Kiat Menjadi Travel Blogger Dari Marischka Prudence: Cerita Arisan Ilmu KEB

Kiat Menjadi Travel Blogger Dari Marischka Prudence: Cerita Arisan Ilmu KEB


Punya karir bagus, keluarga bahagia, rumah mewah, mobil mewah, tas branded, jadi orang ultra kaya, sukses dunia akhirat, ... hmmm...whatever, deh ya!? Yang pasti semua pernyataan di atas, bisa jadi salah satu mimpi beberapa orang, dan ada satu lagi nih yang ketinggalan, pingin keliling dunia, traveling kemana-mana, around the globe mengunjungi tempat-tempat keren, bersejarah dan megah. Ke laut, pantai, sungai, danau, gunung, hutan, salju, gurun, mengunjungi kota, desa, kampung apapun deh yang menarik, baik itu di  Indonesia ataupun negara-negara di belahan dunia lainnya, hmmm...itu sih impian saya..

Awal menulis blog, saya terpikir ingin membuat blog tentang traveling, tapi ternyata, tidak mudah yah, membuat blog dengan niche traveling, terutama karena frekuensi travelingnya, satu tahun saja bisa di hitung jari, sudah gitu tempat yang di kunjungi mainstream banget, koq kesannya kurang menarik ya!?

Mau ketempat yang jauh-jauh pertimbangannya banyak, terutama sih masalah biaya, secara kan harus mendahulukan prioritas lain pendidikan anak-anak dan waktunya juga harus di pikirkan, mau ngebolang tidak bisa sendiri, ya harus sepaket, jalan bersama keluarga, dengan empat anggota hompimpa, well, urusan dana, rempong dan keribetannya sudah terbayang.

Membaca buku tentang kisah perjalanan Ibnu Batutah dan Marcopolo adalah cikal bakal saya punya mimpi keliling dunia, dan mendengar penjelasan cerita seorang guru sejarah di masa SMP, yang dengan detail menjelaskan tentang jalur sutera, membuat saya berimajinasi. 

Seru kali yaa jika saya bisa menjejakkan kaki di tempat-tempat yang sama dengan Marcopolo atau Ibnu Batutah. Sayangnya saya tidak langsung memulai, ya cuma terus berkhayal, masa muda habis untuk kerja, kerja, dan kerja, tidak terpikir untuk traveling, hingga kemudian menikah. Dan seiring waktu impian itu makin jauh panggang dari api, sulit menjadi realita, lah...! Terus koq gaya ingin membuat blog traveling, apa yang mau ditulis?

Di tambah melihat blog para traveler yang foto-foto nya ciamik dan ceritanya seru, perjalanan ke tempat-tempat keren, monumen-monumen penting, dengan view yang eksotis, fantastik, cetar membahana atau tempat baru yang belum tereksplor, jadi makin ragu-ragu, maju mundur, maju mundur menulis blog khusus tentang traveling.

Namun keinginan itu sabtu kemarin tanggal 18 Maret, maju lagi, ketika saya ikut acara Arisan Ilmu bareng emak-emak blogger dari Kumpulan Emak Blogger, dengan pembicara Marischka Prudence, seorang traveler blogger, sebuah nama yang tidak asing di telinga, saya ingat beberapa kali melihatnya di layar TV membacakan berita, ya memang mba Marischka Prudence, dahulu anchor news di stasiun Metro TV.


Kiat Menjadi Travel Blogger Dari Marischka Prudence: Cerita Arisan Ilmu KEB


Hari itu Depok di guyur hujan deras sejak pukul tiga pagi, hingga saat bersiap menuju gedung FX di jalan Sudirman, tempat acara berlangsung, hujan belum juga reda. Menunggu hujan reda sepertinya tidak bisa jadi pilihan, karena awet nya pakai banget, kapan berangkatnya?!

Saya lupakan niat untuk pergi menggunakan sepeda motor, karena pasti akan lepek, basah kuyup meskipun menggunakan jas hujan, ogah dong ketemu emak-emak kece di arisan ilmu dengan keadaan basah-basah seluruh tubuh ah..ah..ah.. eh apa sih..?! Iyya, intinya sih itu karena niat banget pingin ketemu emak-emak sohib blogger, yang biasanya cuma say hai-hai di dunia maya saja. Dan meskipun terlambat, alhamdulillah sampai juga di lokasi, masih bisa menyimak materi yang di sampaikan mba Marischka Prudence.

