Program Jam Makan Serat, Maksimalkan Asupan Serat untuk Kesehatan Pencernaan Anak

Berbagai cara dilakukan, namun tetap nggak bikin anak-anak suka makan sayur.

Siapa ibu-ibu yang mengalami hal ini?

Yuk ah, kita berpelukan dulu, karena masalah kita sama.

Yup! dua dari empat anak saya di rumah, lumayan picky untuk makan sayur. 
Bersyukurnya salah satunya sekarang (karena sudah masuk usia remaja) lumayan sudah mau makan beberapa jenis sayur, seperti wortel, tauge, kangkung dan sawi putih. 

Nah, tinggal satu lagi nih, si Kecil yang masih sering memberi penolakan setiap kali melihat sayuran dalam menu makanannya.

Membuat anak-anak makan sayuran memang tidak mudah, sekaligus juga tidak sulit untuk mengetahui alasannya. 

Rasa sayuran yang cenderung tidak manis, tawar, atau aromanya yang “aneh” dan beberapa terasa pahit, biasanya jadi alasan anak tidak suka makan sayur.

Beda anak beda selera makan. Walaupun tinggal dalam satu rumah, masak di dapur yang sama, kesukaan makanan anak-anak tidaklah sama.
Dan, urusan makanan adalah hal yang sangat krusial, terlebih bagi ibu. Karena ibulah yang bertanggung jawab mengolah makanan yang baik untuk seluruh anggota keluarga.

Bukan hanya soal rasa, tetapi juga kandungan gizinya, termasuk kecukupan asupan serat yang terdapat dalam sayur dan buah-buahan.

Serat adalah salah satu dasar makanan nabati utuh yang baik untuk tubuh. Bukti yang berkembang menunjukkan bahwa asupan serat yang cukup dapat bermanfaat bagi pencernaan, dan mengurangi risiko penyakit kronis, seperti diabetes dan kanker. 

Saya sendiri pernah mengalami hal yang kurang menyenangkan ketika tubuh mengalami kurang serat. Waah rasanya nggak karuan deh perut karena susah BAB, mulas tapi seperti ada yang tertahan, keringat dingin mengucur, duh! 

Pun dengan anak-anak, mereka sedikitnya pernah satu atau dua kali melewati momen ini, mengalami konstipasi. Sebagai ibu tentu saya cemas, sekaligus juga menyadari ini artinya tubuh memberi sinyal kurang asupan serat.

Konstipasi biasanya menjadi tanda yang paling pertama terasa ketika tubuh kekurangan serat. Secara sederhana, serat dapat diartikan serat sebagai makanan sumber karbohidrat yang tidak dapat dicerna maupun diserap tubuh, namun di usus serat dapat mengikat air dan melancarkan sistem pencernaan.

Banyak dari manfaat serat di bantu oleh mikrobiota usus, jutaan bakteri yang hidup di sistem pencernaan, dan dapat memberi efek baik pada proses pencernaan. 

Serat terbagi dalam dua bentuk, yaitu serat yang larut air dan serat yang tidak larut air. Serat larut adalah serat yang dapat larut dalam air dan dapat dimetabolisme oleh bakteri "baik" di usus, sementara serat tidak larut, serat yang tidak larut dalam air. 

Loh, loh! bentar-bentar! Kok tiba-tiba saya jadi panjang kali lebar ya bicara tentang serat. 



Ya, ini karena beberapa hari lalu, tepatnya tanggal 3 Juni 20210 saya mengikuti acara peluncuran Program Kampanye Jam Makan serat yang diadakan oleh Bebeclub dari Bebelac yang memberikan banyak pencerahan tentang serat dan pentingnya asupan serat, terutama pada anak-anak.

Acara yang digelar secara virtual ini digelar dalam rangka mengedukasi tentang pentingnya si Kecil mengkonsumsi makanan berserat dan mendorong gerakan yang tepat untuk mendukung para Ibu di Indonesia agar dapat membangun kebiasaan makan serat pada anak.

