Premium Bonding Moment, Perekat Cinta Ibu Dan Anak


Gema peringatan hari ibu di tanggal 22 Desember lalu masih terasa, senang sekali rasanya ketika keberadaan sebagai ibu di ganjar apresiasi dengan sebuah tanggal istimewa, meskipun bagi saya itu bukanlah sebuah keharusan, tetapi sungguh membahagiakan, ketika malam itu masing-masing anak saya mencium dan mengucapkan terimakasih dan selamat hari ibu untuk saya.
Tak ada yang lebih membahagiakan bagi ibu ketika melihat anak-anaknya tumbuh sehat, cerdas, pintar, soleh, soleha, hormat dan saling menyayangi satu sama lain. Dan bagi saya, menjadi ibu dari empat anak bukanlah perkara mudah, terlebih di antaranya sudah mulai menjelang remaja, saat di mana mereka mulai menemukan dunia mereka sendiri. 
Menyelami dan memahami karakter masing-masing mereka adalah sebuah seni tersendiri, saat nilai rasa, keadilan dan objektivitas sebagai ibu teruji demi memenuhi rasa kasih sayang dan cinta kepada mereka secara utuh, selain juga membangun bonding atau ikatan lahir batin dengan masing-masing mereka dalam porsi yang sama.
Loh, apa susahnya membangun bonding atau ikatan dengan anak-anak? Toh mereka sembilan bulan berada dalam perut, hanya beberapa sentimeter dari hati, menempel di dada saat menyusui selama dua tahun bahkan lebih, di asuh, di rawat saat sehat maupun sakit, serta memenuhi semua kebutuhan mereka. 
Pernyataan di atas bisa jadi benar, namun faktanya itu tidaklah cukup, karena waktu terus berjalan anak-anak semakin bertumbuh, berkembang dan terus bermetamorfosa baik secara fisik maupun mental. Menjadi ibu membuat saya menyadari bonding dengan anak bukan sesuatu yang otomatis terjadi, bukan sesuatu yang di bangun satu malam lalu di biarkan begitu saja dan yakin semua pasti berjalan sesuai harapan, karena sesungguhnya ikatan atau bonding dengan anak adalah sesuatu yang harus di bangun, di update dan di upgrade terus menerus.
Kecanduan Gadget Pada Anak, Atasi Dengan "Gadget Holic" Treatment Di Mom N Jo Spa

Kecanduan Gadget Pada Anak, Atasi Dengan "Gadget Holic" Treatment Di Mom N Jo Spa

Saat ini pemandangan anak-anak kecil menenteng gadget adalah hal yang biasa. Gadget seperti notebook, laptop, notepad, handphone smartphone, yang pada awal penemuannya lebih banyak di pakai oleh orang dewasa, pekerja kantoran dan merupakan barang ekslusif khusus untuk para eksekutif, saat ini sudah tidak berlaku, semua orang dari berbagai kalangan, bisa memiliki gadget, termasuk anak-anak.

Sebagian anak-anak sudah di ajarkan menggunakan gadget, komputer, laptop sejak usia dini, hal ini memang tidak salah, tiap orangtua memiliki pandangan masing-masing dan seperti kita tahu, teknologi sangat membantu dan memudahkan hidup manusia, anak-anak bisa belajar banyak hal dengan bantuan teknologi, mengenal warna, abjad tulisan, gambar dan lain-lain.

Beberapa bahkan sejak usia dua atau tiga tahun sudah sangat akrab dengan gadget, tengok saja saat pergi ke mall, restoran, atau tempat tempat wisata, namun sayang hal ini di lakukan sebagai alat yang ampuh untuk "menenangkan" mereka di tempat umum, dengan sajian konten game atau  hiburan film dan lagu-lagu...hmmm...
Awalnya kita membentuk kebiasaan, akhirnya kebiasaan membentuk kita
Membentuk dan mengajarkan kebiasaan baik dengan impact jangka panjang yang juga baik kepada anak-anak memerlukan effort tersendiri dan jika berhasil tentu sangat membanggakan dan menyenangkan. Namun bagaimana jika kebiasaan yang semula di "anggap baik" ternyata merugikan dan berefek jangka panjang yang tidak baik bagi anak, salah satunya kebiasaan menggunakan gadget yang kemudian berlebihan, dan akhirnya anak jadi kecanduan gadget, hingga tidak bisa terpisahkan dengan gadget.
Beberapa hari lalu saya baru saja kembali dari kampung dalam rangka menghadiri pernikahan seorang kerabat, bersaamaan di hari pernikahan, kami baru ingat kalau seorang keponakan yang ikut bersama kami sedang berulang tahun, ibunya sepertinya memang sengaja tidak mengingatkan kami mungkin karena suasana sedang hectic, menyiapkan acara pernikahan, masak-masak dan berbagai keperluan lainnya. 

Tapi kan namanya anak-anak yaa siapa yang nggak senang dengan hari ulang tahun, dan nggak rela juga jika orang-orang di sekitarnya terkesan melupakan, akhirnya tersiratlah raut kecewa dan sedih. 

Tanda tangan yang bahasa Inggrisnya signature adalah tulisan tangan yang kadang di buat dengan gaya tertentu yang yang tertulis pada sebuah dokumen sebagai bentuk identifikasi yang otentik bisa di gunakan sebagai sebuah keabsahan yang berkekuatan hukum sebuah dokumen, perjanjian, transaksi dll. Namun bagaimana jika tanda tangan berbentuk digital? Bagaimana cara menuliskannya? Saya lumayan penasaran, dan karena itulah ketika mendapat kesempatan menjadi bagian dari seribu orang pertama yang memiliki tandatangan digital di kota Depok membuat saya excited sekali, seperti apa sih bentuk tanda tangan digital?

Dalam peluncuran sosialisasi tanda tangan digital di Hotel Bumi Wiyata Depok tanggal 6 Desember lalu, terjelaskan deh apa itu tanda tangan digital, penggunaan, dan pemanfaatannya serta pentingnya bagi kita memiliki tanda tangan digital.
Pekerjaan Kantor Dan Hobi Blogging Lancar Dengan Acer Switch Alpha 12

"...Hallo, bu di tunggu ya surat penawarannya...!?"
"..Ya, pak! Baru saja saya kirim by email, di cek dulu pak, saya tunggu kabar baiknya, lho!?"

Itulah sekilas percakapan saya via telepon dengan seorang rekanan yang sedang membutuhkan alat laboratorium, yaa beginilah, selain mengurus rumah tangga yang hobinya antar jemput anak sekolah juga nge-blog, saya adalah komisaris yang merangkap direktur keuangan, juga administrasi di perusahaan ini. numpang promo, Eh ! tapi jangan bayangin kalau ini perusahaan macam grup Bakrie, Lippo apalagi Trump loh yaa *do'ain dong!?* Habis nya suka gitu deh! Banyak aja orang yang kalau dengar kata punya perusahaan, jadi komisaris atau direktur keuangan kan kesannya gimana yaa!? Duitnya segambreng, hidupnya Waahhh! *aamiinin ajah* kami pedagang yang sudah punya bendera usaha, dan ini perusahaan hanya di mottonya aja luar biasa *untuk affirmasi* operasionalnya masih dijalanin sendiri koq! Ya gitu deh..!? Kami (saya dan pak suami) merangkap sebagai karyawan dan jika merujuk teori Robert T Kiyosaki maka kami ini berada di level self employee, *nggak ada yang nanya!?*
Bersama Bursa Sajadah Berbagi Berkah

Seharusnya kami tak perlu kehujanan, pukul 11.30 saya dan mba Eni sudah tiba di stasiun Pondok Cina Depok, tapi karcis parkir yang tidak bisa di tapping serta tukang parkir liar yang menolak kami dengan alasan penuh, membuat kami harus berputar arah dan mencari alternatif tempat parkir lain, berputar-putar di kawasan UI..dan oaallahh..belum lagi dapat tempat pakir hujan deras tiba-tiba turun dengan cepat dan deras mengguyur kota Depok. Meski begitu tak menyurutkan langkah kami yang sedang di buru waktu yang semakin mendekati pukul 12, kami harus tiba di lokasi acara, pukul 12.30. akhirnya kami menerabas hujan, berkendara dengan motor  berbasah-basah demi mencari dan mendapatkan tempat parkir.

