Featured Slider

Leganya ConferoS, MPVnya Wuling Motors The Real Spacious Family MPV

Setiap datang ke sebuah pameran mobil, biasanya mobil yang paling saya incar, dan ingin saya lihat-lihat adalah mobil-mobil jenis MPV, seneng aja lihat mobil minibus, multi fungsi terutama untuk keluarga besar seperti keluarga saya, merasakan punya mobil SUV, agak sempit yaa, mobil jenis MPV (Multi Purpose Vehicle) rasanya paling pas, bisa mengangkut banyak penumpang, barang bawaan, dan bisa di pakai bukan hanya untuk urusan keluarga, kalau punya usaha, mobil-mobil jenis ini cocok banget, karena muat banyak untuk mengangkut barang dagangan.

Ada banyak banget pilihan mobil jenis MPV saat saya mengunjungi pameran mobil di GIIAS (Gaikindo Indonesia International Autoshow) tanggal 17 Agustus lalu di ICE BSD, salah satu yang menarik perhatian karena boothnya memang ramai banget, adalah Confero dan Confero S dari Wuling Motors, sebuah brand otomotif baru, yang berani terjun di tengah persaingan bisnis otomotif Indonesia yang ketat, pada seri MPV pula.

LRT City, Hunian Terintegrasi Dengan LRT, Kontribusi Adhi Karya Mengurangi Kemacetan Untuk Peningkatan Kualitas Kehidupan Di Jakarta

Saat melintas jalan tol Jagorawi, ketika menuju ke Cikarang, saya takjub dengan pemandangan progress pembangunan LRT (Light Rapid Transit) yang mulai membentang ketika memasuki kawasan Cibubur hingga ke wilayah Bekasi, Woow banget! Tiang-tiang pancang kokoh berdiri dan liukkan beton seakan melambai di terpa angin.

LRT City, Hunian Terintegrasi Dengan LRT, Kontribusi Adhi Karya Mengurangi Kemacetan Untuk Peningkatan Kualitas Kehidupan Di Jakarta
Pembangunan LRT, sumber gambar: merdeka.com
Lalu kemudian saya membayangkan, tidak lama lagi akan merasakan sebuah perubahan dalam bertransportasi, naik kendaraan massal yang modern, sama seperti yang ada di kota-kota besar dunia. Dari satu stasiun ke stasiun, di sambung dengan berjalan kaki ke tempat tujuan, bebas macet, hemat waktu, hemat biaya dan bikin sehat pula, hmmm...

Wujudkan Indonesia Emas Tahun 2045 Dengan Membentuk Anak Sehat Dari Sekarang


Besok tanggal 17 Agustus, genap 72 tahun negara kita tercinta Indonesia merdeka, suka cita merayakan kemerdekaan sudah terasa, umbul-umbul dan aneka pernak-pernik perayaan kemerdekaan menghiasi tiap sudut jalan, kampung-kampung, kantor dan sekolah. 

Selama 72 tahun perjalanan kemerdekaan, sudah banyak sekali capaian yang di raih bangsa Indonesia, meski di sisi lain, masih punya banyak sekali ketertinggalan di bandingkan dengan negara lain, padahal di tahun 2045, saat peringatan 100 tahun atau satu abad kemerdekaan, mempunyai visi yang sangat luar biasa menjadi Indonesia Emas, itu artinya 28 tahun dari sekarang.

Impian masa depan tentu tak akan terwujud jika hari ini tak berbuat sesuatu. Indonesia emas di tahun 2045, semoga kita masih di beri kesempatan menyaksikannya yah. Anak cucu kemungkinan besar akan merasakannya, kondisi Indonesia Emas akan tercapai jika mempersiapkan mereka dengan baik, dari sekarang.