Acara ini menghadirkan narasumber diantaranya:
  • Prof. Dr. dr. Saptawati Bardosono, MSc. Ahli Nutrisi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
  • Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K). Dokter Spesialis Anak Konsultan dan Ahli Gastrohepatologi 
  • Shiera Syabila Maulidya, Brand Manager Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia
  • Gya Sadiqah, Selebriti & Ibu Hebat


Maksimalkan Pemenuhan Asupan Serat Anak untuk Kesehatan Pencernaannya


Menurut Dokter Spesialis Anak, Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K)

Konsumsi makanan berserat tidak bisa diremehkan. Kebutuhan serat yang tercukupi dapat membantu optimalisasi kesehatan saluran cerna yang penting bagi tumbuh kembang dan kesehatannya.
Pencernaan yang sehat akan membuat nutrisi makanan terserap dengan baik, yang juga akan berdampak pada sistem daya tahan tubuh anak menjadi lebih baik, dapat memberikan perkembangan yang optimal ke otak, bahkan dapat dapat mempengaruhi emosi anak.

Pola makan dengan serat yang cukup, akan mencegah anak mengalami sembelit (konstipasi) dan dapat meningkatkan sistem daya tahan tubuh, sehingga mengurangi risiko terjadinya penyakit tidak menular seperti obesitas di kemudian hari.

Menurut data Riset kesehatan Dasar, anak Indonesia masih belum memenuhi standar rekomendasi asupan serat harian, tahun 2018, 95,5 persen penduduk Indonesia berusia di atas 5 tahun masih kurang konsumsi serat. 

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa 9 dari 10 anak kekurangan asupan serat, dimana rata-rata anak Indonesia usia 1-3 tahun hanya memenuhi ¼ (seperempat) atau rata-rata 4,7 gram per hari dari total kebutuhan hariannya2. Jumlah ini masih jauh di bawah angka kecukupan gizi (AKG) yang direkomendasikan, yaitu 19 gram serat setiap harinya.

Sementara itu, Ahli Nutrisi Prof. DR. Dr. Saptawati Bardosono, MSc. yang akrab disapa Prof. Tati, juga menambahkan dan mengingatkan agar para orangtua, harus berusaha, mencari dan memiliki pengetahuan yang cukup serta kejelian dalam memilih dan memberikan makanan yang berserat tinggi kepada anak agar dapat mendukung mengoptimalkan tumbuh kembang anak.



Beberapa pilihan jenis makanan berserat antara lain buah, sayur, kacang-kacangan, biji-bijian, hingga makanan yang diperkaya serat. Beberapa contoh makanan kaya serat, yaitu: sereal sarapan dari gandum utuh, roti gandum dan oats, barley dan gandum hitam; buah-buahan seperti pir, melon dan jeruk; sayuran seperti brokoli, wortel, dan jagung manis; kacang polong, buncis dan pulses; kacang dan biji-bijian; serta kentang dengan kulitnya.



Serat memiliki banyak manfaat untuk tumbuh kembang anak, karena serat secara tidak langsung dapat mempengaruhi perkembangan saraf, otak dan sistem imun. 

Memiliki pencernaan yang sehat, akan dapat mendukung 7 kehebatan lengkap Si Kecil, yaitu:
  • Pencernaan nyaman
  • Penyerapan nutrisi
  • Pencernaan lancar
  • Perlindungan alami
  • Tumbuh kembang optimal
  • Cepat tanggap, dan 
  • Menjaga suasana hati

Asupan serat yang cukup dapat mencegah dan mengurangi gangguan masalah pencernaan pada anak. Untuk anak usia 1-3 tahun, diperlukan setidaknya 19 gram serat setiap hari, ini artinya setara dengan 2kg wortel rebus atau 1,2 kg pepaya. 

Wooh, lumayan banyak juga ya! Agak sulit dipenuhi terutama kalau ingat anak-anak susah sekali di bujuk makan sayur dan buah yang kaya akan serat, jadi memang ini PR banget.

Bebelac Luncurkan program kampanye Jam Makan Serat.

Mendukung para ibu dan terus memotivasi ibu agar selalu semangat memenuhi kebutuhan asupan serat demi kesehatan pencernaan anak, Bebelac meluncurkan Program Kampanye Jam Makan Serat.

Kampenye ini diadakan untuk membangun kebiasaan makan serat pada anak, Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia melalui Bebeclub meluncurkan kampanye “Jam Makan Serat”, yaitu gerakan yang mendorong para orangtua untuk menyisihkan waktu khusus  untuk pemberian makanan berserat tiga kali sehari, yaitu pada jam 10 pagi, jam 2 siang, dan jam 8 malam.

Rangkaian kampanye ini diharapkan dapat memudahkan para orang tua dalam memastikan asupan serat harian anak tercukupi dengan makanan dan minuman tinggi serat yang dapat memenuhi 50% kebutuhan serat harian anak jika dikonsumsi 3 kali sehari. 