Bersama Queenrides, Let's Ride And Stay Safe

Perempuan adalah pengendara yang buruk...hmmm makjleb banget kan yaa, setiap kali ada kendaraan yang berjalan lambat, itu pasti perempuan, terlalu ambil kanan pasti perempuan, yang suka nikung sembarangan pasti perempuan, parkir nggak presisi pasti perempuan, nggak kasih sen dengan benar pasti perempuan,  nggak sabaran nunggu lampu merah pasti perempuan...waduhh.  ..punya masalah apa sih sama perempuan!? Apa iya nggak ada satupun hal yang di lakukan dengan benar oleh perempuan. Sebagai pengendara perempuan saya gusar dan gregetan, segitunya kah menggeneralisir perilaku perempuan di jalan raya.


                                                    
                                                              
Meskipun nggak semua seperti itu, tapi mau gimana yaa inilah fakta, hal umum yang terjadi di jalan raya, nggak heran stereotype seperti ini akhirnya berkembang. Pemahaman berkendara yang aman pada perempuan masih sangat minim, Menurut data pengendara perempuan dalam tiga tahun terakhir ini meningkat hampir 42%, sayangnya peningkatan ini tidak di barengi pemahaman berkendara yang benar, termasuk saya pribadi, sebagai pengendara aktif dengan motor dan juga mobil, jujur yah sejauh ini saya belum memahami seperti apa sih berkendara yang benar, dulu waktu belajar motor dan nyetir, sepanjang bisa ngerem, ngegas, belok, parkir, mundur nanjak, fix! cuusss kita jalan.


Bersama Queenrides, Let's Ride And Stay Safe

Pencitraan...😊

Gambaran safety yang saya dapat baru sebatas, patuhi rambu lalu lintas dan lengkapi surat-surat, yang lainnya seperti mengalir begitu saja, dan untuk itu saya harus bersyukur so far nggak pernah ada kejadian yang kurang menyenangkan, atau sampai di tilang polisi. Waaduuh sebenarnya itu kacau banget kan yaa, peer berat nih buat saya, apalagi perempuan di jalan raya juga rawan jadi korban kejahatan, lagi-lagi saya harus bersyukur, walau pernah ngalami kehilangan motor hiks 😱 saya masih di lindungi oleh yang maha kuasa.

SWAM INTERNATIONAL AESTHETIC BEAUTY EXPO 2106 Pesona Potensi Estetika Kecantikan Dan Medis Indonesia

Siapa yang senang, tertarik dan selalu excited dengan hal-hal yang berhubungan dengan kecantikan? perawatan tubuh, wajah, rajin trial make-up dan toolsnya  atau hobi dengan produk skincare, jika iya, itu adalah sinyal harus hadir dan datang ke Expo ini, yaitu SWAM Aestehetic Beauty Expo. Sebuah event untuk para beauty enthusiast akan hadir di ICE BSD awal desember ini.

apa sih  SWAM? Ini adalah singkatan dari Seminar And Workshop In Aesthetic Medicine. Event SWAM pada mulanya adalah event tahunanan nya di khususkan untuk para dokter praktisi, pakar, peneliti dan ilmuwan yang bergerak di bidang estetika dan medis, baik dari dalam dan luar negeri, untuk mengupdate perkembangan terbaru, memberikan informasi, edukasi, workshop dan seminar di bidang estetika dan medis serta anti aging, namun pada perkembangannya peminat event ini beragam dan datang dari berbagai kalangan. Hingga kemudian berkembang menjadi event besar yang selalu di tunggu

Beauty aesthetic, sebagian orang mungkin nggak begitu paham istilah ini, tapi jika menyebut klinik kecantikan pasti paham, dong yaa, yes! Klinik kecantikan adalah bagian dari beauty aesthetic. Ngomongin soal klinik kecantikan dan beauty aesthetic saya jadi flashback ke masa lalu, saat belajar tentang beauty aesthetic di Puspita Marta dan mengecap pengalaman jadi beauty therapist, dan karena ini expo aesthetic medicine Saya yakin sekali expo ini bukan event biasa, yang biasanya hanya sebatas pameran produk kosmetik atau produk kecantikan saja.

Fokus estetika kecantikan adalah pengembangan dan peningkatan kualitas dan teknologi produk-produk kosmetika, juga treatment dan tindakan yang di lakukan pada berbagai macam permasalahan kulit dan kecantikan dengan mengutamakan nilai-nilai estetika. Misalnya untuk wellness beauty, perawatan anti aging (penuaan) menghilangkan bekas luka, tahi lalat, bekas tatto, sedot lemak, atau sampai pada prosedur operasi, untuk memperbaiki penampilan dan kekurangan wajah, atau bahkan rekonstruksi wajah yang rusak, misalnya akibat kecelakaan atau seperti kasus korban yang di siram air keras.

Beauty aesthetic atau estetika kecantikan, panjang ya kalau di jelaskan. Simpelnya aesthetic atau estetika adalah bagian dari filosofi kehidupan tentang keselarasan dan keseimbangan yang berhubungan dengan rasa, perasaan, seni, keindahan, dan kecantikan yang kemudian di kombinasikan dengan ilmu pengetahuan dalam hal ini adalah ilmu kedokteran, khususnya dokter kecantikan kulit atau dokter bedah kulit.

Madu Spesial Penambah Nafsu Makan Dan Kesehatan Anak: Grow And Health


Anak berkurang nafsu makan, ini problema klasik banget untuk ibu-ibu, terutama di masa  MPASI, seperti anak saya yang saat ini usianya satu tahun empat bulan, masa di mana dia sudah mulai mengenal rasa. Mengatur kombinasi makanan yang sesuai gizi dan seleranya agak susah-susah gampang, di tambah lagi mengatur moodnya, kadang kalau lagi kurang bagus suasana hatinya dia suka lepehkan makanan yang sudah masuk mulutnya, hmmm... Ya itulah salah satu tantangan berat jadi ibu-ibu.

Dan beberapa minggu lalu si kecil saya susah makan, nafsu makannya berkurang drastis, yang dia mau hanya ASI saja, efeknya saya yang tepar hadeuuh... Kondisi ini biasanya sih sebentar saja, mood makan akan kembali dalam bebarapa hari, tapi ini koq agak lama yaa!?

Menurun nya nafsu makan anak sebenarnya hal yang wajar, tapi hal ini kadang bikin emosi, maklum kan parno aja bawaannya kalau anak nggak nafsu makan takut jadi kurang gizi dan terhambat pertumbuhannya. 

Roti Goreng Isi Ikan Tongkol, Makanan Ringan Bermanfaat Dan Sarat Gizi Untuk Anak

Roti, hmm... Pasti sepakat dong yaa...!? Kalau saya katakan roti adalah salah satu makanan yang di suka hampir semua orang!? Tak terkecuali buat keluarga saya, terutama anak-anak saya, setiap dua atau tiga hari sekali biasanya saya selalu sempatkan waktu untuk membeli roti, seperti roti tawar, roti sobek atau roti dengan berbagai macam isi, selain sebagai persiapan sarapan, roti adalah makanan yang paling praktis di jadikan bekal untuk ke sekolah atau juga di perjalanan.

Selain langsung di makan, kalau lagi rajin roti biasanya saya olah lagi, olahan roti yang saya buat biasanya nggak jauh-jauh dari roti tawar di bakar atau panggang, yang di beri berbagai aneka isi selai seperti cokelat, kacang atau keju, atau yang lebih simpel lagi yah paling  buat roti sandwich dengan isi sayuran, daging asap atau burger.

Saya penasaran deh ingin bisa membuat roti sendiri, berbekal hobi coba-coba resep masakan dan makanan dari majalah, ternyata membuat roti nggak sesulit yang saya bayangkan. Selain itu memasak roti  nggak melulu harus di oven tetapi juga bisa di goreng. Salahsatunya roti goreng isi ikan tongkol, sekilas mungkin mirip dengan panada yaa, tapi tekstur panada yang agak keras berbeda dengan roti.

Diabetes, mendengarnya pasti bukan sesuatu yang asing, yah...!? Tetapi sejauh manakah pemahaman tentang penyakit ini?

Tahun 2006 setelah melahirkan anak ketiga, dokter mengatakan saya potensial beresiko terkena diabetes, karena berat lahir bayi saya menyentuh angka 4,5 kg, besar banget yaa...!? Anak saya yang satu ini memang jumbo, padahal saat hamil semua terasa normal seperti biasa, berat badan dan lingkaran perut saya masih dalam batas normal.

