Ini Dia Yang Harus Di Jalani Untuk Sukses

Ini Dia Yang Harus Di Jalani Untuk Sukses


Semua orang pasti ingin sukses, namun faktanya nggak semua berhasil meraih kesuksesan, contohnya saya nih..ihiy, yang harus menutup tirai usaha setelah hampir lima tahun berjalan. Sekarang sih saya sudah bisa senyum-senyum, ya bisa di bilang udah move on...
Padahal dulu mah dudududuhh nangis nya, kaya lagi ngupas bawang bombay sekarung, rasanya nyesek banget! Apalagi saya juga kan di hinggapi rasa bersalah dan nggak enak hati sama pak suami selaku investor, karena modalnya nggak kembali, iya sesungguhnya selama lima hampir tahun itu, kami lebih banyak  keluar modal daripada dapat untung, Alhamdullillah beliau adalah anugerah terindah yang pernah saya miliki ( Sheila gangs mana suaranya..) Support dan bimbingannya selama waktu itu memang luar biasa, meskipun saya mengecewakan, alhamdulillah dia tidak terlalu ambil pusing dan tetap mau menghibur saya "...Masih banyak peluang dan kesempatan lain, yang penting kamu masih mau berusaha, nggak ada yang namanya gagal, kalau kita jadi belajar.." begitu kata-katanya yang bikin nyess kayak air es.
Salah dua penghibur saya yang lainnya lahirnya anak terakhir dan blogging. Kedua hal ini membuat saya berhenti fokus meratapi kegagalan, apalagi kata pak suami kamu baru sekali gagal udah drop, Thomas Alva Edison harus melakukan lebih dari seribu percobaan untuk membuat sebuah bohlam, anggap saja uang yang hilang itu ongkos belajar kita, iyaa juga sihh...tapi, tapi, kaaan..nggak sedikit loh itu, ihik-ihik kembali nyesek..hahaha..
Pernah juga nggak merasa seperti saya berada di satu titik ingin menyerah, dan menyatakan bahwa sukses sepertinya bukan bagian dari hidup saya. Ukuran sukses buat setiap orang tetu tidak selalu sama, ada yang merasa sukses kalau sudah jadi orang kaya, terkenal, banyak uang dan lain-lain, ggak cuma urusan bisnis atau karir, apapun itu ada semua bidang, termasuk nge-blog misalnya.

Mungkin nggak saya bisa sukses? Berhasil mengelola blog saya sesuai tujuannya. Ya itulah salah satu tujuan hidup saya yang baru selain move on dan ingin kembali memulai usaha untuk sukses, saya juga ingin bisa jadi blogger yang sukses.
Kabar baiknya nih!? Konon hampir semua orang pernah merasakan hal seperti saya, dan menurut para ahli hal ini pertanda baik, itu artinya kita punya banyak teman yang sama, dan ini sedikit banyak akan membuat lega. Untuk sukses kita memang harus merasakan terlebih dahulu yang namanya frustrasi dan tantangan, namun bisa juga akan mengahadapi banyak kemenangan kemudian jatuh.
Untuk mencapai satu tujuan akhir kita harus menapaki satu demi satu tangga, meniti jalan yang harus di tapaki untuk sukses, dan masing-masing tangga ini mempunyai masalahnya masing-masing, dan setelah saya belajar, ikut beberapa pelatihan, seminar, memahami dan membaca banyak artikel, ini dia nih titian tangga yang harus lalui untuk menggapai sukses

  •  Keputusan



Ini dia yang harus kita lakukan sebelum memulai apapun,  melangkah lagi setelah gagal. Memutuskan untuk MEMULAI SEKARANG, dan memutuskan untuk BANGKIT jika gagal, apapun yang terjadi berusaha temukan dan buat keputusan apapun situasinya. Yaa...praktiknya memang berat, contohnya nih waktu saya memutuskan untuk aktif nge-blog, kemudian menemukan keputusan-keputusan lainnya, seperti aktif di komunitas bloger, berjejaring hingga akhirnya bisa  hadir di event-event  bloger, semua berangkat dari sebuah hasil keputusan, satu keputusan akan membawa kita kepada banyak keputusan lainnya, keputusan yang kita ambil pun bisa benar bisa salah. Jadi tetap bergerak, pikirkan dan buatlah keputusan.

