Anak-anak tidak suka makan sayuran. Hhhm, soal ini, saya yakin tidak sendirian, karena saya pernah membaca sebuah artikel yang menyebutkan ada kurang lebih 93% anak Indonesia usia 2-12 tahun tidak suka makan sayuran (data RISKESDAS/Riset kesehatan Dasar, Departemen Kesehatan, sumber detikhealth.com)

Dari empat anak saya, dua di antaranya tidak suka makan sayuran, dua lainnya agak lumayan, masih mau makan beberapa jenis sayuran yang saya masak.

Permasalahan susah makan sayur ini memang peer banget, terlebih usia anak-anak saya beragam, dari balita dan memasuki pra remaja, dan remaja. Masa-masa pertumbuhan yang harus di optimalkan, perlu banyak asupan nutrisi.

Nah, siapa di antara sahabat daring yang juga punya masalah yang sama. Memiliki anak yang tidak suka makan sayur? Toss dulu deh yaa kita.

Apa ya masalahnya? Mengapa anak-anak tidak suka makan sayuran?

Tiap anak pastinya memiliki alasan masing-masing. Namun beberapa hal ini biasanya menjadi jawaban:

  • Warna sayuran yang tidak menarik 
  • Tekstur sayur yang kasar, terlalu kasar, keras atau terlalu lunak 
  • Tidak suka aroma sayuran yang beberapa terasa langu dan menyengat 
  • Bentuk dan perubahannya ketika di masak 
  • Rasa sayuran yang kurang enak, beberapa terasa pahit atau sepat.

Cara Mensiasati Anak  agar Mau Makan Sayuran Dengan Senang Hati

Sayuran sangat kaya nutrisi, serat dan antioksidan, untuk meningkatkan kesehatan, metabolisme dan membantu melawan penyakit. Selain itu, sayuran juga bermanfaat untuk pengendalian berat badan karena kandungannya yang rendah kalori. Beberapa ahli gizi merekomendasikan agar anak-anak mengonsumsi setidaknya lima porsi sayuran setiap hari, hmm bu-ibu, siapa yang langsung garuk-garuk kepala? Sayaa *Eh

Mendorong anak-anak mau makan sayur memang perlu kesabaran dan strategi. Terlebih menurut sebuah penelitian tahun 2014, memberi tahu anak tentang manfaat kebaikan makan sayur yang membuat lebih kuat, lebih pintar atau lebih tinggi cenderung malah tidak efektif, ini justru membuat anak semakin tidak ingin makan sayur.

Cara Mensiasati Anak  agar Mau Makan Sayuran Dengan Senang Hati

Lalu, bagaimana caranya bisa membuat anak-anak mau makan sayur dengan senang hati.

Nah, beberapa cara ini mungkin bisa di terapkan:

1.Sajikan makanam pada anak-anak tanpa berkomentar, cukup bilang 'enak', tanpa tambahan informasi 'manfaat' makanan, agar anak tidak merasa terbebani, harus makan agar begini, begitu. Bebaskan anak menikmati makanannya, dan merasakan sensasi rasa makanannya

2. Berikan variasi sayuran dan olahan yang beragam serta buat skala untuk menseleksi mana sayuran dan olahan (di buat sup, di goreng, di steam) apa yang di suka, sedikit suka, agak tidak suka dan sama sekali tidak di sukai anak.

3. Orangtua adalah contoh. Ingin anak makan sayur, namun orangtua tidak suka sayur, tentu ini persoalan yang juga harus di selesaikan orangtua terlebih dahulu. Sebagai penyuka segala macam sayur saja saya merasakan contoh yang saya berikan masih belum maksimal

4. Jadikan makan sayur sebagai sesuatu yang menyenangkan, sesekali libatkan anak-anak dalam proses pemasakkannya mulai dari belanja, memilih sayuran, menyiangi hingga penyajian siap di makan

5. Sajikan dalam display yang kreatif dan menarik, ala-ala bento dengan hiasan dekoratif biasanya di sukai anak-anak balita hingga usia TK

5. Berikan reward, apresiasi atau pujian ketika anak mau makan sayur

6. Jangan di paksakan, pelan-pelan saja. Pengalaman negatif ketika anak merasa terpaksa harus makan sayur akan memberikan trauma dan membuat anak-anak semakin sulit mau makan sayur.

