Minum Pristine 8+ Bukan Hanya Pola Makan Seimbang, Minum Juga Harus Seimbang

Tidak seperti makan, minum seringkali di nomor duakan, terutama minum air putih yaa. Padahal kita semua tentu paham kalau minum adalah kegiatan yang tidak boleh di lewatkan, karena tidak hanya butuh makanan, setiap hari tubuh kita juga wajib di suplai air minum.

Saya yakin banyak teman-teman, sahabat daring yang seperti itu juga, sering menomor duakan minum. hahaa sotoy yaa?! Ihiy, sebenarnya ini modus cari temen. Karena saya yang seperti itu. Tutup muka dulu ah!

                      Mengenal Susu Dari Sapi A2 Yang Mengandung Nutrisi Dan Manfaat Lebih Baik Pada Sistem Pencernaan


Akhir-akhir ini saya mempunyai pengalaman yang hampir selalu sama setiap kali bertemu dengan teman-teman, terutama yang sudah cukup lama tidak berjumpa “Waah! Mba Nunu sekarang gemukkan yaa!

Hmmm, sebenarnya dari dulu saya tidak pernah terlalu pusing soal ini, mau di bilang kurusan yaa senang, di bilang gemuk ya alhamdulillah. Namun ketika ada yang bilang "Pasti susunya cocok nih!? Ehhh, nanti dulu!

Mungkin maksudnya memang cuma untuk menyegarkan suasana ya!? Tapi kenyataan memang yang saya rasakan bukan karena minum susu berat badan saya bertambah. Meski suka minum susu dan selalu sedia susu cair di rumah, saya termasuk yang paling jarang sekali meminumnya. Soalnya gimana yaa, kadang-kadang setiap habis minum susu itu after tastenya suka nggak enak, perut terasa penuh, sebah dan kembung, ingin buang gas terus dan frekuensi buang air besar jadi meningkat.

Familia Urban, Hunian Asri Ramah Anak Urban Di Bekasi Timur

Memiliki rumah adalah salah satu mimpi, dan pencapaian terbesar hampir setiap orang. Terutama untuk yang sudah berumah tangga, menikah, dan mempunyai anak. Banyak pengorbanan dan perjuangan yang harus di lalui agar bisa mewujudkannya.

Sebagai sebuah kebutuhan dasar yang sangat di perlukan untuk membangun keluarga. Lika-liku mencari rumah juga memberi sensasi perasaan tersendiri. Bagi saya ini momen yang sangat sulit di lupakan, dan bersejarah dalam perjalanan biduk keluarga kami.

Berkunjung ke pameran properti bisa menjadi salah satu ikhtiar, membuka jalan bagi terwujudnya impian akan rumah, ada banyak pilihan property yang di pilih, di tambah promo, diskon, bonus dan penawaran menarik. Ini bisa juga jadi affirmasi loh?! Sekalian menghitung 'ancer-ancer' siapa tahu ada yang klik, tentunya akan semakin memuluskan jalan menuju impian.

Pekan ini, dari tanggal 22 hingga 30 September 2018, di Jakarta tengah berlangsung sebuah pameran property, Indonesia Property Expo.Di antara teman-teman, sahabat daring, ada kah yang masih bermimpi memiliki rumah, pindah rumah, atau ingin berinvestasi membeli rumah lagi?

  Sama-sama Dibandrol di Harga 4,5 Jutaan, Xiaomi Pocophone F1 VS OPPO F9 Mana Yang Lebih Unggul?


Holla sahabat daring, sudah pada tahu belum kalau Xiaomi baru saja merilis smartphone terbarunya nih. Dan masih dengan strategi yang sama, Xiaomi menawarkan smartphone dengan harga yang murah.

Bekal Sekolah Penuh Cinta Dengan Tambahan Kepingan Biskuit Julie's


Sebelum memiliki anak usia sekolah, sama sekali tidak pernah saya bayangkan apa yang harus dihadapi oleh seorang ibu.  Yes itu lah, bangun lebih pagi, meracik, mengolah lalu mengemas kotak makan bekal sekolah anak-anak. 