Menuruti saran dokter, sayapun cek-up dan periksa gula darah, alhamdulillah, semua masih normal, menurut dokter ini mungkin efek postur badan saya yang tinggi besar, maka menurun ke bayi saya.

The Power Of Content: Komitmen Blogger Bergerak Bersama Serempak Indonesia


Di Hari Bloger Nasional tanggal 27 Oktober 2016 saya dapat kesempatan yang menyenangkan bertemu dan berkumpul dengan sesama teman bloger, di acara The Power Of Content, yang di helat kampus universitas Bina Nusantara (BINUS) FX Sudirman, hmmm... Saya langsung berasa nggak update, berada di kampus yang lokasinya di tengah kota Jakarta di mall pula, ya maklum yang saya tahu  kampus Binus berada di daerah Serpong dan Kebun Jeruk.

Acara yang di mulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya membuat hati saya berdesir, di tengah semangat Hari Blogger dan peringatan Sumpah Pemuda, dengan dress code acara The Touch Of Nationality, berbagai macam motif kain di daerah di kenakan beberapa teman blogger, beberapa lainnya bahkan dengan total mengenakan baju daerah, semakin menjadi deh hikmat menjadi bangsa Indonesia. Acara ini juga di selingi hiburan, lagu-lagu asyik yang di tampilkan oleh mahasiswa Binus.

The Power Of Content, topik yang sangat menarik pastinya untuk blogger...Yaa kan...!? Bloger identik dengan tulis menulis dan memikirkan konten atau isi tulisan adalah peer bloger yang utama.

Tips Mengatasi Anak Demam Saat Berlibur, Kembali Ceria Ciptakan Kenangan
Liburan adalah salah satu momen yang selalu di nantikan setiap keluarga, nggak terkecuali buat keluarga kami. Meski mengajak anak-anak berlibur bagi saya sebenarnya agak sedikit dilema. Di satu sisi senangnya bukan kepalang yah, namanya liburan siapa yang nggak pingin coba! Leyeh-leyeh, hepi-hepi, menepi sejenak dari rutinitas harian tugas sebagai ibu, yang jam kerjanya mengalahkan apotek. *krik. Tapi di sisi lain, liburan dengan empat anak, dua remaja, satu usia sekolah dasar dan satu bayi, hmmm... Jadinya seperti pindah tempat aja dari rempong di rumah pindah ke tempat liburan. Sejak mulai persiapan dan di perjalanan, ada aja yang di ributkan anak-anak, belum lagi barang bawaan yang lumayan banyak, si kecil yang  kadang rewel dan cepat bosan, uuhlalaa..deh rasanya. 

Banyak hal tetap harus di kondisikan, nggak cuma urusan tiket dan reservasi perjalanan aja, tapi juga pakaian kotor, mengatur menu makanan, dan segala keperluan lainnya, yah intinya perlu ekstra power rangers dan ekstra sabar. 

Namun demikian hal ini nggak pernah jadi halangan kami untuk pergi liburan, karena pada dasarnya kerempongan dan kehebohan yang terjadi nggak sebanding dengan kebahagiaan saat berlibur, bagaimanapun juga liburan tetap lebih banyak asik dan senangnya. 

Apapun kondisinya menjalani setiap momen saat liburan selalu saja membuat kami excited, karena pada akhirnya, mau sedih, mau capek mau kesal, atau apapun itu, semua menjadi kenangan manis tak terlupakan, dan sering kami kenang kembali bersama anak-anak kalau lagi ngumpul, terutama sama anak yang sudah abg, lucu-lucuan mengungkit kejadian konyol dan résénya mereka saat berlibur

Semua pengalaman liburan bersama anak-anak bagi kami berkesan, suka dan duka, all memorable, setiap membuka file foto liburan langsung terasa flashback, saat piknik singkat ketempat wisata dalam kota seperti Ragunan, Ancol, Taman Mini Indonesia atau menepi ketempat yang lebih adem ke Puncak atau ke Bandung. Liburan kerumah saudara di luar kota seperti ke kampung (alm) papa mertua di Padang, ke rumah bude di Solo, tour overland Jawa-Bali, dan yang terakhir kami berlibur ke Singapura dan Malaysia di awal tahun ini, hmmm...jadi pingin liburan lagi.




Menjejak Sejarah 150 Tahun Cerelac Dengan Berkunjung Ke Pabrik Nestlé

150 tahun kalau di sandingkan dengan umur manusia itu pastinya sudah tua banget ya..!? Jarang sekali manusia yang bisa mencapai usia setua itu, kalaupun ada cuma satu atau dua itupun pasti sudah renta, ringkih, pikun, sakit-sakitan dan tak berdaya. *eh, tapi bener kan?!


Siapa yang belum pernah mendengar nama NestlĂ©? Kalau ada yang belum pernah dengar, rasanya koq nggak mungkin banget yaa..?! 150 tahun loh?! Kemana  aja?! *Eh. Hampir bisa di pastikan dalam keseharian, semua orang sudah akrab dengan produk NestlĂ©. Yakin deh! dalam setiap rumah setidaknya pasti ada satu produk NestlĂ© yang pernah atau sedang di konsumsi. Susu, kopi, permen, teh, aneka snack, minuman ringan, dengan brand Milo, Nescafe, Dancow, Bear Brand, Kit-Kat, Coco Crunch, Cerelac, Fox, coba di cek! Saya rasa hampir semua orang hafal jika menyebut kata NestlĂ©.

Kalau ada survey yang bertanya lebih suka belanja online atau offline, dengan lantang pasti saya akan jawab saya lebih suka belanja online. Maklum saya memang tidak cukup punya banyak waktu untuk belanja keluar rumah, kecuali belanja sayuran atau groceries keperluan sehari-hari. Dan Sejak mulai akrab dengan teknologi internet, gadget dan smartphone. Saya lebih banyak melakukan aktivitas belanja secara online, khususnya belanja produk fashion, kosmetik, keperluan anak-anak dan bayi, bahkan peralatan elektronik seperti handphone, powerbank. baterai laptop dan lain-lain saya beli di toko online.

Selain itu saya orang yang nggak begitu pandai tawar menawar nawar barang, apalagi sampai miriiinng banget. Kalau belanja di pasar konvensional  atau di mall kan nggak afdhol ya kalau nggak di tawar, apalagi harga barang-barang yangd di tawarkan umumnya  lebih tinggi dari harga jualnya.

Inspirasi Jadi Blogger Elegan Dari Zata Ligouw

Entah mengapa postingan tentang Zata Ligouw ini cukup lama mengendap, ternyata jawabannya baru saya dapatkan beberapa hari lalu. Rupanya tulisan  ini menunggu momen yang tepat untuk di publikasi.

Sebagai blogger baru yang sedang merangkak meniti jalan menjadi blogger profesional, tantangannya berat euyy.. Gimana nggak? Saya termasuk yang sangat terlambat mengambil langkah menjadi blogger. Karena ribuan bahkan jutaan blogger sudah  lebih dulu eksis. Beberapa bahkan mempunyai tempat tersendiri di ruang online, offline, mesin pencari dan di  komunitas blogger, dan untuk blogger baru perjalanan ke arah itu sangat panjang.

Hampir semua panduan, tekhnik, tips, trik, dan kiat  menjadi blogger yang baik, benar dan profesional saya pelajari dan ikuti, termasuk juga ikut workshop. Ya, saya meyakini itulah namanya proses. Nggak ada satupun hal yang di dapat tanpa belajar.

