Inspirasi Jadi Blogger Elegan Dari Zata Ligouw

Inspirasi Jadi Blogger Elegan Dari Zata Ligouw

Entah mengapa postingan tentang Zata Ligouw ini cukup lama mengendap, ternyata jawabannya baru saya dapatkan beberapa hari lalu. Rupanya tulisan  ini menunggu momen yang tepat untuk di publikasi.

Sebagai blogger baru yang sedang merangkak meniti jalan menjadi blogger profesional, tantangannya berat euyy.. Gimana nggak? Saya termasuk yang sangat terlambat mengambil langkah menjadi blogger. Karena ribuan bahkan jutaan blogger sudah  lebih dulu eksis. Beberapa bahkan mempunyai tempat tersendiri di ruang online, offline, mesin pencari dan di  komunitas blogger, dan untuk blogger baru perjalanan ke arah itu sangat panjang.

Hampir semua panduan, tekhnik, tips, trik, dan kiat  menjadi blogger yang baik, benar dan profesional saya pelajari dan ikuti, termasuk juga ikut workshop. Ya, saya meyakini itulah namanya proses. Nggak ada satupun hal yang di dapat tanpa belajar.

Salah satu proses yang lumayan panjang adalah  branding, dan sampai detik ini saya belum mendapat feel yang pasti ingin membranding diri sebagai apa. Yang kedua adalah membangun jejaring, Nah ini juga peer yang harus di jalani untuk bisa eksis menjadi blogger.


Pada mulanya saya minder untuk keluar memunculkan diri di komunitas blogger, apalagi banyak blogger yang ternyata berlatar penulis, editor, grafis designer dan mereka yang bekerja di dunia kepenulisan. Tentu apalah saya ini blogger yang berlatar hobi nulis di buku agenda, bercampur catatan hutang. *lah! buka kartu

Membangun jejaring  untuk blogger baru itu butuh mental baja, percaya diri dan berani unjuk gigi dalam berinteraksi dengan blogger lain. Ya namanya blogger baru wajar yaa!? Tapi ada satu hal yang mengusik juga, sejujurnya saya bukan orang yang baperan dan tahu diri juga di mana posisi saya. 

Salah satu tips membangun jejaring di dunia blogger adalah menebar link blog lewat akun media sosial, blog walking, comment di blog blogger lain, follow blog blogger lain, menebar link grup komunitas blogger, follow media sosial nya, dan lain-lain. Intinya membangun relasi agar blog kita terindeks di mesin pencari, Katanya dengan melakukan itu mereka akan melakukan hal yang sama terhadap blog kita. Kenyataannya tidak sepenuhnya benar. 

Ketika contoh misalnya saat saya follow 10 blog hanya satu yang mau follow balik, meninggalkan comment saat blog walking, nggak di comment balik ke blog saya, comment di media sosial di cuekkin, saya follow media sosialnya tidak di folbek, malah kemudian di unfoll. Kalau yang melakukan hal seperti ini blogger femes saya masih oke-oke. Tetapi jika itu blogger yang masih sebelas dua belas juga dengan saya, hmmmm...

Pernah satu ketika saya berpikir negatif  efek desperate mungkin yaa. *maafkeun. Niat saya kan baik yah, saya ingin berteman, kenapa saya jadi berasa, SKSD begini..ribet juga yah!? Padahal kan sasaran pembaca blog, bukan cuma blogger tapi jutaan orang lain yang sedang mencari informasi di internet. *eh koq curhat.

Saya frustrasi bukan karena tidak di follow balik atau apa, tapi buat saya ini semacam sinyal bahwa saya ternyata tidak cukup layak dan menarik untuk di follow balik, topik blog saya mungkin biasa saja, ngga perlu di comment, atau bahasa tulisan saya garing dan membosankan, jadi saya mesti gimana dong?!. 

