Makan Sehat, Kritis, dan Peduli Keamanan Pangan, Ciri Generasi Milenial Sehat Cerdas

Baru saja melewati tanggal 11 bulan 11. 11 Nopember kemarin pada beli apa nih temen-teman?

Kalau saya. Hmm, berhubung lagi hemat dan nggak kepingin beli apa-apa, tanggal 11.11 kemarin cuma scroll-scroll aja, lihat-lihat promo, menggoda sih! Tapi, alhamdulillah nggak goyah.

Biasa banget emang ya, jelang akhir tahun di tanggal cantik 11.11 dan atau nanti tanggal 12.12 (12 Desember) gelaran diskon bertebaran di berbagai marketplace online.

                  Makan Sehat, Kritis dan Peduli Keamanan Pangan Ciri Generasi Milenial Sehat Cerdas

5 Hal Sederhana yang Harus Selalu di Syukuri

Hari berganti hari, setiap hari banyak hal kita lakukan di dalamnya.
Beberapa hari terasa sangat bagus dan menyenangkan.

Semua berjalan seperti yang direncanakan atau bahkan lebih baik, peristiwa yang menyenangkan tentu sangat berkesan. Namun, diantara hari-hari tersebut, adakalanya semua tak selalu berjalan mulus.

  5 Hal Sederhana yang di Syukuri Bahkan Saat Sulit


Itinerary 3 Hari di Bali, Enaknya Kemana Aja?

Bali masih menjadi tujuan wisata primadona Indonesia, kemanapun kita pergi jika berada di Bali, maka tidak perlu risau, mau kemana aja indah.

Memiliki beragam tempat wisata yang luar biasa, banyak area di bali bisa kita jelajahi, sebagian besar tempat di pulau Bali dapat dicapai dalam beberapa jam dari mana pun kita berada.

Senangnya saya, akhirnya bisa kembali mengunjungi Bali sebagai hadiah kompetisi foto instagram yang di adakan Indihome.

tinerary 3 Hari di Bali, Enaknya Kemana Aja?

Dengan itinerary 3 hari, pihak travel yang mengatur perjalanan saya mengaturnya dengan jadwal yang cukup padat, namun tetap fleksibel dan ada kelonggaran, jadi tetap bisa menikmati pejalanan.

Ini tentu juga memudahkan saya yang dalam perjalanan ini di temani oleh ibu yang usianya sudah di atas 60 tahun.

Jadi, kemana saja enaknya menjelajah jika kita hanya punya waktu tiga hari, itinerary berikut bisa menjadi pilihan: 1. Big Garden Corner

1. Big Garden Corner ini tempatnya secara umum seperti galeri, yang berisikan aneka instalasi batu dan patung-patung khas Bali dengan sebuah kolam air dan pondok-pondok artistik untuk tempat makan, yang bisa di pesan juga di restoran yang berada di lingkungan taman.

Big garden Corner katanya sih tempat tujuan wisata terbaru dan kekinian di Bali, karena semua karya seni yang di tampilkan di sini memang di desain untuk menjadi spot foto. Jadi pas banget nih untuk yang ingin mencari konten foto instagram. Tampilan visual tempat ini bisa di cek dleawt instagram, cari deh pakai hastag #BigGardenCorner nanti akan ada banyak banget penampakan area wisata ini yang instagramable ini.

2. Ice Cream World

Ice cream World ini sebenarnya sebuah toko es krim, namun di desain dengan interior yang untuk foto selfie, wefie, atau foto ala-ala. 

Es krim disini ditaawarkan dengan berbagai rasa unik dan enak. Untuk tiket masuknya kita di kenakan biaya Rp100ribu, sudah mendapatkan satu cone es krim sesuai pilihan. rasa apa saja dan bebas foto-foto

3. Tegal Alang Ricefields

Berada di desa Ubud, Tegal alang Ricefields adalah spot wisata favorit turis, terutamna turis asing yang jarang melihat padi dan sawah. Teknologi pertanian subak khas Bali menjadi daya tarik di sini, hamparan padi yang luas dan bertingkat-tingkat.


