Ayo Perempuan! Bersama Kita Dukung Harga Rokok Harus Mahal

Ayo Perempuan! Dukung Harga Rokok Harus Mahal


Seorang reporter Amerika datang ke Indonesia sekitar tahun 2016, Dia begitu terkejut begitu tiba di bandara Soekarno Hatta, pemandangan orang merokok di sana-sini, iklan rokok bertebaran di mana-mana. Melihat kenyataan ini, waktu baginya seakan berjalan mundur. Katanya ini seperti pemandangan Amerika 40 tahun lalu. Cerita ini adalah potongan dari sebuah film dokumenter yang pernah saya tonton, sayangnya saya lupa,  judulnya apa ya?

Di gambarkan jika perubahan regulasi harga rokok yang signifikan di Amerika masa lalu pada akhirnya mampu mengurangi konsumsi merokok orang Amerika saat ini. Betapa tidak, di kota New York yang notabene kota yang identik dengan kemakmuran saja, orang enggan membeli rokok karena harga rokok bisa lebih dari 200 ribu perbungkus.

Lalu bagaimana dengan Indonesia apakah hal seperti itu akan berlaku di sini? Rokok Harus Mahal? 

Yup, Rokok Harus Mahal, sebuah gerakan masif di lakukan agar Rokok Harus Mahal benar-benar bisa terwujud. Salah satunya di gagas oleh Ruang Publik KBR, yang menggiatkan kampanye serial Rokok Harus Mahal lewat siaran talkshow radio dan steraming di berbagai platform media sosial. Serial Rokok pertama bertema "Perempuan Dukung Rokok Harus Mahal"

Jadi, gimana nih ibu-ibu sahabat daring, kira-kira dukung nggak kalau harga rokok harus mahal?

Harus dukung ya. Karena apa? Harga rokok yang murah membuat konsumsi rokok jadi tak terkendali, sampai anak-anak kecil, bocah ingusan. Anak sekolah SD, SMP, SMA sudah bisa beli rokok sendiri, karena harga rokok nggak lebih dari uang jajan dan transport sehari- hari. Dan yang lebih sedih, konsumsi rokok justru di lakukan oleh anak-anak yang tergolong anak dari keluarga miskin.

Paparan rokok memang ada di setiap lapisan masyarakat, sedihnya bila perokok dengan uang pas-pasan lebih bela-belain merokok daripada makan, padahal makanan sejatinya lebih penting untuk tubuh ketimbang rokok yang jelas-jelas merusak 

#Rokok Harus Mahal

Bersama narasumber Communication Manager Komisi Nasional Pengendalian Tembakau, Ibu Nina Samidi dan  Wakil Ketua Umum Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia IAKMI Riau Ibu Dr Fauziah M.kes. Bincang-bicang Perempuan Dukung Rokok Harus Mahal berlangsung interaktif.

Ayo Perempuan! Dukung Harga Rokok Harus Mahal

Sebuah pertanyaan menggelitik di jawab oleh Dr Fauziah. "Loh bukannya malah pusing ya, karena harga rokok yang mahal bikin pengeluaran membengkak? Nggak dong, kalau rokok dimahalin  orang gak perlu beli, konsumsi terkendali juga dompetnya aman, kira-kira seperti itu harapannya

Menurut temuan WHO di Indonesia masih ditemukan rokok yang paliing murah, menjadi negara dengan harga rokok termurah di dunia. Di Indonesia terdapat rokok dengan harga Rp. 5000.00/ Bungkus, berarti jika perbungkusnya minimal Rp 10.000.00, harga sebatangnya hanya Rp.500.00. jika di rata-rata seluruh merk rokok, per batangnya hanya sekitar Rp. 1000.00, dan menjadikan indonesia sebagai negara dengan rokok murah perbatangnya bahkan di ASEAN.

Indonesia menjadi urutan ke 3 termurah di ASEAN. Untuk keterjangkauannya pun terhitung sangat terjangkau dari pendapatan perkapita masyarakat Indonesia. Jika dikatakan harga rokok di Indonesia sudah mahal jika dilihat dari pendapatan di Indonesia yang kecil, jadi jika itu termasuk mahal tidak benar.

Jika dihitung pendapatan perkapita seluruh orang Indonesia lalu dihitung harga rata-rata rokok, ternyata kita termasuk yang paling terjangkau setelah Singapura dan Brunei dan Singapura itupun karena pendapatan tinggi, jadi walalupun harga rokok mahal mereka masih dapat menjangkaunya. Jadi di Indonesia, sudah harganya paling murah, murah banget bahkan ada yang Rp. 5000.00an per bungkus, masih bisa dijual batangan, dan mungkin itu hanya ada di Indonesia yang bisa menjual batangan.

Beberapa negara lain sebagi pembanding Malaysia, kemudian Singapura, kalau Singapur Rp120.000/bungkus. Kalau Australia bahkan diatas Rp.120.000.00/bungkus.   Di Australia bisa sampai Rp.300.000/bungkus. Di ASEAN.

Mencengangkan sekali ya fakta perbandingan harga rokok Indonesia, pantas saja rokok bisa di beli bak kacang goreng dan permen. Dampak harga rokok yang murah ini membuat miris, usia perokok Indonesia semakin tahun semakin muda, tidak lagi hanya usia SD SMP. Masih ingat cerita viral anak perokok usia lima tahun yang menghabiskan 5 bungkus sehari, katanya itu sebagian di beli dengan uang jajannya. Duh, sedih! Padahal secara ekonomi seharusnya uang buat beli rokok lebih baik di alokasikan untuk keperluan lain yang lebih berfaedah.

