7 Kebiasaan Nggak Produktif Yang Bikin Kita Susah Sukses


7 Kebiasaan Nggak Produktif Yang Bikin Kita Susah Sukses

Sukses. Pastinya semua orang mau sukses. Tapi untuk sukses itu jalannya panjang, kamu nggak akan kuat, biar aku aja! *eh emang masih ada Dilan. Hahaaha. Jangan dong ya. Sukses harus di rasain semua orang dong ah! Nggak asik kalau sendirian aja. 

Sayapun nulis ini karena merasa sukses itu koq rasanya masih jauuuhh banget. Masih deketan hilal puasa dan lebaran deh! Eh iyaya bentar lagi puasa dan lebaran, nggak terasa euy.

Upss! Gimana sih, katanya mau sukses! Omongannya nggak mencerminkan orang sukses, katanya nih ya, hampir semua orang sukses di dunia, nggak pernah menujukkan pesimisme loh?! Sesulit apapun keadaan, mereka selalu optimis, bahwa apapun bisa di raih dan nggak ada yang nggak mungkin, everything is possible itu berlaku banget bagi orang sukses

Mereka juga jarang mikir dan bicara ngalor ngidul nggak jelas tanpa juntrungan dan tujuan yang clear. Pokoknya jika tidak mikirin dan bicara hal yang produktif, mereka akan memilih diam dan kembali bekerja.

Pantas aja ya, mereka yang sukses sering kita anggap orang-orang pilihan. Soalnya berat juga ya untuk bisa optimis, terlebih ketika kita dalam keadaan yang sulit. Pasti maunya ngeluh, ngedumel, marah-marah, nyinyir dan ujung-ujungnya ngomong yang nggak jelas deh. Hmmm, mulai lagi deh sayanya, hahaha..

Nah, itulah namanya kebiasaan yes! Sahabat daring gimana!? Ada yang seperti saya juga nggak nih, kadang di hantui rasa pesimis dan penasaran apakah benar kesuksesan itu milik saya? 

Ukuran dan sukses tiap orang tentu berbeda-beda ya?! Tapi apapun itu, pada dasarnya prinsipnya sama. Apapun yang sedang kita lakukan dan perjuangkan hari ini tentu berujung pada goal mendapat hasil yang di inginkan

Oiya, sukses itu ternyata berpola loh?! Dan yang namanya pola tentu punya ukuran, standard dan kebiasaan yang berlaku. Dan setiap orang akan memiliki polanya masing-masing.

Namun ada nih pola orang sukses yang umum, pasti tidak akan mereka lakukan, karena akan menghambat produktifitasnya. Hal-hal ini sering di anggap hal kecil dan remeh temeh, tapi sering banget kita lakukan, terjadi sebagai dampak dari kebiasaan sehari-hari kadang udah kayak di alam bawah sadar gitu.

Di akui atau tidak segala sesuatu yang terjadi dalam hidup adalah arahan dari kebiasaan yang kita lakukan. Sukses jangka panjang adalah hasil kebiasaan positif, hubungan positif adalah hasil dari kebiasaan yang baik. Peningkatan penghasilan adalah impact dari kebiasaan yang baik dan bahkan kesehatan yang baik kalau di telusuri ke akar-akarnya pasti bermula dari kebiasaan yang sehat juga, hmmm tentu sepakat dong ya!?

Teruuus, apa aja sih kebiasaan ini? Hal-hal sepele yang bikin kita nggak produktif dan susah banget jadi orang sukses. Saya coba rangkum ya dari berbagai sumber, sebagai refleksi juga sih buat saya agar mulai mengakhiri kebiasaan nggak produktif ini, dan jujur ini sering banget saya lakukan.

1. Terlalu sering ngecek handphone atau smartphone. ngecek email, lihat notifikasi atau stalking, love dan komen di akun yang nggak ada related nya sama urusan kita.

Yup, orang sukses itu ternyata ngak bolak-balik ngecek hapenya, mereka sibuk di dunia nyata, punya alert dan jam-jam tertentu kapan waktunya buka handphone, dan meresponnya hanya untuk hal yang penting dan urgent saja.

