Setiap produk yang kita gunakan, makan atau kita masukkan ke dalam tubuh dapat mempengaruhi kesehatan, dan sering kali kita sangat sadar akan risiko kesehatan itu, tetapi tetap di lakukan. Ya habis gimana ya, sudah menjadi bagian gaya hidup sehari-hari, tahu banget kalau makanan cepat saji mengandung banyak lemak dan pengawet, tetapi kita menyukai dan tetap makan, atau konsumsi makanan yang jelas-jelas kita lihat proses pembuatannya tidak memenuhi standar kebersihan, warung makan pinggir jalan dengan sanitasi, cuci piring dan pembuangan seadanya, tetap aja di lahap.

Di tambah lagi kurang tidur, bekerja terlalu banyak, atau malas berolahraga, dan paham juga tahu bahwa buruk bagi kesehatan dan ketenangan pikiran, namun seringkali kita mengabaikannya. Bisa di bilang kebiasaan dan gaya hidup menempatkan kesehatan ada dalam bahaya.

Hmm, saya berharap tidak banyak teman-teman sahabat daring yang menjalani gaya hidup seperti di atas, kalau iya berarti memang sudah saatnya kita berubah. Ya, saya yakin saya tidak sendiri soal ini. Rasanya memang sulit dan berat yan meninggalkan kebiasaan dan gaya hidup nggak sehat dan toxic sekali untuk kesehatan.

Zat Beracun/Toxic Ada Dimana-mana

Bicara soal zat toxic, rasanya akan banyak sekali yang mesti di ungkap. Apalagi zat toxic lekat ada di keseharian. Zat-zat ini ada dimana-mana. Di dalam rumah, di jalan, di sekolah, di kantor, di pasar, di mall sebut saja, apapun itu. Rasanya sangat sulit sekali terhindar dari zat berbahaya, toxic di mana-mana.

Zat-zat toksik atau beracun  masuk lewat pernapasan atau kulit, kemudian beredar ke seluruh tubuh atau ke organ-organ tertentu, zat-zat tersebut berakumulasi, tergantung sifatnya, bisa ke dalam tulang, hati, darah atau cairan limpa dan organ lain. Mengganggu sistem kerja organ-organ yang akan menghasilkan efek dalam jangka panjang, bisa memicu penyakit kronis, penyakit menahun yang sulit di sembuhkan.

Zat-zat beracun yang terpapar di kehidupan sehari-hari biasanya termasuk dalam chemical toxicants atau bahan kimia umum yang bersifat racun, seperti golongan pestida, organo Nitrogen, Metana, Karbon Monoksida, Hidrogen Sianida, Hidrogen Sulfida, Nikel Karbonil, Sulfur Dioksida, Klor, Nitrogen Oksida, Fosgen, Arsen, Stibin. Golongan metalloid/logam, timbal (Pb) dan masih banyak bahan kimia beracun lainnya.


Melihat banyaknya zat berbahaya di sekitar kita, tentu wajar saja ya jika tak ada ya yang mampu menjamin  barang apa yang murni bebas zat berbahaya. Bahan toxic berbahaya juga tersebar di udara yang kita hirup. Udara sudah tercemar timbal akibat polusi dari kendaraan bermotor, penguapan aspal,  polusi asap, pembuangan industri, pabrik-pabrik, asap rokok, dan lain-lainnya yang bisa menimbulkan beragam gangguan kesehatan, menjadi penyakit kulit, paru, tenggorokkan, dan lain-lain.

Selain di udara, di air juga tidak kurang banyaknya toxic zat berbahaya. Sungai, sumur, sumber air minum bisa di hitung jari yang benar-benar sehat. Tidak cukup sampai di sini, bahan makanan yang kita makan juga tidak sepenuhnya bebas zat berbahaya, cemaran pestisida pada tanaman dan zat berbahaya lainnya terakumulasi masuk dalam tubuh kita.

Iyes, akumulasi. Keberadaan toxic di sekitar kita, dampaknya mungkin tidak langsung kita lihat hari ini juga.  Namun akumulasi dan paparan terus menerus pada akhirnya akan menjadi bom waktu yang siap meledak kapan saja begitu sudah melewati ambang batas.

5 Tips Gaya Hidup Bebas Toxic

Banyak sekali contoh kasus kesehatan akibat toxic di sekitar kita. Saya pribadi  menjadi lebih aware soal ini, setelah beberapa tahun lalu, kakak kandung saya terdiagnosa tumor otak. Tidak kurang dokter mengungkapkan betapa bahayanya toxic yang menyebabkan tumor kakak, hingga akhirnya beliau menyerah dan sebulan lalu meninggal dunia.

Berkaca dan belajar dari pengalaman hidup kakak, saya sekarang sangat concern dalam menjaga gaya hidup agar meminimalisir toxic serta  paparan zat berbahaya, terlebih pada keluarga dan anak-anak.

