"Click To Meet" Inovasi FWD Asuransi Hidup, Memilih Agen Asuransi Di Era Digital


Sebagai warga baru yang belum lama tinggal di rumah yang kami tempati sekarang, saya senang sekali ketika suatu hari seorang tetangga yang sudah saya kenal sebelumnya datang kerumah, ia menyampaikan sebuah pesan, katanya ada tetangga lain yang tinggal di cluster sebelah, ingin berkenalan dan main-main kerumah saya, tentu saya senang mendengarnya, secara kan yaa belum banyak kenal tetangga, saya mempersilakan dan welcome dong, ketika si ibu tetangga ini akhirnya berkunjung ke rumah.

Namun saya sempat bertanya-tanya dalam hati, mengapa ibu ini mau kenalan dan main kerumah saya koq bawa tas besar segala. Saat itu yaa positif thingking, mungkin dia baru pergi atau pulang dari mana, cuma memang agak aneh aja, kalaupun ia baru pergi atau pulang dari suatu tempat seharusnya kan tasnya bisa di taruh di rumah dulu.

Singkat cerita kami berkenalan, berbasa-basi ngobrol sana-sini, mulai dari riwayat pindah rumah, masalah pekerjaan, sampai urusan anak-anak, bahkan ia menanyakan berapa penghasilan suami dan-lain-lain, pertanyaan yang cukup risih saya jawab, ya soalnya kan baru kenal. Hingga akhirnya pembicaraan sampai pada satu poin yang menjadi jawaban mengapa ia membawa tas besar ke rumah saya.

Anyang-anyangan, mengalaminya rasanya tersiksa! Ketika dorongan rasa pingin pipis tak tertahankan, eh begitu di bawa ke toilet, ternyata urine yang keluar koq semacam netes, netes aja, sedikiiit banget, setelah itu muncul lagi rasa dorongan pipis, dan kejadian yang sama terus berulang, ujung-ujungnya bolak -balik ke toilet nggak selesai-selesai, capee deeh?!

Kalau hal seperti ini terjadi saat kita di rumah sendiri, mungkin tidak terlalu masalah harus bolak balik ke toilet, tapi bagaimana jika sedang dalam perjalanan, sedang bekerja, atau berada di suatu acara. Hmmm... rasanya nggak banget, atau berada di ruang publik dengan kondisi toilet yang tidak nyaman, terus panjang pula dengan antrian, duuh makin komplit rasanya, saya pernah mengalaminya dan rasanya bikin meringis.

© Nunu Halimi ·