Perjalanan ke car free day minggu kemarin,selain di barengi dengan perayaan HUT TNI yang ke 70,ada juga pawai peringatan  World Alzheimer Day, sebenernya saya tertarik banget untuk melihat dan tanya-tanya di booth dan stand yang ada di sana,tapi yaa ini baby dah mulai rewel, tambah kakak-kakaknya yang dah rempong ngga sabar ingin segera  masuk ke Monas, padahal dah kesekian kali ke Monas tetap aja masih excited.....yaa..ngalah aja deh..padahal saya penasaran sama poster-poster yang di bawa sama para peserta pawai, yang salah satunya samar-samar saya baca mengenai tanda-tanda awal dan gejala alzheimer, yang beberapa di antaranya sering saya alami..hadeeuuhh..

Menjawab rasa penasaran saya coba cari info tentang alzheimer,yang kita lebih sering bilang pikun yaa..dan saya baru ngeh beberapa bulan  lalu ternyata saya pernah kesasar di youtube,niatnya cari tutorial makeup ala-ala korea malah jadi kegiring nonton film A moment To Remember yang bikin saya nangis bombay, ceritanya tentang kisah perjalanan cinta sejati pasangan muda dengan penderita alzheimer.

Alzheimer atau Pikun itu sebenernya satu jenis penyakit sebagai orang awam kita sering menganggap itu hal yang biasa,rata-rata penderita alzheimer memang berusia lanjut,alzheimer identik dengan penyakit tua,maksudnya hanya menyerang orang-orang yang sudah tua tapi setelah menonton film Korea di atas ternyata tidak menutup kemungkinan alzheimer bisa terjadi pada orang-orang muda yang masih di usia produktif.

Alzheimer adalah suatu gangguan otak atau dimensia (hilang ingatan,pikun,lupa) yang menahun dan terus berlanjut sampai tidak bisa kembali lagi seperti semula. Dimensia menurunkan fungsi intelektual dalam berbagai hal sampai taraf yang berat sehingga mampu merubah hubungan sosial dan perilaku penderitanya, penyebab penyakit alzheimer sendiri biasanya di sebabkan oleh faktor genetik dengan riwayat keluarga penderita alzheimer sebelumnya,penderita diabetes,hipertensi,kolesterol, kurang olahraga, dan berkurangnya daya serap tubuh terhadap vitamin dan nutrisi yang di alirkan ke otak karena faktor usia
  
     Gejala penyakit alzheimer antara lain: ( saya rangkum dari berbagai sumber di mbah google)


- Sering terjadi gangguan memori, mudah lupa bahkan bisa menganggu keterampilan dari satu pekerjaan..misalnya sering sekali lupa di mana menyimpan kunci rumah,motor,mobil,dompet,hape dll 

(hmmm..saya banget dah..) tapi alhamdulillahnya belum sampe taraf  menganggu ketrampilan yaa..

- Disorientasi tampat dan waktu atau sering tertukar..yaa ini juga sering niih..yang nggak pernah lupa dan nggak tertukar itu pas hari gajian  hahaha..

-Sering lupa nama teman,alamat,janji,tempat kerja atau tempat janjian 

ini alhamdulillah belum yaa apalagi sama teman yang hobi ngutang nggak bayar-bayar atau janjian mau makan-makan hihihi..

-Sering kesulitan melakukan pekerjaan yang sebenarnya atau seharusnya sudah biasa dan sering di lakukan...aduuh jangan sampe yaa Allah

- Kesulitan Berpikir abstrak misalnya lupa membayangkan kejadian seram atau cerita-cerita lucu alhamdulillah masih bisa senyum dan ketakutan nggak jelas kalo lagi bayangin film horror dan kocak 

-Perubahan mood yang tiba-tiba hmm kira-kira ini sama nggak yaa dengan moody-an?

-Menyangkal apa yang terjadi pada diri sendiri dan orang lain tentang hal yang di lupakan
-Perubahan Kepribadian
-Kesulitan mengambil keputusan 
-menjadi lebih banyak menyendiri karena sering merasa bingung hingga menjadi kurang percaya diri  (untuk gejala empat terakhir  jauh-jauhkan ya Allah..)


