Highlight Indonesia Fashion Week 2018: Pesona Salju Dalam "Deep Ice" Rancangan Viena Mutia|KD

Melihat perkembangan dunia fashion Indonesia, sahabat daring sepakat kah kalau saya katakan tumbuh pesat dalam beberapa dekade terakhir. Salah satu indikasinya bisa kita lihat setiap tahun, selalu di helat event-event fashion besar, yang di tunggu oleh para pecinta fashion yang jumlahnya juga semakin banyak. Ada Jakarta Fashion Week, Jember Fashion Carnival, Muslim Fashion Festival, dan yang teranyar baru saja selesai di langsungkan Indonesia Fashion Week.

Di adakan tanggal 28 Maret-1April 2018 lalu, event Indonesia Fashion week masih menyisakan keseruan dan euphoria bagi saya, sebuah kebanggan tersendiri bisa menyaksikan gelaran fashion terbesar yang selalu di gelar di Jakarta Convention Centre ini. Terakhir kali saya datang ke Indonesia Fashion Week sekitar dua tahun lalu, alhamdulillah tahun ini, di tahun ke 7 penyelengaraannya saya berkesempatan kembali mengunjungi Indonesia Fashion Week.

Hunting Tiket Traveling Di JD.ID Libur Impian Jadi Kenyataan


Liburan impian, terdengar menyenangkan! Saya yakin bukan hanya saya yang menginginkan ini, apalagi beberapa bulan kedepan masa liburan sekolah akan segera di jelang.

Rasanya nggak ada yang benar-benar menginginnkan liburan seperti saya saat ini. Selama lebih dari setengah semester, tahun ini benar-benar melelahkan, efek dari dua anak yang menghadapi ujian nasional secara berurutan. Anak kedua UN tingkat SMP dan yang ketiga UN tingkat SD.


Siapa bilang jadi ibu rumah tangga kerjaannya mudah..♬♫
sehari 25 jam ampun apotik aja kalaah..♫♬

Lagu Sophie Nevita ini udah lama banget, tapi selalu nempel di kepala saya kalau membahas pekerjaan rumah tangga. Ya begitu lah, seakan nggak ada habisnya, belum beres kerjaan A, kerjaan B sudah numpuk, begitu aja terus ritmenya, layaknya kaset rusak, di ulang-ulang terus sampai...hahahaa, issh drama amat yaa..

Alhamdulillah, ada yang di kerjakan, tanda masih sehat, tetap harus di syukuri, happy dan enjoy menjalaninya. Mengeluh capek, lesu, lelah, letih, lemah, lunglai, jenuh yaa manusiawi lah yaa, ibu tercipta bukan dari besi dan baja, ya walaupun itu mungkin saja, tapi masih bisa meleleh juga koq.

Sebagai ibu rumah tangga, yang sehari-harinya beraktifitas di rumah. Bisa di bilang saya sama sibuknya dengan ibu yang bekerja di kantor. Bedanya mungkin pressurenya yang agak kurang, karena nggak ada tuntutan target dari ibu atau bapak boss.

Ibu rumah tangga di rumah saja, terkesan kayak nggak ngapai-ngapain ya, padahal di rumah aja yan nggak diam, santai-santai. Mengurusi semua urusan anak-anak, suami, mengerjakan pekerjaan domestik sehari-hari, itu  bekerja juga dong yaa.



Saya selalu merasa terlihat sama setiap harinya, rasanya tidak ada berubah dalam diri saya. Tapi beberapa minggu ini, saya mendapati sapaan yang cukup membuat dahi saya berkernyit

"Waah, mba Nunu sekarang pipinya chubby yaa!?" atau "Mba Nunu lagi isi kah?!" atau yang langsung to the point bilang begini "Mbaa, koq gendutan ya sekarang!"

Kalau sahabat daring, mendapatkan pernyataan seperti itu gimana perasaannya..?

Jujur aja, kalau saya sih nggak baper, karena dari dulu memang pingin gemuk, saya nggak pernah gemuk, badan saya termasuk kategori kurus meskipun sudah tiga kali melahirkan.

Mengapa Ibu Harus Rajin Mengapresiasi Prestasi Harian Anak


👩"Waah, gambarnya bagus yaah, kakak pinter!? "Eh, tapi kenapa pelanginya koq kuning semua?"

👯"Aahh, tadi ibu bilang bagus?!"

 Lalu anaknya ngambek..

Duh, serba salah nggak sih kalau berada di situasi seperti ini, saya pernah tuh mengalami ini waktu anak pertama saya kira-kira usia TK. Alih-alih ingin memuji gambar anak dan memberi tahu kalau warna pelangi seharusnya tidak satu warna, ehh dia malah baper.

Emang ya, jadi ibu itu kadang harus di tambah bekal ilmu public speaking, humas, atau costumer service yang mumpuni, agar komunikasi dengan anak berjalan mulus dan lancar, soalnya ini tuh susah-susah gampang, ya nggak sih?!

Ayo Bergerak! Kenali Dan Lawan Gaya Hidup Sedentari kurangi Resiko Penyakit Tidak Menular


"Duh, mager nih!" Yup istilah mager beberapa tahun belakangan akrab di telinga kita. Sebelum tahu maksud istilah ini, saya bingung loh..Hmm Mager apa ya? Lagi bikin pagar atau gimana hahahha. Ohh ternyata itu singkatan dari Malas Gerak.

Iyes orang-orang zaman now termasuk saya akrab banget dengan kata mager untuk mengekpressikan rasa malas yang sedang melanda, Istilah yang ternyata merupakan cerminan dari gaya hidup Sedentari.

Gaya Hidup Sedentari

 Hmmm apa itu Sedentari? temennya seni tari kah? Bukan!

Sedentari atau Sedentary dalam bahasa Inggris adalah gaya hidup dimana seseorang kurang melakukan aktivitas, kurang gerak kebanyakan mager, kata Sedentari berasal dari sedere yang artinya duduk. Yup, pelaku gaya hidup ini secara umum memang lebih banyak duduk. Duuh, saya jadi merasa gimana gitu yah, terasa banget kalau gaya hidup ini lekat dengan keseharian saya.

CodingMum Depok 2018: Ketika Ibu Belajar Coding Dan Membuat Website Sendiri

Di masa awal akrab dengan dunia internet dan aktif di berbagai platform media sosial, seperti Blackberry Messenger, Facebook, Twitter dan lain-lain. Saya sering sekali membatin dalam hati. "Yaa aampun, ini koq bisa seperti ini yaa..?!" Tinggal di klik muncul deh apa yang mau di lihat, atau "Loh, koq kepikiran yaa orang membuat teknologi seperti ini!"

Saya juga gemes dan norak banget loh waktu pertama kali punya handphone yang bisa digunakan cukup dengan di geser-geser aja, hihihi. "Duuh! Ini yang buat dapat ide dari mana toh?!

Begitulah dunia zaman now yes, begitu cepat mendigitalisasi. Menggunakan  handphone dengan tombol Qwerty aja udah takjub, ihiy! Yang tahu gimana ribetnya dulu ngetik di handphone, pasti paham. *heheh. Pokoknya hepi deh bisa telepon dan ngirim text secepat kilat. Tapi, nggak lama setelah itu, tahu-tahu muncul handphone yang di buat full frame layar semua. Hahaha. iyes Cukup satu tombol aja di bagian tengah bawah. Dan hingga saat ini umum di pakai orang zaman now.

© Nunu Halimi ·