Rutinitas yang seringkali membuat pusing kepala. Lima hari seminggu, setiap hari harus memikirkan bekal sekolah. Apa ya yang enak di bawa untuk anak-anak di sekolah besok?

Telah berjalan lebih dari 12, tahun sejak si sulung masuk sekolah TK hingga kini sudah SMU, kemudian di sambung oleh adik-adiknya. Rasanya memang sungguh ulalaa.. 

Kaoshiung, sahabat daring mungkin asing ya mendengar kata ini. Kaoshiung adalah nama sebuah kota munisipalitas setingkat provinsi yang terletak di Taiwan.

Mengingat tentang Taiwan, saya langsung tertuju kepada Taipei dan menara 101, menara tertinggi di dunia. Namun ternyata ada sebuah kota lain, yang juga menjadi daya tarik Taiwan, ya inilah kota Kaoshiung.



Di masa lalu, kota Kaoshiung tidak pernah benar-benar mendapat perhatian luas, tetapi dalam beberapa tahun terakhir, turis baik lokal maupun asing, mulai menyadari bahwa ada banyak keseruan yang menanti di kota pelabuhan terbesar di Taiwan ini

Selain itu, kini semakin banyak orang yang menyadari bahwa Kaoshiung telah menjadi kota yang paling menyenangkan di Taiwan, dan karena itu, semakin banyak turis mengunjunginya, sebagai destinasi liburan  akhir pekan bagi penduduk lokal. 

Kota ini penuh dengan pasar malam, kuil, dan banyak restoran bagus yang menjadikannya patut untuk di kunjungi.

Meski baru tumbuh sebagai sebuah kota tujuan wisata. Kaohsiung terbilang cukup siap menyambut tamunya. Berbagai kerjasama internasional (seperti  untuk penerbangan dan reservasi hotel) di lakukan untuk menunjang aktivitas turis untuk berwisata di kota ini.

Dan bagi kita turis Indonesia, kita bisa lebih mudah mengurus segala sesuatunya  jika ingin berkunjung ke Kaoshiung. Salah satunya mengatur tiket penerbangan dan reservasi hotel melalui Traveloka.

Traveloka memang pilihan terbaik karena menawarkan beragam keunggulan, mulai dari harga bersaing hingga aneka manfaat positif lainnya untuk perjalananmu.

Adapun untuk maskapai penerbangan, Eva Air bisa jadi pilihan terbaik untuk apergi ke Kaohsiung. Maskapai ini mnawarkan keramahan khas Taiwan yang unik dan dinamis. Bahkan jika beruntung, kita bisa merasakan pengalaman seru terbang dengan satu-satunya kabin pesawat bertema Hello Kitty dalam salah satu penerbangan terusan dari dan ke Taiwan.

Nah, jika sudah sampai ke Kaoshiung kita biaa kemana aja ya? Berikut ini adalah  daftar enam destinasi utama yang wajib kunjungi saat berada di Kaohsiung.

  1. Konsulat Inggris Kuno Mencari tempat untuk menyaksikan matahari terbenam? Naiklah bus 99 yang berjalan mendaki bukit menujuju titik yang menghadap ke pelabuhan. Di bagian atas, kita akan menemukan bangunan bata merah elegan yang dulunya adalah rumah kolonial untuk Konsulat Inggris. Ada pameran kecil di dalam, tetapi umumnya orang lebih tertarik menikmati minuman atau makanan di teras terbukanya, tempat terbaik di kota untuk mendapatkan pemandangan pesisir yang luar biasa, apalagi di sore hari. 
Konsulat Inggris picsource: tripadvisor

2. Berlayar dengan Ferry ke Pulau Cijin . Di sini ada Pasar malam yang sangat tidak terkalahkan untuk variasi dan kualitas produk lautnya, bahkan ada jalan bernama Seafood Street. Pulau Cijin juga tempat yang bagus untuk aktivitas jalan santai, bersepeda, atau sekadar duduk santai sambil menyeruput racikah teh dan aneka kudapan nikmat. Selain itu ada juga Kuil Matsu di sini. Ini adalah kuil tertua sekaligus salah satu lokasi terbaik untuk mendapat pemandangan luar biasa dari ketinggian. 