Nah, ini agak sulit terutama buat blogger yang memantau informasi job lewat grup di whatsaap atau facebook. Tapi mungkin juga nggak sih blogger sukses kayaknya jarang yang sering ngecek handphone, mereka nggak akan apply job dari grup facebook atau google form, soalnya akan di hubungi langsung oleh agency, ihiyy. Pasti ada caranya nih ya, bagaimana biar nggak ngecekin handphone terus tapi tetap update job. *lagi mikirin

2. Terlalu sering berbicara dan tidak begitu suka mendengarkan.

Konon orang-orang sukses adalah pendengar baik. Ada tiga jenis pendengar, yang pertama adalah yang terdiam dan dengan khidmat mengikuti (mendengar) setiap kata yang di ucapkan lawan bicaranya, terhubung dan mendengar sampai selesai, serta tidak mudah memotong pembicaraan.

Yang kedua adalah mereka yang duduk diam seolah mendengarkan, padahal pikirannya kemana-mana. Dan yang ketiga adalah mereka yang seakan mendengarkan tapi kemudian selalu berargumen dan berusaha bertolak belakang, menyanggah serta memotong apapun yang di ucapkan lawan bicaranya. Nah inilah mereka orang yang terlalu sering berbicara.

Jangan jadi yang kedua dan ketiga yah, karena orang-orang sukses tidak seperti itu. Berbicara dan mendengar juga ada seninya loh, makanya harus belajar, pelajari dan pahami ilmu yang membuat kita kita  fokus dan lurus dengan percakapan kepada siapapun.

3. Senengnya ngumpul, hangout, ngobrol sama orang yang nggak produktif yang ngomongin hal-hal yang nggak membangun

Nah, ini mungkin sudah saatnya menseleksi interaksi dan intensitas relasi sama teman, saudara dan lingkungan kita. Mana-mana teman dan lingkungan yang kira-kira akan mensupport kita untuk sukses itulah yang harus di tingkatkatkan interaksinya, di luar itu say "goodbye" seperlunya saja, yang penting jangan putus silaturahmi dan menjaga hubungan baik. Ini bukan semata pilih-pilih teman loh ya?! Karena sejatinya antusiasme, kebaikan termasuk keburukkan dan kesuksesan itu sifatnya menular.

4. Multitasking dan melakukan aktivitas yang nggak jelas tujuannya

Duh, ini khas perempuan dan ibu-ibu banget ya nggak sih?!Tetapi ternyata kebiasaan ini bikin nggak produktif loh?! Multitasking membuat seseorang menjadi tidak fokus dan pikirannya terbagi. Multitasking yang ideal adalah bukan melakukan dua pekerjaan sekaligus dalam satu waktu, tetapi melakukan pekerjaan yang waktunya berdekatan, di kondisi pekerjaan sebelumnya sudah selesai di tunaikan.

Dalam banyak hal, terutama urusan pekerjaan menuntaskan kualitas adalah lebih utama di banding kuantitas. Selain itu saat bekerja kadang kita nggak ngeh melakukan hal yang sebenarnya nggak perlu, misalnya melamun dan lain-lain, kalau ibu-ibu biasnya tuh biasanya suka kelamaan di pasar atau di mall. Menentukan prioritas pada hal-hal yang harus di kerjakan adalah penting, supaya waktu nggak terbuang percuma.

5. Kerja sambil nonton TV dan buka browser nggak penting

Ini pada dasarnya sama kayak nomor empat sih ya. Suara, gambar dan backsound yang melatar belakangi aktifitas pekerjaan kita bisa memecah konsentrasi. Kerja sambil nonton TV, nonton drama di Viu atau Hooq pasti akan membuat fokus nggak terarah. Membuka browser yang nggak ada hubungan dengan pekerjaan juga akan membuang waktu. Buka browser atau tayangan ya bagusnya untuk keperluan mencari info atau untuk riset.