  •  Semangat

Setelah melakukan keputusan, bersemangat lah, waahh ini agak berat, yaa mirip dikit sama iman yang kadang yajid wa yanqus, naik turun nggak konsisten. Temukan formula menjaga konsistensi semangat, yakini bahwa keputusan yang di buat sudah benar, jaga dan lakukan yang terbaik untuk itu.

  •  Melawan Ketakutan

Takut gagal, takut salah, takut rugi, takut malu-maluin, dan aneka ketakutan lainnya harus dikuasai dan di taklukkan, seringkali itu hanya persepsi yang mengisi pikiran, berani mengambil resiko adalah modal untuk menaklukkannya, dan hampir semua orang sukses berhasil menghadapi ketakutannya.

  • Melawan Gugup

Kita pasti akan menghadapi saat di mana akan gugup pada situasi tertentu, contohnya saat menulis blog post untuk pertama kali, padahal ya nggak ada siapa-siapa, terus merasa juga toh siapa yang mau baca tulisan saya, tetap aja ada rasa gugup, terus kemudian saat berinteraksi dengan orang-orang baru, teman bloger di dunia maya saya juga gugup, takut salah kata dan interpretasi di tulisan dan komen saya, lalu juga pas bertemu teman-teman blogger pertama kali di dunia nyata (((dunia nyata))) itu juga saya gugup ihiy..

  •  Keinginan dan kemauan yang kuat

Keinginan atau kemauan yang kuat memungkinkan kita akan melakukan usaha, meskipun mungkin kita merasa tidak mampu, karena sesungguhnya tidak mampu berbeda sekali dengan tidak mau. Sekali saja bilang tidak mampu, kemungkinan besar kita tidak mau melakukan, sebaliknya jika kita katakan mau sudah dapat di pastikan kita akan melakukan, dan kemungkinan besar akan di mampukan sangat terbuka lebar. 
Ini berhubungan dengan antusiasme terhadap apa yang kita kerjakan, temukan alasan kuat kenapa harus melakukan ini, melakukan itu, pergi kesana, pergi kesitu. Pompa diri dengan satu dorongan yang kuat, misalnya ingin membahagiakan orang tua atau anak, supaya tidak kelaparan, supaya bisa makan enak, supaya bisa bergaya...apa saja..yaa namanya juga keinginan toh!?

  • Bentuk tim, cari teman seperjuangan, jangan sendiri.

Nah ini nih, jika ada orang sukses yang berani sesumbar, kalau kesuksesannya adalah semata usahanya sendiri, saya sih nggak percaya, karena faktanya kita adalah makhluk sosial, meskipun tujuan kita berbeda, kita tetap memerlukan dukungan orang lain untuk menggapai kesuksesan, contohnya blogger yang sukses, mungkin perlu seseorang digital desainer, untuk membuat blognya jadi keren, memerlukan mentor untuk menulis yang baik dan benar dan lain-lain, menemukan teman seperjuangan memang tidak mudah, karena bisa saja kita tidak cocok, di awal-awal klik eh di tengah jalan bubar,  untuk  membuat izin badan usaha saja memerlukann struktur organisasi minimal tiga orang, tukang gorengan pun jika ingin sukses minimal ia harus di bantu isterinya iya nggak?! Ya, intinya kita tidak mungkin melakukan semua pekerjaan sendiri, terus bagaimana jika saya tidak juga menemukan tim saya, percaya lah suatu saat pasti ada.