7. Kombinasikan olahan masak sayuran dengan makanan yang di sukai anak-anak.


Membujuk anak untuk mau makan sayur, seringkali lebih banyak gagalnya daripada berhasil. Jadi ibu memang perlu kreativitas tingkat tinggi. Satu hal yang pasti kebiasaan makan sayur harus di mulai sedini mungkin, bahkan sebelum anak di lahirkan, yaitu di masa-masa kehamilan, karena kebiasaan makan ibu saat hamil konon juga akan mempengaruhi kebiasaan makan anak yang di lahirkannya kelak.


Kekurangan asupan sayuran berpotensi menjadikan anak kegemukan atau diabetes, sebagai dampak dari gizi tak seimbang dan kurang serat. Prinsip makan sehat dengan gizi seimbang ini juga perjuangan lagi yaa buat ibu-ibu. Tapi beruntungnya sekarang banyak resep dan menu yang bisa di praktekkan untuk memenuhi porsi makanan dengan gizi seimbang.


Untuk anak-anak, resep dengan menyelipkan sayuran di antara atau pada beberapa jenis roti sandwich atau burger biasanya di gandrungi anak-anak. Yaah, walaupun kadang-kadang masih suka di pilihin bahkan di singkirkan sayurannya.

Oiya, makanan seperti burger memang jadi favorit anak zaman now yaa. Daan satu lagi anak-anak juga biasanya sangat suka makanan cepat saji ayam goreng atau fried chicken khas resto fast food ternama. Makanan ini juga bisa loh di kombinasikan dengan sayuran.

Cara Mensiasati Anak  agar Mau Makan Sayuran Dengan Senang Hati

Saya pernah mencoba memasak beberapa macam sayuran dengan memasak ala-ala ayam goreng fried chicken dan alhamdulillah anak-anak suka. Mereka bisa makan sayur dengan senang hati, ketika sayurannya di masak seperti ayam goreng favorit. Beberapa sayuran yang pernah saya coba di antaranya, terong, jamur, sawi putih dan kembang kol.

Cara Mensiasati Anak  agar Mau Makan Sayuran Dengan Senang Hati

Dan, beberapa hari lalu saya menyajikan menu ini untuk anak-anak dengan sayur yang di gunakan adalah Kembang Kol, lewat postingan ini saya ingin berbagi resepnya nih

Kembang Kol Goreng Saus Asam Pedas

Bahan kembang kol goreng

  1.  buah kembang kol besar, potong per kuntum
  2. 200 gr tepung serba guna 
  3. 2 sdm tepung beras 
  4. air secukupnya 
  5. 100ml minyak untuk menggoreng
Cara Mensiasati Anak  agar Mau Makan Sayuran Dengan Senang Hati

Bahan saus:
  1. 1 sdm minyak sayur 
  2. 1 buah cabai merah di rajang
  3. 1 buah bawang bombay di rajang
  4. 3 siung bawang putih di rajang
  5. 2 siung bawang merah rajang
  6. 3 sdm saus cabai 
  7. 2 sdm saus tomat 
  8. 1 sdt saus tiram 
  9. Air secukupnya 

Cara membuat:

Kembang Kol goreng

  1. Campur tepung dan air secukupnya hingga jadi adonan kental cair. 
  2. Celup kembang kol dan goreng hingga krispi. Tiriskan. 
Cara Mensiasati Anak  agar Mau Makan Sayuran Dengan Senang Hati
Cara Mensiasati Anak  agar Mau Makan Sayuran Dengan Senang Hati


Saus asam pedas:

  • Masukkan minyak ke dalam wajan, masukkan semua bahan yang di rajang, tumis hingga harum
  • Masukkan semua saus, tuang sedikit air.
  • Aduk rata dan biarkan hingga mendidih atau meletup-letup dan mengental.
  • Kecilkan api, masukkan kembang kol goreng ke saus, aduk rata bersama saus.
  • Kembang kol goreng tepung saus Asam Pedas siap makan.
Cara Mensiasati Anak  agar Mau Makan Sayuran Dengan Senang Hati
Cara Mensiasati Anak  agar Mau Makan Sayuran Dengan Senang Hati


Cara Mensiasati Anak  agar Mau Makan Sayuran Dengan Senang Hati
Cara Mensiasati Anak  agar Mau Makan Sayuran Dengan Senang Hati

Olahan masakan ini enak di makan bersama nasi atau di jadikan cemilan. Oiya biar lebih enak dan sedap jangan lupa tambahkan Masako bumbu penyedap masak rasa ayam atau sapi di olahan tepung dan sausnya.