6. Membandingkan diri sendiri dengan orang lain

Siapa yang kalau sudah selesai mengerjakan pekerjaan, kemudian di revisi begitu melihat hasil kerja orang lain? Nah, jangan ya! Ini tanda tidak percaya diri dan mengikis produktifitas. Apapun hasilnya tetap yakin akan kemampuan dan kapasitas usaha sendiri. Walaupun melihat orang lain, jadikan itu sebagai referensi, bukan semata alat pembanding. Karena setiap orang itu unik dan pasti akan ada sesuatu yang membuatnya berbeda, yang penting yakini usaha dan kemampuan.

7. Kurang persiapan. Bicara produktif berarti tentang timing yang di dalamnya ada rencana, riset, proses, trial dan error. Kalau kita nggak siap pasti ketinggalan. Orang sukses selalu mempersiapkan beberapa rencana untuk tujuan yang sama. Ada plan A dan B. Satu gagal coba yang lain. Kurang persiapan artinya ketika kita tidak mengupayakan waktu atau upaya apapun yang di perlukan selama berhari-hari, mingu-minggu bahkan berbulan-bulan, karena..
Succes always comes when preparation meet opportunity ~Bobby Usser~
Sukses selalu datang saat persiapan bertemu dengan kesempatan. Jadi berusaha dan bersiap aja semaksimal mungkin, saatnya tiba pasti nggak bisa di tawar lagi deh namanya sukses akan datang.

Dan, harus banget mulai sekarang, saat ini juga, saya buang kebiasaan nggak produktif di atas. Tapi tentu jangan terlalu kaku juga sih yaa, bersenang-senang dan having fun juga perlu, yang penting tahu kapan harus aktif dan sedikit "tarik nafas" Kerja terus juga nggak balance buat badan dan otak kita, yaa ngak! Yaa pintar-pintar mengatur bagaimana menjadi dinamis dan fleksibel.

Semoga aja ya sukses itu semakin dekat adanya. Dan sukses seperti apa sih yang saya mau? Adaa deh?! Pingin saya tulis sih, supaya semesta mengaminkan. Tapi Yang pasti saya juga mau medo'akan dulu buat siapa aja yang baca tulisan ini dan mulai meminimalkan kebiasaan nggak produktifnya, semoga kita semua jadi orang sukses yah. AAMIIN..
















7 comments

  1. Mba Nunuuu.., ini tamparan bgt buat gw, nomor satu paling sering terjadi. Niat mau nulis, udah dpn PC tp gatel buka hape utk cek sosmed, niatnya sebentar, tau2 waktu berlalu dan malah gak jadi nerusin tulisan. Makasih yaa remindernya..

    ReplyDelete
  2. Hiksss. Aku tuh paling sering kebanyakan ngomong tapi kurang mendengarkan, mba. Jadinya ya gitu. Kurang produktif euy

    ReplyDelete
  3. Suka banget tulisan mbak Nu. Iya kalo keseringan main hape, aku merasa ga produktif bgt seharian. Rezeki insya alloh ga kemana, asalkan haqqul yakin sm Alloh ya mbak.

    ReplyDelete
  4. Mbaaa.. Tulisannya ngasih semangat membangun banget, disaat yg tepat Alhamdulillah. Aku lagi agak drop dan merasa kurang produktif, mungkin krn beberapa hal yg dibahas di atas, huhu. Thank you pengingatnya ya Mba :*

    ReplyDelete
  5. Aku jarang buka timeline sih emang, baca artikel klo lagi dipengen aja mba. lebih memikirkan kehidupan nyata

    ReplyDelete
  6. Tulisannya jleeb, kaya diingatkan, makasih banget mbaa.
    Memang kadang kita nggak sadar ada kebiasaan yang mesti kita singkirkan

    ReplyDelete
  7. Wkskwk buka email dll mulu, aku malah berapa kali kehilangan job karena malas buka email&DM plus WA

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung, apalagi sampai mau komen, duh saya happy banget, semoga tulisan saya bermanfaat... saya mungkin tidak selalu bisa menjawab komentar, tapi saya usahakan untuk berkunjung balik, jika ada pertanyaan sila hubungi saya by email, dan maaf yah....! Untuk yang memberi komen dengan link hidup akan saya delete. Terimakasih.