Menjejak Sejarah 150 Tahun Cerelac Dengan Berkunjung Ke Pabrik Nestlé

150 tahun kalau di sandingkan dengan umur manusia itu pastinya sudah tua banget ya..!? Jarang sekali manusia yang bisa mencapai usia setua itu, kalaupun ada cuma satu atau dua itupun pasti sudah renta, ringkih, pikun, sakit-sakitan dan tak berdaya. *eh, tapi bener kan?!


Siapa yang belum pernah mendengar nama Nestlé? Kalau ada yang belum pernah dengar, rasanya koq nggak mungkin banget yaa..?! 150 tahun loh?! Kemana  aja?! *Eh. Hampir bisa di pastikan dalam keseharian, semua orang sudah akrab dengan produk Nestlé. Yakin deh! dalam setiap rumah setidaknya pasti ada satu produk Nestlé yang pernah atau sedang di konsumsi. Susu, kopi, permen, teh, aneka snack, minuman ringan, dengan brand Milo, Nescafe, Dancow, Bear Brand, Kit-Kat, Coco Crunch, Cerelac, Fox, coba di cek! Saya rasa hampir semua orang hafal jika menyebut kata Nestlé.

Kalau ada survey yang bertanya lebih suka belanja online atau offline, dengan lantang pasti saya akan jawab saya lebih suka belanja online. Maklum saya memang tidak cukup punya banyak waktu untuk belanja keluar rumah, kecuali belanja sayuran atau groceries keperluan sehari-hari. Dan Sejak mulai akrab dengan teknologi internet, gadget dan smartphone. Saya lebih banyak melakukan aktivitas belanja secara online, khususnya belanja produk fashion, kosmetik, keperluan anak-anak dan bayi, bahkan peralatan elektronik seperti handphone, powerbank. baterai laptop dan lain-lain saya beli di toko online.

Selain itu saya orang yang nggak begitu pandai tawar menawar nawar barang, apalagi sampai miriiinng banget. Kalau belanja di pasar konvensional  atau di mall kan nggak afdhol ya kalau nggak di tawar, apalagi harga barang-barang yangd di tawarkan umumnya  lebih tinggi dari harga jualnya.

Inspirasi Jadi Blogger Elegan Dari Zata Ligouw

Entah mengapa postingan tentang Zata Ligouw ini cukup lama mengendap, ternyata jawabannya baru saya dapatkan beberapa hari lalu. Rupanya tulisan  ini menunggu momen yang tepat untuk di publikasi.

Sebagai blogger baru yang sedang merangkak meniti jalan menjadi blogger profesional, tantangannya berat euyy.. Gimana nggak? Saya termasuk yang sangat terlambat mengambil langkah menjadi blogger. Karena ribuan bahkan jutaan blogger sudah  lebih dulu eksis. Beberapa bahkan mempunyai tempat tersendiri di ruang online, offline, mesin pencari dan di  komunitas blogger, dan untuk blogger baru perjalanan ke arah itu sangat panjang.

Hampir semua panduan, tekhnik, tips, trik, dan kiat  menjadi blogger yang baik, benar dan profesional saya pelajari dan ikuti, termasuk juga ikut workshop. Ya, saya meyakini itulah namanya proses. Nggak ada satupun hal yang di dapat tanpa belajar.

Salah satu proses yang lumayan panjang adalah  branding, dan sampai detik ini saya belum mendapat feel yang pasti ingin membranding diri sebagai apa. Yang kedua adalah membangun jejaring, Nah ini juga peer yang harus di jalani untuk bisa eksis menjadi blogger.
Inspirasi Idul Adha: Belajar Jadi Peternak Kambing