Soal penyedap rasa ini memang pilihan yaa, dari dulu saya termasuk yang tidak anti dengan penggunaan tambahan penyedap masakan, terutama Masako. Dan kebetulan saya pernah berkunjung ke pabrik Masako melihat dan praktek masak langsung di Dapur Umami.

Mendapatkan banyak wawasan baru tentang sejarah, asal usul penemuan MSG yang secara umum sebenarnya hampir mirip seperti pengolahan gula, terbuat dari molase atau tetes tebu dan aman di konsumsi selama masih di bawah ambang batas wajar di tubuh dan tidak berlebihan.

Ada yang berbeda dari biasanya saat saya membeli MASAKO penyedap masak beberapa waktu lalu. Kemasannya terlihat berbeda dengan tambahan keterangan kata Kaldu Lebih Lezat barlatar belakang merah di sudut kanan bawah.

Ternyata memang sekarang ini Masako tampil dengan resep baru yang lebih lezat dengan ekstrak daging ayam 28 kali lebih banyak di Masako rasa ayam, dan ekstrak daging sapi tiga kali lebih banyak di Masako rasa sapi.



Terbuat dari daging ayam dan sapi asli pilihan. Masako penyedap masak sudah terjamin kehalalannya. perbaikan kulitas rasa Masako baru ini memiliki rasa yang lebih kuat  dengan bumbu dan rasa dan gurih yang pas, membuat rasa masakan jadi lebih enak, mantap dan sedap.

Ketika anak tidak suka makan sayur memang haru di jalani yaa prosesnya, yaa alhamdulillah mensiasatinya dengan resep sayuran yang di nolah seperti ini anak-anak mau makan sayur dengan senang hati, apalagi cara masaknya mudah dan cepat tidak mengabiskan banyak waktu. Setelah ini sepertinya saya akan coba dengan aneka syur lainnya, mau coba dengan buncis, labu atau mungkin sahabat daring ada ide? Boleh dong di infokan atau mau cari info tentang Masako saja di sebsitenya atau ke instagram @Asli_Masako
25 comments

Add your comment

  1. Klo anakku kebetulan bgt sukak sayuran apapun. Jd pngn coba resep Kakak Nunu deh. Biasanya dibikin sayur saja sih kembang kol. Blm pernah dibuat asam manis. Nyummy pastinya krn dibubuhi Masako

    ReplyDelete
  2. makasih tipsnya mbak nunu, anakku juga kebetulan ada yang susah makan sayur, aku coba tips dan resepnyaa yaaa

    ReplyDelete
  3. Sebagai ibu memang kita harus pintar pintar nyari siasat buat anak makan sayur ya mba. Hihhi. Dan itu juga yang aku lakukan mba. Nih aku mau nyoba intip resepnya mba Tetty ah

    ReplyDelete
  4. jadi ada ide buat keponakan yang ga suka sayuran, selama ini hanya makan nugget dan ayam goreng

    ReplyDelete
  5. Waah resepnya praktis dan wajib dicoba niih. Pas banget anak-anakku lagi pada ngadat makan mbak karena habis sakit jadi selera makannya menurun. Akunya yang mesti kerja keras biar pada makan. Kayanya besok mau langsung eksekusi aah. Makasih banget lhooo resepnya.

    ReplyDelete
  6. Waoooo.. kreatif banget mba.
    Mau contek ah, pakai masako bakal lebih enak nih.

    Masako emang favorit dari dulu, mama saya juga lebih suka masak pakai masako, makanya saya suka makan sayur sejak dulu.

    anak2 saya nih masih PR makan sayur :)

    ReplyDelete
  7. ANak aku gak demen sama sayur tapi sangat suka sama bakwan goreng. Waahhh sama nih kita resepnya tapi aku bakal nambahin masako nih

    ReplyDelete
  8. Aaaah kreatif banget mom, kudu aku contek nih resepnya :D

    ReplyDelete
  9. kayaknya buakn cuma anak-anak, kalau masakannya seperti yang mba nunu masak, aku pun ikut lahap deh mba hehehe

    ReplyDelete
  10. bener banget, harus ektra kreatif jd ibu tuh, perkara makan sayur aja harus "diakalin" yak, hehehe

    ReplyDelete
  11. Alhamdulillah kalau anak saya justru suka banget sama sayur. Karena saya dan ayahnya memang lebih banyak makan sayur kali ya. Sampai saya dan ayahnya makan lalap mentah pun, anak sudah mulai ikut ikutan. Saya tidak melarang, juga tidak menyuruh
    Semoga saja meski makan sehari hari sangat sederhana membuat dia tidak kekurangan gizi nutrisi

    ReplyDelete
  12. Dulu pas jaman aku masih SD tahun 2008 itu aku nggak suka makan sayur apalagi sayur sawi. Ogah banget deh. Tapi kalau sekarang malah aku lebih sering makan sayur. Btw, pengen coba resep kembang kol goreng saus asam pedas juga ah kapan-kapan.