Hingga suatu hari, tring! Sebuah catatan dari Mbak Zata menghentak saya, ini sampai saya screenshot dan tersimpan di memori hape dan hati saya. Beruntungnya saya bergabung di sebuah grup yang banyak blogger femesnya termasuk mbak Zata. Post ini sebenarnya terbatas untuk kalangan grup. Tapi saya rasa ini bermanfaat buat blogger lain yang tidak tergabung di sana, terutama buat blogger baru yang sedang membangun jejaring seperti saya.

                                      
Semua blog layak di baca apapun bahasannya, tidak ada blog yang nggak menarik karena nanti akan menemukan peminatnya masing-masing. Masalahnya ada pada motivasi saya yang keliru.

Sejak saat itu, saya bebaskan pikiran, nggak ada beban banget dalam apa yang di katakan oleh mba Zata berinvestasi, semua saya jalani dengan senyum, yang saya lakukan kemudian, memberi komen kek, kasih jempol kek, follow kek atau apalah you name it, hal yang di perlukan untuk membuat jejaring dan relasi, termasuk saat bertemu langsung dengan teman blogger. Saya lakukan dengan sukacita, saya mulai luwes, pure nggak berharap apapun. Setiap orang punya prioritas masing-masing. Toh sayapun sering juga terlewat membalas komen jika sedang sibuk, mungkin notifikasi yang terlewat, kelelep di antara pesan lain. Jadi mengapa harus risau.

Dan benar saja setelah itu ada saja yang mau follow blog dan media sosial saya, berinteraksi lebih lanjut, komen atau sekadar kasih jempol, Hingga puncaknya terjadi beberapa hari lalu, saat postingan saya tentang cerita menjadi mahasiswa UT menjadi juara satu lomba blog Universitas terbuka. 

Sebenarnya saat saya memposting status itu di facebook cuma spontan efek norak gembira, saya nggak mikir sampai segimananya, maklum ini baru pertama kali saya menang lomba blog, hadiahnya lumayan besar pula. Yang terjadi kemudian, saya nggak nyangka respon teman-teman blogger lain sangat luar biasa. Notifikasi di penuhi ucapan selamat, bahkan dari blogger yang baru saya kenal. Saya terharu dan meleleh, mereka positif dan supportif sekali.

Apa yang mba Zata tuliskan ternyata terbukti. Dan rupanya momen ini ada untuk saat yang tepat membahas mba Zata Ligouw dengan blognya Diary Of A (not) Superhero Mama, sekaligus saya juga ingin berterimakasih karena pencerahannya yang insightful sekali.

Bagi yang berkunjung ke blog  Diary Of A (not) Superhero Mama saya jamin pasti akan kagum dengan prestasinya yang berjejer, bahkan pernah masuk majalah dan TV. Tetapi mba Zata masih mau balasin komen satu persatu juga blog walking. Buat blogger baru ini kan sesuatu sekali, ketika blog kita di kunjungi oleh blogger femes. Atau foto kita di kasih jempol sama selebgram, selain blogger femes Mba Zata juga selebgram dengan banyak follower. 

Nggak cuma penampilannya yang fashionable dan elegan sikapnya juga elegan, rendah hati dan tidak segan memuji. Terlebih membaca tulisan-tulisan mba Zata, hampir nggak ada kalimat satir, nyinyir, nyindir, dan sarkas saya temukan. Status Mba Zata juga general tapi up to date. Nggak pernah sekalipun mba Zata terpancing menimpali jika ada topik yang sedang panas jadi pembicaraan di kalangan blogger

Penampilannya yang fresh dan muda, membuat saya sempat nggak percaya kalau mba Zata ini ibu dari tiga anak yang sudah besar-besar, dua orang malah sudah ABG. Etapi ternyata itu pantas saja sih! Karena mba Zata juga concern terhadap dunia kecantikan, kesehatan dan olahraga, yang tercatat di blog nya yang lain fitzata.blogspot,co.id


Inspirasi Jadi Blogger Elegan Dari Zata Ligouw
Mba Zata cantik dan fresh yah

Blog utama mba Zata membahas ragam topik mulai dari parenting, fashion, beauty, travelling, dan banyak lagi. Pokoknya lengkap. Dengan latar belakang dunia kepenulisan dan televisi. Mba Zata memutuskan untuk berkarir di rumah dan menjadi full time blogger, sebuah keputusan yang hebat. Jaringannya sudah cukup banyak di dunia kepenulisan karena mba Zata juga berperan sebagai approval offline komunitas The urban Mama.