Hari raya Idul Adha sebentar lagi di jelang, hari raya umat islam yang lekat dengan peristiwa kurban serta ibadah haji di Arafah, di laksanakan untuk memperingati peristiwa keikhlasan pengorbanan Nabi Ismail untuk di sembelih oleh ayahnya yaitu Nabi Ibrahim  sebagai bukti kepatuhannya terhadap perintah Allah.
Ibadah qurban adalah bagian dari kisah sejarah Nabi Ibrahim bersama keluarganya yang kisahnya tercantum dalam Qs. Asshaafaat 102-107 
Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata " Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah apa pendapatmu?" Ia menjawab "Hai, bapakku, kerjakanlah apa yang di perintahkan kepadamu insha Allah kamu mendapatiku sebagai termasuk orang yang sabar" Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim, membaringkan anaknya atas pelipis (nya) (nyatalah kebesaran keduanya) dan kami panggilah ia "Hai Ibrahim , sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikian Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata, dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar" 

Ketika Reuni Gagal, Mungkin ini Sebabnya
Reuni....hmmm seneng dong yaa..!? Kalau dengar bakal ada acara reuni, apalagi reuni sekolah, zaman masih kinyis-kinyis, imut-imut gimanaa gituu!? Setelah bertahun-tahun akhirnya bisa berkumpul lagi sama teman seperjalanan dan seperjuangan di masa lalu. Heboh, seru, dan gokil nya sudah bisa dibayangkan.

Home Sweet Home Tempat Kembali Pulang


Hanya bilik bambu tempat tinggal kita
Tanpa hiasan..tanpa lukisan
Beratap jerami beralaskan tanah
Namun semua ini punya kita
Memang semua ini punya kita sendiri

Lebih baik di sini rumah kita sendiri..
Segala nikmat anugerah yang kuasa..
Semuanya ada di sini..

Rumah Kita..

Sepenggal lagu yang hits di era tahun 80an lagu yang di populerkan grup rock musisi gaek Achmad Albar dan Ian Antono, judulnya Rumah kita.

Bicara rumah kita eh rumah kami maksudnya nggak se-hiperbola syair lagu di atas, alhamdulillah kami tinggal di rumah dengan tembok permanen, beberapa hiasan di dinding, beratap genteng, berlantai keramik. Dan yang paling terpenting adalah kami tinggal di rumah kami sendiri.

List Perangkat Wajib Untuk Nge-Blog
Kalau berkeliling blog walking ke blog orang lain saya sering kali merasa betah melihat tampilan blog beberapa blogger yang menurut saya menarik secara isi maupun tampilan template serta penempatan sidebar, menu dan lain-lainnya, terutama tampilan blog para blogger luar, itu kece-kece dan eye catching sekali.

Untuk membuat tampilan blog yang bagus memang di perlukan effort yang luar biasa, saya merasakan benar keminimalisan saya dalam mengelola blog, harapan untuk memaksimalkan blog sih luar biasa besar, tetapi teknik dan cara-caranya ternyata nggak selalu sama hasilnya pada setiap blogger. Menurut rangkuman sharing para blogger mastah, setiap blogger akan menemukan cara dan jalannya masing-masing dalam memaksimalkan blognya. Karena masing-masing blogger kan unik, berbeda dan tidak sama. Beruntungnya saya punya semangat di atas rata-rata *bohong. Semakin nggak bisa malah semakin malas penasaran.




Jajanan masa kecil favorit, hmmm..apa yaa..? Belum lama ini sempat lihat thread yang di share di facebook, bergambar jajanan anak tempo dulu, sekitar tahun 80 dan 90an. Terus Jadi CLBK, cerita lama bangkit kembali deh!

Jajanan masa kecil mempunyai tempat tersendiri dalam ingatan. Saya nggak terlalu banyak jajan waktu kecil, maklum uang jajan minim banget, karena harus di bagi-bagi dengan banyak saudara. Kalau dapat uang jajan lebih besar sedikit saja, happynya dah nggak karuan deh!

Waktu kecil saya punya jajanan favorit, beberapa dari jajanan-jajanan ini sudah tidak ada, tapi ada juga yang masih eksis sampai hari ini. Jajanan ini favorit di masa sekolah sampai SMA tapi tetep di dominasi masa SD, masa yang paling hobi jajan. bwahahaha..