Salah satu proses yang lumayan panjang adalah  branding, dan sampai detik ini saya belum mendapat feel yang pasti ingin membranding diri sebagai apa. Yang kedua adalah membangun jejaring, Nah ini juga peer yang harus di jalani untuk bisa eksis menjadi blogger.
Inspirasi Idul Adha: Belajar Jadi Peternak Kambing

Hari raya Idul Adha sebentar lagi di jelang, hari raya umat islam yang lekat dengan peristiwa kurban serta ibadah haji di Arafah, di laksanakan untuk memperingati peristiwa keikhlasan pengorbanan Nabi Ismail untuk di sembelih oleh ayahnya yaitu Nabi Ibrahim  sebagai bukti kepatuhannya terhadap perintah Allah.
Ibadah qurban adalah bagian dari kisah sejarah Nabi Ibrahim bersama keluarganya yang kisahnya tercantum dalam Qs. Asshaafaat 102-107 
Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata " Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah apa pendapatmu?" Ia menjawab "Hai, bapakku, kerjakanlah apa yang di perintahkan kepadamu insha Allah kamu mendapatiku sebagai termasuk orang yang sabar" Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim, membaringkan anaknya atas pelipis (nya) (nyatalah kebesaran keduanya) dan kami panggilah ia "Hai Ibrahim , sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikian Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata, dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar" 

Ketika Reuni Gagal, Mungkin ini Sebabnya
Reuni....hmmm seneng dong yaa..!? Kalau dengar bakal ada acara reuni, apalagi reuni sekolah, zaman masih kinyis-kinyis, imut-imut gimanaa gituu!? Setelah bertahun-tahun akhirnya bisa berkumpul lagi sama teman seperjalanan dan seperjuangan di masa lalu. Heboh, seru, dan gokil nya sudah bisa dibayangkan.

Home Sweet Home Tempat Kembali Pulang


Hanya bilik bambu tempat tinggal kita
Tanpa hiasan..tanpa lukisan
Beratap jerami beralaskan tanah
Namun semua ini punya kita
Memang semua ini punya kita sendiri

Lebih baik di sini rumah kita sendiri..
Segala nikmat anugerah yang kuasa..
Semuanya ada di sini..

Rumah Kita..

Sepenggal lagu yang hits di era tahun 80an lagu yang di populerkan grup rock musisi gaek Achmad Albar dan Ian Antono, judulnya Rumah kita.

Bicara rumah kita eh rumah kami maksudnya nggak se-hiperbola syair lagu di atas, alhamdulillah kami tinggal di rumah dengan tembok permanen, beberapa hiasan di dinding, beratap genteng, berlantai keramik. Dan yang paling terpenting adalah kami tinggal di rumah kami sendiri.

List Perangkat Wajib Untuk Nge-Blog
Kalau berkeliling blog walking ke blog orang lain saya sering kali merasa betah melihat tampilan blog beberapa blogger yang menurut saya menarik secara isi maupun tampilan template serta penempatan sidebar, menu dan lain-lainnya, terutama tampilan blog para blogger luar, itu kece-kece dan eye catching sekali.

Untuk membuat tampilan blog yang bagus memang di perlukan effort yang luar biasa, saya merasakan benar keminimalisan saya dalam mengelola blog, harapan untuk memaksimalkan blog sih luar biasa besar, tetapi teknik dan cara-caranya ternyata nggak selalu sama hasilnya pada setiap blogger. Menurut rangkuman sharing para blogger mastah, setiap blogger akan menemukan cara dan jalannya masing-masing dalam memaksimalkan blognya. Karena masing-masing blogger kan unik, berbeda dan tidak sama. Beruntungnya saya punya semangat di atas rata-rata *bohong. Semakin nggak bisa malah semakin malas penasaran.




Jajanan masa kecil favorit, hmmm..apa yaa..? Belum lama ini sempat lihat thread yang di share di facebook, bergambar jajanan anak tempo dulu, sekitar tahun 80 dan 90an. Terus Jadi CLBK, cerita lama bangkit kembali deh!

Jajanan masa kecil mempunyai tempat tersendiri dalam ingatan. Saya nggak terlalu banyak jajan waktu kecil, maklum uang jajan minim banget, karena harus di bagi-bagi dengan banyak saudara. Kalau dapat uang jajan lebih besar sedikit saja, happynya dah nggak karuan deh!

Waktu kecil saya punya jajanan favorit, beberapa dari jajanan-jajanan ini sudah tidak ada, tapi ada juga yang masih eksis sampai hari ini. Jajanan ini favorit di masa sekolah sampai SMA tapi tetep di dominasi masa SD, masa yang paling hobi jajan. bwahahaha..

Mi Anak Mas dan Mi Mamee

Anak 80-90an, pasti tahu mi anak mas ini, makannya di kremes, terus di kocok-kocok, rasanya enak dan banyak varian rasa juga.

Permen Chocorico

Permen kotak rasa coklat rasanya enak banget, di lidah licin-licin gitu.

Permen Karet Yo-San

Ada yang pernah dapat huruf N nya? Hahaha permen ini ada giveawaynya jadi di setiap kemasan permen Yo-San ada tampilan huruf abjad, dengan merangkai huruf-huruf ini sampai menjadi kalimat Y-O-S-A-N kita bisa dapat hadiah. Yang lucu adalah huruf N dalam kemasan ini kayaknya antara ada dan tiada deh! Jadi misteri yang tak terpecahkan. Permen ini sempat hits banget, saat booming film Lupus.

Telor Cicek

Bentuknya bulat-bulat kecil, seperti peluru berwarna-warni, rasanya manis dan renyah.

Agar-agar abang pikulan

 Yang jual abang-abang yang memikul dagangannya di pundak, agar-agar di cetak di dalam cetakkan kotak, rasanya seger karena pakai gula asli, walaupun nggak terlalu manis. Terus selain itu kita bisa ikut semacam kuis tebak gambar, kalau benar bisa dapat tambahan agar-agar.

Donat abang pikulan

Tukang donat masih banyak yaa kita temui, tapi yang di pikul gitu seperti tukang agar-agar kayaknya udah nggak ada yah?! Donat di campur gula tepung..hmmm...rasanya ngangenin.

Abang tarik tali

Hmmm ini masih nggak ada yaa, jajanan ini sebenarnya mengandung unsur judi. Tapi namanya anak-anak kan waktu itu belum paham yah! Sudah begitu kehadirannya di biarkan sekolah,  yaa di pikirnya pasti sah-sah aja kali yaa..!?

Lucu deh! Jadi ini jajanan berupa game, cara nya cukup mudah yaitu dengan menarik tali yang terhubung di ujung talinya terikat dengan snack dan mainan yang harganya lumayan mahal waktu itu. Kalau beruntung ketarik deh hadiahnya. Kalau nggak ya berarti dapat zonk. Saya sendiri langganan dapat zonk. Emang trik si abang itu ya pintar, possibility untuk dapat hadiah kecil banget sebenarnya.

Saya nggak kangen jajanan ini sih!? Dari jajanan ini saya bisa mencerna makna judi lebih cepat, dan percaya kenapa judi sampai di haramkan. Jajanan ini  berbahaya untuk anak-anak. Saya ingat betul senangnya luar biasa kalau tali saya ada hadiahnya, apalagi kalau dapat uang dan kemudian tertarik terus untuk bermain, untung nggak sampai addiksi dan kebablasan yah. Kalau sekarang ada abang-abang ini di sekolah  pasti saya protes dan melarang anak saya main, melarangnya sambil mesem.

Es Goyang

Ini juga sudah jarang, penjual es ini pakai gerobak yang harus goyang-goyang supaya es di dalamnya bisa padat dan membeku.

Bubur sumsum

Dulu ada nih di depan sekolah mbok-mbok seperti jual jamu, tatapi ini yang di jual bubur sumsum, rasanya ngangenin.

Aneka gorengan ( lontong, tahu isi, tempe dan bakwan)

Di potong-potong di campur sambal kacang. Favorit terutama di masa SMP. SMA. Most wanted banget, sampai hari ini pun! Meski frekuensi makannya sudah di kurangin. Nggak sehatt, boo!?

Yaa itulah jajanan favorit saya waktu kecil...loh koq banyak amat yaa! Katanya uangnya jajannya sedikiiit...tapi jajan mele yaa?! hahaha. Yaa di atur-atur aja sih mana yang harus di beli, beruntungnya masa itu uang rupiah sedikit saja rasanya koq bisa dapat apa aja. Lah! Kalau sekarang?








Ini tahun ke tiga kembali aku duduk mematung di stasiun ini lebih lama, berharap tahun ini aku akan menemukan jawaban keberadaan mu. Kamu yang menghilang tanpa jejak, seketika tak berkabar sesaat setelah kita berjanji akan bertemu lagi saat aku pulang kantor.