Untuk itu memang banyak yang harus di lakukan, tapi di mana ada kemauan di situ ada jalan ya kan ya. Ada bebarap tips yang bisa di pertimbangkan untuk di lakukan nih jika kita ingin menjalani hidup sehat bebas toxic:
  • Memulai gaya hidup sehat dengan membeli dan makanan dari sumber dan bahan-bahan organik. Memang belum bisa full  terapkan sih ya. Tapi saat membeli keperluan sehari-hari saya kini lebih memperhatikan label, dan memilih yang minim kandungan bahan pengawet, pewarna, dan lain-lain.
Penggunaan bahan-bahan organik secara signifikan mengurangi bahan kimia sintetis dan cemaran pestisida terutama pada sayur dan buah yang kita makan, dan tentu saja  lebih maksimal nutrisi yang terkandung di dalamnya.
  • Menghindari konsumsi gula olahan, makanan olahan terutama yang di kemas dalam kaleng, serta makanan yang mengandung lemak trans (minyak sayur, keripik kentang - meskipun dikatakan bebas trans-fat) karena makanan ini, meskipun organik, masih dapat memperkenalkan racun pada makanan Anda. menyediakan.
  •  Latihan Olah fisik, dan melakukan aktifitas fisik lainnyaya. Ketika kita aktif olah fisik dan berkegiatan fisik ternyata pelepasan racun lewat kulit jadi lebih terstimulasi. Ini juga bisa membantu kerja organ-organ tubuh, seperti memompa darah jadi lebih intens,  merangsang organ detoks (hati, ginjal, dan paru-paru). Jangan lupa minum air sebelum, selama, dan setelah berolahraga serta sepanjang hari.
  • Gunakan produk organik, tidak beracun di rumah dan di tubuh Anda. Ada produk alami, sintetis-kimia-bebas untuk membersihkan rumah Anda, mencuci pakaian, dan mencuci piring. Jangan lupa kulit Anda adalah organ terbesar yang memilih produk yang tidak beracun dan bergizi untuk sampo, makeup, pasta gigi, dan lotion Anda. Lihat merek mana yang saya sarankan: Cari tahu lebih lanjut di sini.
  • Rajin detoksifikasi dengan konsumsi madu dan lemon.
Campuran minuman madu dan lemon sendiri sebenarnya sudah cukup terkenal di luar negeri sebagai salah satu gaya hidup sehat, banyak manfaat yang diperoleh dari minum madu dan lemon pada setiap hari, terutama pagi hari

Campuran madu dan lemon di percaya dapat:
  • Menurunkan berat badan, meminum madu dan lemon pada pagi hari dipercaya dapat menghancurkan lemak, meski demikian  harus dibarengi dengan olahraga pola makan yang lebih sehat agar efektif dan maksimal hasilnya
  • Mencegah infeksi saluran kencing, madu memiliki fungsi sebagai antibakteri dan bisa membunuh kuman penyebab infeksi. Ramuan madu dan lemon mampu membersihkan saluran kencing. Membersihkan hati dari racun sehingga tubuh bisa bebas toxic
  • Membersihkan saluran pencernaan. Madu dan lemon berfungsi sebagai detox karena madu memiliki fungsi antibakteri. Membuat tubuh tidak gampang sakit. Lemon dan madu dipercaya dapat membuat tubuh lebih segar karena dapat meningkatkan imunitas tubuh. 
  •  Lemon mengandung bioflavonoids yang termasuk ke dalam antioksidan. Lemon juga dapat digunakan untuk mengobati batuk dan flu, masalah pendengaran, dan juga masalah pada batu ginjal.
Selain di campur, lemon dan madu bisa dikonsumsi secara terpisah. Oiya, ekarang ada cara yang asyik minum lemon dan madu dengan lebih praktis, tetap segar dan enak yaitu dengan minum Natsbee Honey Lemon dari Pokka. Minuman rasa lemon dan madu ini di produksi oleh adalah perusahaan minuman terkemuka di Singapura dan Asia-Pasifik, Pokka Singapore yang berinduk kepada Pokka Sapporo Food & Beverage Ltd., Japan.



Minum Pokka Natsbee Honey Lemon berasa segarnya kombinasi manis madu dan lemon selain bisa menjadi pelepas dahaga, juga membersihkan racun di tubuh, hari-hari aktif bebas toxic bisa di dapat dari manfaat madu dan lemon dalam Natsbee Pokka.


Pantang pergi sebelum alis jadi. 
Motto ini bisa jadi banyak di amini kaum perempuan yang suka make-up, biasa make-upan kalau keluar rumah, pergi kondangan, ke kantor atau ke acara lainnya. Tetapi rasanya tetap masih ada yang kurang yaa.  Yaitu pakai lipstick, yakin deh! Tanpa sentuhan warna di bibir, meski alis sudah cetar, penampilan jadi tidak paripurna. Wajah terlihat pucat, tidak fresh, efek bibir kurang merekah.

Pewarna bibir adalah salah satu must have items yang ada di peralatan make-up setiap perempuan. Dan, banyak cewek walaupun ngakunya nggak suka make-up pasti punya biar cuma satu biji, piranti make-up yang satu ini, entah itu Lipstick, Lip gloss, Lip Cream, Lip Balm, dan yang baru nih namanya Lip Lacquer.