Mi Anak Mas dan Mi Mamee

Anak 80-90an, pasti tahu mi anak mas ini, makannya di kremes, terus di kocok-kocok, rasanya enak dan banyak varian rasa juga.

Permen Chocorico

Permen kotak rasa coklat rasanya enak banget, di lidah licin-licin gitu.

Permen Karet Yo-San

Ada yang pernah dapat huruf N nya? Hahaha permen ini ada giveawaynya jadi di setiap kemasan permen Yo-San ada tampilan huruf abjad, dengan merangkai huruf-huruf ini sampai menjadi kalimat Y-O-S-A-N kita bisa dapat hadiah. Yang lucu adalah huruf N dalam kemasan ini kayaknya antara ada dan tiada deh! Jadi misteri yang tak terpecahkan. Permen ini sempat hits banget, saat booming film Lupus.

Telor Cicek

Bentuknya bulat-bulat kecil, seperti peluru berwarna-warni, rasanya manis dan renyah.

Agar-agar abang pikulan

 Yang jual abang-abang yang memikul dagangannya di pundak, agar-agar di cetak di dalam cetakkan kotak, rasanya seger karena pakai gula asli, walaupun nggak terlalu manis. Terus selain itu kita bisa ikut semacam kuis tebak gambar, kalau benar bisa dapat tambahan agar-agar.

Donat abang pikulan

Tukang donat masih banyak yaa kita temui, tapi yang di pikul gitu seperti tukang agar-agar kayaknya udah nggak ada yah?! Donat di campur gula tepung..hmmm...rasanya ngangenin.

Abang tarik tali

Hmmm ini masih nggak ada yaa, jajanan ini sebenarnya mengandung unsur judi. Tapi namanya anak-anak kan waktu itu belum paham yah! Sudah begitu kehadirannya di biarkan sekolah,  yaa di pikirnya pasti sah-sah aja kali yaa..!?

Lucu deh! Jadi ini jajanan berupa game, cara nya cukup mudah yaitu dengan menarik tali yang terhubung di ujung talinya terikat dengan snack dan mainan yang harganya lumayan mahal waktu itu. Kalau beruntung ketarik deh hadiahnya. Kalau nggak ya berarti dapat zonk. Saya sendiri langganan dapat zonk. Emang trik si abang itu ya pintar, possibility untuk dapat hadiah kecil banget sebenarnya.

Saya nggak kangen jajanan ini sih!? Dari jajanan ini saya bisa mencerna makna judi lebih cepat, dan percaya kenapa judi sampai di haramkan. Jajanan ini  berbahaya untuk anak-anak. Saya ingat betul senangnya luar biasa kalau tali saya ada hadiahnya, apalagi kalau dapat uang dan kemudian tertarik terus untuk bermain, untung nggak sampai addiksi dan kebablasan yah. Kalau sekarang ada abang-abang ini di sekolah  pasti saya protes dan melarang anak saya main, melarangnya sambil mesem.

Es Goyang

Ini juga sudah jarang, penjual es ini pakai gerobak yang harus goyang-goyang supaya es di dalamnya bisa padat dan membeku.

Bubur sumsum

Dulu ada nih di depan sekolah mbok-mbok seperti jual jamu, tatapi ini yang di jual bubur sumsum, rasanya ngangenin.

Aneka gorengan ( lontong, tahu isi, tempe dan bakwan)

Di potong-potong di campur sambal kacang. Favorit terutama di masa SMP. SMA. Most wanted banget, sampai hari ini pun! Meski frekuensi makannya sudah di kurangin. Nggak sehatt, boo!?

Yaa itulah jajanan favorit saya waktu kecil...loh koq banyak amat yaa! Katanya uangnya jajannya sedikiiit...tapi jajan mele yaa?! hahaha. Yaa di atur-atur aja sih mana yang harus di beli, beruntungnya masa itu uang rupiah sedikit saja rasanya koq bisa dapat apa aja. Lah! Kalau sekarang?








