Martadinata Residence, Smart Cyber Home Pertama Di Tangerang Selatan

Martadinata Residence, Smart Cyber Home Pertama Di Tangerang Selatan

Mencari, memilih dan membeli rumah, bisa di bilang jodoh-jodohan, perjalanannya kurang lebih mirip seperti kita sedang mencari pasangan hidup, ya nggak sih?! Ini pernah saya rasakan dulu bersama suami saat mencari rumah pertama kami, yang kemudian berlanjut (karena jodoh kami tidak lama dengan rumah tersebut) cari rumah lagi. Selama pencarian, kami keliling-keliling dari satu perumahan ke perumahan lain, ngumpulin brosur, cek iklan, tanya sana-sini, hingga akhirnya dapat yang sreg di hati.

Jika sedang mencari rumah, daftar berikut ini biasanya jadi panduan dalam menentukan apakah rumah yang di cari tepat dan memenuhi syarat, di antaranya: Lokasi, Akses ke lokasi, Fasilitas (listrik, air, telkom, gas PAM, drainase) Suasana lingkungan, Surat-surat, Legalitas, Harga dan lain-lainnya.

Yuk ke "BRICKLIVE JAKARTA" Tanggal 7-17 Juni 2018 Liburan Seru Main Lego Sepuasnya

Lego. Siapa nggak tahu permainan yang satu ini, terutama anak-anak ya, pasti suka banget bermain Lego. Menyusun bongkahan atau brick plastik, mirip batu bata berukuran kecil dengan lubang-lubang menyembul yang berfungsi sebagai semacam perekat, sehingga kemudian bata atau brick tersebut bisa di kreasikan, menjadi berbagai bentuk dan dimensi yang di inginkan.

Eksis sejak tahun 1930an di Denmark. Lego punya sejarah panjang hingga menjadi mainan yang di gemari di seluruh dunia, saking terkenalnya sampai di buat juga LEGO Land, wahana wisata yang di bangun dari Lego di beberapa negara. Selain  di negara asalnya, ada juga di antaranya di Malaysia, Amerika, Inggris, Jerman, Jepang, Dubai dan lain-lain.

Pengalaman Naik Kereta Ke Bandara Soekarno-Hatta

Saat mulai menulis pengalaman naik kereta bandara ini, saya sedih. Soalnya ada kabar duka. Terjadi longsor pada salah satu underpass yang di lalui oleh kereta bandara. Dua orang meninggal dunia akibat kejadian ini. (cek berita di detik com )

Kebetulan hari kejadian sama dengan jadwal pulang kami (saya dan suami) senin 5 Februari 2018, tapi peristiwa itu, terjadi persisnya sore menjelang malam, sementara kami memilih untuk naik pesawat pagi hari dan naik bus untuk kembali kerumah, tidak naik kereta lagi seperti saat berangkat.

Yup, lima hari sebelumnya. Tanggal 31 Januari, alhamdulillah akhirnya merasakan pengalaman naik kereta ke Bandara Soekarno Hatta, fasilitas transportasi publik yang proses pembangunan hingga peresmiannya menjadi sorotan. Maklum ya kaan, ini merupakan sebuah terobosan penting dalam dunia transportasi Indonesia.

Tujuan perjalanan kami kali ini adalah ke negara tetangga, Singapura. Menempuh perjalanan dari stasiun Pondok Cina ke Stasiun BNI City Sudirman, momen naik kereta ke bandara, memang saya tunggu-tunggu. Iyes, saya penasaran seperti apa sih rasanya naik kereta ini.

Usia 27 Pengalaman 40 Tahun, Harapanku Di Tahun 2020

Pada suatu hari (koq, jadi kayak naskah drama yaa..)

“Emang apa kelebihan lo, mak?!” Salah satu emak yang di maksud menunjuk perut dan berseloroh “Nih, lemak di perut, mauuu?! HAHAHA, kompak kami semua tertawa..