Tiga tahun lalu, aku menunggumu sampai jam sepuluh malam di sini. Kamu yang tak pernah muncul lagi sejak hari itu. Kenapa? Ada apa gerangan? Apa yang membuatmu merubah pikiran untuk bertemu dengan ku? Kamu takut? Kamu malu atau apa?

Padahal aku berharap hari itu jadi kenyataan, aku bisa merasakan perasaanmu sebulan lebih hanya untuk memberanikan diri menyapaku. Aku ingat momen pertama kali aku melihatmu, saat kita berdesakkan di gerbong commuter sore itu. Aku yang tersadar karena gelombang emosi di antara kita bertemu, karena kamu laki-laki dengan postur sesuai dengan tipe aku banget, tak bisa ku pungkiri ada sesuatu dalam hatiku. 

Namun hati kecil ku meyakini keberanian kamu  hilang, kamu tak mampu tersenyum dan ciut nyali untuk menyapa, aku yakin dalam hati mu berkata "...ini commuter men! Hati-hati bertingkah laku, salah-salah lo malah di curigain macam-macam.."

Aku tak pernah memilih untuk naik gerbong mana setiap kali naik commuter, ku bebaskan kakiku memilih gerbong mana saja yang paling pas dengan posisiku saat berdiri di belakang garis kuning. Yang terpenting bukan gerbong di awal dan akhir rangkaian yang khusus wanita itu. Gerbong yang tak pernah jadi pilihanku, Entah mengapa berada di gerbong itu aku merasa berada di dunia yang..., entahlah! Aku tak ingin membahasnya.

Bukan keinginanku jika akhirnya bertemu di gerbong yang sama dengan mu, bukan sekali dua kali, tapi dalam bulan itu aku menghitung ini sudah yang ke enam kalinya, empat kali di pagi hari dan dua kali di sore hari.

Kemungkinan untuk bertemu beberapa kali dalam satu gerbong sangat kecil sekali di commuter. Apalagi jika tidak saling mengenal satu sama lain, semua orang saling melupakan,  belum lagi jika tempat asal dan tujuan berbeda. Bertemu dengan orang yang sama dalam beberapa kali  perjalanan tentu membuat aku merasa lucu. Meski tidak berturut-turut, kami sering sekali berada di gerbong yang sama. 

Aku yakin Tuhan yang memilihkan dan mempertemukan gerbong untuk kita waktu itu, meski akhirnya kita akan berpisah di stasiun Tebet saat kamu turun, sementara aku melanjutkan perjalanan menuju kantor ku di daerah Sudirman, atau saat aku pulang Turun di Stasiun Depok dan kamu (mungkin) turun di Bogor

Ini salahku yang terlalu paranoid, sejak dulu aku tak mengizinkan diri terlalu beramah tamah dengan sembarang orang apalagi  di commuter line, kecurigaan ku mengalah kan gelombang energi kita yang sebenarnya sama. Aku selalu memasang badan acuh tak acuh, meski aku tahu kamu ingin menyapaku. 

Commuter line tempat ratusan ribu manusia semua tipe bertemu setiap harinya. Di tengah himpitan sesama penumpang apalagi di jam-jam sibuk seperti ini. Tidak perlu berpikir macam-macam adalah pilihan yang terbaik, masih bisa mendapatkan handle tangan saja sudah bagus. Bahkan kamu yang berangkat dari Bogor saja tak pernah kulihat sekalipun mendapatkan kursi untuk duduk.

Setelah kali ke enam kita berada di gerbong yang sama bulan itu akhirnya kamu beranikan diri untuk menyapaku, Di tengah desak-desakan itu dengan suara rendah dan terasa sangat sopan sekali "..turun dimana mbak...?" aku yang "akhirnya" merasa sedikit tidak asing lagi dan terpengaruh dengan kesopanan mu saat bertanya, tanpa berpikir panjang menjawab "...Sudirman..mas..!" Setelah pertanyaan itu, mungkin terpengaruh suasana commuter yang crowded atau suasana hatimu yang bingung mau bertanya apa lagi? tak ada kalimat lain yang terucap dari mulutmu, sementara akupun tak berusaha untuk balik bertanya.

Namun tak di nyana sesaat setelah tiba di stasiun Cawang "....Mohon maaf sebelumnya mbak, dengan perkataan ini semoga tidak ada yang marah yah...! Saya ingin sekali kenalan dengan mbak tapi tidak di suasana seperti ini, boleh kapan-kapan kalau ada waktu kita bisa ngobrol!? Nada suaranya bergetar terdengar gugup. 

Aku tertegun dan bergumam dalam hati"...what, maksudnya ini ngajak janjian gitu!? Koq bisa!! gila apa! harus jawab apa ini..?" 

Meski ini cowok memang tipe aku, aku nggak mau terkesan gampangan juga dong! Kewaspadaan juga harus di utamakan, meskipun sebenarnya dalam hati ada rasa geer. Akupun diam mikir sambil pasang wajah nggak jelas.

Dalam hati aku berpikir, sebenarnya melihat pembawaan cowok seperti ini, aku sih yakin ini cowok sepertinya baik-baik dan nggak punya niat jelek atau mau iseng, apa salahnya ku iyakan ya? iyakan saja dulu atau ...?! Tiba-tiba dia memotong pemikiran ku

''....maaf kalau ada yang marah nggak usah di pikirin yaah!? jadi nggak usah di jawab, nggak apa-apa koq kalau nggak mau, Sebentar lagi saya turun koq, ujarnya dengan suara yang merendah. "...Saya kerja di situ, di daerah Kota Casablanca..." katanya


Menurut prediksi pada tahun 2030 Indonesia akan mendapat bonus demografi, apa itu bonus demografi? Yaitu masa di mana penduduk usia produktif jumlahnya lebih besar dari jumlah anak-anak dan mereka yang berusia lanjut sedikit . Yang di maksud usia produktif adalah mereka yang masuk dalam usia kerja antara usia 20-64 tahun.

Jika prediksi ini tepat, hal ini akan berlangsung lima belas tahun yang akan datang.  Ini artinya saya juga berkontribusi sebagai penyumbang bonus demografi Indonesia, karena pada pada saat itu kalau semua lancar, selamat, sehat, panjang umur (aamiin) maka empat anak saya sedang dalam masa usia yang produktif.

Bonus Demografi konon akan memberi dampak sosial ekonomi yang luar biasa, meski kemungkinannya fifty-fifty bisa menguntungkan namun juga bisa merugikan. Bonus ini bisa menjadi anugerah tetapi juga musibah. Banyak nya penduduk usia produktif bisa jadi menguntungkan, dengan penduduk produktif yang melimpah kemungkinan proses pembangunan lebih mudah di jalankan. Namun hal ini juga bisa jadi menyulitkan, apabila mereka yang masih di usia produktif ternyata belum siap menghadapi keadaan, akhirnya malah jadi beban pemerintah.

Tanggung jawab yang luar biasa kini berada di pundak orangtua macam saya yang menyumbangkan bonus demografi ini, apakah anak-anaknya kelak akan siap beradaptasi dengan zamannya? Satu hal yang sering sekali jadi topik diskusi saya dengan suami. Mampukah kami memberikan bekal yang cukup untuk mereka di masa depan?


Memberi Pendidikan yang baik adalah keinginan kami, sayangnya ini memerlukan biaya yang tidak sedikit, dari tahun ke tahun biaya pendidikan selalu mengalami peningkatan yang signifikan, menurut survey yang di ambil dari sejumlah sekolah swasta di Jakarta, rata-rata biaya pendidikan selalu naik 7-15%. Perlu ekstra strategi untuk mensiasati hal ini.

Akan halnya biaya pendidikan anak, selama ini kami mengalir begitu saja, memang kami menyiapkan tabungan untuk masing-masing anak, yang biasanya di gunakan untuk mendaftar dan memenuhi kebutuhan sekolah di tahun ajaran baru. Tapi jumlahnya seringkali tidak mencukupi, apalagi kadang-kadang jika suatu waktu kami ada keperluan mendadak, tabungan anak-anak sering kali jadi opsi pertama untuk di "korek". Alhasil kami selalu memutar otak untuk mencari dana tambahan saat anak-anak akan mendaftar sekolah.
Citrex Upin dan Ipin

Upinnn!...Ipin...! Panggilan suara khas Opah (nenek) memanggil Upin dan Ipin, tentu tak asing di telinga orang Indonesia. Gaya bicara berlogat khas melayu Malaysia, kehadiran Opah yang sabar dan bijaksana selalu di tunggu oleh jutaan anak Indonesia melalui layar kaca.