Hingga saat ini belum di temukan obat untuk menyembuhkan penyakit alzheimer, walau ada beberapa obat di gunakan untuk terapinya, yang bisa di lakukan minimal mencegah atau mengurangi gejala-gejala yang sudah ada dengan menggiatkan lagi pola hidup sehat serta pola makan seimbang,kurangi stress,beban pekerjaan,lakukan olahrga teratur,meditasi,lakukan kegiatan yang banyak merangsang otak untuk terus berpikir seperti membaca,atau menulis blog (ehem..),untuk yang di keluarganya sudah terdapat penderita alzheimer dukungan keluarga, support, kasih sayang dan terapi khusus sangat di butuhkan untuk terus menguatkan mereka 



Meski rasa penasaran saya belum terjawab tuntas,paling tidak sudah sedikit ada gambaran,yaa mudah-mudahan kebiasaan lupa saya hanya sekedar gangguan oot saja, sebagai orang yang masih merasa muda yaa...wajib sedini mungkin bisa mencegah penyakit ini,sehingga nanti di masa tua tetap bisa menjalani kehidupan seperti biasa dan bahagia.amiin... by the way ternyata ada lagi satu film bagus  yang juga menceritakan perjuangan penderita alzheimer judulnya "Still Alice" dengan pemeran utamanya aktris Julianne Moore yuuk mari... googling lagi.



    
       Yup..ceritanya mau menyenangkan anak-anak juga bundanya hehe..he..yang sudah hampir dua bulan nggak kemana-mana,mikirin kemana yaa enaknya?? tujuannya yang penting happy dan have fun aja..maka yang di cari yaa yang asyik dan murmer aja akhirnya momen  car free day jadi pilihan,sebenernya nggak jauh dari rumah ada juga jalan yang di buat untuk car free day setiap hari minggu,di jalan perumahan GDC,tapi berhubung jalan itu sudah biasa di lewatin yaa..mending ke jakarta aja sekalian.

      Car free day di Ibukota awalnya di buat untuk "mengistirahatkan" jalan dari kesibukkan dan kepadatannya,dan jalanan yang kosong di manfaatkan untuk berbagai macam kegiatan masyarakat,terutama untuk berolahraga,jogging,bersepeda dll.
    Seminggu yang lalu saya di kejutkan dengan cerita Daya anak saya yang masih duduk di kelas empat SD yang menonjok teman sekelasnya pada jam istirahat,cerita ini di sampaikannya waktu saya menjemputnya pulang di sekolah dengan nada suara yang masih emosi dia bilang  "menghajar" temannya,yang selalu mengejek,menghina dengan kata-kata yang menurut saya agak aneh yaa..(di-bilang beler,mabok,teler..)kebetulan beberapa temannya mendukung ceritanya,memang saya selalu menasihati anak saya untuk lebih baik diamkan saja tidak membalas kalo ada teman yang berbuat tidak menyenangkan,tapi kali ini sepertinya dia sudah tidak tahan lagi,karena selama ini selalu diam,tanpa berpikir panjang saya langsung mencari temannya yang di maksud untuk memastikan apa betul  yang terjadi,tetapi syang anak itu sudah pulang,lalu saya berinisiatif langsung menceritakan kejadian ini kepada seorang guru piket

   Mengingat kejadian yang masih segar di beritakan tentang pertengkaran anak kelas dua sekolah dasar yang berujung maut,yang bermula karena pelaku tidak terima di ejek temannya,hmmm…. merinding saya,Sebenarnya sudah sering kali Daya "mengadu" pada saya tentang kelakuan temannya istilahnya main kata-kataan yang sebenarnya lebih kepada umpatan,hinaan atau ejekkan,terus terang saya tidak terlalu hiraukan,saya pikir khas anak-anak yaa..biasa saja,karena biasanya  tidak lama mereka akan berbaikkan dan bermain lagi seperti biasa dan melupakan apa yang terjadi.