Itinerary 3 Hari di Bali, Enaknya Kemana Aja?

5. Hutan Mangrove Denpasar

Mengunjungi hutan Mangrove Denpasar kita akan terpesona oleh bersahajanya suasana hutan yang hening dengan sentuhan sensasi aroma lumpur, batang dari Mangrove, perjalanan sejauh kurang lebih 2km kedalam menyusuri hutan mangrove sedikit banyak bisa jadi detox juga untuk badan yang sudah banyak terpapar partikel bebas.

6. Alas Harum

Terletak di Ubud, Alas Harum masih satu area dengan Tegal Alang Rice fileds, ini adalah area wisata yang mengedukasi pengunjungnya untuk mengenal lebih jauh kopi luwak, luwak, dan proses pembuatan kopi luwak


Itinerary 3 Hari di Bali, Enaknya Kemana Aja?

Itinerary 3 Hari di Bali, Enaknya Kemana Aja?

7. Air terjun Blang Singa

Air Terjun Blangsinga terletak di Banjar Blangsinga, Desa Saba, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar Bali. Dengan pemandangan air terjun yang indah dan suasana yang ramai. Jalan yang menurun sebelum air terjun memberi kesan tersendiri karena ada beberapa wahhana swing air atau ayunan yang kekikinian di Bali, restoran, kolam renang dan D'Tukad River club yang full musik dengan penampilan live DJ


Itinerary 3 Hari di Bali, Enaknya Kemana Aja?

8. Jimbaran Beach Salah satu sudut pantai terbaik di Bali. Belum lengkap ke Bali kalau tidak menikmati sunset di tepi pantai Jimbaran dan menokmati santap malam di restoran yang tersebar di sepanjang bibir pantai

9. Pantai Kuta Pantai kuta juga merupakan destinasi wajib jika berkunjung ke Bali, kita bisa bermain pasir, berenang, atau sekadar berlari pagi di pantai merasakan kelembutan pasir, sambil menikmati matahari pagi

10. Tanah Lot 

Last but not least, inilah pamungkas kunjungan ke Bali sebelum kembali ke bandara, foto-foto di salah satu sudut Bali yang ikonik akan menjadi kenangan tersendiri yang artinya sudah sah pergi ke Bali. 

Yaa, itulah tempat tujuan wisata yang bisa di kunjungi selama tiga hari saya di Bali. Pada akhirnya Bali memang tidak akan cukup di jelajahi satu atau tiga hari saja, karena banyak sekali spot wisata menarik lainnya di Bali. Itu artinya harus pergi lagi ke Bali, jelajah Bali berikutnya, semoga, enaknya kemana lagi yaa!?


Kenapa Kita Harus Luangkan Waktu Bepergian (hanya) Berdua dengan Ibu

Hubungan Saya dengan ibu atau yang biasa saya sapa Emak, bisa di bilang tidak terlalu hangat, kami memiliki hubungan yang baik tetapi bisa di bilang tidak terlalu dekat.

Sependek ingatan saya, yang menghabiskan waktu bersama emak hanya sampai usia 20 tahunan, hingga Saya menikah dan hidup terpisah, kami jarang sekali berbincang .

Emak juga hampir tidak pernah menasehati saya sebagai anak perempuan seperti pada umumnya banyak ibu lakukan.

Tidak ada satu kata pun darinya yang bisa saya jadikan wejangan, yaa, setawar itu hubungan Saya dengan Emak.

Kenapa Kita Harus Luangkan Waktu Bepergian (hanya) Berdua dengan Ibu

Kondisi yang kemudian ketika Saya punya anak baru Saya pahami.

Memiliki dan mengasuh tujuh anak dengan jarak usianya turun tangga, dan semua di urus sendiri, Saya jadi terbayang bagaimana beliau dahulu kepayahan mengurus anak-anaknya, hingga tak sempat membangun komunikasi dengan anak-anaknya.