Pulau Cijin. source: tripadvisor

3. Bermeditasi di Pegunungan Kuil Yuanheng adalah tempat yang tak tertandingi untuk menjauh dari semua kebisingan dan hiruk pikuk kota. Biara Buddha ini bertengger di punggung bukit, di tepi selatan bukit Shoushan. Lanskapnya luas dan tenang. 

Kuil Yuanheng, source: tripadvisor

4. Kolam Lotus Sangat mudah untuk melihat mengapa kolam ini (lebih dari danau) adalah daya tarik kota yang paling populer. Ada sekitar dua puluh kuil di tepiannya dan banyak jalur sepeda serta pedestrian bagi pejalan kaki. Yang paling menarik dan tidak biasa dari struktur di danau ini adalah Naga dan Pagoda Harimau. Measyarakat Kaohsiung mengatakan adalah keberuntunganjika memasuki naga dan keluar dari harimau.


5. Kuil Konfusius Terbesar di Taiwan Terletak di sudut Kolam Lotus, Kuil Konfusius Kaohsiung adalah yang terbesar dari jenisnya di Taiwan. Dibangun pada tahun dekade 1970-an, bangunan ini adalah replika sebuah kuil dari era Dinasti Song. Ini adalah bangunan yang mengesankan. Namun ada waktu yang tidak di sarankan mengunjungi kuil ini, yaitu pada hari peringatan Konfusius, yang jatuh pada 28 September. Tanggal yang juga dikenal sebagai Hari Guru di Taiwan, dan kuil biasanya penuh dengan jamaah.

6. Stasiun MRT Formosa Boulevard, ini adalah stasiun metro, yang berbeda dari stasiun lainnya. Karena memiliki Dome of Light (kubah cahaya) yang luar biasa . Ini adalah karya seni kaca terbesar di dunia yang Dibuat oleh seniman Italia Narcissus Quagliata, warna-warnanya sangat menakjubkan, membuat banyak orang melabeli stasiun ini sebagai stasiun kereta bawah tanah terindah di Bumi.


Membayangkan menjelajah Kaohsiung saja rasanya sudah membuay saya excited. Dan, pastinya tidak boleh lupa ya membawa kamera untuk mengabadikan setiap detail keindahannya.
Dalam model pendidikan saat ini, hasil ujian, peringkat akademik, atau standar nilai rata-rata yang tinggi seringkali di gunakan orangtua sebagai acuan informasi yang dibutuhkan untuk memutuskan sekolah mana yang akan dipilih untuk anak mereka.

Urusan pilah-pilih sekolah memang perkara yang bikin pusing ya bu-ibu. Mungkin terasa mudah bagi sebagian orangtua jika tolak di ukur di atas saja yang menjadi acuan cukup punya anak pintar yang nilainya bagus-bagus.

Tetapi saya yakin bukan hanya itu pertimbangannya, kemampuan anak-anak tentu tidak sama. Banyak banget yang harus di pikirkan saat mencari sekolah untuk anak-anak. Dan saya merasakan sendiri bagaimana rempongnya, terlebih dua anak saya naik jenjang sekolah tahun ini.

Proaktif dan update informasi adalah hal yang harus selalu orangtua dilakukan saat memilih sekolah. Terlebih sistem penerimaan siswa baru di sekolah negeri selalu berganti setiap tahun. Yah lumayan panjang kali lebar kalau mau di urai ceritanya. Bersyukur semua berjalan lancar, anak saya bisa masuk di sekolah yang inginkan.

