Mengapa Ibu Harus Rajin Mengapresiasi Prestasi Harian Anak

Mengapa Ibu Harus Rajin Mengapresiasi Prestasi Harian Anak


đź‘©"Waah, gambarnya bagus yaah, kakak pinter!? "Eh, tapi kenapa pelanginya koq kuning semua?"

đź‘Ż"Aahh, tadi ibu bilang bagus?!"

 Lalu anaknya ngambek..

Duh, serba salah nggak sih kalau berada di situasi seperti ini, saya pernah tuh mengalami ini waktu anak pertama saya kira-kira usia TK. Alih-alih ingin memuji gambar anak dan memberi tahu kalau warna pelangi seharusnya tidak satu warna, ehh dia malah baper.

Emang ya, jadi ibu itu kadang harus di tambah bekal ilmu public speaking, humas, atau costumer service yang mumpuni, agar komunikasi dengan anak berjalan mulus dan lancar, soalnya ini tuh susah-susah gampang, ya nggak sih?!


Anak-anak nggak bisa di ajak berbasa-basi, coba aja kita pura-pura bilang mau ajak dia ke minimarket, pasti dia lari, keteras langsung naik motor..ehh itu mah mbul anak bungsu saya.

Saat berkomunikasi dengan anak kita harus berstrategi, termasuk ketika memberi apresiasi, agar pesannya benar-benar bisa di terima oleh anak" `Anna Surti Ariani, Psikolog~
Yup, saya bersyukur banget nih dapat insight penting ini, dalam sebuah acara Blogger Gathering bersamaa Lotte Chocopie hari minggu lalu tanggal 15 Aprl 2018, bertempat di Harlequin Bistro daerah Kemang Jakarta.

Lewat sebuah talkshow bertema "Dampak Apresiasi Prestasi Harian Anak-anak Dalam Pembangunan Karakter" Acara yang di hadiri oleh CEO Lotte, Mr Yusuke Kawabata, Carissa Puteri dengan putanya Q barand ambassadoe lotte chocopie, Psikolog keluarga, Anna Surti Ariani, Oci Maharani, Brand Manager Lotte chocopie, dan MC, Vivit Kavi.

Sekarang saya pelan-pelan mulai bisa mengatur strategi saat berkomunikasi dengan anak. Apalagi minggu-minggu ini sampai menjelang bulan puasa nanti dua anak saya akan menghadapi hari bersejarah dalam hidupnya, yaitu menjalani UN (Ujian Nasional) anak kedua di tingkat SMP, dan anak ketiga tingkat SD. Jadi perlu taktik banget kan menyuruh mereka untuk rajin belajar dan memotivasi, juga mengapresiasi.

Mengapa prestasi harian anak perlu di apresiasi?

Bu ibu pasti seneng dong ya kalau ada yang mengapresiasi ibu dengan memuji lipstik yang ibu pakai, kece warnanya pas dengan kulit dan outfit ibu, udah gitu yang memuji orang yang kita hormati atau kita sayang, misalnya sahabat, ibu boss, atau suami sendiri.

Perasaan bahagia dan bangga pasti menghampiri, terus sadar deh gimana bedanya pakai lipstik 50 ribu dan 500 ribu, eeehh. Ya intinya bahagia yaa kan?! luar biasah.

Demikian juga anak-anak, mereka juga senang di apresiasi loh, terlebih oleh ibu sendiri. Jangan heran ya kenapa anak suka caper, sebenarnya mereka sedang butuh di puji. Tapi ya gitu, kadang-kadang ibu pelit memuji. Kasih pujian hanya untuk hal-hal yang di anggap besar aja, jadi setahun sekali juga belum tentu deh.Padahal ibu bertemu anak-anak hapir tiap hari.

Duuh, ini reminder banget buat saya, soalnya saya termasuk ibu yang nggak rajin kasih pujian untuk anak-anak, terlebih untuk yang sudah besar, pernah di sangka modus muji-muji, hihi. Mau cari tahu rahasia hati anak-anak. Yup lagi-lagi perlu berstrategi yaa. karena memberi apresiasi bisa banget mengungkap hal-hal tersembunyi di hati anak-anak kita.

Mengapa Ibu Harus Rajin Mengapresiasi Prestasi Harian Anak

Mengapa Ibu Harus Rajin Mengapresiasi Prestasi Harian Anak

Apa aja sih manfaat rajin memberi apresiasi kepada anak-anak?