Alhamdulillah nya ini adalah sesuatu yang kini saya petik hikmahnya, dengan menjadikannya sebagai dalam berusaha dan terus belajar membangun komunikasi dengan anak Saya secara intens.

Hubungan ibu dengan anak perempuan katanya adalah sesuatu yang kompleks dan beragam. Beberapa ibu dan anak perempuan bisa menjadi teman baik, atau sering berdebat.

Tetapi, pada akhirnya saya meyakini, seperti apapun hubungan kita dengan ibu, kita akan menemukan sebuah titik yang menyadarkan bahwa berkat ibulah kita berada di dunia. Dan meskipun tidak banyak kata, ibu tetaplah sosok yang paling peduli pada anak-anaknya

Setiap kita adalah anak

Setua apapun usia kita, status sebagai anak akan terus melekat dalam diri. Daan, sekeras apapun kita berusaha, takkan ada satupun dari kita yang sanggup membayar balik segala pengorbanan dan perjuangan mereka, terlebih ibu.

Sebagai anak sering banget ya kita memikirkan bagaimana cara untuk membalas dan membuatnya bahagia, meskipun buat seorang ibu hal itu tidaklah penting. Kebahagiaan anak adalah hal yang lebih utama bagi ibu.

Namun ada banyak cara untuk menunjukkan kepada ibu perhatian kita. Salah satunya dengan mengajaknya traveling, jalan-jalan. Tapi jalan-jalannya hanya berdua saja!

Bersyukur sekali saya mendapat kesempatan itu, ketika bulan Juli lalu Saya mendapatkan hadiah jalan-jalan ke Bali sebagai hadiah kompetisi foto Instagram dari Indihome. Oiya, ini pengalaman yang berkesan banget, karena Saya belum pernah mendapatkan hadiah sebesar ini.

Semakin menyenangkan karena Saya ternyata boleh mengajak satu pendamping dalam jalan-jalan ini. Awalnya ingin mengajak paksuami, tetapi setelah dipikir-pikir, mengapa tidak Saya mengajak emak saja.

Emak belum pernah ke Bali, bahkan belum pernah naik pesawat terbang. Sudah lama juga saya kepikiran ingin mengajak emak jalan-jalan, walaupun belum jelas tujuannya. Selalu terbentur berbagai alasan, mungkin ini memang jalan Saya bisa mengajak beliau jalan-jalan.

Akhirnya untuk pertamakalinya Saya jalan-jalan hanya berdua dengan emak. Kami sebenarnya pernah jalan-jalan tetapi selalu bersama keluarga, anak-anak saya, atau keluarga besar kami. Itupun paling jauh ke kawasan Puncak.

Bepergian hanya berdua saja dengan Emak, ternyata menjadi kesempatan mengenal Emak. Bukan sebatas sebagai ibu, Saya jadi melihat lebih banyak dan sisi lain tentang kepribadian emak.

Mengingat raut wajah bahagianya sejak saat memasuki bandara Soekarno-Hatta, hingga naik pesawat tidak akan saya lupakan. Belum lagi setibanya di Bali, kami menginap di hotel, menikmati makanan dan menjalani semua itinerary, wajah sumringah selalu terpancar di wajahnya.

Pengalaman jalan hanya dengan Emak ini membuat saya terpikir, setiap anak sebaiknya memang meluangkan waktu juga bepergian hanya dengan Ibu.