Marishka Prudence yang akrab di sapa Prue, mengatakan sesuatu yang membangkitkan semangat saya untuk tidak berpatah arang, karena siapapun, bisa menjadi travel atau writer blogger saat dia menulis kisah travelingnya, kemanapun tujuannya, emak-emak blogger juga tidak perlu risau menjadi travel blogger, selama kita berpindah tempat dengan melakukan perjalanan, meski hanya yang dekat-dekat rumah, ke pasar sekalipun, atau saat bepergian menemukan spot menarik, kita bisa menyajikannya dalam bentuk tulisan di blog.

Sebagai travel blogger, yang penting adalah tulisan yang di publish tidak hanya standar memberikan informasi, dan opini namun juga menambahkan unsur "rasa", sesuatu yang spesial dan berbeda, pada tempat yang di kunjungi. Dan jika merasa tidak cukup waktu dan tidak yakin akan konsisten mengelola blog yang khusus berisi tentang traveling, cukup tambahkan saja label atau menu traveling pada blog dan rajin mengupdateya.

Dalam acara yang bertajuk "Kreatif  Menulis Kisah Perjalanan" Prue membeberkan tips sukses mengelola blognya "Life Is An Absurd Journey" dengan hampir 90 ribuan follower di instagram, sebuah prestasi yang layak di acungi jempol, Prue sudah melenggang cantik ke berbagai tempat dan negara tujuan wisata yang menjadi impian banyak orang, mulai dari daerah-daerah di Indonesia, New Zealand, Italy, Jepang, Korea, sampai Zambia pernah di kunjuginya.

Menurut Prue memilih nama dan judul blog menjadi salah satu poin utama ketika membuat blog, ibaratnya kita mau jualan, orang tentu akan mengingat kita dari nama, selanjutnya adalah foto, nah ini penting banget, siapa yang tidak takjub melihat tampilan foto di blog dan instagram Prue yah, so instagramable dan memanjakan mata, semuanya bikin mupeng orang untuk travel.

Kiat Menjadi Travel Blogger Dari Marischka Prudence: Cerita Arisan Ilmu KEB
Kiat Menjadi Travel Blogger Dari Marischka Prudence: Cerita Arisan Ilmu KEB


Kiat Menjadi Travel Blogger Dari Marischka Prudence: Cerita Arisan Ilmu KEB
Kiat Menjadi Travel Blogger Dari Marischka Prudence: Cerita Arisan Ilmu KEB
Tampilan Blog Marischa Prudence dan list tempat yang pernah di kunjunginya Wow banget ya..Prue membuat tampilan pencarian navigasi di blognya simpel dan efektif, sebagai pembaca kita bisa langsung menemukan apa yang di cari. Sumber Gambar Marischka Prudence.blogspot.com


Prue mengaku dirinya memang termasuk perfeksionis untuk urusan foto. Menurut Prue untuk mendapat foto yang bagus ternyata tidak harus menggunakan kamera mahal loh?! Foto menggunakan kamera handphone juga banyak yang hasilnya cukup bagus, dan untuk editing foto supaya lebih hidup juga tidak harus ribet menggunakan photosop atau software tertentu. Sekarang banyak sekali aplikasi yang bisa di gunakan langsung mengedit foto di handphone, hasilnya pun bagus banget, menurut Prue aplikasi Snapseed adalah yang paling oke untuk urusan editing foto, yang terpenting dalam editing foto adalah mendapatkan tone yang seimbang pada setiap foto.

Kunci mendapat foto yang oke adalah sabar, dan mau menunggu momen yang tepat, cuaca juga jadi faktor penentu foto yang bagus, menentukan angle, skala dan sudut posisi pengambilan foto juga punya andil besar untuk sebuah foto yang sempurna. Untuk semua itu memang berproses, dalam perjalanannya, kita pasti akan menemukan trik-trik sendiri untuk mendapatkan foto yang lebih baik. 

Untuk sebuah foto yang di publish Prue bisa berpuluh-puluh kali jepret baru menentukan pilihan, nah agar tidak banyak menghabiskan memori, atau file penuh dengan gambar serupa, yang akan menghabiskan waktu saat memilih foto untuk blog, maka Prue menggunakan waktu senggangnya untuk menghapus foto yang di rasa tidak perlu. 

Demikian halnya dalam menulis, Prue menekankan pentingnya orisinalitas, jujur, fokus pada satu poin yang ingin di ceritakan, dan pikirkan dengan matang pesan apa sebenarnya yang di harapkan akan tertangkap oleh pembaca. 