Saya jadi teringat salah satu buku yang pernah saya baca. Sahabat daring pernah dengar  kah tentang eksperimen Prof. Dr Masaru Emoto dari Jepang yang telah membuktikan kekuatan apresiasi?

Eksperimen ini sangat terkenal "The Miracle Of Water" di lakukan oleh Prof. Dr Masaru Emoto dengan menggunakan air yang di tempatkan dalam dua botol terpisah.

Botol pertama di tulis dengan label positif, menggunakan kalimat pujian, terimakasih, dan cinta, plus setiap hari juga air tersebut di sapa dengan kalimat pujian dan ucapan kasih sayang.

Botol air yang kedua di perlakukan sebaliknya, di beri label negatif dengan kata-kata yang jelek dan setiap hari di beri ucapan sumpah serapah yang menyakitkan.

Begitu seterusnya, dua botol air tersebut di perlakukan. Hingga sampailah saat di teliti, ternyata ada keanehan pada sifat air yang di teliti. Air di botol pertama yang di beri kalimat pujian hasilnya air menjadi berkualitas, bening, bersih dan molekulnya berbentuk sangat indah. Sementara air di botol kedua menjadi keruh, kotor dan molekulnya tidak beraturan.

Nah, dari penelitian ini banyak yang menghubungkan dengan manusia, karena 70% tubuh manusia mengandung air (baca; darah). Jadi relevan rasanya jika manusia harus selalu di berikan kalimat pujian yang baik-baik, agar molekul air dalam tubuhnya menjadi bagus. Jadi boleh dong ya jika saya sebut anak-anak yang sering di apresiasi, fisiknya akan menjadi bagus.

Selain itu menurut Psikolog, Anna Surti, anak-anak yang sering di apresiasi akan memiliki kemampuan sosial dan perkembangan mental dan karakter yang lebih baik, mereka akan:

  • Tumbuh lebih percaya diri, karena pujian lekat dengan penerimaan, anak-anak yang sering  di apresiasi akan selalu merasa di terima di manapun berada.
  • Peka dan lebih berempati serta peduli dengan lingkungan sekitarnya.
  • Anak lebih semangat dan ceria. Anak juga mudah di terima teman-temannya
  • Anak-anak akan termotivasi melakukan hal-hal yang positif.

Memberi pujian atau apresiasi terhadap anak saat kesehariannya juga sangat mudah loh ternyata, karena di kegiatan sehari-hari pasti ada banyak sekali hal-hal baik yang di lakukan anak-anak, kita bisa melakukan pujian ini kepada anak-anak di keseharian dengan;

  • Apresiasi karakter mereka, misalnya ketika mereka bersikap manis dan sopan saat di ajak main ke rumah teman ibu, ke mall atau di mana saja.
  • Apresiasi kepatuhan dan rasa hormat, misalnya saat menghormati kakaknya, orang yang lebih tua, atau teman sebayanya
  • Apresiasi kontribusi mereka di rumah, misalnya ketika anak mau membereskan mainannya, membawa tempat bekas makannya ke tempat cuci piring, menaruh sepatu di tempatnya, makan sendiri, mencuci piring dll
  • Apresiasi kualitas pekerjaannya, misalnya saat gambarnya bagus, kamarnya bersih, tulisannya rapi dll
  • Apresiasi usahanya, meski mungkin hasilnya tidak sesuai harapan, misalnya saat di minta tolong beli minyak goreng merk A malah beli merk B hahaha ini anak saya sering banget salah beli..
  • Apresiasi ketiika bisa melakukan hal baru, misalnya naik sepeda atau menyeberang jalan sendiri, walau hati deg-degan yaa mau mujinya.
  • Apresiasi apa yang mereka sukai.

Satu hal lagi yang terpenting dalam mengapresiasi anak adalah cara menyampaikannya, karena 
They may forget what you said, but they never forget how you made them feel'
Menurut mba Anna Surti, ibu harus total berekspressi saat memberikan apresiasi, bahasa tubuh, intonasi suara, pengucapan harus jelas, dan jangan di tambahi apa-apa dulu, puji ya puji aja dulu, beneran tulus. Mata berbinar, wajah jangan flat atau datar cuma bilang "oh ya, bagus1"  lalu melipir.

Jangan juga langsung menambah ekspektasi, ketika anak berprestasi, seperti ini misalnya "Waaah keren! Hebat, Kakak sudah bisa cuci piring sendiri, besok cuci baju sendiri yaaa kak! *loh* ini saya dan si kakak. *sentil diri sendiri*

Kita boleh saja mengharap lebih saat memuji anak, tapi itu nanti, semua harus berproses cara berkomunikasinya. Sekali lagi berstrategi komunikasi. Bangkitkan dulu kepercayaan diri anak sampai benar-benar yakin, baru deh kita meminta anak melakukan prestasi lainnya. Pokoknya seru banget deh membahas mengapa ibu harus rajin memberi apresiasi harian kepada anak-anak.