Ini tahun ke tiga kembali aku duduk mematung di stasiun ini lebih lama, berharap tahun ini aku akan menemukan jawaban keberadaan mu. Kamu yang menghilang tanpa jejak, seketika tak berkabar sesaat setelah kita berjanji akan bertemu lagi saat aku pulang kantor.

Tiga tahun lalu, aku menunggumu sampai jam sepuluh malam di sini. Kamu yang tak pernah muncul lagi sejak hari itu. Kenapa? Ada apa gerangan? Apa yang membuatmu merubah pikiran untuk bertemu dengan ku? Kamu takut? Kamu malu atau apa?

Padahal aku berharap hari itu jadi kenyataan, aku bisa merasakan perasaanmu sebulan lebih hanya untuk memberanikan diri menyapaku. Aku ingat momen pertama kali aku melihatmu, saat kita berdesakkan di gerbong commuter sore itu. Aku yang tersadar karena gelombang emosi di antara kita bertemu, karena kamu laki-laki dengan postur sesuai dengan tipe aku banget, tak bisa ku pungkiri ada sesuatu dalam hatiku. 

Namun hati kecil ku meyakini keberanian kamu  hilang, kamu tak mampu tersenyum dan ciut nyali untuk menyapa, aku yakin dalam hati mu berkata "...ini commuter men! Hati-hati bertingkah laku, salah-salah lo malah di curigain macam-macam.."

Aku tak pernah memilih untuk naik gerbong mana setiap kali naik commuter, ku bebaskan kakiku memilih gerbong mana saja yang paling pas dengan posisiku saat berdiri di belakang garis kuning. Yang terpenting bukan gerbong di awal dan akhir rangkaian yang khusus wanita itu. Gerbong yang tak pernah jadi pilihanku, Entah mengapa berada di gerbong itu aku merasa berada di dunia yang..., entahlah! Aku tak ingin membahasnya.

Bukan keinginanku jika akhirnya bertemu di gerbong yang sama dengan mu, bukan sekali dua kali, tapi dalam bulan itu aku menghitung ini sudah yang ke enam kalinya, empat kali di pagi hari dan dua kali di sore hari.

Kemungkinan untuk bertemu beberapa kali dalam satu gerbong sangat kecil sekali di commuter. Apalagi jika tidak saling mengenal satu sama lain, semua orang saling melupakan,  belum lagi jika tempat asal dan tujuan berbeda. Bertemu dengan orang yang sama dalam beberapa kali  perjalanan tentu membuat aku merasa lucu. Meski tidak berturut-turut, kami sering sekali berada di gerbong yang sama. 

Aku yakin Tuhan yang memilihkan dan mempertemukan gerbong untuk kita waktu itu, meski akhirnya kita akan berpisah di stasiun Tebet saat kamu turun, sementara aku melanjutkan perjalanan menuju kantor ku di daerah Sudirman, atau saat aku pulang Turun di Stasiun Depok dan kamu (mungkin) turun di Bogor

Ini salahku yang terlalu paranoid, sejak dulu aku tak mengizinkan diri terlalu beramah tamah dengan sembarang orang apalagi  di commuter line, kecurigaan ku mengalah kan gelombang energi kita yang sebenarnya sama. Aku selalu memasang badan acuh tak acuh, meski aku tahu kamu ingin menyapaku. 

Commuter line tempat ratusan ribu manusia semua tipe bertemu setiap harinya. Di tengah himpitan sesama penumpang apalagi di jam-jam sibuk seperti ini. Tidak perlu berpikir macam-macam adalah pilihan yang terbaik, masih bisa mendapatkan handle tangan saja sudah bagus. Bahkan kamu yang berangkat dari Bogor saja tak pernah kulihat sekalipun mendapatkan kursi untuk duduk.