Acara televisi Upin dan Ipin memang mempunyai tempat tersendiri di hati anak-anak. Lakon Upin dan Ipin yang lucu dan menggemaskan membuat anak-anak senang sekali menontonnya, tak terkecuali anak saya. Daya, Beberapa bulan lalu Daya sempat sedih. Tiba-tiba TV berlangganan kami tidak lagi menyediakan channell TV tempat Upin dan Ipin di siarkan, rupanya pihak TV dan penyedia TV berlangganan sudah memutus kerjasama. Alhasil Daya ngambek deh berhari-hari katanya kangen sama Upin dan Ipin.

Agar tidak sedih berkepanjangan, kami akhirnya mencari solusi dengan memasang TV lama yang kebetulan masih berfungsi dan mengganti antenanya. Alhamdulillah...Upin dan Ipin akhirnya hadir kembali di rumah kami, Daya senangnya bukan main. Fix masalah clear.

Rupanya Upin dan Ipin sekarang tidak hanya hadir di televisi sebagai sebuah tontonan yang menghibur dan mengajarkankan anak hal-hal baik. Baru-baru ini Upin dan Ipin datang ke Indonesia dalam bentuk suplemen anak. Tepatnya Sabtu 29 Agustus lalu, saya berkesempatan menghadiri peluncuran Citrex Upin dan Ipin Suplemen Makanan Anak yang di wakili oleh kehadiran Opah. Upin dan Ipin Citrex Suplemen Anak resmi hadir di Indonesia.


Ada yang dulu zaman masih sekolah pernah di panggil guru BP? Kalau pernah berarti kamu nakal! ^_^ jewer. Saya alhamdulillah belum pernah, maklum saya anak manis di sekolah. *krik

Di panggil guru BP itu identik dengan melakukan pelanggaran, biasanya pelanggaran yang menyangkut hal-hal yang berhubungan dengan budi pekerti. Dulu itu ada satu teman saya yang rajin banget di panggil guru BP, mungkin dasarnya anak ndableg kali yaa, tapi beruntung pihak sekolah nya masih baik jadi dia tetap bisa selesai sekolah sampai lulus, seingat saya tuh yaa terakhir dia melanggar aturan yaitu merokok di dalam kelas.

Budi pekerti di rangkum dari beberapa hasil penelusuran yang saya cari adalah penerapan nilai aturan yang menentukan ukuran kebaikan dan keburukan perilaku manusia lewat norma agama, hukum, tata krama, adat budaya dan lain-lain. Berasal dari dua kata, bahasa sansekerta, Budi yang berarti nalar, watak budi atau akhlak, sedangkan pekerti berasala dari akar kata kr yang berarti kerja, berkarya, bertindak, berbuat


Budi pekerti erat sekali kaitanya dengan karakter, mereka yang berbudi pekerti baik biasanya karakternya juga bagus, demikian juga sebaliknya, yang berbudi pekerti buruk karakternya yaa begitu deh!

Bulan Juli kemarin tahun ajaran baru di mulai, anak-anak sudah memulai lagi aktifitas di sekolah. Seperti biasa setiap tahun ajaran baru di mulai, emak-emak rempong deh siapin keperluan anak-anak. Mulai dari peralatan sekolah, buku tulis, seragam, sepatu dan perlengkapan lainnya.

Kalau keperluan di atas biasanya nggak begitu ribet, karena kita bisa cari sendiri, beda nanti kalau anak-anak sudah mulai belajar, mereka perlu buku paket juga buku LKS untuk kegiatan belajarnya, di bagian ini nih biasanya suka ada aja masalah.

Seperti saat ini pas banget anak saya lagi merengek minta ke Gramedia untuk beli buku paket PKN yang katanya belum ada di sekolah. Di lalah (bahasa apa nih ya) PR nya sudah mulai di berikan padahal buku nya belum ada. Buku paket biasanya memang di sediakan sekolah.

Wweehh..! Ikut pusing deh emaknya kalau begini, cari di Gramedia juga belum tentu ada katanya. Penerbit buku paket biasanya kan memang sudah kerjasama dengan pihak sekolah. Dan buku-buku penerbit ini seringkali nggak tersedia di toko buku umum.  Mau pakai buku kakaknya nggak bisa. Terus gimana dong?! DL deh!

Buku paket sekolah sekarang memang nggak seperti dulu. Tiap tahun selalu berganti. Buat saya yang punya anak tiga dengan usia sekolah, bagian membeli buku paket ini lumayan berat. Tiap tahun harus siapkan anggaran untuk beli buku paket baru.

Padahal secara isi sebenarnya buku-buku ini tidak terlalu banyak berbeda, apalagi jika masih dalam satu KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yaa..berhubung kebijakkan sekolah seperti itu. Mau tidak mau di beli, kalau nggak, kasihan anak-anak, gimana dong belajarnya?

Satu hal lagi buku-buku paket ini berpotensi menumpuk di rumah. Iya, setiap tahun saya mengumpulkan buku-buku paket yang kadang masih bagus itu untuk di jual ke abang rongsokkan, mau di kasih siapa lagi? Toh nggak bisa di pakai juga. Di timbun di rumah jadi sarang tikus.

Kadang miris juga sih, sayang sekali beli mahal-mahal cuma di pakai sebentar saja.

Bukupaket.com

Kebijakkan soal buku paket ini memang kayaknya rumit yaa?! Nggak berani komen deh! Ujung pangkalnya dari mana, nggak ngerti dan bukan ranah saya juga.

Yang pasti buku paket sekolah anak sekarang nggak seperti dulu, sebagai keluarga besar dengan tujuh anak berusia turun tangga (selisih dua-empat tahunan saja) Bapak saya dulu jarang sekali keluar uang untuk beli buku paket tiap tahun. Karena bisa pakai buku  paket lungsuran kakak, adik saya pun bisa pakai buku paket lungsuran dari saya.

Salah satu buku paket yang legendaris tahu dong yaa?! Buku seri baca tulis untuk anak kelas satu dan dua SD. Buku Budi dan keluarganya, yang penciptanya belum lama ini meninggal dunia namanya ibu Siti Rahmani Rauf.

ini budi...ini ibu budi..ini bapak budi...wati kakak budi..budi..budi..budi..

Meme dari iklan cokelat

Buku ini di pakai lama sekali lohh!? Makanya nggak heran sering di buat gimmick, lucu-lucuan atau meme oleh mereka generasi pemakai buku itu, banyak sekali yang belajar dari buku-buku itu, termasuk saya, kakak dan adik saya.

Iya, sampai SMP saya dan saudara-saudara masih berbagi buku paket yang sama, bahkan walaupun kami berbeda sekolah, buku paket yang di pakai tetap sama, seperti buku pelajaran matematika, geografi, bahasa Indonesia, bahasa Inggris dll.

Di atas saya ada dua kakak dan satu adik yang usia sekolahnya saling berdekatan. Jadi buku-buku paket itu di pakai sampai empat angkatan.

Yang menyenangkan dari buku paket lungsuran itu biasanya bagian latihan soal sudah terisi jawaban, karena sudah di isi kakak. Jadi nggak perlu susah kebat-kebet buku cari jawaban. Praktis males kan!?

Namanya kebijakkan pasti ada plus minus yaa, sistem pendidikan kita kan menurut para ahli sedang terus berbenah dan di perbaiki. Termasuk soal buku paket. Zaman sudah berubah, anak-anak saya juga nggak mungkin kan pakai buku-buku zaman emaknya dulu, udah kelaut juga tuh bukunya. Ya...tapi jangan tiap tahun ganti buku paket juga keleuss!?

Hayuuk lah! Siapapun yang berkompeten untuk membuat kebijakkan soal buku paket yang lebih baik, yang bisa merangkul harapan semua pihak. Ya sekolah, orangtua, anak-anak termasuk juga pemerintah dan penerbit.



















Bermain Mengenal Cita-Cita Di Kidzania Karena Masa Kecil Cuma Sekali


Dulu saat masih anak-anak, setiap kali di tanya soal cita-cita, sudah besar mau jadi apa? Jawaban saya mesti nggak konsisten, kelas satu SD ingin jadi polwan, menginjak kelas empat ingin jadi guru, sekali waktu ingin jadi dokter, dan terakhir sampai menjelang lulus SMP cita-cita saya mentok ingin jadi diplomat, yaaa begitulah saya segalau itu dengan cita-cita, yang pada akhirnya nggak ada satupun yang jadi kenyataan.*hiks.