Mengapa Ibu Harus Rajin Mengapresiasi Prestasi Harian Anak

Pemberian apresiasi juga lekat dengan hubungan batin atau bonding antara ibu dan anak, anak-anak yang sering di apresiasi lebih mudah dekat dengan ibu. Momen apresiasi anak juga akan di ingatnya hingga dewasa, inilah yang di sebut Premium Bonding Moment.

Premium Bonding Moments harus diptakan antara ibu dan anak, baik itu ibu bekerja atau ibu di rumah punya tantangan yang sama dalam membangun Premium Bonding. Iya, sih saya merasakan sendiri, meskipun notabene aktifitas lebih banyak di rumah, nyatanya tidak menjamin adanya bonding moments.
Mengapa Ibu Harus Rajin Mengapresiasi Prestasi Harian Anak

Kadang-kadang mungkin anak merasa bosan kali yaa, bertemu ibu dan mendengar ocehannya setiap hari. Nah, bonding moments bukan soal intensitas pertemuan. Tapi bagaimana ibu bisa menemukan momen-momen premium yang walaupun singkat tapi sangat berkesan dan bisa selalu terkenang, dan jadi Premium Moments together.

Mengapa Ibu Harus Rajin Mengapresiasi Prestasi Harian Anak

Mengapa Ibu Harus Rajin Mengapresiasi Prestasi Harian Anak

Hal yang juga selalu di bangun oleh Carissa Puteri dan Q panggilan untuk Quenzino puteranya yang sebentar lagi akan memiliki adik. Di tengah kesibukannya sebagai selebritis mba Carissa selalu mencoba menemani belajar, bermain warna, membaca buku atau melakukan hal-hal kecil lainnya dengan tidak lupa memberi apresiasi, karena setiap hari selalu ada hal baru yang kadang membuat dirinya merasa terkejut, terutama dengan prestasi harian Q.

Gathering yang di gagas oleh Lotte Chocopie ini juga menjadi salah satu premium bonding moments untuk saya loh, soalnya di acara ini saya datang bersama dua anak saya si sulung dan si bungsu. Jarang-jarang kami bisa jalan bertiga saja. Di sini saya juga jadi mengapresiasi, ternyata si kakak sangat perhatian, sementara saya mendengar cerita mba Carissa dan mba Anna Surti, ia mau menjaga adiknya, meskipun sebenarnya dia sudah kewalahan, karena adiknya aktif sekali.

Acara ini juga menyenangkan untuk anak-anak, karena venue acara bertabur Lotte Chocopie softcake  lapis marshmellow favorit anak-anak. Para peserta acara ibu dan anak juga di ajak untuk membuat DIY project mempercantik, foto di frame yang telah di sediakan. Waahh ibu-ibu blogger semangat banget loh menghias framenya.

Ayo, Ikut Ke Jepang bersama Lotte Chocopie

Di acara ini kami dapat info menarik nih untuk keluarga Indonesia dari Lotte Chocopie. Jadi belum belum lama lotte Chocopie merilis iklan tv terbarunya. Berisikan video aktifitas Carissa Puteri dengan Q. 

Mengapa Ibu Harus Rajin Mengapresiasi Prestasi Harian Anak

Mengapa Ibu Harus Rajin Mengapresiasi Prestasi Harian Anak

Ada tiga video yang telah di buat. Mana yang akan tayang belum di tentukan. Karena yang menentukan kita nih ibu-ibu, dengan cara ikutan campaign online dengan hastag #PremiumMometstogether dan #LottechocoPiePremiumMoments

Memilih yang manakah di antara tiga video tersebut yang paling oke untuk tayang di TV. Yang pertama adalah Homework, kedua video Shopping, dan yang ketiga video Greeting.

Video yang paling banyak di pilih nantinya adalah video yang akan di tayangkan di TV. Untuk berbagi momen premium dengan lebih banyak ibu, nantinya akan di adakan acara di bulan Agustus, dengan tema yang terpilih serta mengundang ibu dengan anak-anaknya. Wahh bakal seru nih yaa, menambah premium bonding moments.