Setelah kali ke enam kita berada di gerbong yang sama bulan itu akhirnya kamu beranikan diri untuk menyapaku, Di tengah desak-desakan itu dengan suara rendah dan terasa sangat sopan sekali "..turun dimana mbak...?" aku yang "akhirnya" merasa sedikit tidak asing lagi dan terpengaruh dengan kesopanan mu saat bertanya, tanpa berpikir panjang menjawab "...Sudirman..mas..!" Setelah pertanyaan itu, mungkin terpengaruh suasana commuter yang crowded atau suasana hatimu yang bingung mau bertanya apa lagi? tak ada kalimat lain yang terucap dari mulutmu, sementara akupun tak berusaha untuk balik bertanya.

Namun tak di nyana sesaat setelah tiba di stasiun Cawang "....Mohon maaf sebelumnya mbak, dengan perkataan ini semoga tidak ada yang marah yah...! Saya ingin sekali kenalan dengan mbak tapi tidak di suasana seperti ini, boleh kapan-kapan kalau ada waktu kita bisa ngobrol!? Nada suaranya bergetar terdengar gugup. 

Aku tertegun dan bergumam dalam hati"...what, maksudnya ini ngajak janjian gitu!? Koq bisa!! gila apa! harus jawab apa ini..?" 

Meski ini cowok memang tipe aku, aku nggak mau terkesan gampangan juga dong! Kewaspadaan juga harus di utamakan, meskipun sebenarnya dalam hati ada rasa geer. Akupun diam mikir sambil pasang wajah nggak jelas.

Dalam hati aku berpikir, sebenarnya melihat pembawaan cowok seperti ini, aku sih yakin ini cowok sepertinya baik-baik dan nggak punya niat jelek atau mau iseng, apa salahnya ku iyakan ya? iyakan saja dulu atau ...?! Tiba-tiba dia memotong pemikiran ku

''....maaf kalau ada yang marah nggak usah di pikirin yaah!? jadi nggak usah di jawab, nggak apa-apa koq kalau nggak mau, Sebentar lagi saya turun koq, ujarnya dengan suara yang merendah. "...Saya kerja di situ, di daerah Kota Casablanca..." katanya


Menurut prediksi pada tahun 2030 Indonesia akan mendapat bonus demografi, apa itu bonus demografi? Yaitu masa di mana penduduk usia produktif jumlahnya lebih besar dari jumlah anak-anak dan mereka yang berusia lanjut sedikit . Yang di maksud usia produktif adalah mereka yang masuk dalam usia kerja antara usia 20-64 tahun.

Jika prediksi ini tepat, hal ini akan berlangsung lima belas tahun yang akan datang.  Ini artinya saya juga berkontribusi sebagai penyumbang bonus demografi Indonesia, karena pada pada saat itu kalau semua lancar, selamat, sehat, panjang umur (aamiin) maka empat anak saya sedang dalam masa usia yang produktif.

Bonus Demografi konon akan memberi dampak sosial ekonomi yang luar biasa, meski kemungkinannya fifty-fifty bisa menguntungkan namun juga bisa merugikan. Bonus ini bisa menjadi anugerah tetapi juga musibah. Banyak nya penduduk usia produktif bisa jadi menguntungkan, dengan penduduk produktif yang melimpah kemungkinan proses pembangunan lebih mudah di jalankan. Namun hal ini juga bisa jadi menyulitkan, apabila mereka yang masih di usia produktif ternyata belum siap menghadapi keadaan, akhirnya malah jadi beban pemerintah.

Tanggung jawab yang luar biasa kini berada di pundak orangtua macam saya yang menyumbangkan bonus demografi ini, apakah anak-anaknya kelak akan siap beradaptasi dengan zamannya? Satu hal yang sering sekali jadi topik diskusi saya dengan suami. Mampukah kami memberikan bekal yang cukup untuk mereka di masa depan?


Memberi Pendidikan yang baik adalah keinginan kami, sayangnya ini memerlukan biaya yang tidak sedikit, dari tahun ke tahun biaya pendidikan selalu mengalami peningkatan yang signifikan, menurut survey yang di ambil dari sejumlah sekolah swasta di Jakarta, rata-rata biaya pendidikan selalu naik 7-15%. Perlu ekstra strategi untuk mensiasati hal ini.

