Diabetes, mendengarnya pasti bukan sesuatu yang asing, yah...!? Tetapi sejauh manakah pemahaman tentang penyakit ini?

Tahun 2006 setelah melahirkan anak ketiga, dokter mengatakan saya potensial beresiko terkena diabetes, karena berat lahir bayi saya menyentuh angka 4,5 kg, besar banget yaa...!? Anak saya yang satu ini memang jumbo, padahal saat hamil semua terasa normal seperti biasa, berat badan dan lingkaran perut saya masih dalam batas normal.

Menuruti saran dokter, sayapun cek-up dan periksa gula darah, alhamdulillah, semua masih normal, menurut dokter ini mungkin efek postur badan saya yang tinggi besar, maka menurun ke bayi saya.

The Power Of Content: Komitmen Blogger Bergerak Bersama Serempak Indonesia


Di Hari Bloger Nasional tanggal 27 Oktober 2016 saya dapat kesempatan yang menyenangkan bertemu dan berkumpul dengan sesama teman bloger, di acara The Power Of Content, yang di helat kampus universitas Bina Nusantara (BINUS) FX Sudirman, hmmm... Saya langsung berasa nggak update, berada di kampus yang lokasinya di tengah kota Jakarta di mall pula, ya maklum yang saya tahu  kampus Binus berada di daerah Serpong dan Kebun Jeruk.

Acara yang di mulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya membuat hati saya berdesir, di tengah semangat Hari Blogger dan peringatan Sumpah Pemuda, dengan dress code acara The Touch Of Nationality, berbagai macam motif kain di daerah di kenakan beberapa teman blogger, beberapa lainnya bahkan dengan total mengenakan baju daerah, semakin menjadi deh hikmat menjadi bangsa Indonesia. Acara ini juga di selingi hiburan, lagu-lagu asyik yang di tampilkan oleh mahasiswa Binus.

The Power Of Content, topik yang sangat menarik pastinya untuk blogger...Yaa kan...!? Bloger identik dengan tulis menulis dan memikirkan konten atau isi tulisan adalah peer bloger yang utama.

Tips Mengatasi Anak Demam Saat Berlibur, Kembali Ceria Ciptakan Kenangan
Liburan adalah salah satu momen yang selalu di nantikan setiap keluarga, nggak terkecuali buat keluarga kami. Meski mengajak anak-anak berlibur bagi saya sebenarnya agak sedikit dilema. Di satu sisi senangnya bukan kepalang yah, namanya liburan siapa yang nggak pingin coba! Leyeh-leyeh, hepi-hepi, menepi sejenak dari rutinitas harian tugas sebagai ibu, yang jam kerjanya mengalahkan apotek. *krik. Tapi di sisi lain, liburan dengan empat anak, dua remaja, satu usia sekolah dasar dan satu bayi, hmmm... Jadinya seperti pindah tempat aja dari rempong di rumah pindah ke tempat liburan. Sejak mulai persiapan dan di perjalanan, ada aja yang di ributkan anak-anak, belum lagi barang bawaan yang lumayan banyak, si kecil yang  kadang rewel dan cepat bosan, uuhlalaa..deh rasanya. 

Banyak hal tetap harus di kondisikan, nggak cuma urusan tiket dan reservasi perjalanan aja, tapi juga pakaian kotor, mengatur menu makanan, dan segala keperluan lainnya, yah intinya perlu ekstra power rangers dan ekstra sabar. 

Namun demikian hal ini nggak pernah jadi halangan kami untuk pergi liburan, karena pada dasarnya kerempongan dan kehebohan yang terjadi nggak sebanding dengan kebahagiaan saat berlibur, bagaimanapun juga liburan tetap lebih banyak asik dan senangnya. 

Apapun kondisinya menjalani setiap momen saat liburan selalu saja membuat kami excited, karena pada akhirnya, mau sedih, mau capek mau kesal, atau apapun itu, semua menjadi kenangan manis tak terlupakan, dan sering kami kenang kembali bersama anak-anak kalau lagi ngumpul, terutama sama anak yang sudah abg, lucu-lucuan mengungkit kejadian konyol dan résénya mereka saat berlibur

Semua pengalaman liburan bersama anak-anak bagi kami berkesan, suka dan duka, all memorable, setiap membuka file foto liburan langsung terasa flashback, saat piknik singkat ketempat wisata dalam kota seperti Ragunan, Ancol, Taman Mini Indonesia atau menepi ketempat yang lebih adem ke Puncak atau ke Bandung. Liburan kerumah saudara di luar kota seperti ke kampung (alm) papa mertua di Padang, ke rumah bude di Solo, tour overland Jawa-Bali, dan yang terakhir kami berlibur ke Singapura dan Malaysia di awal tahun ini, hmmm...jadi pingin liburan lagi.



© Nunu Halimi ·