Kondisi anak-anak saat ini, bisa menjadi gambaran akan seperti apa masa depan bangsa kita kelak, dan cukup mengkhawatirkan ketika Badan Pusat Statistik atau BPS menyatakan jumlah penduduk miskin Indonesia pada bulan maret 2017, sebanyak 27,7 juta jiwa, 11 juta jiwa di antaranya adalah anak-anak atau 40% dari keseluruhan penduduk miskin, selain itu banyak anak Indonesia mengalami Malnutrisi, bukan karena orangtuanya kekurangan materi, tetapi lebih kepada pola makan tidak seimbang, serta pola hidup yang tidak tepat dan tidak sehat.

Kurang lebih 84 juta jiwa total jumlah anak Indonesia saat ini (rentang usia 0-16 tahun) dalam mewujudkan visi besar Indonesia 2045, tentu bukan perkara mudah, terlebih saat itu Indonesia juga mengalami masa-masa bonus Demografi, yaitu kondisi di mana penduduk usia produktif mendominasi, anak-anak yang berusia 0-9 tahun saat ini, akan berusia 28-37 tahun, sedangkan usia 10-16 tahun akan berusia 38-44 tahun.

Generasi emas merupakan generasi yang mampu bersaing secara global bermodalkan kecerdasan komprehensif, produktif, inovatif, kreatif, damai dalam interaksi sosialnya, sehat dan menyehatkan dalam berinteraksi dengan alam dan lingkungan, mereka mau tak mau harus tangguh bersaing di tengah kompetisi internasional dalam segala bidang, memperlihatkan kepada dunia kejayaan bangsa Indonesia.

Dan untuk memulai itu semua, kita memerlukan anak yang sehat, baik secara fisik dan mental, inilah yang menjadi concern saat ini, memastikan tumbuh kembang mereka tercipta dengan baik, caranya dengan memenuhi hak-hak mereka terhadap akses kesehatan, pelindungan, dan pendidikan.

Di ungkap saat mengikuti acara diskusi publik dalam rangka peringatan hari anak nasional 2017 bertema "Pemenuhan Hak Kesehatan Anak Untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045: Upaya Promotif dan Preventif Mencegah Masalah Malnutrisi Pada Anak" acara ini berlangsung di aula gedung Kementerian Pendikan dan Kebudayaan Senayan Jakarta tanggal 7 Agustus. Wawasan saya bertambah dan ini sungguh membuka mata, betapa masalah malnutrisi sudah menjadi masalah nasional, yang jika tidak tertangani akan berdampak besar dalam pembentukkan generasi emas.

Acara yang di mulai dengan penampilan mini drama dari siswa-siswi Cugenang Gifted School, sekolah khusus anak-anak kurang mampu, mereka ber IQ tinggi dengan bakat dan kecerdasan istimewa, sekolah yang berlokasi di Cianjur ini muridnya berasal dari seluruh Indonesia.

Anak-anak Cugenang Gifted School, menampilkan kisah perjuangan seorang petugas kesehatan yang di gambarkan sebagai bidan, sedang menghadapi berbagai macam persoalan dalam menjalankan tugasnya, ibu bidan ini hampir putus asa, memberikan pengetahuan makanan sehat, ia sedih ketika ibu-ibu memberi makan anak asal kenyang, tanpa memperhatikan nilai gizi, anak-anak di berikan masakan serba instan dan jajanan yang tidak sehat.

Belum lagi ibu bidan selalu mendapat penolakkan setiap ada program imunisasi, betapa susahnya warga tempat ibu bidan mengabdi di berikan pemahaman, namun meskipun putus asa, ibu bidan ini pantang menyerah terus berusaha, agar pemahaman dan pelaksanaan pola hidup keluarga yang sehat, bergizi seimbang terwujud di tempat ia mengabdi.

Wujudkan Indonesia Emas Tahun 2045 Dengan Membentuk Anak Sehat Dari Sekarang
Anak-anak Cugenang Gifted School, beraksi memainan drama

Wujudkan Indonesia Emas Tahun 2045 Dengan Membentuk Anak Sehat Dari Sekarang

Persoalan gizi, menurut ibu Lenny Rosalin Deputi Bidang Tumbuh Kembang anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak, sampai saat ini memang masih menjadi sesuatu yang di intervensi oleh pemerintah, karena itulah setiap melakukan kunjungan kerja ke daerah presiden Joko Widodo, selalu melakukan pemberian makanan tambahan sebagai bagian dari jadwal acara.

