Mengurus STNK Hilang Dengan BPKB Leasing Di Samsat Depok

Kehilangan, apapun bentuknya pasti tidak menyenangkan, termasuk di antaranya kehilangan surat-surat penting berkendara, salah satunya STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) sebagai syarat kendaraan layak melaju di jalan raya.

Dua bulan lalu saya kehilangan STNK sepeda motor, entah kapan dan dimana hilangnya nggak tahu deh?! STNK yang biasa jadi satu dengan gantungan kunci motor memang sebelumnya terlepas, karena belum sempat beli gantungan kunci STNK yang baru, jadi biasanya saya bawa-bawa dan simpan di dalam tas atau dompet saja.

Baru sadar STNK hilang itu karena saya ingat harus bayar pajak bulan ini, alhasil kelimpungan deh cari sana-sini dan mengingat-ingat di mana STNK itu berada, ternyata nggak ada hasilnya, namun karena mengurus STNK baru perlu waktu dan saya belum ada waktu untuk mengurus, maka tertunda-tunda lah urusan STNK ini.

Akhirnya selama STNK belum di urus, hati berasa harap-harap cemas setiap kali bawa motor keluar rumah, takut di tilang polisi, ihiyy banget kan yaa, dan terpaksa juga harus menghindari parkiran yang mewajibkan periksa STNK untuk keluar parkiran.

Ya, akhirnya mau nggak mau harus di urus dong ya, well inilah dampak kehilangan, bikin menyita waktu. Mengurus STNK baru sebenarnya tidak sulit, cukup dengan KTP dan BPKB asli, tapi karena BPKB (Bukti Kepemilikan Kendaaran Bermotor) masih jadi milik leasing mengurus nya agak-agak repot, harus ke Polda Metro Jaya dulu hmm..

Mengurus STNK Hilang Dengan BPKB Leasing Di Samsat Depok

Mengurus STNK Hilang Dengan BPKB Leasing Di Samsat Depok


Catatan penting nih ya buat yang punya kendaraan BPKBnya masih di leasing, di jaga baik-baik STNKnya jangan sampai hilang. Tapi kalau akhirnya hilang juga mau di kata apa lagi ya?!

Jadi, apa saja yang harus di lakukan untuk mengurus STNK yang hilang, berhubung saya warga Depok dan tinggal di Depok, maka saya mengurus keperluan ini di SAMSAT Depok, yang berlokasi di Jl. Merdeka, bagaimana alur proses pengurusan STNK ini berikut urutannya:

1. Mengurus surat rujukan dari leasing yang di tujukan untuk kepolisian, dalam surat rujukan leasing terlampir fotocopy BPKB
2. Mengurus surat kehilangan ke kantor polisi terdekat bisa Polsek atau Polrest
3. Datang ke kantor Samsat
4. Fotokopy KTP, surat rujukan leasing, fotocopy BPKB (masukkan dalam map)
5. Cek fisik, nanti nomor mesin di gosok oleh petugas kepolisian (biaya Rp 30.000)
6. Setelah cek fisik, kemudian mendapatkan surat keterangan kehilangan yang dilengkapi dengan informasi detail kendaraan.
7. Pergi ke kantor satu atap Polda Metro Jaya Jakarta di kantor Polda Metro Jaya langsung datang ke bagian Cek Fisik untuk melakukan legalisir cek Fisik yang di lakukan di Samsat Depok
8. Ke Gedung Biru Polda Metro Jaya, bagian TU, untuk mendapatkan surat keterangan jaminan leasing kepolisian.
9. Kembali ke kantor Samsat Depok. langsung ke bagian TU (kena biaya Rp 30.000)
10. Ke bagian Pendaftaran (biaya Rp 50.000)
11. Menunggu panggilan ke kasir dan membayar biaya penggantian STNK, jika pajak telah jatuh tempo, otomatis langsung terhitung pajaknya dan harus dibayarkan.
12. Pengurusan STNK selesai, tinggal di menunggu serah terima






Yah, lumayan juga waktu yang di perlukan untuk mengurus STNK ini, setelah selesai STNK yang kita dapatkan akan tertanda sebagai duplikat, namun kedudukannya setara dengan STNK asli, apabila STNK asli kemudian ada yang menemukan, setelah terbit STNK duplikat, maka STNK asli otomatis terblokir dan tidak bisa di gunakan.

Jadi, sahabat daring yang suka berkendara keman-mana, di jaga ya surat-surat pentingnya, nggak cuma STNK aja sih sebenarnya, KTP, SIM, dll juga penting, siapkan juga fotocopynya di rumah, untuk berjaga-jaga, kadang-kadang kita tak bisa menghindar dari yang namanya kehilangan, ya kann






1 comment

  1. menyimpan STNK memang harus hati-hati ya mba, kalo hilang bisa berabe ngurusnya, mondari mandirnya itu >_< pernah pas baru2 punya KTP nyaris ketinggalan, diomelin abis-abisan sama mamaku ;_;

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung, apalagi sampai mau komen, duh saya happy banget, semoga tulisan saya bermanfaat... saya mungkin tidak selalu bisa menjawab komentar, tapi saya usahakan untuk berkunjung balik, jika ada pertanyaan sila hubungi saya by email, dan maaf yah....! Untuk yang memberi komen dengan link hidup akan saya delete. Terimakasih.