyak orang ini.

Konon setiap yang pernah menjejak kaki di Jogja, pasti ingin kembali, ada daya tarik tersendiri yang membuat kota ini di kangeni dan selalu terpanggil ingin kembali mengunjunginya.

Ternyata memang benar, setelah pertengahan tahun lalu kembali mengunjungi Jogja dalam sebuah acara komunitas, Jogja memang tidak cukup di jelajahi dalam satu atau dua kali perjalanan, itulah mungkin yang membuat orang merasa perlu kembali lagi ke Jogja.

Keseruan Blogger Gathering Mitu Baby Tissue Basah Antiseptic, Perlindungan Anti Kuman Untuk Si Kecil



Seberapa bersihkah seharusnya lingkungan? Anak-anak, bayi-bayi kita Bu? Saat bayi makan biskuit dan menjatuhkannya di lantai, biasanya apa respon ibu-ibu? Apakah ungkapan belum lima menit berlaku? Atau langsung buang biskuitnya begitu saja. Merasa mubazir atau nggak?

Nah, saya yakin ini biasanya jadi dilema buat ibu-ibu. Terutama yang memiliki balita macam saya, di satu sisi merasakan penting nya melindungi, khawatir bayi kita terkena paparan kuman yang mungkin sudah menempel di biskuit. Di sisi lain kita juga merasa bahwa tubuh anak kita kan wajar saja terpapar kuman, tubuhnya akan berlatih mengenali kuman dan membentuk perlawanan atau auto imun terhadap kuman. Hmm jadi gimana dong?
Bulan ramadan bulan penuh rahmat, berkah dan ampunan. Rasanya tidak ada satupun umat muslim yang tidak antusias menyambut kehadirannya. Sahabat daring yang menjalankan ibadah puasa, bagaimana perjalanan puasanya sejauh ini? Semoga masih lancar yaa..

Tinggal hitungan hari, hari raya idul fitri segera menjelang. Tidak terasa, padahal seperti baru kemarin hari puasa pertama berlalu.

Artis membuat brand kosmetik sendiri adalah hal biasa, bahkan saat ini seolah menjadi trend. Banyak artis yang mempromosikan produk kosmetik dengan namanya sendiri.

Menjadi artis, selebritis, public figure dengan modal popularitas, nama besar dan materi berlimpah, tentu bukan hal sulit untuk berbisnis dan membuat brand produk sendiri. Ehh, kata siapa?

Ternyata nggak juga loh?! Karena prinsip "Adalah mudah membuka toko, tapi sulit mempertahankannya tetap buka, sepanjang waktu setiap hari" berlaku universal terjadi pada semua orang, tak terkecuali artis.

Rambut singa, duh! Seram dan takut ya mendengarnya. Singa si raja hutan, rambutnya megar seperti di sasak, semakin mekar rambutnya konon semakin di perhitungkan dan di segani lah dia di hutan. Eh, tapi nggak perlu takut dulu yah!

Rambut singa yang saya bahas ini, bukan beneran rambut singa koq! Daan, kalaupun benar melihat rambut singa yang ini, saya rasa sahabat daring bukannya takut, bisa jadi malah akan tersenyum getir melihatnya. Yup, inilah rambut singa, penampakan rambut saya yang mirip rambut singa kalau sedang rusak, perlu perawatan.

Saya teringat dua tahun lalu, saat ikut acara reuni SMP. Ternyata masih ada seorang teman yang ingat rupa rambut singa saya. "Ehh, Nu! Itu jilbab kalau di buka rambut masih kayak dulu nggak?!" Begitu tanyanya. Lalu saya menimpali "Emangnya kenapa..?" Yang kemudian di jawabnya "Nggak, soalnya jujur aja, sebenarnya aku lupa-lupa ingat sama kamu sih! Maaf yaa. Dulu kamu yang rambutnya megar, kayak singa kan yaa'? terus warnanya kuning kayak rambut jagung.."

Weleeh, mengapa saya di ingat bagian yang nggak enak begitu yaa?! Apalagi ia berbicara sambil memeragakan tangan yang di lebarkan ke atas kepala, aauuummm... *ihik banget deh!*

© Nunu Halimi ·