  •  Jangan meragukan kemampuan, uji kewarasan, harus percaya diri

Apakah saya benar seseorang yang memenuhi kualifikasi, apakah saya sekuat itu, bisakah saya melampaui batas kemampuan saya, jangan-jangan orang meremehkan saya, menertawakan saya, merendahkan saya, atau jika pun saya mampu terus saya di anggap gila, aneh...ya contohnya saya pun pernah nih meragukan tulisan saya di blog. Jujur sampai saat ini masih ada sih rasa seperti itu, tapi kembali lagi saya pede-pedein aja deh, semoga yang baca nggak boring dan mau kembali *berdo'a. Pernah juga dapat cemoohan, ngapain nulis blog, nggak ada kerjaan, nggak penting, tulisan asal goblek koq pede. Terus begitu saya bilang dari blog saya bisa dapat sesuatu, nggak di percaya tapi nanya-nanya..ihiy pedih..deh. Alhamdulillah saya waras.

  • Putus Asa, paranoid dan trauma

Inilah masa-masa krisis menuju jalan sukses, apalagi jika kita merasa sudah mengeluarkan segala daya upaya, mencurahkan waktu, tenaga dan pikiran sepenuh hati dan jiwa. Terutama jika sedang dalam kondisi terpuruk, jika bisa melalui tahapan ini, niscaya hal sesulit apapun bisa di lalui.

  • Terus berdo'a dan mengemislah kepada Tuhan

Nah, inilah yang harus dilakukan, jangan sekali-kali mengemis pada manusia, untuk setiap hal yang kita ingin raih, mintalah kepada Tuhan, meminta bukan sekedar meminta tapi harus mengemis, maksudnya mengemis ya memintalah dengan sungguh-sungguh, karena faktanya Dialah segala penentu hasil usaha kita, manusia boleh berencana, siapa yang menentukan? semua pasti tahu jawabannya.

  • Jadi diri sendiri, nggak perlu menyenangkan semua orang.

Berhenti berharap ingin selalu di terima dan menyenangkan semua orang,  dunia adalah tempatnya pro dan kontra, orang-orang tidak harus sepakat dengan kita, jika masih berjalan di koridor yang benar, maka kita tak perlu persetujuan semua orang, karena fakta membuktikan hal-hal yang baikpun belum tentu di sukai semua orang. Maka Jadilah diri sendiri, tak perlu berharap penerimaan penuh dari setiap orang.
Terkadang kita memang membutuhkan filter, untuk menyaring orang-orang yang berada di lingkaran kita, yang mendukung dan support penuh, sekaligus juga menghindari mereka yang mungkin tidak sejalan dengan kita, namun kita tak perlu menutup diri, menjadi egois dan terkesan mementingkan diri sendiri, tetap bterbuka, berlaku sesuai porsi dan kewajaran bisa menjadi solusi, karena untuk hal satu ini, seleksi alam bekerja, kita hanya perlu memahami dan menyadarinya.
                                                                                               ⏩⏪
Untuk semua hal ini saya masih struggle dan terus berusaha, melalui tulisan ini adalah catatan untuk pengingat saya, sehingga saya bisa memperbaiki satu persatu kekurangan dan terus memperbanyak usaha, action, dan tindakan, semoga semesta mendukung segala yang saya lakukan yah, so menurut teman-teman apa nih ukuran suksesnya, dan boleh juga nih kalau mau menambahkan apa yang  kurang, dan harus saya lakukan agar saya bisa mencapai tujuan sukses saya. 

1 comment

  1. makasih mbak infonya, bisa menjadi literatur untuk sukses buat mas :)

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung, apalagi sampai mau komen, duh saya happy banget, semoga tulisan saya bermanfaat... saya mungkin tidak selalu bisa menjawab komentar, tapi saya usahakan untuk berkunjung balik, jika ada pertanyaan sila hubungi saya by email, dan maaf yah....! Untuk yang memberi komen dengan link hidup akan saya delete. Terimakasih.