Membaca blog mba Zata banyak hal bermanfaat bisa saya ambil dan pelajari, salah satunya inspirasi saya untuk menjadi blogger yang elegan, baik secara konten tulisan maupun sikap dan penampilan. Mba Zata layak di tiru sebagai role model untuk bisa nge-blog dengan berkualitas.

Inspirasi Jadi Blogger Elegan Dari Zata Ligouw
Mba Zata dan mba Ninit Yunita founder The Urban Mama

Inspirasi Jadi Blogger Elegan Dari Zata Ligouw
Craft hasil karya mba Zata

Menjadi full time blogger itu sibuk sekali, apalagi sekelas mba Zata yang di percaya oleh banyak brand, jadwal nya padat, dari mba Zata saya dapat pelajaran membagi waktu dengan bijak. Masih sempat nge-craft juga loh mba Zata, inspiring banget kan!? So, yang ingin kenal mba Zata lebih dekat kunjungi blognya di www.zataligouw.com saya yakin setelah baca satu postingan pasti ngga terasa akan klik-klik postingan lain, betah! Tampilan blognya sangat eye cathing dan menarik. Follow juga media sosialnya di facebook, twitter dan instagram +zata ligouw. Untuk mengupdate kesehariannya.















40 comments

  1. mba Nunuuuu lengkap banget tulisannya, aku sampe terharuuu.. dan aku justru banyak belajar tentang diriku sendiri lewat tulisan ini, makasih banyak ya mba..

    soal postingan dan status yg nggak nyinyir, dlsb, percayalah aku juga banyak nahannya ituh, hihihi, alhamdulilah, berbuah hasil dan image positif, makasih sekali lagi yaa mba Nunu, aku padamuuu..

    ReplyDelete
  2. Mba Zata idolaku. Rajin blog-walking.
    Mba Nunu juga. Keren banget deh bisa juara 1. Selamat ya.
    Yg blog walking ini aku sebisa mungkin langsung bw balik tapi kadang kelewatan trus lupa list-nya sampe mana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih mba Helena, alhamdulillah..tapi saya belum sekeren mba Helena...sama mbak suka kelupaan juga..yang penting niatnya bangun relasi ya mba..

      Delete
  3. Blogku pun dikunjungi mbak zata. Yaaa ampyunnn bahagianya.
    Dan lalu saya blom bw balik ke blognya *dilempar keyboard :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi...nggak bakal mak, yang pasti di lempar senyum..

      Delete
  4. Terima kasih mba Nunu inspirasinya. Saya juga blogger pemula dan tidak ada background dunia tulis menulis hehe. Entah kenapa menulis membuat saya senang apalagi kalau bisa bermanfaat untuk orang lain ya. Salam kenal mb :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Toss ya mba Rani, keep positif,aamiin..menebar manfaat itu poin utama mbak..salam kenal juga..

      Delete
  5. Saat kita ngoyo mengejar sesuatu, justru sesuatu itu malah seperti berlari menghindari kita ya. Tp ketika kita lbh santai, tulus, nothing to loose... eh malah sesuatu itu mulai mendekati kita perlahan2 hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepakat Mba :) btw salam kenal mba Nunu ^^ selmat y keren bisa juara yeay *tiup terompet*

      Delete
    2. Terimakasih mba Herva, salam kenal juga...

