Jalan-jalan dari Hong Kong!!? Makan-makan dari Hong Kong!!? Yaa kali..hahhaha, kompak tertawa. Nggak tahu siapa yang memulai yah. Kalimat yang di akhiri kata dari Hong Kong rasanya akrab di telinga kita.

Bukan merujuk arti sebenarnya, istilah dari Hong Kong ini biasanya di gunakan untuk menggambarkan sesuatu yang mustahil, bohong, atau nggak banget, ya nggak sih?!

Waah, Hong Kong kan nggak salah apa-apa ya, koq di bawa-bawa. hehe. Yah mungkin saking menarik dan wah nya kota Hong Kong  yah sampai-sampai di pakai untuk istilah ini ya.

Saya ingat betul zaman dulu waktu masih sekolah, di suruh ibu guru di sekolah wajib menyaksikan siaran televisi dan membuat laporan kliping peristiwa penyerahan Hong Kong dari Inggris ke China tahun 1997. Nggak tahu apa hubungannya dengan Indonesia. Saya ya bikin-bikin aja hihi, namanya juga tugas sekolah.

Terkenal sebagai daerah tujuan wisata dunia, kota Hong Kong memang memiliki magnet tersendiri buat siapa saja yang mempunyai wish list traveling. Termasuk saya yang pingin juga suatu saat bisa jalan-jalan ke kota ini.

Martadinata Residence, Smart Cyber Home Pertama Di Tangerang Selatan

Mencari, memilih dan membeli rumah, bisa di bilang jodoh-jodohan, perjalanannya kurang lebih mirip seperti kita sedang mencari pasangan hidup, ya nggak sih?! Ini pernah saya rasakan dulu bersama suami saat mencari rumah pertama kami, yang kemudian berlanjut (karena jodoh kami tidak lama dengan rumah tersebut) cari rumah lagi. Selama pencarian, kami keliling-keliling dari satu perumahan ke perumahan lain, ngumpulin brosur, cek iklan, tanya sana-sini, hingga akhirnya dapat yang sreg di hati.

Jika sedang mencari rumah, daftar berikut ini biasanya jadi panduan dalam menentukan apakah rumah yang di cari tepat dan memenuhi syarat, di antaranya: Lokasi, Akses ke lokasi, Fasilitas (listrik, air, telkom, gas PAM, drainase) Suasana lingkungan, Surat-surat, Legalitas, Harga dan lain-lainnya.

Lego. Siapa nggak tahu permainan yang satu ini, terutama anak-anak ya, pasti suka banget bermain Lego. Menyusun bongkahan atau brick plastik, mirip batu bata berukuran kecil dengan lubang-lubang menyembul yang berfungsi sebagai semacam perekat, sehingga kemudian bata atau brick tersebut bisa di kreasikan, menjadi berbagai bentuk dan dimensi yang di inginkan.

Eksis sejak tahun 1930an di Denmark. Lego punya sejarah panjang hingga menjadi mainan yang di gemari di seluruh dunia, saking terkenalnya sampai di buat juga LEGO Land, wahana wisata yang di bangun dari Lego di beberapa negara. Selain  di negara asalnya, ada juga di antaranya di Malaysia, Amerika, Inggris, Jerman, Jepang, Dubai dan lain-lain.

Saat mulai menulis pengalaman naik kereta bandara ini, saya sedih. Soalnya ada kabar duka. Terjadi longsor pada salah satu underpass yang di lalui oleh kereta bandara. Dua orang meninggal dunia akibat kejadian ini. (cek berita di detik com )

Kebetulan hari kejadiannya sama dengan jadwal pulang kami (saya dan suami) senin 5 Februari 2018, tapi peristiwa itu, terjadi persisnya sore menjelang malam, sementara kami memilih untuk naik pesawat pagi hari dan naik bus untuk kembali kerumah, tidak naik kereta lagi seperti saat berangkat.

Yup, lima hari sebelumnya. Tanggal 31 Januari, alhamdulillah akhirnya merasakan pengalaman naik kereta ke Bandara Soekarno Hatta, fasilitas transportasi publik yang proses pembangunan hingga peresmiannya menjadi sorotan. Maklum ya kaan, ini merupakan sebuah terobosan penting dalam dunia transportasi Indonesia.

Tujuan perjalanan kami kali ini adalah ke negara tetangga, Singapura. Menempuh perjalanan dari stasiun Pondok Cina ke Stasiun BNI City Sudirman, momen naik kereta ke bandara, memang saya tunggu-tunggu. Iyes, saya penasaran seperti apa sih rasanya naik kereta ini.
Pada suatu hari (koq, jadi kayak naskah drama yaa..)

“Emang apa kelebihan lo, mak?!” Salah satu emak yang di maksud menunjuk perut dan berseloroh “Nih, lemak di perut, mauuu?! HAHAHA, kompak kami semua tertawa..

Yup, begitulah! Salah satu keseruan saya bersama  ibu-ibu teman sekolah salah satu anak saya. Karena sudah saking dekat dan kompak, kalau sudah kumpul dan ngobrol, bercandaannya merembet hal yang unfaedah, wkwkwk. Alhamdulillah, so far nggak ada yang baper sih?! Yang penting “selow” di bawa asyik dan seru, kami bisa tertawa lepas dan santai.

Obrolan ibu-ibu biasanya nggak jelas dari mana ujung pangkalnya, nyamber dari satu topik ke topik lain, yaa selama bukan ngegosip dan bahas SARAP (Suku, Agama, Ras, Antar Golongan, dan Politik) saya sering ikut nimbrung, dan nimpalin.

Obrolan di atas bermula dari kami emak-emak yang membahas kelebihan dan kekurangan anak-anak, bukan dalam rangka membandingkan atau gimana. Cuma obrolan iseng. Soalnya emang apa sih yang di omongin ibu-ibu kalau bukan anak, seru aja kan bahas masalah  anak dengan sesama ibu-ibu.

© Nunu Halimi ·