Update Data dan Fakta di Pusat Informasi Corona

Ditengah banyak pilihan media penyampai informasi, ada beberapa media, terutama media online yang juga bisa kita jadikan rujukan dalam mencari informasi akurat tentang virus corona. Salah satu yang sering saya pantau update beritanya tentang virus corona adalah di platform Kumparan.com Memahami pentingnya informasi yang benar tentang virus corona Kumparan.com juga tampil beda dengan meluncurkan sebuah laman panduan hingga solusi penanganan virus corona. Hari Minggu ini, 19 April 2020, Kumparan.com resmi merilis laman khusus Pusat Informasi Corona. sebagai inisiatif dan langkah positif yang spesifik dan dirancang untuk memberikan informasi lengkap kepada masyarakat dalam menghadapi pandemi corona.



Masih terbayang gegap gempita menyambut awal tahun baru 2020 di iringi sejuta harapan. Namun apa yang terjadi?
Baru memasuki awal tahun, dunia sudah sedemikian suram akibat terdampak virus Corona. Di luar dugaan, untuk pertama kalinya kita merasakan sebuah penderitaan dengan rasa sakit yang sama secara global.

Sampai saat ini saya masih merasa ini seperti mimpi, menjalani hari-hari yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Covid 19 menyebar hingga lebih ke 200 negara, milyaran manusia terpaksa dan dipaksa untuk tinggal di rumah, bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah. Dunia sedang sakit, melawan pandemi yang entah kapan berakhir.
             
Teman-teman bagaimana aktivitas selama di rumah saja?  Jangan jenuh dulu ya! Tetap semangat! Saya berdoa kita semua selalu sehat, perasaan jenuh adalah hal yang normal, tetapi di kondisi saat ini sebisa mungkin harus dikendalikan. 

Harapan semua orang ingin secepatnya kembali menjalani kehidupan normal. Apa yang kita jalani hari ini adalah impian para pekerja medis, garda terdepan melawan Covid 19 yang sudah lama tidak bisa pulang kerumah.

Update terakhir per hari ini 19 April 2020, sudah 2.330.937 orang di seluruh dunia terjangkit virus corona, dengan 160.775 kematian dan 596.537 orang dinyatakan sembuh. 
Di Indonesia sendiri data yang terkumpul hingga tanggal 18 April 2020 ada 6248 kasus positif Covid 19 dengan 535 orang meninggal dunia, dan 631 orang sembuh.

Duh! Melihat update sebaran dan perkembangan virus ini bikin patah hati dan sedih banget. Tiap hari terjadi peningkatan dan belum ada tanda-tanda akan berkurang.

Berupaya berpikir positif di tengah pandemi ini adalah salah satu pilihan agar hati sedikit tenang, tetapi ketika berhadapan dengan grafiknya tetap saja deg-degan. Terlebih lagi di tengah upaya mengatasi virus corona kita juga dihadapkan dengan banjir informasi dan percakapan di media sosial yang mempengaruhi daya berpikir.

Aktivitas di rumah saja mau tidak mau meningkatkan aktivitas online, penggunaan internet menjadi lebih tinggi dari biasanya, selain untuk bekerja dan belajar, mencari pengetahuan, atau menjangkau orang yang dicintai, krisis ini juga memicu keinginan orang untuk sekadar berbagi informasi terbaru mengenai Covid 19

Sayangnya  informasi yang diberikan sering tidak akurat dan menyesatkan. Di tengah kekhawatiran yang terus meningkat, adalah hal yang sangat penting bagi kita lebih selektif dan berhati-hati membagikan informasi di internet. 
Hoax dan informasi palsu dapat menyebabkan kebingungan, data yang salah pada saat genting ini dapat memiliki efek yang menghancurkan, masyarakat takut dan panik, kalau sudah begitu situasi akan menjadi lebih mencekam dan tidak terkendali.

Kita semua memang sepatutnya memiliki kesadaran untuk mengurangi penyebaran informasi yang salah, berperan aktif menciptakan suasana yang kondusif, paling tidak pada lingkup terkecil, yaitu diri pribadi dan keluarga.

Lalu apa saja langkah yang harus dilakukan agar kita terhindar dari paparan berita hoax? 