Adalah hal biasa berkunjung dan melihat-lihat sekolah nasional, namun sebuah pemandangan baru di tanggal 31 Agustus lalu saya dapatkan. Iya, ceritanya saya berkesempatan  mengunjungi sebuah sekolah intercultural di daerah Bonavista, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Berjejer dengan bangunan apartemen Bonavista, hari itu saya berkunjung ke SIS (Singapore Intercultural School) Bonavista.

Bersama teman-teman dari Blogger Perempuan, pengalaman tersendiri untuk saya mendapatkan perspektif baru tentang sekolah intercultural. Sebuah lingkungan sekolah yang siswa-siswinya beragam multi bangsa, bahasa, dan budaya.

SIS Bonavista adalah sekolah yang menggunakan sistem pendidikan internasional, dalam lingkungan internasional, yang mengadopsi kurikulum Singapura, International Baccalaureate (IB) dan Cambridge International Examinations dalam sistem belajarnya.


Sekolah ini menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama, bahasa Mandarin sebagai bahasa kedua dan bahasa Indonesia sebagai bahasa ketiga. Sekolah SIS sendiri didirikan pada tahun 1996 dengan dukungan dari orang-orang yang dihormati dari pemerintah Singapura dan Raffles Institution.

SIS (Singapore Intercultural School) merupakan jaringan sekolah internasional yang terdaftar di Dinas Pendidikan RI. Meskipun sekolah ini di dominasi siswa asing, namun bukan berarti khusus orang asing loh!? sekolah ini juga menerima anak Indonesia yang ingin bersekolah di sini.

Bertemu langsung dengan Head of Teacher bapak Jhon P Birch, kami juga mendapat kesempatan untuk "school tour" keliling SIS Bonavista, melihat dari dekat aktivitas dan suasana belajar SIS Bonavista. Namun sebelum melakukan school tour kami di ajak untuk berdiskusi seru, berbicang asyik dengan narasumber psikolog terkenal Elizabeth T. Santoso tentang bagaimana mendidik anak di era digital.


How To "Raising Children In Digital Era" 

Teknologi digital telah membuat hidup kita menjadi semakin mudah. Rasanya tak ada satu hal pun saat ini, yang tidak tersentuh peran teknologi digital. Pekerjaan, pendidikan, permainan, pencarian informasi,  gaya hidup, hiburan hingga belanja, sangat di mudahkan dengan teknologi digital.

Dengan internet yang menjadi produk terdepan teknologi digital, dunia semakin terasa menyempit, karena meski jarak jauh sekalipun kita tetap bisa terhubung serta berjejaring dengan cara yang sangat mudah, kapan dan di mana saja lewat sambungan telepon, video call, conference call atau menggunakan media sosial.

Namun, di balik penggunaannya yang memberikan sejuta manfaat, penggunaan teknologi digital tidak selamanya memiliki dampak positif. Yaa, memang sudah prinsip yaa, apapun yang ada di dunia ini mesti ada plus minusnya. Pun dengan teknologi digital, yang memiliki beberapa dampak buruk, terutama pada anak-anak

Beberapa waktu lalu, suami saya mendapati kabar duka dari seorang kawan lama, beliau sedang mengalami masalah, salah seorang anaknya harus di terapi dan di rawat di rumah sakit akibat kelainan pada bola matanya, keduanya tidak lagi berwarna hitam sempurna, berubah menjadi putih keabu-abuan. Menurut kabar hal ini terjadi karena degradasi warna bola mata efek sering terpapar gadget.