Inilah yang ingin di paparkan ibu Lenny, bahwa pemerintah saat ini terus melakukan berbagai macam program, sebagai bagian dari usaha untuk mewujudkan Generasi Emas Indonesia, dengan melakukan intervensi di kehidupan masyarakat, sejak sebelum ibu hamil, hamil, melahirkan dan meyusui, hingga masa batita, balita dan usia sekolah, agar-anak-anak tidak mengalami malnutrisi.

Berbagai strategi di jalankan baik melalui program langsung ke anak, melalui keluarga, melalui sekolah, melalui lingkungan, dan wilayah atau region, seperti yang di sampaikan oleh bapak dr. Rahmat Santika Sp.A MARS anggota satgas perlindungan anak Ikatan Dokter Anak Indonesia, kekurangan gizi dan rendahnya tingkat kesehatan anak menyebabkan berbagai persoalan baru, mengatasinya di perlukan kerjasama dari semua pihak untuk sama-sama bergerak.

Pemenang Lomba Kreasi Masak So Good, Kreatif Mengolah Masakan Sehat, Enak Dan Berprotein Tinggi

Pada tanggal 9 Agustus lalu saya hadir menyaksikan pengumuman dan pemberian hadiah untuk para juara lomba resep masak dengan bahan dasar So Good, perlombaan yang di lakukan bulan ramadhan lalu, ini di langsungkan di Kopi Kalyan Cafe. Bertema "Saat Ramadhan, Saatnya So Good" tidak tanggung-tanggun kurang lebih 800 peserta mengikuti perlombaan ini.

Luar biasa sekali yah antusiasme ibu-ibu yang mengikuti lomba masak ini. By the way, awalnya saya pingin juga loh ikutan lomba masak ini, apalagi So Good bekerjasama juga dengan Blogger Perempuan Network mengadakan lomba masak So Good untuk Blogger, tapi setelah menimbang, dan memikirkan akhirnya saya batal ikut, nyesel juga sih yaa. Abis gimana dong, meskipun suka masak, saya tidak begitu telaten memfoto step by step saat memasak, maunya sreng, sreng, sreng tanpa di cut, sudah begitu saya sadar diri juga skill memfoto makanan saya kurang mumpuni, yaa intinya menyerah sebelum berusaha..krik 😖

Berani Wangi Dengan Downy Daring, Paduan Harmonis Aroma Parfum Premium, Lebih Harum Dan Lebih Tahan Lama Dari Parfum Mewah

Berani Wangi Dengan Downy Daring, Paduan Harmonis Aroma Parfum Premium, Lebih Harum Dan Lebih Tahan Lama Dari  Parfum Mewah


Setiap hadir di acara undangan blogger, ada satu pertanyaan, yang sebenarnya sih sekadar berbasa basi, tapi selalu saja muncul, ketika teman-teman blogger saling menyapa "Naik apa ke sini mba?"

Dan jawaban biasanya beragam, umumnya teman-teman blogger menjawab naik kendaraan umum, ada yang naik commuterline, busway atau angkutan berbasis online. Senang memang, berkat pertanyaan ice breaker simpel ini, suasana bisa langsung cair, meski itu dengan teman yang baru kita kenal, dari sini kemudian obrolan bisa nyambung ke mana-mana.