Tantangan 21 Hari Makan Serat

Menambah semangat memenuhi komitmen Jam Makan Serat Bebelac juga memberikan tantangan kepada para ibu agar mengikuti “Tantangan 21 Hari Makan Serat” 



Melalui gerakan ini, Bebelac Gold berharap semakin banyak anak mengkonsumsi makanan tinggi serat dan dilengkapi dengan nutrisi susu tinggi serat pada beberapa jam makan, yaitu jam 10 pagi, 2 siang dan 8 malam, sehingga diharapkan dapat membentuk kebiasaan makan serat untuk dukung kesehatan pencernaan si Kecil.



Info lebih lengkap untuk mengikuti tantangan ini, bisa di cek di http://bit.ly/JamMakanSerat, banyak informasi yang bisa di dapatkan di sana.

Ibu juga tidak perlu takut kehabisan ide makanan berserat apa yang bisa disajikan untuk mengikuti tantangan ini. Bebelac menyiapkan panduan lengkap menu yang bisa diikuti selama 21 hari dalam bentuk e-booklet yang bisa di unduh.

Selain itu, dalam kampanye “Jam Makan Serat”, Bebelac juga memberikan kemudahan yang dapat  membantu orang tua memantau kesehatan pencernaan dan memastikan kebutuhan serat pada anak, lewat platform Tummypedia yang dapat diakses di https://bebeclub.co.id/tummypedia



Tummypedia hadir untuk mempermudah memantau kesehatan pencernaan si Kecil di rumah hanya dengan 3 langkah mudah beserta fitur andalan, yaitu

  • Cek BAB praktis setiap hari untuk mendapatkan diagnosis dokter
  • Cek asupan serat dan nutrisi
  • mengunduh Tummypedia report dengan diagnosa awal dokter yang sesuai dengan kondisi dan perkembangan si Kecil.
Program Jam Makan Serat ini harus banget sih ya di ikuti, apalagi kalau ikut challengenya, jadi termotivasi memaksimalkan asupan serat untuk anak, hadiahnya juga bikin semangat loh buat ada tabungan pendidikan, sepeda, chopper, dan mainan anak ekslusif.

Tertarik ikut tantangannya!?
Yuk! sama-sama kita maksimalkan asupan serat dengan 21 Hari Makan Serat untuk Pencernaan anak yang sehat. 

20 komentar

  1. Serat emang penting banget ya untuk kecerdasan anak. Anakku picky eater banget ini, susah makan serat. Mau ikutan campaignnya, biar sekalian disiplin makan serat nih...

    BalasHapus
  2. Hahaaa. jadi inget anakku Mak, dari semenjak masuk TK ga suka sayur sampe sekarang. Kalo mau makan sayur, dicium2 wanginya, yang ga enak dan dirasa ga ada rasa, duh banyak dramanya.
    Tapi emang penting banget nih serat buat kesehatan pencernaan juga. Tantangan besar sampe saat ini, seruu tuh ada tantangan jam makan seraat, ikutan ahhh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. anakku banget ini teh :( anak perempuan katanya suka sayur kan ya, taunya nggak huhuhuu susah bener nyuruh dia makan sayur dan buah tuh

      Hapus
  3. Waah, menarik banget ini campaign dan edukasi yg dilakukan Bebelac.
    Apalagi, dalam kampanye “Jam Makan Serat”, Bebelac memberikan kemudahan yang dapat membantu orang tua memantau kesehatan pencernaan dan memastikan kebutuhan serat pada anak, lewat platform Tummypedia

    Keren buangettt!

    BalasHapus
  4. memang harus disiasati ya mba.. tapi sejak anak - anak makin besar, mereka sadar sendiri kalau nggga ada serta mereka sendiri yang menderita saat BAB. Sometimes, it works karena mereka lihat langsung manfaat serta daru buah - buahan dan sayur untuk mereka sendiri

    BalasHapus
  5. ternyata serat penting banget ya mbaa. dulu anakku masih doyan banget sayur dan buah. kalo sekarang udah agak pemilih. jadi pengen ikutan tantangan 21 hari makan serat juga..