Deg! Saya langsung berasa sedih mendengarnya. Sebagai sesama orang tua saya bisa membayangkan perasaan kawan suami saya, di samping itu juga memiliki kekhawatiran yang sama.  Penelitian membuktikan tidak hanya berdampak pada pemasalahan kesehatan fisik, penggunaan teknologi digital yang tidak tepat juga mengakibatkan berbagai permasalahan kesehatan psikologis anak-anak

Saya yakin bukan hanya saya, teman-teman, sahabat daring adakah juga yang mengalami issue yang sama tentang ini? Bagaimana sih cara yang efektif dalam  "Raising Children In Digital Era" 

Elizabeth T Santosa, adalah penulis buku "Raising Children In Digital Era"  Buku ini adalah salah satu buku pertama tentang parenting yang mengulas dan mengupas bagaimana cara mendidik anak di era digital ini. Di bawakan dengan gaya santai, ringan, padat dan jelas Elizabeth T. Santosa, banyak hal baru yang baru saya pahami tentang menjadi orangtua digital.

Banyak hal penting perlu di sikapi oleh orangtua anak-anak digital, mendidik anak adalah sebuah proses, bukan hanya untuk anak tetapi juga untuk orangtua.

Proses ini juga bagus jika di maknai juga sebagai sebuah fase belajar. Pertanyaan-pertanyaan yang  ada, pada saatnya mungkin menjawab kegelisahan orangtua di antaranya:

1. Memahami Gap Generasi Antara Orangtua Dengan Anak-Anak Era Digital.

Kecakapan anak-anak digital beradaptasi dengan teknologi sering membuat kewalahan. Siapa di antara teman-teman, adalah orangtua yang terkaget-keget melihat kemampuan anak-anak, yang meski tanpa di pandu, belum di ajari, tetapi tahu-tahu mahir mengoperasikan berbagai macam peralatan dengan teknologi digital.

Gap generasi antara orangtua dan anak-anak adalah salah satu alasan kuat mengapa orang tua juga perlu membiasakan diri dengan teknologi dan sadar akan berbagai kejadian di dunia digital, jangan sampai tertinggal jauh dari anak-anak.

Ajarilah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup di zaman mereka bukan pada zamanmu. Sesungguhnya mereka diciptakan untuk zamannya, sedangkan kalian diciptakan untuk zaman kalian"

Ilmu pengetahuan bersifat dinamis dan fleksibel, keberadaannya menyesuaikan dengan kondisi saat ini dan kehidupan di masa depan. Teknologi digital membuat  anak-anak mudah mengeksplorasi karena mengalami keajaiban dunia digital sejak dini. Ini tentu situasi yang berbeda dengan kita orangtuanya. Oleh sebab itu menjadi orangtua di era digital tentunya juga membutuhkan skill pengasuhan digital. Jadi jangan mau kalah dalam urusan teknologi dengan anak-anak.

2. Memahami Karakteristik Anak digital


Dengan memahami karakteristik anak-anak digital, sebagai orangtua bisa lebih terhubung dengan anak-anak

3. Orangtua Digital Memahami Tantangan Dan Dampak Teknologi Digital Pada Anak

Bicara tantangan mendidik anak di era digital ini, pastinya bikin iyuh-iyuh deh! Mispersepsi juga banyak terjadi tentang ini seperti,

Kapan anak-anak boleh menggunakan gadget? 

Nah, ini jadi dilema banyak orangtua ya pasti. Namun, ada kabar baik soal ini loh?!

Jadi, menurut mba Lizzi sapaan akrab psikolog Elizabeth T Santosa, penggunaan gadget sesungguhnya tidak di batasi usia. Berapapun usianya, mau batita, balita atau anak TK, boleh saja di berikan gadget. Yang harus di batasi adalah konten di dalamnya, bukan gadgetnya.

Orangtua harus berperan aktif memilihkan konten apa yang boleh dan tidak boleh untuk anak. Kecakapan anak-anak dalam menggunakan teknologi seringkali membuat orangtua lalai, lalu di lepas begitu saja. Padahal kunci penggunaan gadget bukan perkara usia, tetapi controlling, supervisi, pendampingan ketika anak menggunakan gadget. Jadi, jika tidak siap mendampingi anak maka jangan berikan gadget pada anak.