   Ternyata  Kekerasan verbal antar anak jangan di remehkan,anak-anak cenderung sering melakukan kekerasan verbal antar sesamanya,bahasa sebagai pengantar komunikasi seringkali berubah menjadi alat kekerasan pada anak-anak tanpa mereka sadari,bolehjadi sebagai orangtua sudah yakin selalu berusaha mendidik dan mengajarkan anak untuk selalu sopan,santun dan lemah lembut dalam bertutur kata kepada siapa saja,termasuk temannya.di dalam rumah bisa kita pantau tetapi begitu mereka sudah berada di luar jangkauan kita seperti di sekolah atau tempat bermain lainnya kita tidak tau,dan kekerasan verbal biasanya akan berujung menjadi kekerasan fisik

   Yang memperihatinkan ternyata anak-anak bisa berkata-kata kasar atau kotor,seringkali di dapat dari orangtua atau orang dewasa di sekitar mereka anak-anak yang sering mendengar orangtuanya berkata kasar dan kotor cenderung akan meniru apa yang mereka lihat dan dengar,selain itu lingkungan dan tontonan,juga mempengaruhi perbendaharaan kata mereka termasuk kata kasar dan kotor,karena anak kadang mengucapkan kata-kata yang mereka sendiri tanpa tau apa makna dan imbas dari kata-kata itu jika di ucapkan.

   Kekerasan verbal antar anak yang apabila tidak ditanggapi secara serius bisa berdampak besar bagi mereka seperti kepercayaan diri yang berkurang,muncul perasaan tidak berdaya,jika terjadi di sekolah menjadi tidak semangat sekolah mengakibatkan prestasi belajarnya menurun,melemahkan sisi kreatifitasnya,memicu sikap agresif pada anak sebagai bentuk pembelaan diri,dan kesulitan berhubungan dan bersosialisasi dengan teman.
      
      Saya bersyukur meski sering mendapatkan kekerasan verbal dari temannya tidak sampai mengikis rasa percaya diri Daya,sebagai orangtua kita harus lebih peka lagi dengan kondisi anak serta lingkungan pergaulan anak-anak kita,orangtua harus selalu bisa menjadi contoh yang baik bagi anak pendekatan,kasih sayang,perhatian dan  komunikasi yang baik akan bisa melindungi dan mencegah mereka melakukan kekerasan verbal,jangan lupa terus jalin komunikasi dengan guru dan tetangga yang baik,agar kalo terjadi pertengkaran pada anak tidak terjadi salah paham.

         Daya sekarang sudah memaafkan dan bermain lagi dengan temannya setelah guru menasihati dan memanggil orangtuanya,semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi.




       

      




   Dua bulan yang lalu saya melahirkan anak keempat saya, kehamilan ini sama sekali tidak kami rencanakan, apalagi saya sedang semangat-semangatnya baru memulai usaha, anak terkecil kami pun sudah lumayan besar sudah umur sembilan tahun rasanya ini adalah saatnya saya sudah mulai bisa eksis tapi rupanya Allah masih mempercayakan amanah yang  kepada kami berupa hadirnya tambahan anggota keluarga baru di rumah kami.

    Memilih dokter kandungan  yang bagus, baik dan nyaman dan klop di hati saat hamil dan melahirkan sangat penting, urusan hamil dan melahirkan sudah pasti hanya perempuan yang tau proses dan rasanya, tapi saya sering bertanya-tanya dalam hati mengapa yang namanya dokter spesialis kandungan justru lebih banyak laki-laki, saya sendiri cenderung lebih sreg dan memilih mencari dokter kandungan perempuan, walaupun sebenarnya banyak teman menyarankan untuk memilih dokter kandungan laki-laki, bagi mereka itu hal biasa dan wajar-wajar saja saja, tapi terus terang saya pribadi merasa risih, sungkan dan malu berkonsultasi dengan dokter kandungan laki-laki

     Jadi saya selalu memilih untuk berkonsultasi dan melahirkan dengan dokter perempuan, termasuk untuk anak keempat saya ini,hhhmm...tetapi ternyata keadaan berkata lain, saat tiba kontraksi yang menandakan kelahiran yang di nanti-nanti akan segera terjadi, dokter yang seharusnya menangani saya cuti, karena memang persalinan kali ini berbarengan dengan cuti bersama hari raya Idul Fitri, tidak ada pilihan lain dokter yang ada yaa..dokter laki-laki..singkat cerita akhirnya proses persalinanpun berjalan, alhamdulillah,,lancar..