Menulis perjalanan juga tidak selalu harus detail dari titik A sampai akhir perjalanan, kita bisa menuliskannya dari hal yang paling berkesan dan paling memorable di ingat, menulis sebuah catatan perjalanan memang mengasah memori, karena itu buatlah catatan untuk hal-hal penting yang harus diketahui.

Rumus 5W+1H selalu menjadi prinsip yang harus di amalkan dalam menulis, What, When, Why, Who, Where dan How tentang perjalanan yang ingin di tulis jangan di lupakan, Mengulang perjalanan ke tempat yang sama juga bisa di tuliskan kembali dengan mengambil sudut pandang yang berbeda, karena satu lokasi bisa memiliki banyak sekali cerita yang bisa di gali. 

Kiat Menjadi Travel Blogger Dari Marischka Prudence: Cerita Arisan Ilmu KEB
Marischka Prudence

Cara penulisan juga berpengaruh besar, jadilah otentik, beyourself, be you, pokoknya jadi diri sendiri, karena setiap kita pasti punya keunikkan masing-masing, tidak perlu menjadi seperti ala-ala orang lain, dalam hal ini Prue mengambil contoh kisah penulisan traveling dari Mas Cumi Lebay yang belum lama ini berpulang, temukan keunikkan yang kita miliki dalam menulis, dan maksimalkan.

Share, atur pengaturan dan monetise blog adalah tips lain yang patut di garis bawahi dari Prue, satu hal menurut Prue, jangan terlalu memikirkan respon, khususnya respon negatif yang mungkin akan kita terima dari orang lain setelah kita mempublish sebuah postingan blog, terutama dari teman-teman dekat yang tahu siapa kita sehari-hari, misalnya pernah suatu ketika Prue mendapat kritikkan dari temannya yang merasa fotonya bukan "gue banget" dan gimana gitu deh?! Tahu kan gimana rasanya di nyinyirin. Namun karena dengan foto tersebut Prue ingin menyampaikan pesan penting kepada pembacanya, ya tak perlu di hiraukan, percaya diri dan yakin, lepaskan saja, cuekkin, bodo amat aja, begitu katanya.

Menghasilkan uang dari blog pastinya membanggakan dan sangat meyenangkan, untuk itu penting sekali memikirkan pengaturan, bukan hanya isi tapi tata letak, widget, gadget sidebar, juga harus di konsep dengan navigasi yang baik. Atur dan pikirkan apa yang mau kita tampilkan di sana, karena ini bisa menjadi modal untuk memonetise blog. Sama seperti blogger lain pada umumnya travel blogger memonetise blognya dengan konten placement, iklan, staycation, sosial media engagement, ikon promosi wisata, online atau offline event wisata dan lain-lain

Kiat Menjadi Travel Blogger Dari Marischka Prudence: Cerita Arisan Ilmu KEB
Pose bareng Prue yang cantik dan ramah


Selain itu sedikit banyak juga harus mengetahui prinsip sederhana SEO, misalnya dengan mencari backlink sesama traveler, memilih kata kunci yang di inginkan dari tulisan, dan jangan lupa share ke semua akun media sosial yang di miliki, minimal mereka yang ada di circle pertemanan kita tahu, bahwa ada tulisan baru di blog, tak perlu sungkan meminta bantuan teman-teman untuk men-share postingan kita dan dengan cara ini, sebuah blog apalagi blog yang bagus pasti akan menemukan pembaca serta terindeks oleh google. 


Setelah mempublish blog, perhatikan trafiknya, analisa waktu yang paling tepat, agar mendapat tingkat keterbacaan yang tinggi, cek juga demografi pengunjung, dan karakter pengunjung, ini juga bisa jadi inspirasi destinasi traveling berikutnya.

Menjadi travel blogger erat kaitannya passion, karena itu penting sekali mempunyai hasrat besar dengan traveling, karena traveling tidak selalu mudah, tidak selalu terlihat indah seperti foto-fotonya, sebuah perjalanan tidak selalu berlangsung mulus dari awal hingga akhir, halangan, rintangan, tantangan membentang di setiap perjalanan. Setiap perjalanan punya kendala masing-masing.

Seorang travel blogger melakukan perjalanannya karena cinta, semangat, senang dan menikmati perjalanan apapun kondisinya, bukan semata tuntutan monetise blog, karena traveling tak ubahnya sebuah fase menemukan diri sendiri di setiap perjalanan dan tempat tujuan, ahhh...! Pokoknya seru banget deh mendengar tip, kiat dan semua cerita Prue.