Muztreat, Di Pesan Lewat Aplikasi, Inovasi Layanan Salon Muslimah Dirumah

Pasca melahirkan dua tahun lalu, pergi ke salon untuk melakukan perawatan khas perempuan seperti creambath, lulur, atau facial adalah previlege banget buat saya, dulu sebelum lahiran paling tidak sebulan sekali saya ke salon, niatnya sih refreshing, menyegarkan diri, di krimbath atau totok wajah, tapi sekarang frekuensi ke salon bisa di hitung jari, soalnya baru mulai mikir ingin kesalon aja, udah panjang deh alasan, malas kelamaan nunggu waiting list ingat si kecil dan memang susah banget cari waktu yang pas.

Pernah beberapa kali pulang dari sebuah acara blogger, pingin mampir ke salon yang biasa di lewati, tapi yaa, hmmm menambah waktu keluar rumah meninggalkan anak-anak, apalagi saya masih mempunyai balita, rasanya gimana, bawaannya nggak enak hati, nggak nyaman, so akhirnya batal niat masuk salon.

Mau memaksakan diri ke salon, nggak bisa sendiri, harus sepaket sama anak-anak, yahh ntar jadi berasa piknik keluarga dong yaa. Makanya saya excited banget pas dengar ada layanan perawatan salon tanpa harus keluar rumah, nyalon bisa di kerjakan di rumah. Waahh.. ini solusi banget buat ibu-ibu yang nggak punya waktu cukup untuk meluangkan diri ke salon dengan berbagai alasan seperti saya.

"Click To Meet" Inovasi FWD Asuransi Hidup, Memilih Agen Asuransi Di Era Digital

"Click To Meet" Inovasi FWD Asuransi Hidup, Memilih Agen Asuransi Di Era Digital


Sebagai warga baru yang belum lama tinggal di rumah yang kami tempati sekarang, saya senang sekali ketika suatu hari seorang tetangga yang sudah saya kenal sebelumnya datang kerumah, ia menyampaikan sebuah pesan, katanya ada tetangga lain yang tinggal di cluster sebelah, ingin berkenalan dan main-main kerumah saya, tentu saya senang mendengarnya, secara kan yaa belum banyak kenal tetangga, saya mempersilakan dan welcome dong, ketika si ibu tetangga ini akhirnya berkunjung ke rumah.

Namun saya sempat bertanya-tanya dalam hati, mengapa ibu ini mau kenalan dan main kerumah saya koq bawa tas besar segala. Saat itu yaa positif thingking, mungkin dia baru pergi atau pulang dari mana, cuma memang agak aneh aja, kalaupun ia baru pergi atau pulang dari suatu tempat seharusnya kan tasnya bisa di taruh di rumah dulu.

Singkat cerita kami berkenalan, berbasa-basi ngobrol sana-sini, mulai dari riwayat pindah rumah, masalah pekerjaan, sampai urusan anak-anak, bahkan ia menanyakan berapa penghasilan suami dan-lain-lain, pertanyaan yang cukup risih saya jawab, ya soalnya kan baru kenal. Hingga akhirnya pembicaraan sampai pada satu poin yang menjadi jawaban mengapa ia membawa tas besar ke rumah saya.

Di sinilah saya mulai merasa ilfil, menyadari ternyata sesungguhnya kedatangannya tidak benar-benar semata ingin berkenalan dengan tetangga baru, isi tas yang di bawanya adalah sejumlah dokumen, katanya sih dokumen para nasabahnya, lalu kemudian dengan pertanyaan dan gaya bahasa yang "menggiring" seolah-olah saya bersedia, ia menjelaskan ilustrasi yang di tawarkan. Situasi berkembang menjadi "lucu" saya merasa canggung di rumah saya sendiri, serba salah gitu deh!?

Alur pembicaraan sudah bisa di tebak, menjadi garing dan tidak nyaman, namun dengan berbagai macam jurus, yang intinya saya menolak akhirnya si ibu pulang juga. Meski bertetangga sampai hari ini saya belum pernah bertemu lagi dengan tetangga saya ini, eh pernah deh kami berpapasan di jalan, sebagai prospek yang gagal mungkin dia lupa atau melupakan saya hehe, jadi saat berpapasan, si ibu cuek dan hanya melempar senyum.