       Ternyata pilihan untuk memilih dokter kandungan laki atau perempuan, bukanlah satu masalah yang gimanna gituuu...bagi seorang muslimah seperti saya alasan keyakinan  memang menjadi pertimbangan, tetapi setelah saya  mencari info dan bertanya kepada orang yang mengerti agama meski persalinan berhubungan erat dengan aurat wanita ternyata islam memperbolehkan dengan alasan jika itu kondisi darurat, suami mengetahui dan mengizinkan.

      Memilih  dokter kandungan laki-laki atau perempuan pada kenyataannya keduanya sama saja karena dokter tentunya menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalisme dengan tingkat keahlian yang tinggi mengapa dokter kandungan laki-laki lebih banyak daripada dokter perempuan menurut cerita beberpa teman dokter, proses seleksi dan pendidikan menjadi dokter spesialis kandungan adalah yang paling lama, sulit dan sangat berat, lebih banyak laki-laki yang lolos, jam kerja dokter spesialis kandungan tidak bisa di prediksi, kapan saja waktunya bisa ada pasien yang akan melahirkan, dokter laki-laki justru lebih bisa fleksibel, dan mungkin karena laki-laki lebih fokus, memang harus di akui laki-laki terkadang justru lebih ahli dalam bidang pekerjaan yang seharusnya atau biasanya di kerjakan oleh perempuan, seperti misalnya chef memasak, desainer atau penjahit, make up artist dll (just thought yaa,,..)

   Akhirnya semua di kembalikan pilihan masing-masing kita sebagai pasien yaa..mencari yang cocok, sesuai, nyaman, dan sreg di hati, yang penting kesehatan dan keselamatan menjadi prioritas utama, untuk saya sendiri meski sudah tidak memikirkannya lagi, dokter kandungan perempuan tetap jadi pilihan pertama saya.
    






   




Kurban di era Sosmed

September 24, 2015 in ,
     Menatap layar hape hari ini penuh dengan foto-foto yang mengenaskan mulai di facebook, twitter, bbm dll hmmm...ya..hari ini bertepatan dengan hari raya Idul adha hari di mana puncak pelaksanaan ibadah haji di laksanakan dengan wukuf di arafah dan peneyembelihan hewan kurban yup..banyak bertebaran status dan foto pemotongan hewan kurban yang di jadikan status di jejaring sosial, entah itu milik mereka yang berkorban ataupun hanya mereka yang sekedar memberikan informasi, sebenarnya saya bukanlah orang yang penakut dengan darah atau apalah yang ada kaitannya dengan penyembelihan hewan kurban, tetapi karena cukup banyak yang menshare, bagi saya lumayan menganggu.

     Makna berkurban sejatinya adalah bentuk ketaatan, keimanan dan keikhlasan setiap muslim kepada Allah, kurban sendiri adalah napak tilas dari perjalanan sejarah Nabi Ibrahim dan keluarganya, saat dimana Allah menguji keimanan sang Nabi dengan perintah untuk menyembelih (mengorbankan) puteranya yaitu Ismail, bagaimana Nabi Ibrahim dengan pergolakan bathin yang luar biasa ikhlas mengorbankan puteranya dan nabi Ismail dengan penghormatan dan pengabdian yang luar biasa juga ikhlas bersedia untuk di korbankan meskipun pada akhirnya Allah mengganti Nabi Ismail dengan seekor qibas

     Pastinya saya tidak paham betul dengan tujuan apa para pemasang foto atau status berkurban itu terutama bagi mereka yang  berkurban, ibadah itu sebenarnya hubungan antara manusia dengan allah.akan indah jika mungkin tujuan sebenarnya memotivasi atau menginspirasi orang yang belum mampu berkurban supaya suatu saat mau dan mampu berkurban, tanpa bermaksud untuk berburuk sangka tetapi yang terasa di pikiran saya adalah mereka sepertinya ingin menunjukkan,pamer atau riya karena mampu berkurban.hhmmm semoga apa yang saya pikirkan salah ya.