Akan halnya biaya pendidikan anak, selama ini kami mengalir begitu saja, memang kami menyiapkan tabungan untuk masing-masing anak, yang biasanya di gunakan untuk mendaftar dan memenuhi kebutuhan sekolah di tahun ajaran baru. Tapi jumlahnya seringkali tidak mencukupi, apalagi kadang-kadang jika suatu waktu kami ada keperluan mendadak, tabungan anak-anak sering kali jadi opsi pertama untuk di "korek". Alhasil kami selalu memutar otak untuk mencari dana tambahan saat anak-anak akan mendaftar sekolah.
Citrex Upin dan Ipin

Upinnn!...Ipin...! Panggilan suara khas Opah (nenek) memanggil Upin dan Ipin, tentu tak asing di telinga orang Indonesia. Gaya bicara berlogat khas melayu Malaysia, kehadiran Opah yang sabar dan bijaksana selalu di tunggu oleh jutaan anak Indonesia melalui layar kaca.

Acara televisi Upin dan Ipin memang mempunyai tempat tersendiri di hati anak-anak. Lakon Upin dan Ipin yang lucu dan menggemaskan membuat anak-anak senang sekali menontonnya, tak terkecuali anak saya. Daya, Beberapa bulan lalu Daya sempat sedih. Tiba-tiba TV berlangganan kami tidak lagi menyediakan channell TV tempat Upin dan Ipin di siarkan, rupanya pihak TV dan penyedia TV berlangganan sudah memutus kerjasama. Alhasil Daya ngambek deh berhari-hari katanya kangen sama Upin dan Ipin.

Agar tidak sedih berkepanjangan, kami akhirnya mencari solusi dengan memasang TV lama yang kebetulan masih berfungsi dan mengganti antenanya. Alhamdulillah...Upin dan Ipin akhirnya hadir kembali di rumah kami, Daya senangnya bukan main. Fix masalah clear.

Rupanya Upin dan Ipin sekarang tidak hanya hadir di televisi sebagai sebuah tontonan yang menghibur dan mengajarkankan anak hal-hal baik. Baru-baru ini Upin dan Ipin datang ke Indonesia dalam bentuk suplemen anak. Tepatnya Sabtu 29 Agustus lalu, saya berkesempatan menghadiri peluncuran Citrex Upin dan Ipin Suplemen Makanan Anak yang di wakili oleh kehadiran Opah. Upin dan Ipin Citrex Suplemen Anak resmi hadir di Indonesia.


Ada yang dulu zaman masih sekolah pernah di panggil guru BP? Kalau pernah berarti kamu nakal! ^_^ jewer. Saya alhamdulillah belum pernah, maklum saya anak manis di sekolah. *krik

Di panggil guru BP itu identik dengan melakukan pelanggaran, biasanya pelanggaran yang menyangkut hal-hal yang berhubungan dengan budi pekerti. Dulu itu ada satu teman saya yang rajin banget di panggil guru BP, mungkin dasarnya anak ndableg kali yaa, tapi beruntung pihak sekolah nya masih baik jadi dia tetap bisa selesai sekolah sampai lulus, seingat saya tuh yaa terakhir dia melanggar aturan yaitu merokok di dalam kelas.

Budi pekerti di rangkum dari beberapa hasil penelusuran yang saya cari adalah penerapan nilai aturan yang menentukan ukuran kebaikan dan keburukan perilaku manusia lewat norma agama, hukum, tata krama, adat budaya dan lain-lain. Berasal dari dua kata, bahasa sansekerta, Budi yang berarti nalar, watak budi atau akhlak, sedangkan pekerti berasala dari akar kata kr yang berarti kerja, berkarya, bertindak, berbuat


Budi pekerti erat sekali kaitanya dengan karakter, mereka yang berbudi pekerti baik biasanya karakternya juga bagus, demikian juga sebaliknya, yang berbudi pekerti buruk karakternya yaa begitu deh!

© Nunu Halimi ·