Gadget sebaiknya juga tidak di berikan sebagai pengalih perhatian agar anak diam, bisa duduk manis, anteng ketika ibu sedang sibuk melakukan pekerjaan rumah misalnya. Penggunaan gadget harus di lakukan sebagai bagian dari aktivitas antara ibu dan anak, jangan biarkan anak-anak sendiri saat menggunakan gadget. Waahh, ini peer untuk para ibu ya, terutama saya yang kadang memberikan gadget dengan tujuan agar anak diam.

Dampak Teknologi Digital Pada Anak

Teknologi digital memberikan kemudahan belajar untuk anak-anak, banyak konten positif yang memberi dampak bagus untuk anak-anak. Namun kecenderungan negatif juga seringkali tidak bisa di bendung, terutama pada anak-anak yang sudah aktif menggunakan sosial media, beberapa yang paling umum terjadi adalah:

1. Adiksi/Kecanduan
2. Pornografi

Orangtua harus waspada ketika anak-anaknya sudah menunjukkan tanda seperti di bawah ini, kemungkinan mereka sudah mengalami adiksi

3. Cyberbullying
4. Sexting/ Sex Texting

Anak-anak dalah pelajar alami dan peniru ulung mereka melihat dan mereka melakukan. Maka  poin yang paling terpenting, inti dari bagaimana cara menjadi orangtua digital yang sukses mendidik anak di era digital adalah👇

Orangtua Harus Menjadi Contoh/Role Model Yang Baik Untuk Anak 

Pada akhirnya semua yang berurusan dengan anak-anak akan kembali kepada orangtua. Sudahkah kita menjadi Role model yang baik auntuk anak, menjalin hubungan yang sehat, ikatan emosional yang kuat dan berkualitas dengan anak?

Membangun ikatan emosional dengan anak akan membantu anak dalam:
1. Menerima dan memahami supervisi orangtua.
2. Mengadopsi nilai yang di anut orangtua
3. Menaati aturan yang dibuat dalam keluarga.

Teladan yang perlu di tampilkan orangtua kepada anak-anak di antaranya:
1. Saling memahami
2. Rasa percaya karena anak butuh bantuan, butuh dukungan, dan butuh kenyamanan.
3. Peduli, care, kasih sayang satu sama lain.

Ketika anak-anak melihat dan merasakan orangtua adalah role model yang pas untuk mereka, maka akan terbentuklah kualitas hubungan yang baik antara anak dan orangtua, ciri-ciri hubungan yang berkualitas dengan anak antara lain:

1. Mudah berkomunikasi dan berinteraksi kapan dan di mana saja dengan natural
2. Banyak menghabiskan waktu bersama
3. Memegang janji dan komitmen
4. Bijaksana dalam menempatkan masalah dan solusinya
5. Peka terhadap usaha dan hasil yang di dapatkan anak-anak
6. Peduli satu sama lain
7. Bisa bercanda dengan humor yang asyik tidak kaku
8. Memperlakukan masing-masing sesuai porsinya, anak-anak balita dengan anak remaja tentu berbeda. Pun sebaliknya meskipun dekat dan intim anak-anak tetap harus hormat kepada orangtua.

Menurut mba Elizabeth, di era digital ini banyak memberikan perubahan pola hubungan antara orangtua dan anak. Namun orangtua tidak perlu terlalu paranoid dengan perubahan, karena itulah keniscyaan, yang terpenting orangtua jangan menyerah pada apapun masalah yang di hadapi dengan anak-anak.

Alhamdulillah ya bertambah lagi wawasan bagaimana mendidik anak di era digital ini. Selesai sesi bincang-bincang ini kami kemudian melakukan "school tour" melihat lebih dekat aktivitas belajar di SIS Bonavista.