       Ikhlas adalah menjadikan Allah sebagai satu-satunya alasan dan tujuan kita berkurban karena  salahsatu syarat di terimanya suatu amalan adalah ikhlas, mungkin saja mereka yang mampu berkurban sebenarnya ikhlas tapi akan sangat di sayangkan jika memasang status atau foto berkurban dengan tujuan untuk pamer dan riya, jangan sampai ketataatan dan keihklasan kita menjadi tidak berarti karena hal semacam ini, sosial media memang wadah untuk berbagi apa saja yang kita mau, tapi kebijaksanaan sangat di perlukan dalam penggunaannya.

        Tulisan ini tiada bermaksud untuk menyindir siapapun,mari kita sama-sama…belajar ikhlas lagi niatkan segala ibadah yang kita lakukan hanya untuk Allah.jikapun ingin memasang status ibadah niatkan untuk memotivasi dan menginspirasi  




   
       
Semua orang pastinya ingin sukses dan berhasil, meski dalam perjalanannya keberhasilan tidak semudah yang di bayangkan, impian boleh saja besar tapi prosesnya sering kali berawal dari hal-hal kecil yang kita anggap biasa saja, tetapi apa bila hal-hal kecil ini terus berlangsung maka proses keberhasilan akan semakin jauh di dapat dan di raih.
 
Beberapa hal ini menyadarkan saya tentang pentingnya menghilangkan beberapa perilaku yang terlihat kecil ini untuk memudahkan jalan impian saya menjadi kenyataan

- Rasa Iri dan Dengki.
        Berapa banyak dari kita yang sering ikut merasa senang jika melihat teman, saudara, sahabat, kenalan tetangga berhasil dalam hidupnya ? Ada ! tetapi bisa jadi Mungkin tidak banyak atau hmnmm.. karena kenyataannya pasti ada yang berpikir negatif, mencibir, nyinyir, curiga, benci dan sebal dan kesal

     Ternyata beberapa orang sukses mengatakan "apabila anda  senang kemudian ikut bersuka cita dengan pencapaian yang di raih oleh  teman, saudara, sahabat, kenalan atau  tetangga itu adalah modal awal anda untuk meraih keberhasilan, jadikan mereka inspirasi, motivasi, dekati, akrabi dan tanyakan bagaimana cara  mereka meraih apa yang mereka dapatkan, mereka akan senang berbagi dan memberikan tips-tips yang mungkin sejalan dengan impian anda"

- Membatasi Diri
   
     Jangan membatasi diri, tantanglah diri sendiri untuk melakukan hal-hal yang belum pernah di lakukan sebelumnya, yakinlah bahwa hal tersebut berguna untuk memacu keberhasilan.

- Hidup di masa lalu

Apakah punya pengalaman pahit dan tidak menyenangkan di masa lalu? Semua orang pasti punya. Beberapa Pengalaman pahit di masa lalu seringkali meninggalkan jejak dan membekas terlalu dalam, boleh saja kita mengenangnya, tapi bukan untuk semakin meratap dan membuat ruang ragu dalam gerak kita, jadikan pengalaman pahit di masa lalu justru sebagai motivasi, pemacu semangat, dan inspirasi untuk terus melangkah ke arah yang lebih baik.

- Bergossip
     Hati-hati dengan kebiasaan buruk yang satu ini, memang terkadang sulit untuk menghindarinya tetapi bukan tidak bisa, seringkali kita "kepo" dengan urusan orang lain yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan kita, atau terpancing pembicaraan diskusi oranglain yang sama sekali tidak menguntungkan, fokuslah dengan goal dan rencana sendiri. Karena itu perhatikan lingkungan dan kebiasaan orang di sekitar kita, orang-orang sukses tidak suka bergosip karena orang-orang hebat dan sukses berbicara tentang ide-ide, orang rata-rata bicara tentang keadaan sekitar, orang-orang gagal membicarakan tentang orang lain.

-Terlalu cepat menyerah

      Nah ini yang lebih dari  penting, memiliki mental pejuang yang pantang menyerah, pantang mundur, tidak terjebak gengsi, akan mempermudah langkah menuju keberhasilan, semakin terasah mental ini akan semakin mudah meraih kesuksesan.