  • Say no to Clickbait, katakan tidak pada berita yang hanya ingin mendulang klik.  Pikir ulang sebelum langsung membuka link berita, foto, video dengan judul bombastis, lebay, yang mengedepankan sensasi demi menarik perhatian tentang Virus Corona karena itu memang yang diinginkan oleh si pembuat berita. 
Headline dengan unsur clickbait memang tantangan di tengah keyakinan kita kepada jurnalisme yang bisa diandalkan. Tautan berita clickbait sangat mungkin dikaitkan dengan berita palsu. 
Sebuah studi oleh Pusat Studi Teknologi dan Informasi di Universitas California Santa Barbara menemukan bahwa clickbait adalah cara umum untuk menyebarkan berita palsu, karena itu menciptakan lebih banyak keingintahuan. Ini juga berbahaya karena merusak kepercayaan antara jurnalis dan pembaca dan menggeser fokus jurnalisme untuk semata-mata berputar mencari uang.
  • Peka dan pahami terlebih dahulu kapan suatu berita atau pesan dapat diteruskan, cek sumbernya dari mana atau siapa penulis pertama pesan tersebut, kalau anonim atau tidak jelas, sebaiknya Berhenti di Kita, Stop! jangan sebarkan lagi
Ini biasanya banyak berhubungan dengan informasi yang disajikan menjadi pesan berantai di media sosial seperti facebook, whatsapp, twitter dan lainnya. Biasanya karena terlalu bersemangat banyak orang spontan mengklik tanda berbagi tanpa menelaah lebih dahulu apa yang di bagikan.
  • Cek link URL
Tautan atau link URL dapat ditelusuri asal muasalnya, situs terpercaya biasanya dengan jelas menampilkan profil dan kiprahnya. Seseorang,, kelompok, lembaga atau institusi yang mengelolanya juga dapat dengan mudah kita akses.
  • Periksa foto, rekaman audio atau video tentang Covid 19 dengan teliti.
Saat ini foto, rekaman audio, dan video atau apapun dapat diedit dengan mudah. Jangan langsung percaya dengan audio atau visual yang ada begitu saja.  Banyak video dan foto lama yang di edit ulang dengan tambahan informasi seolah update terbaru.
  •  Konfirmasi informasi dari otoritas kesehatan utama
Dalam hal ini WHO (World Health Organization) dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia kroscek untuk mengkonfirmasi keyakinan atau keraguan dari suatu informasi tentang virus Corona,
Situs resmi Pemerintah Indonesia untuk COVID 19 di https://www.covid19.go.id/
Chatbot WhatsApp COVID 19 dari Kominfo di +62-811-3339-9000.
Situs World Health Organization (WHO) untuk COVID-19

                          Update Data dan Fakta di Pusat Informasi Corona
  • Verifikasi dengan sumber berita lain yang diakui dapat dipercaya
Ditengah banyak pilihan media penyampai informasi, ada beberapa media, terutama media online yang juga bisa kita jadikan rujukan dalam mencari informasi akurat tentang virus corona.
Salah satu yang sering saya pantau update beritanya tentang virus corona adalah di platform Kumparan.com 
Memahami pentingnya informasi yang benar tentang virus corona Kumparan.com juga tampil beda dengan meluncurkan sebuah laman panduan hingga solusi penanganan virus corona.


Hari  Minggu ini 19 April 2020 Kumparan.com resmi merilis laman khusus Pusat Informasi Corona. sebagai  inisiatif dan langkah positif yang spesifik dan dirancang untuk memberikan informasi lengkap kepada masyarakat dalam menghadapi pandemi corona.

Dilakukan secara live online,  banyak tamu penting dari berbagai bidang yang turut ambil bagian dalam peluncuran laman khusus ini. Mereka adalah pejabat serta tokoh di balik penanganan pandemi corona di Indonesia.




Di antara Para tokoh tersebut adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani, Ketua PMI Jusuf Kalla, Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah, Ketua Kadin Rosan P. Roeslani, dan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo.

Kelimanya berbicara mengenai penanganan pandemi corona dalam bidangnya masing-masing. Apa saja?

Doni Monardo: Kondisi Terkini Corona di Indonesia

Segmen 1: Pukul 10.00 WIB

Jusuf Kalla: Manajemen Bencana di Tengah Pandemi Corona

Segmen 2: Pukul 11.30 WIB
Sri Mulyani: Ketahanan Keuangan Negara Hadapi Corona
Segmen 3: Pukul 13.00 WIB
Ida Fauziah: Menghadapi Gelombang PHK Efek Corona
Segmen 4: Pukul 14.30 WIB
Peluncuran Pusat Informasi Corona ini tentunya sangat menggembirakan buat kita sebagai masyarakat yang membutuhkan referensi informasi yang valid, aktual dan terpercaya ya, karena ini penting sebagai ikhtiar agar menjadi lebih bijak. menjaga diri dari paparan Hoax. 
Sekali lagi, pastikan untuk selalu lakukan kroscek, saring terlebih dahulu apapun informasi yang kita terima, selidiki benar atau tidaknya, apakah sumber berita bisa di pertanggung jawabkan dan telah terkonfirmasi oleh otoritas. 



Komentar

(1)
  1. Kalau saya budayakan malu kalau salah share sih.
    Jadi yang namanya share itu beneran udah dipikirkan dan dicari data kebenarannya :)

    Mudah sih sebenarnya, follow aja akun medsos media besar, nanti ketauan mana yang hoax :D

    BalasHapus

Posting Komentar