Acara Arisan Ilmu yang baru pertama kali saya ikuti juga sangat berkesan, karena untuk pertama kalinya saya bisa bertemu, figur-figur keren di balik Kumpulan Emak Blogger, selama ini saya baru bertemu mak Icoel Sumarti Saelan dan mak Irma Senja, di Arisan Ilmu ini saya akhirnya bertemu makpon Mira Sahid, Mak Icha Annisa Steviani dan Mas Jago Gerlong JG paksuami mak Icha yang sukses jadi MC di acara yang semua audiencenya emak-emak.

Acara yang bertabur makanan enak potluck emak-emak ini bikin makin asyik, memang yaa yang namanya acara emak-emak pasti berkah banget deh sama makanan, jauh dari khawatir perut keroncongan, bisa di bungkus pula, ihiy...

Kiat Menjadi Travel Blogger Dari Marischka Prudence: Cerita Arisan Ilmu KEB
Berkah makanan melimpah

Sebuah notes penting, semoga semesta mengaminkan dan mendukung, kami semua para peserta acara ini di berikan sebuah kertas kosong dan mengisinya dengan wishlist travel masing-masing, huwaa...saya jadi terbayang impian traveling saya. 

Kiat Menjadi Travel Blogger Dari Marischka Prudence: Cerita Arisan Ilmu KEB
Emak-emak yang wishlist travelnya di bacakan, banyak yang mengaminkan semoga segera terwujud ya mak?!

Beberapa kali berandai-andai bareng suami, selain pergi haji kami punya impian jalan-jalan traveling berdua keliling Indonesia, jika anak-anak sudah besar dan mandiri dengan hidupnya. Maunya sih punya trailer atau mobil kontainer box kecil yang di dalamnya punya fasilitas, layaknya rumah mini, lengkap dengan tempat tidur, dapur dan toilet, jadi kan bisa santai tidak pusing memikirkan akomodasi hotel...ngayal boleh dong yaa..?!

Dan ada juga beberapa negara yang ingin kami kunjungi diantaranya negara-negara di Skandinavia, Asia Tengah, Jepang, Korea, Tiongkok, Eropa dan Afrika yup semoga tercapai yah, untuk awalnya saya mau mulai rajin nih tulis setiap perjalanan yang saya lakukan baik sendiri atau dengan anak-anak, walaupun dekat-dekat rumah yang penting saya harus bisa menerapkan kiat yang di sampaikan Prue, kreatif dan memberi "rasa" pada perjalanan, agar niat jadi traveler blogger sesungguhnya tercapai, maju terus dan semakin bulat no mundur lagi, eh jangan lupa ya boleh dong di baca-baca menu label traveling saya promo dikit...

Last but not least, Terimakasih KEB untuk acara kerennya, saya menanti Arisan Ilmu berikutnya..

















9 comments

  1. Wuiih seru acaranya, sayangnya saya ga bisa ikutan minggu lakukan ya?

    ReplyDelete
  2. Moga bisa diwujudkan dehbblog travelingnya

    ReplyDelete
  3. Emang yaaa kalo dah biasa sepaket itu ngebolang sendirian ga enak hehehe.. Cm ya gt.. Biaya jg sepaket

    ReplyDelete
  4. acaranya seru banget mbak, sarat akan ilmu ttg menulis travelling.

    ReplyDelete
  5. Seru nih arisan ilmunya KEB, mba. Aku juga merasa harus banyak belajar nih membuat tulisan perjalanan :)
    Terima kasih sudah harus berbagi :)

    ReplyDelete
  6. luar biasa, tu mbak :). uda kemana mana jam terbang nya

    ReplyDelete
  7. Ihh aku pengen banget jdi travel blogger, berasa keren pas dengernya.
    Semoga punya rezeki buat jalan2ny.. Hhee aamiin

    ReplyDelete
  8. Kalo kata Prue harus kreatif nulis. Ga masalah dengan destinasi yang mainstream. Ambil tema yang unik buat digali. Semangaaaat!

    ReplyDelete
  9. Kak prue ramah banget yaa...
    Asiik orangnya

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung, apalagi sampai mau komen, duh saya happy banget, semoga tulisan saya bermanfaat... saya mungkin tidak selalu bisa menjawab komentar, tapi saya usahakan untuk berkunjung balik, jika ada pertanyaan sila hubungi saya by email, dan maaf yah....! Untuk yang memberi komen dengan link hidup akan saya delete. Terimakasih.