       Yup..tulisan ini saya sarikan dari berbagai sumber di rangkai untuk diri saya sendiri, semoga saya menjadi pribadi yang lebih berkualitas dengan belajar mengubah kebiasaan yang membatasi gerak ke arah keberhasilan.

    


     

 

         Kuliah adalah salah satu cita-cita terpendam saya, sayangnya selepas sekolah menengah atas, banyak faktor yang tidak memungkinkan bagi saya untuk bisa melanjutkan kuliah lagi. Sampai akhirnya saya menikah dan mempunyai anak. Hingga akhirnya keinginan untuk kuliah datang lagi. Bukan hal yang mudah ketika saya memutuskan untuk kuliah di usia yang tidak muda lagi di tambah hiruk pikuk pekerjaan ibu rumah tangga, yang mungkin (terlihat) enteng tetapi ternyata luar biasa melelahkan dan sibuk sekali.

      Hal pertama yang saya pikirkan adalah dimana saya akan kuliah dan jurusan apa yang harus saya ambil? Setelah mencari informasi dari berbagai sumber, memilih tempat universitas ternyata tidak mudah. Banyak kriteria yang harus di pertimbangkan, mengingat situasi dan kondisi yang paling sesuai dan pas adalah Univeritas Terbuka (UT) Dan akhirnya saya bulatkan tekad dan mengambil keputusan untuk kuliah di UT. Sebenarnya sudah sejak lama saya disarankan untuk kuliah di UT, karena kuliah di UT tidak di batasi umur, jarak, fleksibel dan biayanya sangat terjangkau. Yang terpenting ada niat dan kemauan untuk belajar dan berusaha. 



Yaa secara banyak yang bilang kuliah di UT itu gampang masuk, susah lulusnya keluar (hmmm.. ini yang membuat saya ragu) Jadi apabila kurang motivasi, kemauan, niat dan usaha yang kuat akan sulit menjalani proses belajar di UT, padahal untuk soal ini mah! semua juga akan terasa sulit yah kalau kurang kemauan dan usaha. 



Kuliah di UT memang sangat di tuntut untuk bertanggung jawab, disiplin terhadap diri sendiri, hampir semua proses pembelajaran dilakukan secara mandiri, meski begitu nggak perlu ragu, UT bukan kampus abal-abal, jadi nggak bisa main-main, apalagi pakai cara ekspress asal mendapatkan ijasah seperti yang sedang marak di beritakan. Kuliah di UT sangat di pertangunggung jawabkan karena ijasah yang di dapatkan setara dengan perguruan tinggi negeri. 

     Belajar sebenarnya tidak harus dengan kuliah, di era teknologi saat ini kita bisa belajar darimana saja, hanya saja sepertinya ada kesan dan perasaan tersendiri jika kita mampu menempuhnya melalui jalur yang formal.

Saya ingin mewujudkan mimpi saya menjadi nyata. Mimpi saya adalah tanggung jawab saya, maka saya yang wajib mengusahakan perwujudannya. Saya tak akan membebankan mimpi saya kepada anak-anak saya. Sebagai orangtua sudah selayaknya menghantarkan anak-anak kita ke gerbang impiannya. Tapi jika kitapun mempunyai mimpi mengapakah tidak kita mewujudkannya juga? Tidak ada kata terlambat untuk belajar dan berusaha.


     Tulisan ini sebenarnya saya niatkan untuk memotivasi diri saya sendiri agar tetap konsisten dan semangat menjalani perkuliahan. Just info saat saya memberanikan diri mendaftar kuliah saya sedang hamil anak keempat saya (saat saya menulis ini baby saya sudah berusia 2 bulan) saat ini saya baru memulai perkuliahan semester satu. Senangnya perkuliahan di lakukan dengan cara tutorial online, jadi untuk saya yang tidak bisa mobile, belajar di UT benar-benar menjadi solusi. Semoga saya bisa menjalani impian saya dengan lancar tanpa halangan berarti kedepannya.


© Nunu Halimi ·