Caranya gampang aja loh kalau kita mau jadi bagian Premium Bonding Moments ini. Cukup masuk ke website Lotte Chocopie ini https://lottechocopieindonesia.com/activity lalu daftar, isi data dan log in. Kemudian pilih deh video favoritnya, dengan memberi vote, yang mana di antara tiga video iklan tv Chocopie yang di suka. 

Selain berkesempatan mendapatkan undangan spesial, semua yang sudah vote punya kesempatan untuk memenangkan hadiah lain, yang semuanya keren, ada Voucher belanja, tablet, travel voucher dan hadiah utama family trip ke Jepang untuk satu keluarga. Wiiih pasti senang banget ya merasakan Premium bonding Moments di Jepang.



Ayo ibu-ibu, sahabat daring semuanya ikutan juga yah. Saya sudah pilih satu video favorit saya yaitu yang versi Homework, soalnya videonya pas banget dengan Mbul yang juga lagi senang meyusun balok lego jadi bangunan, kalau sudah main itu nggak bisa di ganggu deh! Persis seperti Q dalam video. 

Selain itru saya juga jadi tahu banyak sekali perkembangan Mbul dengan membangun bentuk-bentuk lego, untuk anak seusia Mbul yaa aalhamdulillah yes.

Yuk jangan lupa vote videonya, periode nya dari 12 April-13 Mei 2018, jangan sampai kelewat yaa..wish me and ibu-ibu semua yang udah vote luck, dapat hadiah ke Jepang..Yeaayy!











31 comments

  1. Hadiahnya asik banget ya mbak nu maauuuuu. Aku juga kadang masih suka lupa kalau mau apresiasi anak, hiks. Alesan bgt capek atau sibuk.

    ReplyDelete
  2. Hihihi Maira tuh kalo gambar, warnanya tabrak sana sini, gak ada yg sesuai dengan warna sebenarnya. Tapi aku biarin aja. Nanti sambil jalan2 aku kasih liat, daun yg warnanya hijau, langit saat lagi biru. Lama2 dia ngerti sendiri sesuai pemahamannya :)

    ReplyDelete
  3. Ehehe jadi malu, aku kadang masih suka pelit pujian pada anak-anak, awalnya krn takut mereka bekerja hanya utk dipuji. Ternyata gak gitu ya..

    ReplyDelete
  4. Sesimple apapun namanya apresiasi pentingnya ya ternyata. Jangankan buat anak, kita juga seneng y kalo diapresiasi.

    ReplyDelete
  5. Mba Nunu the best banget lah.. bersyukur banget semenjak ikut ini Amel jadi ga pelit kasi apresiasi ke anak-anak juga.

    ReplyDelete
  6. Kadang kita mengabaikan apresiasi ke anak padahal bisa berdampak positif ya :)
    Syukurlah bisa datang ke acar ini :)

    ReplyDelete
  7. Bener banget mba... apresiasi itu nggak cuma sama nilai aja ya. Tapi pada berbagai perilaku baik juga :)

    ReplyDelete
  8. Setiap anak unik, setiap anak berbeda, dan selalu mengapresiasinya akan membuatnya bahagia dan diterima.

    ReplyDelete
  9. Saya juga sering muji anak, tapi ujungnya nanya kenapa begini begitu. Bukan mau nge-down-in dia sih. Tapi pengen ngegali daya kritis dia. Dan emang bener sih Bun, anak yang sering diapresiasi bagus malah lebih jadi anak baik.

    ReplyDelete
  10. Sepakat kak. Kalau tiba buat tugas menggambar saya selalu membebaskan. "Adik mau matahari diwarnai apa?" "Gunungnya bagusan warna apa ya?" atau "Terserah adik mau gambar mobil bentuknya bagaimana ... soal nanti penilaian gurunya yg tdk bisa menerima ekspresi kebersenian kami, ya itu urusan belakangan :D

    ReplyDelete
  11. Pantesan, tiap saya apresiasi apa yang dikerjakan oleh keponakan saya, misal menggambar, dianya seneng banget, bahkan tambah #SemangatCiee mengerjakannya. Ternyata apresiasi itu perlu banget buat menambah kepercayaan diri anak-anak.