Tapi mungkin nggak sih kalau harga rokok mahal, orang merokok akan berkurang. Kalau melihat fakta di negara-negara lain iya sangat mungkin. Rokok hanya di beli oleh orang yang benar-benar mampu beli rokok. Di Indonesia dengan harga 50 ribu saja kemampuan atau daya beli para perokok sebenarnya bisa menurun drastis. Jadi kalau tidak punya uang ya harus punya uang lebih dulu baru bisa berpikir untuk merokok.

Mendengarkan talkshow interaktif di KBR.id banyak banget cerita-cerita absurd tentang polah para perokok. Merokok adalah salah satu jenis kecanduan yang tidak bisa di sembuhkan, kecuali ada keinginan dari yang bersangkutan. Harga rokok yang mahal paling tidak akan me-rem keinginan merokok.

Konon menjadi sebuah simalakama ketika harga Rokok harus mahal, bagaimana nanti dengan nasib petani tembakau, karyawan pabrik rokok?

Jadi sebenarnya tidak ada prevalensi antara harga rokok yang mahal dengan harga tembakau karena tanah Indonesia tidak cocok untuk menanam tembakau. Tembakau hanya ditanam di satu musim yaitu musim kemarau. Sedangkan di Indonesia, musim kemaraunya itu labil, kadang-kadang masih hujan.

Sementara itu, daun tembakau yang di tanam kalau sudah kena air hujan itu rusak, dan itu akan sangat jatuh harganya di pabrikan rokok di Indonesia, kemudian dibeli murah sekali oleh pabrikan. Nah pabrikan logikanya sebagai produsen atau sebagai pengusaha ya mereka maunya barang yang bagus tapi murah, didapatnya dari mana? Ya Impor lah.

Bisa Impor dengan harga murah tapi hasilnya bagus, siapa yang tidak mau. Jadi memang tidak ada hubungannya harga rokok dengan kesejahteraan petani, terungkapkan fakta, bahwa petani itu tidak sejahtera walaupun rokoknya laku keras di pasaran.

Sebagai perempuan, ibu dan orang yang peduli dampak rokok bagi kesehatan pokoknya saya dukung Rokok Harus Mahal Rokok harus mahal supaya ibu-ibu nggak pusing lagi atur uang belanja. Nah, ini saya sendiri merasakan benar dampak dari berkurangnya konsumsi rokok paksuami, sudah hampir dua bulan ini konsisten berhenti merokok, sebenarnya dulu pernah sempat berhenti merokok selama empat tahun, yaa faktor lingkungan dan pergaulan akhirnya tergoda lagi untuk merokok.

Dan alhamdulillah sekarang sudah kembali kejalan yang benar yes. Pengeluaran rumah tangga berkurang satu, taruhlah pengeluaran sehari Rp20.000 untuk beli rokok kali 30 hari, wah itu sebuah anugerah buat saya, yang jadi lebih leluasa mengatur keuangan rumah tangga.

Teman-teman sahabat daring yuk kita dukung juga ya harga Rokok Harus Mahal, untuk mengurangi konsumen rokok di Indonesia, dan jangan lupa dengarkan terus siaran radio KBR.id. KBR, 104 radio jaringan KBR di seluruh Indonesia dari Aceh hingga Papua, di Jakarta bisa disimak di 89,2 Power FM dan di Pekan Baru,  96,7 FM Green Radio Pekanbaru. Anda bisa juga menyimak kami melalui live streaming di www.kbr.id atau aplikasi KBR Radio di Android dan iOS, fan page Facebook Kantor Berita Radio KBR.

Ada lomba blog juga yang bisa di ikuti teman-teman yang punya concern soal Rokok Harus Mahal, saya share cara ikutnya ya:

  1.  Follow akun social media KBR: Facebook Kantor Berita Radio-KBR ; Twitter @haloKBR dan @beritaKBR serta Instagram @kbr.id 
  2. Tulisan sesuai tema pembahasan dalam talkshow.
  3. Upload tulisan di blog pribadi dengan memuat frase: program radio Ruang Publik KBR #rokokharusmahal  #rokok50ribu  link back ke website KBR.ID
  4. Kirim link blog ke email ruangpublikkbr@gmail.com dengan subject LOMBA BLOG
  5. Share tulisan di blog ke media sosial dengan mention salah satu akun media sosial KBR dan mencantumkan #rokokharusmahal #rokok50ribu
  6. Blogger diperbolehkan mengirimkan tulisan untuk semua episode talkshow
  7. Pemenang akan dipilih oleh juri dari KBR 
  8. Tiga tulisan terbaik dari tiap episode akan dilombakan lagi di akhir program untuk dipilih oleh dewan juri menjadi juara 1,2, dan 3 dengan hadiah total Rp17,000,000. Keputusan juri bersifat final dan tidak dapat di ganggu gugat

2 comments

  1. aku dukung banget dengan program ini mbak, setuju deh kita harus kurangi jumlah perokok di Indonesia

    ReplyDelete
  2. dengan mendukung kampanye ini, kita bisa hemat belanja beli rokok, lebih baik khan buat beli bumbu di dapur

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung, apalagi sampai mau komen, duh saya happy banget, semoga tulisan saya bermanfaat... saya mungkin tidak selalu bisa menjawab komentar, tapi saya usahakan untuk berkunjung balik, jika ada pertanyaan sila hubungi saya by email, dan maaf yah....! Untuk yang memberi komen dengan link hidup akan saya delete. Terimakasih.