Cita-cita memang bisa berubah-ubah seiring waktu, ya namanya juga anak-anak, perjalanan dan cara berpikirnya terus mengalami perkembangan yang tentu saja mempengaruhi keinginan dan keputusannya. Perubahan cita-cita bisa jadi karena anak-anak tidak punya gambaran seperti apa sih cita-cita mereka itu sebenarnya?



32 Tahun  Universitas Terbuka, Kerja Nyata Meningkatkan  Sumber Daya Manusia Indonesia


Pernah mendengar tentang Universitas Terbuka? Kalau sudah alhamdulillah, kalau belum pernah, nggak apa-apa juga sih!? Nah, melalui postingan ini saya ingin memberikan sedikit banyak juga ding informasi tentang Universitas Terbuka atau UT.

Ceritanya bulan Juli lalu saya menghadiri acara wisuda kelulusan SMP anak saya yang di langsungkan di gedung Universitas Terbuka Convention Centre (UTCC) Pondok Cabe, Pamulang. Melihat gedung nya yang megah berada di area kampus dan kantor pusat UT (Universitas Terbuka) yang sangat luas, nyaman dan asri. Secara spontan anak saya bertanya "...UT kan tempat ibu kuliah yah? "Iya! jawab saya. "...Terus kenapa ibu nggak pernah datang ke kampus yang keren begini?" Ia bertanya lagi. Hmmm...Saya jadi greget sekaligus bingung harus jawab apa ya..?

Suasana kampus dan kantor pusat UT tidak berbeda seperti kampus universitas ternama lain, megah, bagus, luas dan asri, karena belum pernah hadir di kelas secara real, saya cukup senang dan bangga mengetahui kalau kampus saya secara fisik keren. Yaa!? Maklum saya kan memang tidak pernah ngampus, saya masih bisa wara-wiri dan beraktivitas seperti biasa tanpa di pusingkan jadwal kuliah ke kampus. Sebagai mahasiswa UT hampir semua kegiatan perkuliahan mulai dari registrasi dan belajar di lakukan mandiri secara online.

Itulah sekilas gambaran kampus UT tempat saya kuliah, iya! Saya yang sudah emak-emak begini dengan pedenya*krik* memutuskan untuk kuliah. Jurusan yang saya ambil adalah FISIP Ilmu Komunikasi. Memang bukan tanpa alasan. Kuliah adalah salah satu impian saya yang nyaris terkubur. Hingga suatu ketika impian ini hidup kembali, efek dari kandasnya peluang saya mendirikan lembaga keterampilan khusus perempuan, karena ketiadaan ijazah S1 sebagai syarat pengajuan izin pendiriannya. ^hiks^

Every morning you have two choices: Continue to sleep with dreams OR wake up chase your dreams THE CHOICE IS YOURS

Alih-alih kecewa dan sedih saya memilih untuk "bangun dari tidur" dan mulai megejar impian saya, baca dulu dong yah plis Kuliah Bukan Mimpi Lagi 

Say!? "Ngapain sih repot-repot kuliah, Bill Gates dan Mark Zuckerberg saja bisa sukses walupun nggak kuliah.." Demikian seloroh seorang teman, ya walaupun sedikit menohok, positif thingking aja deh! Saya anggap itu bentuk perhatian. Mungkin dia kesal karena saya sudah jarang hadir di acara yang nggak terlalu penting dengan alasan belajar. *alasan ampuh

Mengatur dan menyeimbangkan waktu belajar (maklum otak sudah karatan, lama tidak di pakai mengunyah buku pelajaran*eh) dengan urusan pekerjaan rumah, tempat usaha, anak-anak, suami dan printilan lainnya membuat saya sok sibuk. Memang saya bisa beraktivitas seperti biasa tetapi ternyata ini memang bukan perkara mudah dan pepatah "If there's a will there's a way~ Di mana ada kemauan di situ ada jalan, benar-benar berlaku untuk saya. *it's true! Apalagi di setiap masa-masa menjelang ujian, alhamdulillah ada saja hal yang memudahkan dan meringankan langkah, hingga akhirnya sampai juga saya saat ini di semester ketiga.

Apa yang di katakan teman saya bisa jadi benar. Kuliah atau pendidikan tinggi bukan satu-satunya faktor penjamin kesuksesan seseorang. Banyak sekali komponen yang di perlukan untuk sukses. Karakter, attitude, lingkungan, experience dan pendidikan bisa jadi penentunya. 

Bicara pendidikan khususnya pendidikan tinggi, tentu saja bukan sebatas gelar atau atribut, tetapi pendidikan yang mampu mengubah dan meningkatkan kualitas pribadi dan hidup seseorang menjadi lebih baik. Dengan pendidikan tinggi pembangunan SDM (Sumber Daya Manusia) menjadi lebih terarah. Dan Universitas Terbuka sudah membuktikannya.

Setelah belajar di UT saya merasakan benar banyak perubahan yang  terjadi hingga bisa survive. Maklum saja, kuliah di UT, meskipun memang tidak perlu ke kampus tetapi tidak bisa di anggap remeh, belajar mandiri tanpa ada teman belajar agak membosankan, jadi melawan rasa malas itu perjuangan sekali.

Bukan berarti dengan belajar sendiri semua terasa mudah dan bebas. Belajar di UT justeru harus menghindar dari kata santai dan konsisten dengan semangat. Manajemen waktu yang baik harus di atur dengan benar. Membutuhkan komitmen, konsistensi dan motivasi yang lebih kuat untuk menjalaninya.

Banyak yang bilang kuliah di UT itu gampang masuk susah lulus, dan sangat sulit untuk bisa mendapat nilai bagus di UT. Namun menurut saya (begitu di jalani) semua kembali lagi kepada komitmen. Faktanya, apapun itu! jika seseorang tidak tegas menjalani komitmen kemungkinan untuk berhasil akan sangat kecil.

32 Tahun  Universitas Terbuka, Kerja Nyata Meningkatkan  Sumber Daya Manusia Indonesia


Karena perkuliahan di lakukan secara jarak jauh dan lebih banyak di lakukan secara online, saya nggak aneh jika kuliah di UT bagi sebagian orang mungkin terkesan tidak prestisius dan sangat biasa. Tapi percaya deh! Anggapan ini pasti akan terpatahkan begitu masuk ke dalam lingkaran UT. UT bukan kampus biasa, melainkan extraordinary university. 

Dengan lebih dari lima ratus ribu mahasiswa, bahkan pada masa registrasi ke satu tahun 2016 ini 299,317 orang terdaftar sebagai mahasiswa baru. Ternyata banyak temannya yah! meskipun "tidak terlihat".

Mahasiswa UT biasanya berkomunikasi dalam forum tutorial online, sosial media atau dalam perkuliahan yang memerlukan tatap muka.

 Dengan mahasiswa sebanyak ini sah dong ya kalau UT layak di sebut sebagai salah satu universitas terbesar di Indonesia.

Kantor UPBJJ (Unit Program Belajar Jarak Jauh) UT tersebar di semua provinsi, dan memiliki beberapa perwakilan di luar negeri.

Sistem belajar jarak jauh UT yang menuntut kedisiplinan tingkat tinggi, di dukung oleh dosen yang berpengalaman, dengan sistem IT yang yang canggih dan modern, Menjadikan UT bukanlah universitas sembarangan apalagi abal-abal. Ijazah yang di terbitkan UT setara dengan universitas negeri lain di Indonesia.

Sudah 1,3 juta orang menjadi alumni UT, bisa di bayangkan peran alumnus UT di tengah masyarakat. UT juga sudah eksis selama tiga puluh dua tahun, sebagai universitas ke 45 di resmikan tanggal 4 September 1984. Ini berarti empat windu sudah UT hadir di ndonesia. So, masih tetap meragukan UT? Think again!