    ReplyDelete
  12. hahaha kok aku jd fokus ke lipstik 50 rb sm 500 rb sih mbaa
    pas banget kmrn make up kit kebawa anak2 krn tempatnya sm kyk tempt pensil mrk dan aku mendadak harus ke indo maret buat beli alat lenong seadanya... seadanya aja lumayan di dompet hahaha>
    jd inget lipen yg mahalan tp awet dan makenya puas hihi

    aihh apa sih, maaf ya OOT

    ReplyDelete
  13. Wah ternyata banyak ya dampak positif dari sering2 mengapresiasi anak2 :D
    Mau sering2 ah kasi pujian/ apresiasi supaya anak2 semangat jg ngerjainnya :D

    ReplyDelete
  14. Meski terlihat sederhana ternyata memberikan apresiasi walaupun sedikit aja apalagi langsung oleh ortu berpengaruh besar banget ya mba buat si kecil. Duh harus wanti2 diri sendiri ini biar tetap berikan pujian pada si kecil biar ga caper terus.. :-)

    ReplyDelete
  15. Apresiasi prestasi anak akan membuat anak lebih hebat lagi ya bunsay...

    ReplyDelete
  16. Wah bener banget. Anak ketigaku banyak membuktikan kebenaran manfaat dari apresiasi. Dulu dia sangat pemalu. Introvert banget. Nah ketika dia berhasil sesuatu, aku apresiasi dengan pujian sederhana, dia jd semangat. Jadinya, skrg dia bnyk berubah. Lebih deket sama aku Dan gak terlalu pemalu.

    ReplyDelete
  17. Si kecil ganteng banget sih mak Nunuuuuu. Gemesssssh. Sebaagai orangtua kita memang harus mensyukuri setiap pencapaian pencapaian kecil anak anak kita yaaa, plus jangan lupa kita beri apresiasi juga supaya mereka tau mamanya akan selalu mendukung mereka ya maaaak

    ReplyDelete
  18. Kadang prestasi harian lewat dr perhatian krn merasa sdh biasa ya padahal penting diapresiasi

    ReplyDelete
  19. Hahaha. Aku banget, muji tapi masih kayaknya pengen ngebenerin. Kok gini ya, bagus sih, tapi kurang terang. Jadinya anaknya marah. Huhuhu

    ReplyDelete
  20. Pentingnya mengapresiasi tiap hal2 yg dikerjain sm anak, selain bikin mrk happy, bisa juga menumbuhkan rasa PD di diri mereka :)

    ReplyDelete
  21. Pantesan anakku suka merona kalo di puji . Dans terlihat lebih bahagia sih ketimbang dibanding bandingin

    ReplyDelete
  22. Sangat penting sekali mengapresiasi anak dengan pujian agar mereka lebih termotivasi, apalagi hal tersebut suatu kebaikan.
    Lagipula membuat si anak makin semangat untuk melakukan hal positif

    ReplyDelete
  23. Jangankan anak kecil, mba. Kita yg dewasa aja suka kok dpt apresiasi dr org lain atau ortu. Membuat percaya diri kita tuh muncul.

    ReplyDelete
  24. sebenarnya kitapuns ering kok bahagia bila diapresiasi suami ya, tp kdg suka lupa sama pencapaian si kecil krn mikirnya dia anak haha

    ReplyDelete
  25. wah jadi prestasi harian anak pun berdampak jangka panjang ya. bisa memengaruhi masa depan nih. jadi mesti perlu diapresiasi oleh ibu.

    ReplyDelete
  26. Aku punya buku The Miracle of Water mbak. Tapi selama ini aku mengira air yang bisa berubah jadi molekul cantik atau air keruh ini hanyalah air yang berada di sekitar kita, bukan yang ada di dalam tubuh manusia. Ternyata berpengaruh juga ya? Ilmu baru nih.

    ReplyDelete
  27. Untuk yang belum punya anak, boleh ikutan campaign ini ngga sih mbak? Hadiahnya ke Jepang soalnya haha. Siapa tau beruntung.

    ReplyDelete
  28. Apresiasi emang perlu banget buat anak, ya. Kadang kita suka nggak sadar karena memang sudah seharusnya si anak bisa melakukan hal itu, padahal dia berjuang keras untuk bisa melakukannya tapi ketika bisa kita malah nggak kasih apresiasi.

    Thank's for remind, Mbak.

    ReplyDelete
  29. kayakny enak ya kuenya?? heheh memang semua ibu pasti mengapresiasi anak2nya.. mamaku aja walau kecil tapi tetep prestasiku di bangga2in

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung, apalagi sampai mau komen, duh saya happy banget, semoga tulisan saya bermanfaat... saya mungkin tidak selalu bisa menjawab komentar, tapi saya usahakan untuk berkunjung balik, jika ada pertanyaan sila hubungi saya by email, dan maaf yah....! Untuk yang memberi komen dengan link hidup akan saya delete. Terimakasih.