Yup, Alih-alih lebih senang jalan dengan pasangan, anak-anak, atau teman kantor. Jalan-jalan hanya berdua dengan ibu banyak memberi perpektif baru tentang ibu dan hidupnya, diantaranya:

  1. Ibu semakin tua, semakin sedikit kesempatan untuk membahagiakannya, menyenangkannya
  2. Ibu tidak selemah kelihatannya, percaya deh walaupun sudah berumur, ketika di ajak jalan-jalan ibu akan senang dan semangat sekali, staminanya bahkan mengalahkan yang muda-muda, jadi tidak perlu khawatir akan repot
  3. Sangat menikmati dan menghargai perjalanan, apa yang terlihat biasa saja, buat ibu adalah sesuatu yang menarik
  4. Mengenalnya lebih baik, saya paham kenapa beliau tidak terlalu banyak bicara, karena menurutnya sejak kecil saya mandiri, jadi tidak perlu banyak wejangan, sudah paham.
  5. Punya banyak kenangan. Yes walaupun baru sekali, sekarang saya punya banyak kenangan tentang emak. Foto-foto dan videonya tersimpan dalam kamera dan hati saya.

Diatas semuanya saya merasakan kalau jalan-jalan hanya berdua dengan ibu, bisa banget jadi cara yang sempurna untuk kita mengungkapkan rasa terima kasih kepadanya, karena telah melakukan pekerjaan luar biasa dalam membesarkan anak, yang tidak mudah.

Berkat curahan waktu, energi, uang, dan cinta darinya membawa kita ke tempat hari ini. Meski tidak berharap mendapatkan apa yang dikatakan hubungan hangat antara ibu dan anak perempuan, setidaknya kami jadi mengenal lagi satu sama lain.

Setelah ini saya berharap banget bisa mengajak emak ke destinasi lain, dan tentu saja ke impian terbesarnya, berangkat umroh dan haji. Bismillah semoga ada jalan dan kesempatan.

Cara Ngumpetin Perut ndut Dengan Pakaian Yang Tepat

"Aduh, bagus sih!? Tapi, bisa take foto sekali lagi nggak?

"Pipi akunya koq chubby banget!"
"Perutnya juga ndut, keliatan gede amat sih?!"
"Bentar-bentar, aku pindah posisi biar anglenya pas"

Kyaaa….benerin hijab..tarik nafas, tahan perut..

               Cara Ngumpetin Perut ndut Dengan Pakaian Yang Tepat

Kenali Stroke, Cara Mencegah dan Penanganannya

Seiring perjalanan waktu dan pertambahan usia, saat ini saya mulai memiliki perasaan berbeda mengenai bagaimana menjadi manusia dewasa dan menjadi semakin berumur, eh tapi berada di rentang usia 35-40 tahun boleh nggak sih kalau saya tetap merasa muda.

Bukan apa-apa, sudah beberapa kali saya mendapat berita bahwa beberapa teman seangkatan, baik saat di sekolah ataupun tetangga, saudara dan kenalan saya terkena serangan stroke, sakit berkepanjangan dan meninggal dunia.

Keluar dari Zona Nyaman Ngeblog

Saya bukan orang yang sedihan dan mudah galau. Tapi, entah kenapa beberapa waktu lalu ini koq ya merasa getir dan buntu banget, buntu dalam urusan blog.

Berjam-jam bahkan pernah berhari-hari, saya mematut di depan layar PC, namun nggak ada satupun update blogpost yang berhasil saya publikasikan.


Rasanya tidak menyenangkan mengalami situasi seperti itu, Bukan tidak ada ide, justru banyak sekali ide di kepala, tapi begitu mau di eksekusi, blank! Nggak ada feelnya, hari-hari ngeblog jadi stuck, macet, dan nggak produktif.

Tidak mau situasi terus berlanjut, saya merasa ini terjadi karena saya sudah menghabiskan terlalu banyak energi di zona nyaman.

Ngeblog santai, ini bukan pekerjaan utama, jarang nulis konten organik, undangan event aja udah cukup, update instagram saja sudah lumayan, hmmm..Ya, begitulah

Lalu kemudian merenung..

Duh!

Ternyata saya semakin jauh dari tujuan awal ngeblog, yaitu untuk bercerita, berbagi, sharing dan menjadikan blog ini sebagai media jadi mompreneur dan branding.

Ya, pada akhirnya lelah juga kaan ya!? Ketika kita melakukan sesuatu tapi tidak menikmatinya, rasa kesia-siaan membayangi.