32 Tahun  Universitas Terbuka, Kerja Nyata Meningkatkan  Sumber Daya Manusia Indonesia
Belajar mandiri tetap semangat

Dalam empat windu perjalanannya UT telah berkontribusi dan bekerja nyata dalam membangun negeri melalui pendidikan, dengan motto "Making Higher Education Open To All". UT berhasil membuka pintu kesempatan seluas-luasnya untuk mereka yg ingin mengenyam pendidikan tinggi, membuka jalan bagi mereka yang memiliki banyak keterbatasan. Berbekal ilmu yang di pelajari di UT jutaan alumni UT sudah terjun di masyarakat, mengamalkan ilmunya, bersinergi untuk membangun negeri ini.

Sebagai negara yang secara geografis sangat luas terbentang dari Aceh sampai Papua, terbukti sistem belajar yang terbuka dan jarak jauh di UT efektif meningkatkan daya jangkau dan pemerataan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas bagi semua warga negara Indonesia di manapun berada.

Dalam kurun waktu tigapuluh dua tahun UT juga telah memiliki banyak pencapaian yang luar biasa dengan jaminan kualitas dari Badan Akreditasi Perguruan Tinggi (BAN-PT) Sertifikat ICDE (Internasional Council For Open Education) juga Sertifikasi ISO 9001 untuk manajemen akademik dan manjemen pembelajaran jarak jauh. 

Semua sertifikasi ini merupakan bentuk pengakuan nasional maupun internasional jika UT telah memenuhi standar pelayanan praktik pendidikan belajar terbuka dan jarak jauh. Makanya tidak heran jika UT menjadi pilihan yang paling tepat untuk mereka para profesional, pendidik atau tenaga pengajar yang ingin meningkatkan kemampuan dan kualitas agar bisa upgrade ke jenjang karir yang lebih tinggi.

Banyak kisah juga dari  para TKI di luar negeri yang menjadi mahasiswa UT, lulus dan kembali ke Indonesia dengan hidup dan cara berpikir  lebih baik dan menjadi penggerak untuk memberdayakan masyarakat di kampungnya. Ini adalah sebuah bentuk contoh keberhasilan pendidikan di UT. Karena sejatinya pendidikan adalah senjata paling ampuh yang bisa di gunakan untuk mengubah dunia.

Beberapa tokoh terkenal juga memilih UT sebagai tempat menimba ilmu, Ibu Ani Susilo Bambang Yudhoyono, Bapak Wiranto, Linda Agum Gumelar, Djohar Arifin Husin, Joko Suyanto, sampai Dj Putri Una adalah alumni UT

Selain itu dalam tiga puluh dua tahun kiprahnya, UT telah menjalin kerjasama dengan beberapa institusi untuk meningkatkan kualitas  SDM nya, seperti Departemen Pendidikan Nasional, Departemen dalam Negeri, TNI angkatan laut, Departemen Pertahanan dan Keamanan, Departemen Pertanian Bank Negara Indonesia, Garuda Indonesia, Merpati Nusantara, PT Pos Indonesia, Badan Pusat Statistik, Indosat, Tugu Pratama, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional, Pusat Pendididkan Mahad Al Zaytun, Bank BTN, BKN, STEKPI dan PT Iakarta Software serta seluruh dinas pendidikan provinsi dan kabupaten di Indonesia.

Untuk menguatkan jaringannya di dunia internasional beberapa organisasi internasional juga menjalin kerjasama dengan UT, di antaranya SEAMEO (South-East Asian Ministers of Education Organization), UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization), dan SEAMOLEC (SEAMEO Regional Open Learning Center) dalam upaya untuk mengembangkan pendidikan jarak jauh, World Bank dalam I’M HERE Project, DBE-USAID, dan OSAKA GAS Foundation.

UT juga berperan sebagai salah satu anggota pendiri dari beberapa organisasi internasional bidang pendidikan terbuka dan jarak jauh,   seperti Asian Association of Open University (AAOU). The Southeast Asian Ministers Of Education Organization Regional Open Learning Centre (SEAME-SEAMOLEC) dan Global Mega University Network (GMUNET). UT juga anggota aktif dari International Council For Open Distance Education (ICDE)

Menjadi mahasiswa UT tidak sulit dan bahkan sangat mudah, cukup dengan legalisir fotocopy ijazah SMA/SMK dan beberapa lembar foto, tidak ada batasan usia. Biaya yang di keluarkan untuk setiap semester juga sangat terjangkau, tidak di kenakan uang gedung. Selama ini per semesternya saya mengeluarkan kurang lebih 750 ribu rupiah saja, biaya ini bisa bertambah jika membeli buku materi pelajaran. Buku materi di pesan secara online harganya pun terjangkau. Besarnya biaya kuliah pastinya tergantung dengan jurusan yang di pilih tetapi secara umum biaya kuliah di UT tetap jauh lebih murah dari universitas lain.

Sistem belajar UT juga sangat mudah untuk di ikuti terlebih lagi dengan perkembangan teknologi saat ini. Hampir semua proses belajar di lakukan secara online melalui tutorial online, namun adakalanya di lakukan tatap muka, untuk mata kuliah yang memerlukan praktek, tetapi frekuensinya bisa di hitung jari. Yang penting selalu update kalender akademik dan memperhatikan informasi yang biasanya di share di website UT di www.ut.ac.id.

Di tengah semangat perayaan hari kemerdekaan RI ke 71 dan menjelang peringatan Dies Natalis UT ke 32, tidak salah rasanya jika saya katakan UT sudah menghasilkan kerja nyata dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Apalagi di tengah tantangan yang sudah di jelang, menghadapi persaingan global dan perdagangan bebas.

Sebagai bagian  dari UT saya bangga, dan apa yang saya pelajari di UT akan saya aplikasikan untuk kontribusi mengisi kemerdekaan, salah satunya dengan menjadi ibu yang berkualitas bagi anak-anak saya dan semoga cita-cita memililiki lembaga keterampilan segera terlaksana. Bersama UT saya siap membangun negeri.

32 Tahun  Universitas Terbuka, Kerja Nyata Meningkatkan  Sumber Daya Manusia Indonesia


 “Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari Universitas Terbuka dalam rangka memperingati HUT Universitas Terbuka ke-32. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan jiplakan.”

Link Banner

isi artikel bersumber referensi dari www.ut.ac.id

Hamil Tanpa Stress, Ibu Bahagia Bayi Ceria

Pregnancy is the happiest reason ever for feeling like a crap ~anonim~

Saat hamil tuh memang rasanya nggak karuan! Saya pribadi Sulit menjelaskannya dengan kata-kata. Tapi no matter what that feeling was, meskipun di dera morning sickness yang payah, susah tidur, susah bergerak pokoknya susah semua-semua deh! Jauh di lubuk hati yang paling dalam, terselip rasa bahagia menjalani proses kehamilan.

Namun ternyata, nggak semua ibu hamil mulus-mulus saja menikmati dan melewati masa-masa ajaib kehamilannya. ada beberapa ibu hamil merasa tidak bahagia dengan kehamilannya, mereka mengalami kesulitan beradaptasi dengan situasi dan kondisi kehamilan hingga akhirnya menjadi stress.

Stress pada ibu hamil tentu saja akan berdampak langsung kepada bayi dalam kandungan. Bayi akan ikut stress dan jika tidak di tangani dengan baik akan membahayakan kondisi ibu juga bayi dalam kandungannya.


Bukan main-main memang tahapan memberikan ASI kepada bayi, butuh effort dan support sistem yang besar dan banyak, nggak cuma dari ibu, tetapi juga dari lingkungan dan orang-orang di sekelilingnya. Sudah jadi rahasia umum, banyak kisah drama di balik masa-masa pemberian ASI. Beberapa ibu menghadapi perjuangan yang luar biasa berat saat memberikan ASI.

Bukan hanya tahapan memberi ASI, tahap melepas ASI juga nggak kalah beratnya. Sebagai ibu yang juga pernah dan sebentar lagi akan mengalami masa-masa melepas ASI, cukup membuat hupphhfftttt! Weleh-weleh deh judulnya! Layaknya melepas orang addicted atau kecanduan, melepas ASI pun penuh perjuangan. Beragam strategi, taktik dan jurus ampuh di keluarkan. Dari mulai kopi sampai brotowali. Serta tidak lupa menguatkan hati dan telinga mendengar tangisan, rengekan, dan rayuan agar tidak trenyuh dan mengalah. Tapi bagaimanapun proses itu pasti, mau tidak mau harus di jalani.

© Nunu Halimi ·