    ReplyDelete
  13. Wah, tante nunu masaknya enak bingit nih. Mas Pijar yang susah makan sayur, milih-milih banget gitu. Kapan-kapan kucoba resep ini ah

    ReplyDelete
  14. Anak-anak memang umumnya suka agak susah makan sayur, ya. Jadi kitanya juga harus banyak cara mengolah berbagai sayur supaya anak-anak mau makan

    ReplyDelete
  15. enaknya resep kembang kol goreng saus asam pedas..bisa di copas ini. Makasih Mbak
    Oh ya untuk tipsnya di rumah paling efektif nomor 3: ortu sebagai contoh
    Jadi aku sebenarnya agak pemilih sayur, tapi Paksu pemakan segala sayur. Jadi anak-anak lihat Bapaknya...dari kecil pas makan bersama , akhirnya terbiasa makan sayur juga :)

    ReplyDelete
  16. Anakku yang petama dan ketiga nih yang rada susah makan sayur. Dan iya banget, kudu dengan cara kreatif dalam ngolah dan nyajiin biar mau. Bener, kudu gurih dan sedap biar mau. Salah satunya dimasak pake kaldo Masako ini.

    ReplyDelete
  17. Anak2 d rmh juga pilih2 nih klo makan sayuran. Mau dicoba akh tipsnya

    ReplyDelete
  18. Masako ini ngehits di kalangan ibu2 yang suka masak. Kalau udah ada logo halalnya jadi tenang makainya ya. Anak2ku jg paling suka tu mbak sayur digoreng gtu. Jdnya kyk makan keripik ya, pdhl sebenarnya sayur hehe

    ReplyDelete
  19. Ponakan daku juga ada yang nggak suka sayur, alasannya karena pahit. Siasat ini perlu daku praktekkan ke mereka biar gampang makan sayur, hihi

    ReplyDelete
  20. Pas nih mba Nunu, anakku kadang syusyaaah makan shayuuur hihii. Padahal dulu dia suka makan sayur, mba. Nntar aku coba resepnya ya

    ReplyDelete
  21. Wah, kalau masakannya kayak gini ya mesti pada doyan ya anak-anak. Apalagi pakai Masako. Rasanya jadi tambah lezat. Kebiasaan ibu saya tuh dari dulu juga pakainya Masako.

    ReplyDelete
  22. Resepnya wajib aku coba nih. Soalnya anakku agak susah makan sayur. Semoga dia mau ya kalau dibikin tempura gini.

    ReplyDelete
  23. Wah anakku yang kedua juga gak doyan sayur udah usaha semaksimal mungkin 7point yang mom.sebutin diatas udah aku coba tetep aja susah jadi aku maska sayur yg dimakan kuahnya aja mau ditumis,diselipin diapa juga engeh dilepeh Pe Er banget deh buat aku tuh beda sama kakanya doyan sayur.btw aku juga suka bikin sayur goreng gini mom bisa brokoli buncis juga nih sayurnya masakan jadi enak karena pake masako yag mom padahal simpel banget ini bahannya tapi keliatannya enaakk😋😋

    ReplyDelete
  24. anakku nggak doyan sayur juga, mbak. kalau ada sayur di makanannya langsung dikeluarin lagi itu nasi yang dikunyah. hedeh. dan aku masih belum nemu caranya biar dia doyan makan sayur. heu

    ReplyDelete
  25. wah pas banget nih boleh aku coba untuk menu buka puasa anak ya :D

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung, apalagi sampai mau komen, duh saya happy banget, semoga tulisan saya bermanfaat... saya mungkin tidak selalu bisa menjawab komentar, tapi saya usahakan untuk berkunjung balik, jika ada pertanyaan sila hubungi saya by email, dan maaf yah....! Untuk yang memberi komen dengan link hidup akan saya delete. Terimakasih.

© Nunu Halimi ·