Bersyukurnya, karena situasi ini saya jadi mendapat kesempatan sempurna untuk berusaha merefleksikan dan menemukan kembali apa sih yang saya harus lakukan untuk keluar dari zona nyaman ini. Teman-teman, pernahkah mengalami situasi seperti yang saya alami ini? Walaupun dalam kegiatan atau konteks berbeda. Zona nyaman ini konon adalah situasi yang umum banget di alami banyak orang.

 Ini adalah situasi ketika kita sudah nyaman dengan suatu keadaan. Kita nggak lagi punya target yang menantang diri untuk melakukan sesuatu yang lebih dari yang udah ada. Merasa sudah cukup oke, puas dengan yang ada. Menikmatinya tanpa mendorong diri berusaha lebih, padahal sebenarnya kita masih bisa banget meraih hal yang lebih banyak dan lebih baik.

 Great Things Never Comes From Comfort Zone" 

Karena saya suka dan cinta banget dunia blog, maka saya harus ambil sikap untuk berubah dan melompat keluar.

Apa saja yang akan membantu keluar dari situasi ini?

Terkait dengan zona nyaman saya dalam ngeblog, sebagai permulaan, maka yang di siapkan pertama itu buat saya adalah menyelaraskan otak, hati dan pikiran dulu, lalu berusaha mengingat kembali masa awal ngeblog dan mencoba untuk

Fokus

Meluangkan waktu untuk merenungkan dan menuliskan kembali - apa sih yang ingin saya MENJADI

- apa sih yang ingin saya LAKUKAN

- apa sih yang ingin saya PUNYA

- apa sih yang ingin saya TINGKATKAN

- apa sih yang ingin saya GANTI

Setelah saya tuliskan apa yang fokuskan diatas, ternyata listingnya banyak..hehe

Kedua adalah mulai kembali membangkitkan "Blogger Power"

"Dengan kekuatan blogger aku akan menuliskannya, ciaatt!" Kyaa, gaya sailormoon ala-ala.

Yup, blog itu punya power yang luar biasa, makanya penting banget untuk mendapatkan kembali kekuatan itu dengan menetapkan kemauan konsisten untuk menambahkan konten lalu bayangkan kekuatannya, karena ada banyak audiens pembaca yang sudah menunggu, mereka yang mungkin terbantu dan terinspirasi dengan apa yang tertuliskan di blog.

Blog adalah platform yang mudah murah untuk membangun kekuatan branding. Bangun otoritas dan ubah kebiasaan lewat disiplin, asah keterampilan, dan ketelitian di sertai cita menjadi blogger tanpa henti, membangun blog untuk jangka panjang, bukan jangka pendek

Yang ketiga adalah Kesabaran, nah ini juga nggak kalah penting dalam ngeblog, jadi blogger yang cepat hanya pas buat akunnya saja, untuk hal yang lainnya prosesnya panjaaang dan nggak instan. Makanya perlu sabar, jangan baru menemui hambatan sedikit saja sudah malas, berhenti ngeblog.

Yang ke empat, jalan-jalan atau refreshing cari hiburan atau liburan, sejenak pergi cari udara segar. Ini sudah nggak diragukan lagi yaa, Liburan jalan-jalan adalah penawar ampuh kebuntuan.

Ya, pada akhirnya setiap pengalaman membuat kita jadi berproses, belajar dan membuat "kaya" lebih kaya dari sebelumnya.

Last but not least, jujur saja harus diakui, cara terbaik untuk keluar dari zona nyaman adalah memaksa diri untuk melakukan sesuatu yang berbeda, sehingga akan ada pertumbuhan, ketika kita tinggal di zona nyaman kita, menurut definisi, dan hanya melakukan apa yang nyaman memang tidak ada yang salah. Namun, sudah jadi keniscayaan kalau hidup hanya mengalami pertumbuhan ketika dapat melalui tantangan dengan ketidaknyamanan.

So, goodbye zona nyaman, selamat tinggal kebuntuan semangat nulis blog lagi ya Nu..