Yup, begitulah! Salah satu keseruan saya bersama  ibu-ibu teman sekolah salah satu anak saya. Karena sudah saking dekat dan kompak, kalau sudah kumpul dan ngobrol, bercandaannya merembet hal yang unfaedah, wkwkwk. Alhamdulillah, so far nggak ada yang baper sih?! Yang penting “selow” di bawa asyik dan seru, kami bisa tertawa lepas dan santai.

Obrolan ibu-ibu biasanya nggak jelas dari mana ujung pangkalnya, nyamber dari satu topik ke topik lain, yaa selama bukan ngegosip dan bahas SARAP (Suku, Agama, Ras, Antar Golongan, dan Politik) saya sering ikut nimbrung, dan nimpalin.

Obrolan di atas bermula dari kami emak-emak yang membahas kelebihan dan kekurangan anak-anak, bukan dalam rangka membandingkan atau gimana. Cuma obrolan iseng. Soalnya emang apa sih yang di omongin ibu-ibu kalau bukan anak, seru aja kan bahas masalah  anak dengan sesama ibu-ibu.

Jeli Memilih Produk Perawatan Bayi Dengan Bambi Baby Care

Halo hai, sahabat daring, mau tahu kah seperti apa rasanya melahirkan dengan jarak kehamilan yang cukup lama?

Hmmm...rasanya seperti menjadi ibu baru. Iyes, itulah yang saya rasakan dua tahun lalu, ketika melahirkan Kian, putera bungsu saya yang berselisih usia sembilan tahun dari kakaknya.

Rasanya nggak percaya ketika mendapat tanda kalau saya hamil lagi. Hah! Koq bisa ya?! Saya kira sudah cukuplah anak tiga yang kami miliki. Namun rupanya Allah berkehendak lain, sebuah anugerah dan amanah masih di percayakan kepada kami.

Tampilan Logo Social Circle So Good, Semangat Penuhi Gizi Seimbang

Bicara soal gizi, pasti nggak jauh dari urusan makanan, dan membahas urusan makanan, bagi seorang ibu yang sehari-hari berkutat di dapur, rasanya nggak habis-habis.Ada saja yang harus di pikirkan, dari mulai mikirin mau masak apa hari ini? Kira-kira Anak-anak suka nggak ya? Serta  mikirin sudah maksimal belum ya kandungan gizi masakan yang saya masak?

Bertepatan dengan peringatan Hari Gizi Nasional, yang jatuh tanggal 25 Januari lalu, istilah Pedoman Gizi Seimbang ramai di bicarakan. Momen ini menambah wawasan saya akan pentingnya pemenuhan gizi seimbang. Apalagi sebagai ibu yang tumbuh di tahun 80-90an, lebih familiar dengan istilah 4 sehat 5 sempurna, yang ternyata di nyatakan sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan keilmuan dan berganti dengan istilah yang lebih pas, yaitu prinsip Pedoman Gizi Seimbang.

Axa Mandiri Elite Plan Syariah, Rencanakan Masa Depan Dengan Asuransi Berbasis Syariah

Banyak hal yang saya syukuri dalam hidup ini, salah duanya adalah dilahirkan sebagai muslimah dan menjadi warga negara Indonesia, yang mayoritas penduduknya beragama islam. Karena, dengan menjadi muslimah, pertanyaan tentang pencarian jati diri sebagai manusia sudah terjawab. Iyes, islam telah menjelaskan secara gamblang dan rinci tentang ini, dari mulai sejarah dan proses penciptaan hingga hakekat manusia di utus ke bumi sesungguhnya, yaitu untuk beribadah.

Ibadah dalam islam bukan sebatas pengamalan amalan-amalan wajib (sholat, puasa, zakat, dll) jangkauan ibadah dalam islam sangat luas dan maknanya juga sangat dalam, hatta sebagai ibu rumah tangga biasapun, yang sehari-hari konon cuma “nguprek” di rumah, ngurus anak, ngurus suami, selama di lakukan dengan ikhlas dan ridho, itu sudah tercatat sebagai ibadah dalam islam. *Eh kok jadi kayak setengah curcol yah hehe.