"School Tour" SIS Bonavista

Sejak memasuki gerbang SIS Bonavista saya excited sekali melihat sekolah ini. terlihat sekali bagaimana rancangan ekosistem sekolah ini di buat. Gedungnya megah berada di area seluas 2300 meter persegi, yang terdiri dari preschool (setara TK) elementary (setara SD), primary (setara SMP) , dan junior college (setara SMA)

Di pandu oleh mba Monika Avrianny Marketing Manager SIS Bonavista kami mengelilingi SIS Bonavista. Dengan ruang-ruang kelas yang lega, lengkap dengan sarana dan prasarana standar internasional. SIS Bonavista merupakan satu dari tujuh sekolah SIS (Singapore Intercultural School) yang ada di Indonesia, keenam sekolah SIS lainnya terdapat di Kelapa Gading, Pantai indah Kapuk, Cilegon, Medan, Palembang dan Semarang.


Menyusuri ruangan dan lorong sekolah SIS Bonavista saya yakin banyak yang betah bersekolah di sini, suasananya nyaman dan leluasa. Anak-anak bisa bermain dan belajar dengan tenang, santai dan efektif. Sudut-sudut sekolah ini, memberikan ruang yang luas bagi siswa untuk bereksplorasi. Kami juga sempat bertemu dan berbincang dengan beberapa guru yang pada umumnya adalah guru-guru berkebangsaan asing yang telah berpengalaman mengajar dan sudah cukup lama tinggal di Indonesia.




Bertekad menghasilkan yang terbaik dari setiap siswa. SIS Bonavista terinspirasi oleh potensi Indonesia dan metodologi Singapura yang mendidik anak-anak dalam lingkungan seperti keluarga yang mengutamakan pembelajaran  yang lebih pribadi.

Di SIS Bonavista, belajar adalah tentang menginspirasi siswa. Guru tidak hanya sebagai pengajar di sini, tetapi juga membimbing, merangsang, memprovokasi dan terlibat, dalam lingkungan pengasuhan holistik. Dengan lingkungan seperti keluarga dan fokus juga pada kemampuan akademik, SIS juga diperkaya oleh bahasa dan seni dalam ekosistem untuk mendukung yang terbaik di setiap siswa. Guru di SIS menunjukkan jalan kepada anak-anak, sekaligus juga berjalan di samping mereka.


Dari segi biaya sekolah ini memang cukup lumayan di kantong saya, tetapi rasanya masih wajar untuk sebuah sekolah multibangsa. Melihat sistem pendidikannya serta fasilitas indoor dan outdoornya , sekolah seperti SIS ini worthed, layak di perjuangkan sebagai pilihan ideal jika orangtua ingin memberikan pendidikan terbaik untuk anak. Apalagi khusus untuk siswa citizen, atau siswa warga negara Indonesia SIS sering memberikan harga khusus dan diskon spesial, menurut mba Monika khusus untuk warga Indonesia yang mendaftar di SIS Bonavista hingga pertengahahan bulan Sepetember ini ada diskon hingga 50%.



Yang ingin tahu info lebih lengkap tentang SIS Bonavista, hubungi saja langsung sekolah ini di
Singapore Intercultural School Bona Vista Jl. Bona Vista Raya Lebak Bulus Jakarta Selatan +62 21 759 14414 atau website https://sisschools.org/sis-bonavista
Tidak peduli seberapa banyak, apalagi kecil, uang yang di hasilkan selalu habis. Seperti uap dan  angin, antara ada dan tiada, uang seperti sesuatu yang gaib, tekadang bisa di rasakan tapi wujudnya tidak terlihat. Duh! tadi belanja apa aja ya! Koq nggak jelas, uang di dompet menipis? Kemudian cek ATM, lalu berasa hampa, karena setelah itu kepikiran kemana saja perginya uang-uang itu? 

Haha, berasa curcol ya! Sahabat daring, ibu-ibu, mamah-mamah ya terutama, ada yang seperti itu jugakah? Toss dulu deh! 

© Nunu Halimi ·