Setu Babakan Tempat Tujuan Wisata Betawi Asli



  Menjadi warga Depok yang bertempat tinggal di pinggiran Ciganjur, lokasi daerah wisata ini ngga jauh dari rumah, yaa...kalau jalanan lancar lima belas menit aja sampai, tetapi rencana untuk kesana bareng anak-anak selalu tertunda, kebetulan anak-anak memang belum pernah sama sekali ke sana, ironis banget yaa...padahal yang datang ke sini orang dari mana-mana, jauh-jauh pulak!

    Setu Babakan nama tempat ini, mungkin karena merasa dekat dan sering di lewati jadi agak kurang antusias untuk datang kesini, padahal mah yaa.. tiap ada teman atau saudara yang main kerumah, pasti aja saya gembar-gembor soal tempat ini, niat utamanya sih basa-basi aja *Eh ketahuan deh! Sampai pernah sekali waktu, teman-teman saya tertarik dan akhirnya sampai juga deh! Saya bawa mereka kesini.

    Duluuu banget pernah kesini, sudah belasan tahun lalu, jaman masih baru kenal ayahnya anak-anak, ngajak jalan, cuma lewat aja, mau mampir malah takut, masih gelap dan bikin agak-agak spooky gitu.
    Sudah hampir dua bulan ini anak kedua saya (kakak) tak memakai handphone, sepertinya gadget kakak ini sudah mencapai titik batas pemakaiannya, anak saya yang satu ini memang aktif, termasuk dalam hal memakai gadget, padahal kalau di hitung masa pakainya belum terlalu lama! Tapi gimana yaaa...!? Untuk anak ABG jaman sekarang, gadget sudah jadi bagian yang tak terpisahkan. Apalagi jika sedang berselancar di internet dan sosial media dengan gadgetnya hmmm...

    Bahkan pernah beberapa kali saat saya memantau aktivitas onlinenya ada beberapa konten, gambar dan video yang seharusnya tidak boleh di saksikan anak-anak duh! Diantaranya yang berhubungan dengan joke dewasa, gambar-gambar atau meme, dan postingan yang mengandung unsur kekerasan.

Pernah memberi stereotype kepada orang lain?!

Pertanyaan seperti itulah yang langsung terbersit di benak saya...

Hmmm... Menonton film Ngenest, beberapa hari lalu ternyata membuat saya berasa ngenes, gimana ngga walaupun film ini di buat dalam bentuk komedi, yang bikin  ngakak guling-guling sampai akhir, ternyata tersirat satu pesan yang menurut saya terasa daleemm banget.

Ya! betapa mudahnya kita membuat stereotype, memberi penilaian kepada seseorang yang kita kenal hanya berdasarkan penampilan, suku, bangsa, agama atau ras nya.

© Nunu Halimi ·