    BalasHapus
  6. rata-rata anak kok gak doyan sayuran ya? anakku disaat makan sayur, sayurnya hrs diselipin di nasi atau daging haha. Mamanya hrs bener2 tricky

    BalasHapus
  7. Kebutuhan serat itu emang wajib banget terpenuhi yaa, apalagi anak anak, kita yg orang dewasa juga wajib banget

    BalasHapus
  8. auto klik aku mama Nunu ke tummypedia. alhamdulillah Saki sih gak picky eater kalau makan sayuran, cuma pengen ikutan challengenya aja, apakah sudah terpenuhi atau belum kebutuhan seratnya setiap hari. siapa tahu, saking sukanya makan sayur justru malah kelebihan ya mbak dan gak makan karbo karena udah kenyang duluan hehhe Saki kalau udah suka makan wortel kukus dia suka nolak makan nasi soalnya.

    BalasHapus
  9. Bagus nih ada tantangan makan berserat seperti ini karena memang penting banget buat tubuh kita ya... Alhamdulillah sih anak2 suka sayuran dan buah semua jadi ga terlalu ribet urusan ini.

    BalasHapus
  10. Untuk anak usia 1-3 tahun, diperlukan setidaknya 19 gram serat setiap hari, ini artinya setara dengan 2kg wortel rebus atau 1,2 kg pepaya.

    Heyyy banyak bangettt itu! Orang dewasa segimana ya kebutuhan seratnya.

    Anakku suka makan buah dan sayur tapi ya tidak sampai sekilo juga. Idenya bagus ini buat snacking time dengan buah, sayur, atau minum susu

    BalasHapus
  11. Jam. Akan serat tuh jangan sampai dianggap remeh deh. aku dukung banget. Karna masih banyak anak yang kurang asupan serat. Padahal penting buat anak

    BalasHapus
  12. Senang banget ya sekarang sudah ada wadah utk mendapatkan informasi yg tepat. Jadi bisa lebih banyak belajar untuk asupan yg terbaik untuk anak

    BalasHapus
  13. Inovasinya Bebelac ini keren-keren ya dan program yang diselenggarakan untuk para ibu supaya berfokus pada tumbuh kembang anak juga bagus-bagus. Salah satunya, jam makan serat memang perlu juga disosialisasikan. Ada anak tetangga sini, karena mamanya tak suka makan sayur, anaknya juga akhirnya jarang dikasi sayur dan buah. Sungguh disayangkan kalau anak sampai kekurangan serat

    BalasHapus
  14. Iya nih mbak asupan serat utk anak ini emang penting banget diperhatikan ya?
    Kempen ini oke banget jd pengen ikutan membiasakan anakku konsumsi serat di luar jam makannya.
    Soalnya pas makan emang kdng suka rewel sama sayur dan buah, jd di jam ngemil serat bisa nih diakalin dengan camilan lain tp tentu yg kaya serat jd anak gk ngrasa lg makan berat hehe
    TFS

    BalasHapus
  15. Suka berasa banget kalau baca artikel mengenai kebutuhan serat.
    Aku suka banget sama sayuran, tapi masih belum ada waktu khusus. Kadang ada seharian yang kita gak makan sayur dan buah sama sekali.

    Apakah kalau anak-anak bisa disubtitusikan dengan konsumsi susu?
    Sampai usia berapa bisa disubstitusikan begini?

    BalasHapus
  16. Memang yaa membesarkan anak dengan baik sungguh tidak mudah. Keponakanku juga ada yg bandel banget. Mau memaksa juga gimana ya wkwkw. Memang serat itu sebermanfaat itu kan yaaa.

    BalasHapus
  17. Bacanya seneng dicampur sediihh banget. Pasalnya aku lihat anakku yang kedua sama sekali gak pernah makan sayur.. Hiks.. Kebutuuan seratnua jadi sangat kurang

    BalasHapus
  18. Selama ini cuma tahu jam2 snack ya terserah mau makan apaan. Ternyata bagusnya jam snack itu makan serat ya. Jadi bias lebih aware lagi nih buat snack anak2.

    BalasHapus
  19. menurutku ide jam makan serat ini okee mba.. cuma kayaknya aku pribadi susaah kalau nerapin ke anakku. soalnya, ada jam 2 misalnya yah, itu waktunya anakku tidur siang wkwk baru deh agak sorean ngemil berat atau minum susu uht

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkunjung, apalagi sampai mau komen, duh saya happy banget, semoga tulisan saya bermanfaat... saya mungkin tidak selalu bisa menjawab komentar, tapi saya usahakan untuk berkunjung balik, jika ada pertanyaan sila hubungi saya by email, dan maaf yah....! Untuk yang memberi komen dengan link hidup akan saya delete. Terimakasih.