Cara Membangun Bonding Ikatan yang Kuat Antara Kakak Adik

Penelitian menunjukkan bahwa hubungan saudara kandung sering menjadi faktor utama bagaimana kita akan berinteraksi dan berkomunikasi di kemudian hari

Apakah anak-anak memiliki hubungan saudara kandung yang baik? Atau apakah mereka cenderung selalu salah paham dan sering bertengkar satu sama lain?

Memiliki anak banyak dengan jarak usia berdekatan, dua hal ini sering kali saya pertanyakan dalam hati, sebenarnya seperti apa ya hubungan mereka selama ini? 

Saat ini mereka sudah beranjak remaja, bisa saja mereka tampak akur dari luar, namun sebenarnya memiliki perasaan yang berbeda. Walaupun anak, ya anak sendiri, kita yang melahirkan dan membesarkan tetapi tetap saja, mungkin ada yang luput, karena dalamnya hati manusia tidak ada yang tahu.

Penelitian menunjukkan bahwa hubungan saudara kandung sering menjadi faktor utama dalam bagaimana kita akan berinteraksi dalam hubungan, berkomunikasi dengan teman, lingkungan, pasangan romantis, pacar, suami, siteri dan orang lain pada umumnya di kemudian hari.



Dan, inilah salah satu tanggung jawab bagi orangtua, bagaimana membangun ikatan, bonding antar anak, agar hubungan mereka sebagai saudara kuat dan terikat satu sama lain, saudara yang harus saling menjaga, saling melindungi, juga memiliki kebersamaan yang solid dan sehat. Untuk mewujudkan ini tidak bisa terjadi dalam semalam, prosesnya harus dilakukan sedari mereka kecil. Selain itu, pasang surut pasti akan ada, namun karena kita sedang membangun fondasi, maka harus terus diupayakan.

Lalu, bagaimana cara orangtua agar bijak dalam membangun ikatan yang kuat antar anak-anak?

 
Setiap keluarga tentu memiliki caranya masing-masing. Namun ada beberapa prinsip utama yang harus dilakukan orangtua agar anak-anak memiliki rasa persaudaraan yang kuat satu sama lain, diantaranya;

1. Tidak Membandingkan Anak-anak

Ini adalah hal pertama dan terpenting. Setiap anak adalah unik, ibarat komputer, mereka memiliki sistem operasi, hardware dan softwarenya masing-masing. Kata-kata seperti “Mengapa kamu tidak bisa seperti kakak?” atau “Adikmu malah lebih bisa loh!? adalah pemantik yang menyalakan api persaingan saudara kandung, juga membangun kebencian dalam diri mereka.

Membandingkan anak-anak adalah hal yang harus dipantang oleh orangtua, terlebih jika mereka memiliki perbedaan yang sangat signifikan, jelek, cantik, cacat, normal, pintar, tidak pintar dan lain-lain. Orangtua harus menerima kondisi anak-anak apapun keadannya, dan memberikan porsi kasih sayang yang adil 

2. Pahami Hal Apa yang Biasanya Terjadi dibalik Konflik

Anak-anak bertengkar adalah hal yang biasa, namun orangtua harus peka, pahami apa sih yang membuat mereka bertengkar. Apakah karena iri, yang kecil ingin mendapat perhatian lebih, yang besar merasa diabaikan, atau karena mereka bosan dan lelah saja. Komunikasi adalah kunci dalam hal ini, ketahui batas toleransi persaingan antar anak-anak, orangtua juga harus mengupayakan sikap netral, dan bijaksana, serta tidak cenderung berpihak atau menyalahkan pada salah satu anak saja.

3. Ajarkan Anak-anak Memahami Perbedaan Satu Sama Lain

Meski mereka lahir dari orangtua yang sama, tumbuh dan makan di rumah yang sama, namun dari segi fisik, karakter, kebiasaan, kesukaan, hobi mereka belum tentu sama. Jika anak-anak dapat memahami mengapa adik begini, kakak begitu, masalah bisa diminimalkan. Selain itu, ketahui juga apa yang menjadi persamaan mereka, hal inilah yang sebaiknya dioptimalkan

4. Ajarkan Anak untuk Menghormati, Menghargai, dan Mudah Mengapresiasi Satu Sama Lain

Meskipun kakak secara usia lebih tua, bukan berarti tidak perlu menghormati adiknya, yang lebih muda juga demikian. Saling menghargai dan mudah memberikan apresiasi dengan memberi pujian, juga akan memberi mereka perasaan saling terbuka anak-anak juga lebih mudah bekerja sama.

5. Selalu Tekankan Pentingnya Ikatan Keluarga

Jelaskan kepada anak-anak dan ingatkan mereka secara berkala bahwa hubungan mereka istimewa, bahwa mereka keluarga, dan saudara kandung adalah jenis hubungan dan dukungan yang tak tergoyahkan yang tidak dapat dengan mudah terpecah dan berpisah.  Ingatkan anak-anak, bahwa sementara mereka mungkin sering lebih suka ditemani teman-teman atau hal lainnya, namun mereka akan menjadi lebih penting satu sama lain sampai mereka tumbuh dewasa.

Anak-anak di bawah usia 17 tahun, mungkin belum sepenuhnya memahami pentingnya hubungan saudara kandung, namun pesan ikatan keluarga patut untuk diulang-ulang, sesuatu yang pada akhirnya akan mereka sadari seiring bertambahnya usia. 

Terakhir dan tidak kalah penting keluarga yang walaupun tidak harus mewah dan mahal tetap harus bersenang-senang bersama. Karena keluarga seperti ini akan cenderung minim konflik. Sering-sering luangkan waktu berkualitas dan lakukan aktivitas yang melibatkan segenap anggota keluarga seperti jalan-jalan, olahraga, bersepeda atau menonton film baru yang bagus untuk anak-anak.

Pada akhirnya memang tidak ada keluarga yang sempurna. Ketika anak-anak tampaknya tetap tidak terikat, tidak harus selalu menjadi masalah, karena mungkin perasaan mereka biasa saja tetapi tetap sayang koq! Namun, jika mereka benar-benar tampak selalu berlawanan, bertentangan hingga menimbulkan masalah bagi keluarga dan memerlukan bantuan, maka sebaiknya konsultasi, bicarakan dengan ahlinya, ke psikolog bisa menjadi salah satu cara.



Komentar

(1)
  1. Penting banget nih biar gak cakar2an mulu adek kakak haha.
    Ortu juga memegang peranan penting ya mbak, salah satunya dengan berbuat adil dan gak banding2in anak #ntms
    TFS artikelnyaa

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkunjung, apalagi sampai mau komen, duh saya happy banget, semoga tulisan saya bermanfaat... saya mungkin tidak selalu bisa menjawab komentar, tapi saya usahakan untuk berkunjung balik, jika ada pertanyaan sila hubungi saya by email, dan maaf yah....! Untuk yang memberi komen dengan link hidup akan saya delete. Terimakasih.