      Delete
    3. Betul sekali mba Rita Dewi,..itu intinya..

      Delete
  6. Sesuatu banget baca tulisan diatas... Saya kudu banyak belajar juga nih. Salam kenal Mba Nunu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih mba guru Umi, sama-sama belajar..salam kenal juga..

      Delete
  7. Waah saya ketinggalan kereta.... iya setuju dgn mba Zeta... jarang blog walking krn sibuk anak lima punya usaha, banyk acara dan amanah jadi bukan somse hehe... Kita bs komen itu mmg investasi meningkatan DA dan PA kita jua...
    Nice sharing mba..makasih :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah iya betul mak Ida, bukan somse ya mak..sibse..sibuk sekali..hehe..

      Delete
  8. Lengkap dan panjang sekali tukisan nya, saya belum ada apa-apanya. Mbak Nunu Halimi hebat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih mba Ria, mba Zata mungkin maksudnya mba..saya mah belum apa-apah..salam mba..

      Delete
  9. Lengkap dan panjang sekali tukisan nya, saya belum ada apa-apanya. Mbak Nunu Halimi hebat

    ReplyDelete
  10. Waaaah... salut banget sama mbak Zata dan mbak Nunu juga, pastinya... *salimdulu*

    postingan ini bermanfaat banget buat saya yang masih belajar, mbak. thank you very much! :*

    sukses terus ya, mbak... amiin

    ReplyDelete
  11. Waaaah... salut banget sama mbak Zata dan mbak Nunu juga, pastinya... *salimdulu*

    postingan ini bermanfaat banget buat saya yang masih belajar, mbak. thank you very much! :*

    sukses terus ya, mbak... amiin

    ReplyDelete
  12. wah inspiratif sekali, saya juga mengalami hal yang sama dengan mbak, semoga ngga menyerah... keep fighting

    ReplyDelete
  13. Salah satu seleb blogger favorit saya. Meski belom pernah ketemu langsung, tapi saya bisa tahu, Zata keren tapi humble. Inspiratif...

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya juga belum pernah bertemu langsung teh,..

      Delete
  14. mbak zata memang kereenn.. heuheu...

    ReplyDelete
  15. Ish, aku juga nge fans sama mba zata hehe...

    ReplyDelete
  16. saya pun blogger baru Mba Nunu, yuk kita belajar bersama dari para blogger-blogger senior ini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. asyik ada temen..yukk mba..sama-sama belajar kita..

      Delete
  17. Nice share mba soal baper gak dikomen balik itu..kl baper musti balik lagi ke postingan ini kayaknya hihihi

    ReplyDelete
  18. Keren banget, out of the box pendapatnya mb zata yg screen shoot
    Aku juga suka sharing walo kisahku di blog kadang cerita ga penting hihihikkk
    #teteup pede

    ReplyDelete
  19. Keren (y)
    terimakasih mba Nunu inspirasinya :)

    ReplyDelete
  20. hehehe, kata2 jangan baper itu juga saya inget2 mbak, misal kdg pas kopdar, malah canggung, padahal di maya akrab. lah, kan orang ga bs hafal satu2 yak? hehe, baca tulisan ini, aku jadi ikut bercermin..

    btw, aku jg pertama ketemu mb Zata, kirain artis gitu yak, pas baca blognya, baru percaya kl punya anak 3, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah iya itu juga mba, itu bedanya dunia maya dan dunia nyata, tapi biasanya kalau sudah menyapa cepat adaptasinya mba..

      Delete

Terimakasih sudah berkunjung, apalagi sampai mau komen, duh saya happy banget, semoga tulisan saya bermanfaat... saya mungkin tidak selalu bisa menjawab komentar, tapi saya usahakan untuk berkunjung balik, jika ada pertanyaan sila hubungi saya by email, dan maaf yah....! Untuk yang memberi komen dengan link hidup akan saya delete. Terimakasih.