Minggu pertama bulan Agustus, di tandai dengan peringatan World Breastfeeding Week atau Pekan Menyusui Sedunia. Sahabat daring, khususnya ibu-ibu yang sedang menyusui pastinya senang banget yaa.  Oiya, saya baru tahu loh, ternyata ada hari khusus khusus untuk memperingati pekan menyusui.

Pengalaman menyusui adalah salah satu best moment bagi setiap ibu, termasuk saya. Walau merupakan sebuah proses natural, harus di akui masa-masa menyusui adalah masa yang sangat menantang, banyak banget kendala dan problemanya. Terlebih setiap anak memiliki masalahnya masing-masing, tidak cuma di alami oleh ibu baru saja, ibu yang sudah berpengalaman pun bisa kebingungan mengatasi kesulitan saat menyusui.

ASI (Air Susu Ibu) mengandung jumlah nutrisi yang tepat yang dapat memenuhi kebutuhan bayi selama 6 bulan pertama kehidupan bayi atau ASI ekslusif. Di Indonesia angka pemberian ASI ekslusif masih tergolong rendah, banyak alasan yang meyebabkan ini, di anataranya ibu mengeluhkan produksi ASInya yang tidak banyak, susah keluar, stress, kelelahan pasca melahirkan.

Banyak ibu juga yang terkendala memberi ASI karena faktor pekerjaan. Namun ada juga ibu yang memang malas atau tidak berniat menyusui karena alasan estetika seperti takut payudara kendur, tidak kencang lagi dan lain-lain. Untuk itulah ibu perlu di edukasi, mendapat informasi, dukungan emosional dan psikologis selama menyusui demi menyediakan nutrisi terbaik bagi bayi.


Assalamulaikum dear all sahabat daring, ketemu lagi kita yes..

Terutama buat sahabat daring sesama ibu-ibu, emak-emak, mamah-mamah gimana nih kabarnya? Kalau saya baru aja merasa lega, alhamdulillah ya tahun ajaran baru sekolah sudah berjalan, plong rasanya semua urusan anak sekolah beres.

Maklum, dua anak saya tahun ini naik tingkat bersamaan, ada yang masuk SMP dan masuk SMA, hmm, rasanya ulala banget deh! Di tutup dengan membeli perlengkapan, baju-baju dan alat tulis sekolah. Sampul menyampul buku, sekarang tinggal tugas selanjutnya menanti antar jemput anak-anak sekolah dan sederet rutinitas lainnya.

Iya, tugas lain seperti beberes rumah, antar jemput anak, masak, cuci baju, cuci piring, yang berderet, terus berualang harus di selesaikan. Itulah bagian dari ritme kerja ibu rumah tangga, terkesan biasa banget yaa, tapi percayalah, semuanya berat! Cuma sesama ibu aja yang kuat! Hihiy, iya! Waktu 24 jam  seolah nggak pernah cukup.

Namun, seringkali bukan urusan pekerjaan semata yang membuat tanggung jawab menjadi ibu terasa berat. Lebih dari itu, yang membuat berat dari menghadapi rutinitas adalah adanya rasa jenuh, bosan, bete, suntuk yang tak di undang, datang melanda.

Hallo, assalamualaikum dear all sahabat daring..

Bagaimana akhir pekannya? Hmmm, minggu pertama bulan Agustus sudah di mulai, nggak terasa yaa tengah tahun sudah terlewat. Menutup pertengahan tahun ini, minggu lalu saya menjadi saksi sebuah ajang fashion besar yang yang berlangsung di Gandaria City Mall Jakarta, yaitu Jakarta Modest Fashion Week 2018.

Di adakan dari tanggal 26-29 July, Jakarta Modest Fashion Week seperti memberikan dimensi baru pada tren fesyen yang menjadi media bagi kiprah modest fashion Indonesia saat ini, karena saya yakin bukan hanya saya, sahabat daring yang suka mengamati perkembangan dunia fashion pasti merasakan juga kan yaa..?!


♬♫Jagalah hati jangan kau nodai
Jagalah hati jangan kau kotori 
Jagalah hati lentera hidup ini
Jagalah hati cahaya Illahi ♬♫🎶

Sahabat daring tentu tak asing dong ya dengan syair lagu di atas. "Jagalah Hati". Lagu ini memberikan makna spiritual tentang betapa pentingnya urusan menjaga hati. Hati yang tidak baik akan tampak selalu bergemuruh, sempit dan berpikiran keruh, menjadi kotor dan busuk. Begitu penggalan isi syair lagu ini selanjutnya.

Semua hal di atas bisa jadi benar. Tetapi, sahabat daring mungkin akan berpikir berbeda jika hati yang kotor di sini adalah hati dalam bentuk organ sebenarnya, yaitu penderita penyakit hepatitis yang menyerang organ hati, karena mereka bisa jadi orang yang baik, bukan pribadi seperti judul lagu di atas. Namun sayangnya akibat ketidak ketahuan, tertular atau pola hidup yang salah, terkena penyakit Hepatitis.

© Nunu Halimi ·